Powered by Blogger.


Rumah Aman Untuk Si Kecil

>> Sunday, 9 August 2009

Melihat anak yang aktif bergerak, sehat, ceria dan belajar hal-hal yang baru tentu membuat kita sebagai orang tua merasa senang. Bayi yang baru belajar merangkak dan berjalan akan berusaha menggapai benda-benda, menggelinding, merangkak, memanjat, apa pun benda yang ada di sekelilingnya. Di awal-awal usianya, anak akan mencoba belajar berkenalan dan mengeksplorasi benda-benda. Namun, di usianya yang masih muda dan gerakan yang belum cekatan, anak-anak belum memiliki koordinasi otak untuk bereaksi terhadap bahaya.

Amat besar potensi anak kecil untuk terjatuh atau terjungkir akibat benda-benda di sekitarnya yang bisa saja merupakan benda tajam dan benda-benda berbahaya lainnya. Makin bertambah besar, makin besar pula tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menjaga si kecil.

Berikut adalah langkah-langkah agar si kecil jauh dari risiko terluka:

1. Lupakan baby walker
Banyak kecelakaan yang terjadi pada anak-anak balita akibat penggunaan baby walker. Maka dari itu usahakan untuk meminimalkan pemakaian baby walker ketika si kecil sedang latihan berjalan. Si kecil belum bisa mengontrol dirinya sendiri ketika mendorong dirinya kesana-kesini. Bisa saja si kecil menabrak meja lalu kejatuhan benda yang di atas meja, atau terguling dari baby walker, atau jatuh dari tangga. Maka ketika si kecil berada di baby walker janganlah ditinggal sendirian, tetaplah berada di bawah pengawasan orang tua.

2. Jendela
Jauhkan kursi, tempat tidur bayi, tempat tidur dan furniture lainnya dari jendela untuk mencegah si kecil memanjat mendekati jendela.
Gunakan jeruji agar anak tidak bisa keluar atau melompat dari jendela. Pastikan teralis aman untuk anak, namun bisa dibuka oleh orang dewasa apabila ada keadaan darurat, misalnya kebakaran.

3. Tangga
Jangan tinggalkan anak-anak berada di dekat tangga tanpa pengawasan walaupun ada pagar pembatasnya.
Amankan tangga dari benda-benda yang bisa membuatnya tersandung, misalnya karpet tidak terpasang dengan pas.
Memasuki usia 10-12 bulan, ajarkan si kecil untuk menuruni tangga dengan mundur perlahan. Dengan mundur perlahan, si kecil akan memastikan kakinya menjejak anak tangga satu per satu, sambil badannya menempel di anak tangga yang lebih tinggi. Namun, tentunya, kita jangan pernah lengah ketika si kecil berada dekat tangga rumah.

4. Tempat tidur
Ketika ingin ditinggalkan pastikan bayi ditaruh ditempat tidurnya yang ada pagarnya. Ketika anak mulai berdiri, pastikan Anda sudah melepas bumper atau pengaman di tempat tidurnya karena bisa dipakai buat memanjat. Untuk anak di bawah usia 6 tahun, jangan berikan tempar tidur bersusun/tingkat.

5. Sekitar rumah
Pastikan memasang karpet dengan benar agar si kecil tidak tersandung.
Pastikan meja, bufet, meja televisi, rak buku cukup stabil untuk pegangan si kecil. Hindari juga memasang taplak meja yang menjuntai karena si kecil bisa saja menariknya dan kejatuhan barang yang ada di atas meja.
Bila ada air atau minuman yang tumpah, segera dibersihkan agar si kecil tidak terpeleset.
Untuk benda-benda yang mempunyai sudut yang tajam, seperti meja, berilah pengaman (biasanya dijual di toko-toko).

Berapa pun usia anak-anak, rumah seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk ia bermain dan belajar. Menyentuh, menggenggam, memanjat, dan mengeksplor adalah aktivitas yang membantu si kecil belajar dan berkembang. Jadi, biarkan ia belajar, dan kita sebagai orang tua pun jangan lengah untuk menjaga keselamatannya.


Artikel dirangkum dari Kompas.
Semoga bermanfaat.


tags: rumah yang aman bagi si kecil, koordinasi otak si kecil belum sempurna, bahaya baby walker, jendela ideal bagi si kecil, tangga yang aman untuk si kecil, pilih tempat tidur yang aman bagi si kecil.

