Si Kecil Ngedot Sampai Kapan, Ya?
>> Saturday, 28 March 2009
Banyak orang tua berpendapat, dot alias empeng merupakan suatu keharusan untuk dimiliki jika kita mempunyai seorang bayi. Sama halnya dengan keharusan menggantikan dan membersihkan popok. Namun, apakah dot aman bagi si bayi?
Jawaban ini masih terus diperdebatkan para ahli. Yang jelas, para ahli di Amerika berpendapat, dot bisa digunakan sampai bayi berusia setahun.
SISI POSITIF
Untuk sejumlah bayi, dot terasa amat nyaman baginya. Misalnya, selama menunggu saat-saat diberi makan, dia bisa tetap dapat mengisap sesuatu. Kesimpulannya, antara lain dot memberi keuntungan:
* Memberi kenyamanan. Bisa memberi ketenangan dan kenyamanan bagi bayi yang rewel. Banyak bayi yang langsung tenang jika mengisap sesuatu.
* Dot merupakan "hiburan" sejenak. Misalnya, ketika bayi merasa lapar, Anda dapat memberinya dot untuk beberapa menit, sementara Anda menyiapkan botol susu atau makanannya. Dot juga sangat berguna jika bayi harus pergi ke dokter untuk sesaat diambil darah atau harus sebentar lepas dari tangan Anda saat ia diperiksa.
* Dot bisa membantu bayi agar tidur. Kita tahu, kan, kadang bayi sangat rewel. Nah, coba berikan dot sehingga ia merasa tenang dan akhirnya tetidur nyenyak.
* Bisa menolong dari kematian mendadak. Hal ini sudah dibuktikan para peneliti, bahwa bayi yang diberi dot waktu tidur siang dan malam hari, bisa mengurangi gejala kematian secara mendadak.
* Dapat langsung dibuang. Jika Anda beranggapan sudah waktunya si bayi berhenti menggunakannya, dot bisa langsung dibuang. Akan lebih sulit jika Anda membiasakan dan membiarkan si kecil mengisap jempol atau jari-jarinya untuk memperoleh ketenangan. Kebiasaan mengisap jempol atau ketenangannya lebih susah dihilangkan.
SISI NEGATIF
Sudah tentu, dot juga memuiliki berbagai kekurangan. Antara lain:
* Menghilangkan nafsu minum ASI. Jika Anda memberikannya terlalu dini, dapat mengganggu atau menghilangkan keinginan si bayi untuk menyusu pada ibunya. Mengisap susu ibu berbeda dengan mengisap dot atau susu botol. Beberapa bayi mempunyai masalah untuk dapat menyusui langsung ke susu ibunya karena sejak lahir langsung diberi dot.
* Menimbulkan ketergantungan. Bayi menjadi tergantung pada dot jika Anda membiasakan memberinya dot untuk tidur. Mungkin Anda juga harus sering bangun tengah malam karena bayi menangis mencari dotnya yang terlepas dari mulutnya.
* Berisiko terkena infeksi telinga bagian tengah. Anak di bawah umur 3 tahun mudah terkena penyakit ini, meski data menunjukkan, penyakit ini sangat jarang terjadi pada bayi berumur di bawah 6 bulan. Di usia ini, justru bahaya kematian bayi secara mendadak menunjukkan angka sangat tinggi.
Sumber: Nova
tags: dot untuk anak, keuntungan memberi dot, kekurangan memberikan dot, sampai kapan anak diberi dot, keuntungan memberi dot daripada menghisap jempol.
Jawaban ini masih terus diperdebatkan para ahli. Yang jelas, para ahli di Amerika berpendapat, dot bisa digunakan sampai bayi berusia setahun.
SISI POSITIF
Untuk sejumlah bayi, dot terasa amat nyaman baginya. Misalnya, selama menunggu saat-saat diberi makan, dia bisa tetap dapat mengisap sesuatu. Kesimpulannya, antara lain dot memberi keuntungan:
* Memberi kenyamanan. Bisa memberi ketenangan dan kenyamanan bagi bayi yang rewel. Banyak bayi yang langsung tenang jika mengisap sesuatu.
* Dot merupakan "hiburan" sejenak. Misalnya, ketika bayi merasa lapar, Anda dapat memberinya dot untuk beberapa menit, sementara Anda menyiapkan botol susu atau makanannya. Dot juga sangat berguna jika bayi harus pergi ke dokter untuk sesaat diambil darah atau harus sebentar lepas dari tangan Anda saat ia diperiksa.
* Dot bisa membantu bayi agar tidur. Kita tahu, kan, kadang bayi sangat rewel. Nah, coba berikan dot sehingga ia merasa tenang dan akhirnya tetidur nyenyak.
* Bisa menolong dari kematian mendadak. Hal ini sudah dibuktikan para peneliti, bahwa bayi yang diberi dot waktu tidur siang dan malam hari, bisa mengurangi gejala kematian secara mendadak.
* Dapat langsung dibuang. Jika Anda beranggapan sudah waktunya si bayi berhenti menggunakannya, dot bisa langsung dibuang. Akan lebih sulit jika Anda membiasakan dan membiarkan si kecil mengisap jempol atau jari-jarinya untuk memperoleh ketenangan. Kebiasaan mengisap jempol atau ketenangannya lebih susah dihilangkan.
SISI NEGATIF
Sudah tentu, dot juga memuiliki berbagai kekurangan. Antara lain:
* Menghilangkan nafsu minum ASI. Jika Anda memberikannya terlalu dini, dapat mengganggu atau menghilangkan keinginan si bayi untuk menyusu pada ibunya. Mengisap susu ibu berbeda dengan mengisap dot atau susu botol. Beberapa bayi mempunyai masalah untuk dapat menyusui langsung ke susu ibunya karena sejak lahir langsung diberi dot.
* Menimbulkan ketergantungan. Bayi menjadi tergantung pada dot jika Anda membiasakan memberinya dot untuk tidur. Mungkin Anda juga harus sering bangun tengah malam karena bayi menangis mencari dotnya yang terlepas dari mulutnya.
* Berisiko terkena infeksi telinga bagian tengah. Anak di bawah umur 3 tahun mudah terkena penyakit ini, meski data menunjukkan, penyakit ini sangat jarang terjadi pada bayi berumur di bawah 6 bulan. Di usia ini, justru bahaya kematian bayi secara mendadak menunjukkan angka sangat tinggi.
Sumber: Nova
tags: dot untuk anak, keuntungan memberi dot, kekurangan memberikan dot, sampai kapan anak diberi dot, keuntungan memberi dot daripada menghisap jempol.
8 comments:
selalu good share....
thanks mbak, aku sangat butuh info2 seperti ini
terimakasih..sangat perlu bagi orangtua untuk memerhatikan beberapa hal disana. Sungguh bnayak perjuangan untuk orangtua ketika mempunyai anak
Bolehkan aku menerjemahkannya dalam bahasa inggris....dan menerbitkannya di blogku
hehehe.... anakku susah banget lepas dot-nya.. baru umur 2 tahun bisa lepas.. tapi giginya jadi bagus tuh mba apa ada korelasinya ga ya...?
salam sukses selalu
main2 yah
anak aku masih suka ngedot.
kalo di lepas dotnya pasti selalu menangis. ada saran tidak?
@ nilaya, memang sulit melepas dot pada anak mba. Sebaiknya sejak awal juga dikenalkan minum pakai gelas atau sedotan agar anak tidak tergantung pada dot.
Post a Comment