Powered by Blogger.


Showing posts with label anak-anak. Show all posts
Showing posts with label anak-anak. Show all posts

Tips Mengatasi Anak Yang Hiperaktif

>> Tuesday, 3 July 2012


Perhatian:
Tulisan dibawah ini adalah teori, yang dalam kenyataannya mungkin jauh lebih sulit dalam mengatasi anak hiperaktif. Orang sering berkata bahwa 'baca teori itu mudah, pada kenyataannya jauh lebih sulit'. Untuk itu, apabila Anda mempunyai anak yang hiperaktif, alangkah lebih baiknya bila Anda bergabung dengan para orang tua yang mempunyai kasus yang sama, mungkin lewat forum, dll. Dengan demikian Anda akan mendapatkan masukan yang lebih banyak, bisa bertukar pikiran dengan leluasa karena sama-sama menghadapi anak yang hiperaktif dalam kesehariannya. Masukan tentu akan berbeda jika diberikan oleh orang yang tidak mempunyai anak hiperaktif.

Narti bukan berarti mengucilkan Anda yang punya anak hiperaktif loh ya... Atau Anda mungkin mau sharing pengalaman Anda selama menghadapi anak yang hiperaktif kepada para pembaca? silakan tulis di kolom komentar yah...pakai nama samaran juga boleh koq :)
Terima kasih sebelumnya.

***

Anak hiperaktif dimasukkan ke dalam kategori anak-anak yang mengidap ADHD atau  Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Perlu diketahui, anak hiperaktif memang selalu bergerak dan terkesan nakal. Keinginan mereka harus dipenuhi sesegera mungkin dan tidak jarang anak hiperaktif akan melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa dipikir terlebih dahulu.

Gangguan ini umumnya terjadi pada anak-anak yang berusia 7 tahun ke bawah, dan tentunya untuk mengatasi anak hiperaktif ini membutuhkan kesabaran yang besar serta perhatian, khususnya dari orang tua anak yang bersangkutan.

Ada banyak cara mendidik anak hiperaktif. Misalnya saja dengan menerapkan disiplin anak tanpa harus menghukumnya secara berlebihan. Disiplin anak ini bisa dimulai dengan mengadakan perjanjian-perjanjian kecil antara orang tua dan anak, supaya anak hiperaktif lebih mengerti apa yang baik dan benar dengan cara yang tidak menyinggung mereka.

Anak hiperaktif pada umumnya memiliki kecerdasan yang mengagumkan, namun hal ini sering tidak disadari oleh para orang tua karena kekhawatiran mereka. Jadi kecerdasan anak juga harus diperhatikan, dan lebih baik diarahkan ke hal-hal yang positif seperti hobi dan kegemarannya sehingga anak hiperaktif bisa menyalurkan keaktifan dan tenaga mereka pada hal yang tepat.

Yang terpenting harus dilakukan orang tua adalah tetap menjaga komunikasi dengan si anak dan memberikan kasih sayang lebih serta perhatian akan segala tingkah lakunya.

Selain itu, faktor makanan ternyata berpengaruh terhadap perilaku anak hiperaktif. Anak-anak umumnya menyukai makanan ringan dan manis. Makanan-makanan tersebut biasanya mengandung zat penambah rasa, pewarna, dan pemanis buatan yang bisa mendorong aktifnya hormon yang menyebabkan  kegelisahan pada anak.

Khusus bagi anak hiperaktif, sebaiknya jauhkan dari makanan-makanan yang mengandung zat-zat tersebut. Akan sangat membantu jika konsumsi anak hiperaktif lebih ditujukan pada makanan yang mengandung kalsium dan magnesium seperti sayuran dan kacang-kacangan karena terbukti makanan-makanan tersebut bisa membuat anak lebih tenang.

Jika Anda adalah orang tua yang mengalami permasalahan ini, janganlah terlalu cemas dan panik. Akan lebih baik jika anda berkonsultasi pada dokter dan menerapkan beberapa cara di atas.

Memiliki anak yang aktif dan ceria, orangtua mana pun pasti bahagia. Tapi jika anak terlampau aktif dan tak bisa diam, pasti Bunda kewalahan juga. Misalnya, ketika waktunya makan, ia malah sibuk lari-larian ke sekeliling penjuru rumah. Ketika bermain pun tak jarang ia mengalami kecelakaan kecil seperti tersandung atau terantuk sesuatu hingga memar. Namun, Bunda juga jangan lekas-lekas mengecapnya bandel. Karena itu, Bunda perlu mengetahui langkah-langkah dasar dalam menghadapi anak hiperaktif.

