Powered by Blogger.


Bermain Pasir Yuk!

>> Sunday, 25 October 2009


Apakah Anda termasuk orang tua yang melarang anak-anak bermain pasir karena takut kotor? Dan lebih menyuruhnya untuk bermain komputer, PS, boneka atau mainan yang lainnya? (jawab dengan jujur dalam hati masing-masing...hehe...). Padahal sebenarnya banyak manfaat yang didapat dari bermain pasir loh.

Menstimulasi perkembangan anak, bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengajak anak-anak bermain pasir, selain mengembangkan pengetahuan dan daya imajinasinya, tentu anak-anak akan merasa senang.

Bahan:
pasir
air
berbagai macam bentuk mainan/cetakan dari plastik
alat-alat dari plastik, misalnya sekop kecil, ember kecil, sendok, garpu, pisau dan lain-lain.
bisa juga di tambah dengan miniatur hewan-hewan laut, atau bentuk lainnya yang ukurannya kecil.

Anda bisa menyediakan arena bermain ini di halaman rumah. Kalau memilih arena bermain di taman umum atau di pinggir pantai, perhatikan kebersihan dan hal-hal lainnya agar tidak membahayakan anak-anak. Di ajak bermain di pasir seperti itu, pasti anak-anak akan tahu apa yang harus dikerjakan, mau membuat bentuk apa. Biarkan anak-anak berekspresi, bereksperimen, berimajinasi.

Dengan permainan ini banyak hal yang bisa di dapat dengan mencampurkan air dan pasir menjadi basah, setelah basah pasir akan bisa di bentuk sesuai selera anak-anak, mengapa saat pasir masih kering tidak bisa dibentuk, tidak bisa disusun bertumpuk-tumpuk. Setelah agak lama pasir yang tadi disusun akan perlahan-lahan kering dan kembali seperti semula.

Biarkan anak-anak membuat bentuk apa yang mereka inginkan, buat sirkuit atau tempat balapan mobil lengkap dengan tanjakan, jalan berbelok-belok, tikungan tajam. Atau menirukan cara kerja alat-alat berat (itu mah anakku, karena di Qatar sini sedang banyak proyek yang melibatkan penggunaan alat-alat berat). Langsung di praktekkan kalau sedang bermain di pasir.
Kalau anak yang sudah besar mungkin bisa membuat castle, yang tentu butuh ketelitian dan kesabaran, lebih rumit membuatnya, lebih banyak tantangan yang di hadapi.

Bisa juga misalnya dengan mengisikan pasir yang basah ke dalam cetakan beraneka bentuk, padatkan atau ditekan-tekan, kemudian dibalik dan di lepas wadahnya. Nilai yang didapat, hasil cetakan dari benda padat akan sama sesuai bentuk aslinya.

Nilai lain yang di dapat dari permainan ini adalah perubahan warna pada pasir. Pasir yang sudah dicampur air, akan berubah warna jadi lebih gelap. Selain itu juga perubahan berat. Coba isikan sedikit pasir pada ember plastik, terus anak disuruh mengangkat. Bandingkan dengan pasir yang telah dicampur dengan air. Tanyakan pada anak, lebih berat mana antara ember yang berisi pasir saja atau ember yang berisi pasir dicampur air?

Anak-anak juga bisa menulis atau menggambar pada pasir basah, sedangkan di pasir yang kering tentu akan sulit menulis disana. Kalaupun bisa tentu kurang jelas hasilnya. Kalau dipinggir pantai, Anda bisa membuat soal penjumlahan misalnya. Tentu disesuaikan dengan usia anak atau kelas berapa si anak. Terus si anak disuruh menuliskan jawabannya. Misalnya bisa diberi waktu, dikerjakan cepat sebelum ombak datang menghapus tulisannya. Lebih cepat mengerjakan, tentu lebih baik. Tapi harus didampingi orang tua loh. Akan sangat berbahaya bila anak bermain di tepi pantai tanpa pengawasan orang tua atau orang dewasa.

Selain murah, ternyata banyak manfaat yang di dapat dari permainan ini. Setelah selesai bermain usahakan anak segera membersihkan badan dengan mandi, atau minimal cuci tangan dan kaki dengan sabun sampai bersih.

Gambar dari sini.

tags: bermain pasir, bahan dan alat bermain pasir, hal-hal yang bisa dipelajari dari bermain pasir, mainan di rumah, manfaat bermain pasir, permainan yang murah.


Baca juga:
Memilih permainan anak.


38 comments:

yans'dalamjeda' 25 October 2009 at 21:57  

wuih...senengnya bermain pasir. Pasir, benda lembut yang menggugah imajinasi.

Cak Win 26 October 2009 at 05:24  

Jadi inget masa lalu, :D

Vicky Laurentina 26 October 2009 at 06:18  

Bu Narti, umumnya orang tua melarang anaknya bermain pasir karena di rumahnya susah air. Jadi bagaimana mau mencucinya kalau kran air sering ngadat?

Lalu, saya dulu juga sering main pasir di laut. Ternyata di pantai itu tidak ada WC umum, jadi kalau masuk mobil belepotan pasir.