23 comments:

xander 9 August 2009 at 20:33  

mantap postingannya sis
thanks banget

Edwin 10 August 2009 at 01:33  

Sepanjang 2,5 thn usia anak saya sampe skrg, saya sedikitpun tak pernah lepas perhatian ke dia, termasuk di rumah. Sudut meja, gelas, garpu, kantung plastik, semuanya bisa jadi ancaman buat dia yg masih kecil dan belum ngerti bahaya. Itu di rumah. apalagi di luar rumah...Btw, saya jg pernah hampir jatuh dari jendela kamar waktu msh kecil. untungnya bisa pegangan daun jendela shg bergelantungan sambil nangis2. hehehe kenangan masa kecil juga nih...

nathalia site 10 August 2009 at 04:20  

anak kecil emang gemesin tapi juga bikin khawatir. Tapi menurut lia sih mending tidak usah memakai baby walker coz anak jadi nggak belajar gimana jalan, dan anak jadi belajar kalo jatuh itu sakit sehingga dia juga belajar gimana untuk tidak jatuh. Yang terpenting kita ngawasin agar anak tidak mendekati yang membahayakan dirinya. Postingannya bagus mbak

sifa 10 August 2009 at 11:10  

nice posting mbak, ups ternyata baby walker ga bagus juga ya. , mengenai tangga jd ingat waktu adekku masih baby, gara2 lihat mama ambil jemuran di atas dia ngikutin ja naik tangga sendirian ga da yg tahu, pdhal usianya baru 1,5 tahun so semua panic nyariin dia, syukur alhamdulillah dia duduk di tengah2 tangga dan langsung ja di gendong turun ma mama..

yanuar catur rastafara 10 August 2009 at 19:17  

sipp
aku akan bangun rumah ini kalau punya anak nanti
hehehehe

Career 11 August 2009 at 03:00  

Nice info dear...,thanks for share...

narti 11 August 2009 at 07:00  

Terima kasih buat teman-teman yang sudah menyempatkan menulis komentar. Banyak tambahan informasi dari teman-teman semua. Bisa jadi barang yang kita anggap sepele, ternyata berbahaya bagi si kecil.

kakve-santi 11 August 2009 at 14:38  

cocok untuk saya yang belum punya anak.. heheh

salam ..!

senja 11 August 2009 at 17:19  

meski saya belum punya anak... tapi setidak nya postingan ini akan membantu saya suatu saat nanti jika sudah berkeluarga...
nica posting

hill 12 August 2009 at 02:17  

info yg bermanfaat mbak :) mudh2n satu wkt sy berumah tgga, bisa mendapatkan pengetahuan ttg dunia anak blog ini :)

salam

hill

BeeMouNTaiN 12 August 2009 at 04:38  

bener mbak..kita mesti preventif sebelum terjadi hal2 yg tidak diinginkan, peran orang tua tetap yg utama agar anak selamat.

秘密崇拜者 12 August 2009 at 04:46  

nice info her for mommie...

Zona Psikologi 12 August 2009 at 10:05  

LINK UDAH TERPASANG BRO....LINK BALIK YA

Hamster Copo 12 August 2009 at 12:21  

tampaknya rumah aku masih harus dibenahi dulu niih biar si-adek aman enggak ada yang lecet lagi :(

makasiih infonya

Ica 13 August 2009 at 15:24  

sip... kebetulan lagi punya rencana besar.. kalau Tuhan berkehendak :)
hitung2 belajar dari sekarang :)

kakara 14 August 2009 at 10:20  

nice article..
TFS :)

uguns 17 August 2009 at 16:48  

wah keren nich tipsnya soalnya saya punya banyak keponakan dirumah masih kecil2 lagi

ekosulistio 19 December 2009 at 10:31  

hm,, makasih mbak... tp kalo menurut mbak narti sendiri... babywalker apa emgn perlu meskipun dalam pelaksanaannya kita mendampingi si kecil?

narti 19 December 2009 at 16:49  

@ ekosulistio, tidak semua anak mau dan merasa nyaman loh ketika ditaruh di baby walker....
Tidak apa-apa anak memakai baby walker, terus dampingi anak jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau ada tetangga yang mau memberi baby walker bekas anaknya dulu, aku rasa tidak apa-apa karena memang penggunaannya cuma sebentar. Sebelum dipakai pastikan dudukannya bersih, lock-nya dicek masih berfungsi dengan baik atau tidak juga roda-rodanya.

lina@happy family 20 December 2009 at 16:23  

Mbak Narti, artikel ini mau saya rewrite dan translate yah, buat artikel di blog baru...Nanti linknya dipasang sebagai rewrite source.

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!