Berikut ini langkah-langkah dasar untuk menghadapi anak hiperaktif:

1. Atur pemberian makanan yang mengandung gula atau karbohidrat sulingan berkadar tinggi, seperti nasi putih atau berbagai produk olahan tepung, agar tidak berlebih.
Hindari juga penyedap rasa serta pemanis dan pewarna buatan. Asupan yang tepat untuk membantu Bunda menghadapi anak hiperaktif adalah makanan yang mengandung kalsium dan magnesium (seperti sayur-mayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian). Selain itu, karena pergerakan anak hiperaktif sangat dinamis, metabolisme tubuhnya pun relatif cepat sehingga ia butuh asupan lebih sering daripada anak yang lain.

2. Menghadapi anak hiperaktif juga membutuhkan banyak kesabaran. Menerapkan kedisiplinan itu penting, tapi usahakan untuk tidak berlebihan dan otoriter. Terutama untuk anak hiperaktif, tekanan dan omelan hanya akan membuatnya semakin berontak. Jadi, dalam keadaan sejengkel apa pun, Bunda sebaiknya berusaha menenangkan diri dan menegur si kecil dengan cara yang lebih persuasif seperti bujukan yang halus dan memberikan penjelasan.

3. Pada beberapa kasus, menghadapi anak hiperaktif mungkin memerlukan pemberian obat sesuai dengan petunjuk dokter. Misalnya, penggunaan antidepresan seperti ritalin, dexedrine, desoxyn, adderal, cylert, buspar, dan clonidine. Akan tetapi, sebisa mungkin hindari penggunaan obat-obatan seperti itu. Jika Bunda sudah merasa bahwa hiperaktif si kecil sudah mustahil untuk ditangani sendiri, bawa ia bertemu psikolog anak untuk menjalani terapi cognitive behavior untuk menumbuhkan self control dalam dirinya.

4. Anak hiperaktif biasanya memiliki energi berlebih. Jadi, ada baiknya jika Bunda menemani si kecil menjalani aktivitas fisik seperti bermain di lapangan untuk menyalurkan energi tersebut. Ketika ia merasa lelah, Bunda juga bisa menemaninya dengan membacakannya cerita ringan sambil bersantai di rumah untuk melatih kemampuannya berkonsentrasi. Karena, pada dasarnya anak hiperaktif memiliki potensi intelegensi yang luar biasa ketika ia mampu berkonsentrasi.

Bagi Anda yang tidak ingin menggunakan obat-obatan atau suplemen, berikut ini ada cara alami baik fisik maupun psikologis untuk menangani energi berlebih dan menenangkan anak hiperaktif:

1. Bantu anak hiperaktif mengatur napasnya ketika anak ingin menenangkan diri, terutama jika anak merasa marah atau frustasi.
Suruh anak untuk mengambil napas dalam-dalam, hirup napas dari hidung dan buang melalui mulut secara perlahan.

2. Hilangkan stres pada anak hiperaktif dengan membiarkan anak mandi busa atau mandi air garam hangat.
Tambahkan satu atau dua mainan sederhana ke dalam bak mandi, tapi hindari memberi anak terlalu banyak mainan.

3. Beri stimulasi fisik pada anak hiperaktif dengan memberinya pijatan lembut. Sentuhan hangat dari Anda akan membuat anak tahu bahwa Anda mencintainya, selain itu, gerakan pijatan memiliki efek menenangkan.

4. Taruh perlengkapan aktivitas atau mainan yang dapat membuat anak tenang. Perlengkapan aktivitas atau mainan anak yang tenang antara lain teka-teki, cat, peralatan membuat perhiasan, dan buku-buku favorit.
Taruh di dekat mainan anak yang lain, sehingga anak bisa menggunakannya saat dia ingin tenang sebentar.

5. Atur suasana ruangan dengan menjaga pencahayaan yang redup atau menyetel musik relaksasi ketika anak hiperaktif butuh ketenangan.