Saya sendiri pernah dapat pasien anak yang kemasukan serangga ke dalam kulit pahanya. Kami harus buru-buru mendisinfeksi anak itu sebelum serangga itu merayap di bawah kulit menuju alat kencingnya. Ternyata, dia kemasukan serangga ganas itu waktu sedang main kubur-kuburan pasir bersama teman-temannya.

Jadi melarang main pasir bukan semata-mata karena takut kotor.

narti 26 October 2009 at 09:24  

@ Vicky Laurentina, terima kasih masukannya.
Kalau memang ada kendala seperti yang Anda tulis ya silakan saja melarang anak untuk bermain pasir, mengingat nanti urusan setelah bermain.

Kalau untuk binatang ganas di pasir, memang kita tak pernah tahu sebelumnya, kalau tahu ada binatang disitu tidak mungkin kan, menyuruh anak untuk bermain??
Kalau menurutku, itu namanya kecelakaan dan kita tak pernah mengharapkan mendapatkan kecelakaan.

Masalah kondisi/keadaan tempat bermain (termasuk tersedia air bersih atau tidak, tempat bermainnya bersih atau tidak dan lain sebagainya) dan lingkungan dimana kita bermain (di lingkungan rumah, atau di pinggir pantai atau di tempat lainnya) sangat berpengaruh dalam memilih permainan ini. Dan itu berarti kita bisa mengijinkan anak atau melarang anak untuk bermain.

Di tulisan artikelnya juga ada link terkait tips memilih arena bermain.

Salam.

Lentera 26 October 2009 at 12:25  

Kalau anak ku ga suka kotor,kalau main di taman bermain umum yang berpasir, mesti dia selalu bersihkan tangan/kakinya yg berpasir.

sabirinnet 26 October 2009 at 17:26  

kemarin liburan bawa anak2 kepantai, mereka memang membawa alat cetak pasir dari plastik dan alhamdulillah setelah mandi dan bersih-bersih tetap sehat...cuma kita perlu hati2 saja terutama kalo air pasang mendadadak. ok, atas share ilmunya nich

rumah blogger 26 October 2009 at 17:28  

biarkan anak berimajinasi dengan pasir, banyak cara dan alat yg dijual untuk melatih imajinasi anak salah satunya yakni alat bantu bermain pasir. saya sendiri waktu kecil sering sekali main pasir, enggak dipantai tapi disamping sekolahan...hehehhee

narti 26 October 2009 at 21:41  

@ yans'dalamjeda' , iya, apalagi kalau suasana hati mendukung ya...
@ Cak Win, inget apa nih....hehe...
@ Lentera, tiap anak memang berbeda-beda reaksinya ketika di ajak bermain di pasir.
@ sabirinnet, sama-sama
@ rumah blogger, sip deh...

jhonson blog 27 October 2009 at 06:23  

umumnya orang tua malas ngajak anaknya main pasir,karena serng kejadian anaknya main terlalu jauh,dipantai padang sini sering terjadi anak hanyut dibawa air laut gara2 org tuanya lalai,memang salah org tua sih,tpi dr kejadian tersebut,org tua yg lainnya jd takut.

apa lagi di tengah masyarakat sring muncul tahayul istilah laut/sekitar pantai tiap tahun minta tumbal...nah ini yg ikut andil orang tua males bawa anak mereka main pasir dipantai :)

dian | senang senang 27 October 2009 at 08:07  

wah, asik juga sepertinya, dari pada ngajak anak ke pante jauh, kenapa ngak pasirnya aja dibawa kerumah. makasih nih idenya. sudah lama istri saya pengen ngajak anak kepante buat main pasir, karena pantainya agak jauh jadi saya malas mengajaknya. makasih ya

narti 27 October 2009 at 08:15  

@ jhonson blog, terima kasih masukannya.
Bermain pasir tidak harus di pinggir pantai, bisa di halaman rumah. Kalau bermainnya di halaman rumah, yang sulit dilaksanakan yang manfaat yang terakhir, menulis dan menggambar, karena yang ini lebih enak kalau di pantai, ada yang menghapus secara otomatis. Sebenarnya bisa juga menulis dan menggambar walaupun bermainnya di halaman rumah.

Kalau bermainnya di pinggir pantai memang akan lebih banyak lagi hal-hal yang harus diperhatikan.

salam.

narti 27 October 2009 at 08:22  

@ dian, makasih juga.
Dengan bermain di halaman rumah, orang tua akan lebih mudah mengawasi dan tentu setelah bermain dapat segera membersihkan diri.

mbah gendeng 27 October 2009 at 13:40  

maaf baru sempat mampir cz lagi ujian nih mo ngabsen dulu y maaf nek ngasih sampah comment

dulu waktu lulus SMA setelah coret2 baju mbah am teman2 kepantai buat maen pasir :D

masa bahagia kurang kecil yah

Noes | Bisnis Online 27 October 2009 at 14:36  

Orang tua sebaiknya memberikan kebebasan bermain selama permainan itu tidak membahayakan, karena dalam permainan imaginasi dan kreativitasnya anak-anak akan terasah.yang penting perlu pengawasan, didikan dan tuntunan..

