Powered by Blogger.


Tips/Cara Mengenalkan Arti Bahaya Pada Anak

>> Monday, 6 June 2011

Tips/cara mengenalkan arti bahaya pada anak.

Kita semua tahu bahwa bahaya ada dimana saja, bahaya ada disekitar kita. Kita memerlukan cara komunikasi yang tepat untuk memberikan penjelasan selengkap mungkin mengenai apa itu bahaya, bukan hanya sekadar melarang kepada anak-anak. Ada beragam bahaya yang mungkin bakal ditemui anak di lingkungannya.

Komunikasi atau penjelasan dengan bahasa yang sederhana tentu akan mudah dipahami dan diterima oleh anak. Kita sediakan waktu yang cukup untuk menjelaskannya, jangan terburu-buru. Misalnya anak terluka kena pisau, anak merasakan sakit. Dan dari hal tersebut, anak akan belajar langsung bahwa menggunakan pisau itu harus hati-hati, karena membahayakan dirinya.

Contoh lain, setrika yang baru saja dipakai, tentu masih panas. Beri tahu anak, jangan menyentuhnya, itu masih panas. Anak tidak perlu menyentuhnya secara langsung karena dikhawatirkan membuatnya cedera dan trauma. (Tapi terkadang, karena rasa ingin tahu anak yang tinggi, kadang anak memegangnya juga, setelah merasakan bahwa masih panas, baru percaya deh...).

Bagaimana cara mengenalkan bahaya kepada anak-anak?
Berikut ini tips/cara mengenalkan arti bahaya pada anak:

1. Jelaskan hubungan sebab-akibat yang mungkin timbul.
Selain dapat membuat anak memahami bahwa sesuatu yang dilarang ini memang dapat membahayakan dirinya, juga sekaligus dapat mengembangkan kemampuan kognitifnya untuk mempelajari hubungan sebab-akibat.
Dalam mengenalkan api, misal, berikan penjelasan tentang akibat yang ditimbulkan. "Api ini berbahaya karena panas. Saking panasnya, bila terkena api dapat menyebabkan luka bakar di kulit. Permukaan kulit akan menggelembung seperti balon dan berisi air, rasanya perih dan sakit."
Misalnya ketika si ibu tangannya ada yang sakit terkena panas, ini bisa diperlihatkan ke anak-anak, sehingga anak akan selalu ingat dan tidak akan melakukan hal yang berbahaya.

2. Ajak anak untuk mencoba langsung.
Untuk lebih memahami rasa panas itu, ajak anak ke dapur.
Misalnya: suruh anak memegang tempe goreng yang masih panas dan baru saja diangkat dari penggorengan. Cara ini untuk membuktikan secara konkret akan rasa panas. Anda bisa sambil memberikan penjelasan. Dari api kompor yang panas, minyak untuk menggoreng yang panas sehingga masakan bisa matang, tempe yang sudah diangkat juga panas. Jadi jangan main-main api atau kompor karena berbahaya.

3. Minta anak mengungkapkan pendapatnya.
Setelah anak merasakan langsung, minta ia mengungkapkan pendapatnya. Dengan demikian dapat diketahui, apakah si batita sudah memahami atau belum penjelasan yang baru saja disampaikan.
"Bagaimana? panas kan? sakit tidak? besok jangan diulangi ya!"

4. Ajari anak tentang pertolongan yang harus ia lakukan bila dirinya mengalami bahaya.
Untuk memudahkan pemahaman si batita, tentunya tak cukup dengan memberikan penjelasan tetapi sampaikan pula cara-cara yang harus dilakukan dengan konkret.
Contoh : saat anak terkena pisau. Praktekkan cara membersihkan lukanya berikut cara memberikan obatnya serta cara membalutnya bila perlu. Dengan demikian, misalnya pada saat si kecil terluka, ia sudah mampu menolong diri sendiri. Biasanya, ketika sedang berkumpul atau orang tuanya tiba di rumah, anak akan bercerita tentang lukanya, kenapa dia bisa terluka dan sebagainya. Anda bisa melihat lukanya, kalau perlu dibersihkan lagi, ganti pembungkus lukanya dengan yang baru.

5. Untuk masalah elektronik seperti gambar di atas, Anda sebagai orang tua harus waspada. Misalnya dengan menutup colokan yang jarang dipakai, selalu beri pengaman untuk masalah listrik. Apalagi disini, rata-rata watt-nya besar, misalnya vacuum cleaner, setrika, blender, mixer dll dengan 1000 watt lebih. Belum elektronik lainnya.

6. Juga hal lain, misalnya kolam, parit. Sudah selayaknya kita yang tertib dan waspada, beri pagar untuk kolam, dll. Sering juga membaca berita anak kecil masuk kolam tak tertolong jiwanya.
Selain kita yang waspada, anak-anak tetap harus diberi tahu bahwa itu berbahaya.