6. Lakukankah aktivitas secara rutin setiap harinya, sehingga anak hiperaktif tahu apa yang mereka harapkan dan apa yang diharapkan dari mereka. Persiapkan anak ketika akan melakukan aktivitas yang tidak biasa dan jelaskan apa yang akan terjadi.
Selain itu, diskusikan juga bagaimana cara mereka tetap tenang bahkan dengan kegembiraan yang mungkin akan mereka alami dari kegiatan yang berbeda tersebut.

7. Hindarkan anak dari minuman dingin, gula, susu manis, pewarna makanan, dan bahan pengawet dalam makanan yang bisa menyebabkan agitasi. (Agitasi = pancingan, huru-hara, dll. Artinya hindari anak dari makanan-makanan tersebut karena akan menghasilkan energi berlebih yang membuat anak makin hiperaktif).

8. Sediakan waktu untuk menampung energi ekstra, seperti lari berkeliling dan berolahraga.

Ini akan membantu anak hiperaktif tahu bahwa ada waktu dan tempat untuk melepaskan kelebihan energi, sehingga membantu anak tetap tenang dalam situasi lainnya.

Diambil dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat!

Baca juga yang ini:
Cara bijak memilih susu formula untuk anak

Read more...

Tips Agar Anak Mau Memakai Kacamata Minus

>> Thursday, 19 April 2012

Beberapa hari yang lalu, seorang teman cerita bahwa anaknya kadang mengeluh jika di kelas ia kebagian tempat duduk di belakang ia tidak dapat melihat tulisan di white board. Dengan bekal keluhan anaknya ini, akhirnya pergi ke dokter buat periksa. Vonis dokter, mata si anak minus 2,5 kanan kiri. Gubrakkk....
Untung si anak juga mau memakai kacamata, terus minta dibuatin jus wortel juga. Dia memakai kacamata sebatas di dalam kelas saja, selebihnya dilepas lagi. Mungkin ada rasa malu dengan teman, atau terasa tidak enak.


Anak-anak seringkali enggan mengenakan kacamata, apalagi kacamata minus. Kalau kacamata buat gaya-gayaan (kacamata fashion) kadang malah mau. Anak enggan mengenakan kacamata minus, apalagi jika tak ada teman yang mengenakannya.

Bagaimana cara membantu anak agar mau mengenakan kacamata minusnya?
Berikut beberapa hal yang layak kita coba jika si anak tidak mau mengenakan kacamata minus:

  • Ajak anak untuk periksa ke dokter. Dengan berbekal surat dari dokter tersebut pergilah ke toko optik. Dokter akan menuliskan lensa ukuran berapa untuk si anak, misal mata kanan minus 1, mata yang kiri minus 1,5 dsb.
  • Terangkan sejelas mungkin pada anak kenapa ia harus mengenakan kacamata. Anak balita biasanya akan paham jika Anda katakan bahwa kacamata akan membantu mereka melihat lebih jelas.
  • Biarkan anak memilih sendiri frame yang mereka suka. Sodorkan beberapa pilihan frame yang memang terjangkau. Ingat, anak tak bakalan mau memakai kacamata yang tak mereka suka.
  • Pilih kacamata yang memang pas. Kacamata yang tidak pas, meski desainnya bagus, selain tak nyaman juga kurang efektif.
  • Jika memang perlu, beri anak iming-iming hadiah sebagai imbalan jika mereka mau mengenakan kacamata.
  • Jelaskan pada anak bahwa beberapa kegiatan sangat butuh kacamata, misalnya membaca. Jika anak minta Anda membacakan buku, katakan Anda hanya mau membacakan jika ia mengenakan kacamata.
  • Cari buku bacaan tentang pentingnya mengenakan kacamata. Misalnya buku bergambar anak yang mengenakan kacamata. Misalnya, Harry Potter.
  • Seringkali anak melepas kacamata setelah beberapa saat mengenakannya. Tak perlu terlalu memaksa anak agar mengenakan kacamatanya kembali. Tunggu beberapa saat, baru minta anak mengenakannya kembali.
  • Bersihkan lensa secara teratur. Lensa yang kotor tentu akan membuat penglihatan anak tak nyaman dan ia menolak mengenakannya.
  • Sebaiknya, belilah lensa dari bahan polycarbonate yang tahan gores dan lebih awet. Cek selau kondosi kacamata, termasuk baut-bautnya untuk menghindari terjatuh saat dipakai.
  • Jika Anda tak mengenakan kacamata, tak ada salahnya sesekali mengenakan kacamata “bohong-bohongan” di depan anak supaya ia mau memakai kacamatanya.
  • Jika muncul bercak merah atau rasa gatal di hidung atau pelipis, segera hubungi dokter mata Anda. 
Biasanya setelah pemakaian berapa bulan, sama dokter disuruh balik lagi (periksa), akan dilihat perkembangannya bagaimana setelah mengenakan kacamata.