narti 27 October 2009 at 15:43  

@ mbah gendeng, terima kasih.
@ Noes | Bisnis Online, sip....terima kasih masukannya.

lina@happy family 27 October 2009 at 17:53  

Rame ya Mbak komentar2nya, selama kondisinya memungkinkan; menurut saya bermain pasir adalah salah satu alternatif bermain yang menyenangkan dan positif bagi anak...

narti 27 October 2009 at 18:45  

@ Thu Hang, thanks.
@ Mba Lina, iya nih mba yang ramai komentarnya, jadi mirip diskusi, karena tiap orang punya pandangan berbeda-beda.
Terima kasih masukannya mba.

arkasala 27 October 2009 at 19:48  

ups, telat datang Mbak :)
Saya coba print biar anak saya baca dan biar ini danggap petunjuk buat dia. Trims banget atas tipsnya Mbak. Banyak manfaatnya nih, maklum kadang siang hari anak saya tidak terperhatikan kegiatannya.
Trims. Salam :)

Kerja Keras Adalah Energi Kita 27 October 2009 at 20:40  

wah kebetulan sekali saya dan anak saya sering bermain bersama di kebun belakang yang banyak pasir dan tanah ladu-nya..jadi kami terbiasa berkotor-kotor ria..he..he tapi sangat asyik meskipun kotor karena kebersamaan kami...

Kerja Keras Adalah Energi Kita

Ipin 27 October 2009 at 22:56  

Berani kotor itu baik.. itu kata alah satu iklan pembersih (sensor), memang anak2 tuh paling senang kalo di ajak bermain di pasir apalgi pasir putih (pantai)

narti 28 October 2009 at 06:35  

@ arkasala, makasih juga.

@ Kerja Keras Adalah Energi Kita, benar sekali dengan adanya kebersamaan dan interaksi dengan anak akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhannya.

@ Ipin, biasanya memang begitu....

Rizky Aditya 28 October 2009 at 10:25  

jadi inget masa kecil ^^

Robi 28 October 2009 at 10:31  

aku dulu bermain pasir2 sampai sd kelas 4..
wah seneng banget...masih inget banget...waktu itu di marahin gara2 pagar rumah kotor karena kena pasir...
wah...keren ni ide...
salam kenal...
jangan lupa untuk berkunjung

akhatam 28 October 2009 at 11:03  

Kotor doNks kalo maen Pasir... banyak Kumannya... hehehe

rudi 28 October 2009 at 11:43  

masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidup..

s@ndhie 28 October 2009 at 12:46  

klo aq sih ga ngelarang... habis d tmpatku halamannya dah beton smua, jd ga da pasir...
kcuali klo d kampungku masih banyak... hihihihi...
tks infonya ka...

narti 28 October 2009 at 13:13  

@ Rizky Aditya , makasih.
@ Robi, salam kenal juga, jadi ingat dulu juga ya...
@ akhatam, kalau kotor kan bisa dicuci, kalau kuman itu baru perlu penanganan ektra. makasih.
@ rudi, yups betul sekali.
@ s@ndhie, makasih.

msafru 28 October 2009 at 13:32  

wah pas banget yang dirumah juga seneng tuh kalau main pasir apalagi kalau diajak ke pantai...

francisca 28 October 2009 at 14:48  

karena belum punya anak cuma bisa baca dulu .. sapa tahu berguna nanti kalo menikah hehhhe

Saung Web 28 October 2009 at 22:04  

Ini sih kerjaanku sejak kecil main pasir di pinggi sungai.. hahaha

Ica2(I2) 28 October 2009 at 23:55  

bener mbak... saya sering liat juga ponakan dimarahin karena main pasir, sebenarnya tinggal bagaimana kita org tua (atau yang lebih tua) mau mengawasi dan mengarahkan ya mbak...
Btw, baru hadir lagi nih mbak..

adedosol 29 October 2009 at 03:53  

Memang bnyk skali manfaatnya bermain pasir, anak ga takut kotor dan ga manja. tp sbagai ortu kita jg hrs tetap mengawasi jgn smpe terjadi kcelakaan atau hanyut dilaut,mksh infonya mbak

narti 29 October 2009 at 04:53  

@ msafru, biasanya anak-anak memang begitu.
@ francisca, buat bekal nanti ya...hehe...
@ Saung Web, hehe...
@ Ica, iya, benar sekali itu, makasih mba.
@ adedosol, sip...makasih juga.

intermezo 4 November 2009 at 08:53  

senengnya bisa bermain bareng sana si kecil :)

kakara 12 November 2009 at 17:13  

Asyiknya bermain pasir.. tapi hati2, jangan sampai anak-anak sudah berhenti tapi ibunya masih asyik dgn pasirnya.. ;)

Anonymous,  26 September 2011 at 18:35  

kl diganti pake beras ada manfaatnya ga ya...tanpa air tentunya :)

Obat Tradisional Thalasemia 28 June 2012 at 06:10  

tapi, kalau anak di biarkan main pasir begitu saja di khawatirkan anak memakan pasirnya

anak-anak kan suka ada yg begitu

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!