Semoga artikel di atas bermanfaat, bagi yang mau menambahkan silakan tulis di kolom komentar.
Makasih :)

18 comments:

Djangan Pakies 7 June 2011 at 02:56  

Anak anak cenderung memiliki rssa penasaran yang cukup tinggi kalo tanpa pengawasan dan bimbingan yang bsik dan benar bisa membahayakan anak

Taman Buah Hati 7 June 2011 at 07:14  

Tips yang sangat bermanfaat.. Contoh tempe goreng di atas ide yang bagus..
Kita memang mesti menjaga lingkungan bermain anak..jangan sampai karena kelalaian kita,si anak mengalami hal2 yang tidak diinginkan..Tentunya tanpa harus ekstra mengekang kebebasan bermain si anak..

Dapur Ana 7 June 2011 at 07:16  

Tips yang sangat bermanfaat mbak.. Rasa ingin tahu si kecil kan sangat besar terhadap ha2 yang baru.. Masalahnya mereka belum tahu, ini berbahaya atau nda..

Nia 7 June 2011 at 10:47  

tipsnya bermanfaat banget...makasih yachhh...soale anakku suka ngga ngerti kalo setrikaan itu panas.....

Zippy 7 June 2011 at 18:22  

Waduw..kasian juga mbak kalo disuruh pegang tempe panas secara langsung.
Kayaknya gak perlu deh, takutnya yang ada tangan anaknya malah melepuh.
Kulit anak2 kan masih rentang, terlalu sensitif :D

Gaphe 8 June 2011 at 16:32  

kadang kalo nggak ngejalanin sendiri anak juga nggak ngerti sepenuhnya.. mungkin kadarnya dikurangi, tapi emang tidak selamanya bahaya itu buruk koq..

#emang ada bahaya baik??

catatan kecilku 8 June 2011 at 20:00  

aku paling khawatir dengan bahaya api dan listik terhadap anak2, mbak.

atiek 9 June 2011 at 09:38  

iya kita hrs menerangkan bahayanya terlalu sering makan yang manis manis ya apalgi yg berkadar gula tinggi mengakibatkan diabetes bg anak anak

rennie 9 June 2011 at 12:00  

Klo nonton berita suka jd parno, anak kesiram air panas lah, ketembak lah, ih ngeri....
Dengar berita ttg susu yg mengandung added sugar jg menyebalkan...

debby 9 June 2011 at 12:26  

kalo aku paling kawatir sama gizi dan gula yg terkandung di berbagai makanan krn sekarang diabetes sudah menyerang pd anak....

Dinda 9 June 2011 at 12:33  

ya kebanyakan anak sangat penasaran klo semakin dilarang klo dalam hal makanan aku paling ngeri klo harus jajan dluar krn kandungannya tidak tau...sebisa mgkn aku membuat sendiri dan memilih susu yg tepat utk anakku

irene 9 June 2011 at 13:19  

tips bermanfaat bisa patokan buat saya agar memilih makanan dan minuman yang tdk berbahaya bg anak saya

arienta 9 June 2011 at 13:22  

kayak anakku suka banget makanpermen pdhal tau giginya udh bolong dan suak bgt minum susu maka dr itu aku menyiasatinya dgn menberikan susu yg ga ada tambahan gulanya spt di dlm permen

ginny,  9 June 2011 at 13:51  

khawatir juga nih kalau masalah kaya gitu yah..
tapi khawatir juga dengan soal pertumbuhan anak.. apalagi ditengah banyaknya soal obesitas.. >.<

lili,  9 June 2011 at 17:03  

selain bahaya dari lingkungan,ada lagi bahaya yg harus benar2 diperhatikan.. yaitu bahaya dari zat pemanis tambahan yg ada di makanan/minuman..
karena zat pemanis tambahan/added sugar dapat menyebabkan obesitas dan diabetes..

reny dorothi 9 June 2011 at 21:44  

anak kecil emang masih suka banyak penasarannya, maka dari itu kita harus ektra menjaga mereka dalam setiap gerak gerik dan tindakan mereka..begitu juga soal makanan, kita hrs menjaga asupan gizi mereka supaya mereka ttp sehat, kuat dan bertumbuh kembang dengan pesat..tp bingungnya skrng makanan banyak bgd yang mengandung added sugar, sampe susu formula pun juga begitu..

Ferdinand 11 June 2011 at 17:00  

KLo urusan Masak ama Ngurus Anak sih Mbak emank ahlinya deh haha... salut kadang sama Mbak, tema sederhana kaya gini aja bisa jadi tulisan yg pasti banyak dicari sama keluarga muda hhe...

sama kaya Mbak Reni, yg aku khawatirin di anak2 lebih ke bahaya Api :D

pulsa elektrik 24 June 2011 at 09:39  

memang kdang sangat sulit juga untuk memberikan pengertian kepada anak untuk tidak melakukan sesuatu yang menurut kita berbahaya.terima kasih untuk sharing pengetahuannya

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!