Semoga bermanfaat!

Read more...

Tips Mendadani Anak Perempuan Pakai Jilbab

>> Sunday, 18 March 2012

Pada artikel Tips mendadani si kecil (perempuan) ada teman yang bertanya, bagaimana jika pakai jilbab? Yuk kita bahas bersama-sama. Blog seputarduniaanak.blogspot.com ini media belajar bersama koq :)


Apa sih yang perlu kita perhatikan saat memilih baju dan aksesori-nya untuk anak perempuan yang berjilbab? untuk anak perempuan yang memakai kerudung?
Berikut ini beberapa tips memilih atau mendadani anak perempuan berjilbab:

  1. Pilihlah kerudung yang nyaman dipakai, misalnya kerudung dari bahan kaos atau yang menyerap keringat. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak merasa gatal dan gerah/ panas saat beraktifitas. Kan anak-anak masih banyak bergerak, banyak beraktifitas, lari sana-sini, dll.
  2. Pilihlah kerudung dengan warna yang menarik dan motif yang indah. Anak sekarang biasanya sudah bisa memilih mana yang dia sukai, misalnya gambar bunga, gambar binatang kesukaannya, dll.
  3. Pilihlah jilbab yang modelnya lucu (kalau ini tergantung selera masing-masing sih). Mau pilih kerudung yang modelnya simple atau lucu, tergantung masing-masing aja yah.
  4. Pastikan pakaian itu menutup aurat dan tidak mengurangi ruang geraknya. 
  5. Jika si anak mempunyai warna favorit, belilah beberapa buah pakaian berikut kerudungnya atau jilbabnya sehingga ia suka memakainya dan bisa berganti-ganti pakaian meskipun warnanya itu-itu saja.
  6. Untuk anak yang pas atau cocok dipakaikan baju warna apa saja, boleh saja memakai pakaian berjilbab dengan cara padu padan, tetapi tetap serasi.
  7. Saat sekarang ini, ada beberapa brand/merk dagang yang menyertakan aksesori seperti gelang, kalung, cincin untuk pakaian berjilbab. Jadi akan lebih serasi dan gaya tampilan putri Anda meskipun dia berjilbab. Aksesori yang artinya perlengkapan/hiasan jadi sifatnya tidak harus. Anda yang kreatif bisa juga membuatnya sendiri. Aksesori bisa berupa perhiasan (misalnya kalung, gelang, bros) atau bisa juga berupa sabuk, syal, sarung tangan, kacamata, dll. Yang harus diingat adalah, anak berjilbab dalam rangka acara apa? misalnya mau tampil atau pentas, bisa saja dipakaikan aksesori. Namun jika pakaian jilbab untuk sehari-hari, ya yang wajar saja.
Teman-teman ada yang mau menambahkan? silakan tulis di kolom komentar yah.

note: genap sebulan blog ini tidak diupdate, adminnya kemana yah?

Read more...

Tips saat mendadani si kecil (anak perempuan)

>> Sunday, 5 February 2012

Siapa yang tidak suka jika melihat anak kecil, lucu, imut, dandanannya cantik, gaya, dll?
Jika Anda perhatikan gambar di atas, apa komentar Anda?
- Gambar 1
Tampak sederhana, tidak dibuat-buat, gayanya khas anak-anak, meksi hanya memakai bando ia sudah terlihat cantik.
- Gambar 2
Masih anak-anak tapi disuruh dewasa.

Mendandani si kecil, termasuk batita, selalu menyenangkan. Dengan sedikit tambahan aksesori, mereka pun tampil semakin gaya. Boleh saja memakaikan aksesori untuk batita. Hanya saja, ketika memilihkan jangan hanya mempertimbangkan estetika. Perhatikan juga kenyamanan dan keamanaan si batita.

Berikut ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan saat kita memilih aksesori untuk batita:

1. Pastikan batita suka atau tidak dipakaikan aksesori tertentu.
Bagaimana cara mengetahui bahwa si kecil suka atau tidak? Ini bisa dilihat dari keseharian, misalnya saat ia dipakaikan bando, ia akan berusaha melepaskannya, tapi kalau dikuncir/ diikat rambutnya ia tenang saja. Saat ia berusaha melepaskannya berarti ia merasa tidak nyaman. Jika demikian, jangan dipaksakan.

2. Perhatikan saat memasang aksesori.
Misalnya yang berbentuk bando atau ikat rambut, sebaiknya jangan memasangnya terlalu ketat, karena akan menghambat peredaran darah sehingga menyebabkan pening atau gatal saat berkeringat.

3. Kenakan aksesori secukupnya.
Menguncir rambut menjadi lima bagian, meski lucu, ini terlalu berlebihan bagi batita.
Jadi sebaiknya berapa buah kuncir? 1 di bagian belakang kepala, atau 2 di sebelah kiri dan kanan, lalu beri pita atau karet berwarna yang tidak berlebihan. Dalam hal inipun jika si anak tidak suka atau merasa tidak nyaman ya jangan dipaksakan. Salma jika dikuncir 1 dibelakang pasti tidak mau, tetapi jika rambutnya diikat 2 di sebelah kiri dan kanan dia mau dan merasa enjoy.

4. Pilih aksesori yang ukurannya sesuai anatomi tubuh batita.
Jepit rambut yang terlalu besar akan menghambat aktivitasnya dan membuatnya terlihat aneh, karena ukuran kepalanya yang masih kecil dan rambutnya sedikit. Ini juga berlaku bukan hanya untuk jepit rambut.

5. Selain ukuran, pertimbangkan pula beratnya.
Jepit dengan hiasan terbuat dari logam terlalu berat untuk batita dan bisa berbahaya kalau ia sampai terjatuh atau terantuk benda tersebut.

6. Perhatikan bahan baku aksesori tersebut.
Jika terbuat dari kain, pilihlah yang terbuat dari bahan katun yang nyaman.
Saat ini banyak tersedia aksesori khusus untuk usia batita. Baik desain maupun pemilihan bahannya sudah disesuaikan.

7. Aksesori jangan terlalu mencolok.
Misalnya bisa berkedip-kedip atau bling-bling, akan menarik perhatian anak lain. Bisa jadi karena penasaran, temannya main tarik dan menyebabkan si kecil kesakitan. Untuk hal ini, bisa dipakai saat ada acara tertentu misalnya pentas ke atas panggung. Tapi untuk baju sehari-hari, pilihlah yang aman buat anak.

8. Sebaiknya jangan membelikan aksesori yang terlalu mahal, meskipun orangtua mampu.
Di usia ini, anak masih banyak bergerak sehingga aksesori yang dikenakannya seringkali hilang atau tercecer.

9. Pastikan aksesori tidak terlalu kecil atau ada hiasan kecil-kecil yang bisa tertelan anak.

10. Bahan yang digunakan aman untuk anak. Beberapa merek mainan terkenal juga mengeluarkan aksesori untuk anak dengan sertifikasi keamanan bahannya.

11. Tidak ada sisi yang runcing atau tajam pada aksesori.
Saat ini tersedia banyak sekali aksesori dan dari bahan yang beragam pula. Untuk batita, pilihlah aksesori seperti gelang, kalung, cincin yang terbuat dari kain atau perca karena aman daripada terbuat dari metal.

12. Pakaikan aksesori buatan Anda sendiri.
Anda bisa juga membuat sendiri aksesori untuk si batita. Selain Anda yang dituntut untuk kreatif, si kecil pasti bangga jika memakai hasil karya Anda. Bisa saja ia berkata kepada teman-temannya, "ini buatan mama aku loh".

Teman-teman ada yang mau menambahkan? silakan sharing di kolom komentar ya!

Read more...

Batuk dan Pilek Pada Anak

>> Tuesday, 24 January 2012

Bila si kecil batuk, tengah malam uhuk...uhuk... tentu saja kita merasa kasihan. Kasihan si kecil tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terganggu batuk, dan juga suara batuknya mengganggu anggota keluarga yang lain. Apalagi jika batuknya berdahak, dahak gak bisa keluar, yang ada si anak rewel karena si kecil kurang tidur,dll.

Memang, banyak orangtua beranggapan obat bebas di pasaran boleh dipakai dengan bebas pula. Padahal tidak demikian kenyataannya. Meskipun banyak obat pereda batuk dan pilek digolongkan sebagai obat bebas, tetap saja pemakaian sembarangan dapat menimbulkan bahaya. Bahkan, FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat yang sering menjadi acuan dunia, melarang orangtua memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas kepada anak di bawah dua tahun.
Ini meliputi seluruh obat-obatan berkomposisi:
- dekongestan (pelega saluran napas)
- ekspektoran (pengencer dahak)
- antihistamin (mengurangi hidung meler dan bersin)
- antitusif (pereda batuk tanpa dahak)
Apa saja risikonya? Antara lain memicu epilepsi, membuat jantung berdebar, dan mengurangi kesadaran.

Lebih dari dua tahun lalu, U.S. Center for Disease Control and Prevention melaporkan, 1500 bayi dan batita masuk ruang gawat darurat setelah mengalami efek samping obat pilek OTC (over the counter/dijual bebas). Lalu pada 2007, FDA melaporkan 54 anak kehilangan nyawa akibat dekongestan dan 69 anak karena antihistamin dari 1969 hingga 2006. Kebanyakan korban berusia di bawah dua tahun, di mana sistem saraf otonomnya belum "matang". Fungsi pernapasan dan pencernaan anak juga berbeda dengan orang dewasa, sehingga seperti sudah dibuktikan lewat penelitian, obat batuk pilek yang beredar di pasaran tidak efektif bagi bayi dan anak batita. Bahkan efeknya tidak jauh berbeda dari plasebo (www.fda.gov, Januari 2008).

Dengan adanya salinan  peringatan FDA (Food and Drugs Administration) tersebut, maka para dokter sepakat, bahwa untuk anak-anak di bawah dua tahun sebaiknya mendapatkan fisioterapi atau terapi alternatif seperti obat herbal, bukan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.

Namun, untuk anak berusia di atas dua tahun pun, orangtua harus tetap berhati-hati memilih obat batuk pilek yang beredar di pasaran. Tidak semua komposisi obat tersebut aman buat anak terutama, golongan obat dekongestan seperti pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin.
Jika diberikan dengan dosis rendah mungkin efeknya tidak terlalu berbahaya. Namun jika dosisnya di atas yang dianjurkan, maka dapat berakibat fatal.

Memang beberapa obat itu ada yang berefek cespleng. Ini juga berlaku buat obat batuk berdahak, karena lendir di tenggorokan harus dikeluarkan, bukannya malah ditahan/ditekan.

Setelah obat diminum, hidung anak terasa kering alias tidak meler lagi. Orangtua langsung senang karena menganggap pilek anak telah sembuh. Padahal, ada bahaya yang mengancam di balik itu. Lendir bukannya hilang tetapi tertekan dan menggumpal di saluran pernapasan.

Bahayanya, lendir itu dapat menjadi media pertumbuhan kuman yang kemudian masuk ke paru-paru dan menyebabkan radang paru. Sedangkan jika naik ke kuping bisa menyebabkan congekan. Jadi, semua lendir yang merupakan reaksi pertahanan tubuh terhadap penyakit seharusnya dikeluarkan dengan cara-cara lain yang lebih tepat, bukan ditahan atau ditekan. Beberapa obat pilek juga dapat menggumpalkan lendir di tenggorokan. Kejadian ini dapat memperparah asma anak. Oleh karenanya mintalah saran pada dokter, terutama jika usia anak kurang dari 2 tahun.

LAIN BATUK, LAIN PULA OBATNYA

Pilek atau flu merupakan penyakit yang disebabkan virus. Semua penyakit infeksi virus pada 3 hari pertama akan bergejala yang disebut ILI (influenza like illness). Ditandai dengan hidung meler, tersumbat, bersin-bersin, dan demam. Nah, penyakit pilek dan flu umumnya akan sembuh sendiri setelah lima hari, tentu jika dibarengi dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang cukup. Jadi, tanpa diobati pun, penyakit flu atau pilek akan sembuh sendiri.

Jika batuk dan pilek tak kunjung reda, gejala ini harus diatasi sesuai penyebabnya yang lain, misalnya:

- Batuk yang disertai demam, biasanya mengharuskan dokter memberikan obat antibiotika. Kondisi lingkungan tanah air yang cukup buruk dari segi endemiknya kuman, juga tingginya polutan udara, membuat bibit penyakit tumbuh subur, sehingga rawan mendompleng pada batuk pilek anak. Tandanya bakteri sudah mendompleng adalah timbulnya demam tinggi selama beberapa hari.

- Sedangkan batuk dan pilek yang disebabkan alergi tidak akan mempan diobati dengan obat apa pun jika pencetus alerginya tidak dihindari. Sekarang sudah jelas bahwa, mengobati batuk dan pilek tidak bisa sembarangan. Belum lagi, ada anak yang alergi terhadap golongan obat tertentu.

Kesimpulannya, orangtua jangan mengambil risiko, apalagi jika usia anak masih di bawah dua tahun. Lakukan konsultasi dengan dokter jika batuk pilek disertai demam tinggi di atas 39,4° C meskipun baru satu hari, atau 37,8° C hingga hari kedua. Batuk pilek dengan gejala sering buang air kecil dan sakit telinga pun harus segera diperiksakan ke dokter terdekat.


PAKAI CARA ALTERNATIF

Tidak ada obat yang efektif mengatasi gangguan batuk pilek. Yang ada hanya meringankan gejalanya. Jadi, lebih baik lakukan dulu cara-cara yang aman:

1. Berikan banyak minum. Cairan yang banyak dapat melegakan saluran pernafasan anak. Selain membantu membersihkan lendir bagi anak yang sedang batuk. Orangtua dapat menyuguhkan air mineral atau jus, juga menghindangkan sup ayam sebagai menu makan.

2. Minta anak untuk beristirahat. Hentikan sementara aktivitas sekolah atau bermain selama batuk pilek. Ini untuk mencegah penularan batuk pilek kepada anak lain, disamping membuat daya tahan tubuh anak meningkat.

3. Pastikan udara di kamar atau rumah bersih.

4. Jika lendir di hidung sudah mengganggu pernapasan anak, gunakan tetes garam murni (NaCl) untuk menghancurkannya. Larutan ini dapat dibeli di apotek terdekat.

5. Lembapkan udara di kamar anak dengan cara menyediakan ember berisi air panas agar uapnya menyebar. Uap air dapat mengencerkan dan membantu mengeluarkan lendir.

TIP AMAN UNTUK ANAK 2 - 6 TAHUN

1. Jika terpaksa membeli obat yang dijual bebas, pastikan obat itu aman. Bila perlu konsultasikan dengan dokter. Bisa dengan telepon, konsultasi interaktif dokter di internet, dan lain-lain.

2. Perhatikan dan lihat komposisi dan efek samping obat. Pelajari, juga indikasi dan kontraindikasi obat tersebut. Jika ragu, jangan diberikan. Lebih baik datang ke klinik dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

3. Ikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar, termasuk dosis dan frekeuensi pemakaian. Gunakan hanya sendok bawaan obat tersebut, jangan gunakan alat takar sendiri seperti sendok makan di rumah. Ingat, dosis obat berlebih dapat membahayakan kesehatan anak.

4. Hentikan pemakaian jika menimbulkan efek seperti jantung berdebar, pusing, muntah, dan lain-lain.

5. Obat-obatan atau terapi tradisional lebih baik dan efektif untuk anak, terutama yang usianya di bawah 2 tahun.

CEGAH BATUK PILEK DI RUMAH

Ada beberapa tindakan terbaik untuk mencegah penularan batuk pilek. Antara lain:

1. Jaga kebersihan. Ajari anak supaya rajin mencuci tangannya dengan sabun. Dalam kondisi darurat, penggunaan gel atau tisu beralkohol juga sangat membantu. Jaga kebersihan mainan dan perlengkapan anak lainnya.

2. Hindari percikan ludah atau ingus dari orang yang bersin dan batuk. Jika tisu jauh dari jangkauan dan hidung sudah terasa gatal, gunakan tangan sebagai pelindung lalu cucilah tangan itu hingga bersih.

3. Hindari berbagi perlengkapan makan, tisu, gelas, handuk, dan lain-lain dengan si sakit. Alangkah lebih baik jika masing-masing anggota keluarga memiliki perlengkapan masing-masing.

4. Jauhkan orang yang sakit batuk pilek dari anak. Utamanya di beberapa hari pertama sakit, dimana risiko penularannya sangat tinggi.

Dari tabloid nakita
Semoga bermanfaat!

Baca yang ini juga yuk:
Biasakan anak cuci tangan sendiri
Mengatasi dahak pada bayi
Beberapa penyebab demam
Semua yang perlu Anda ketahui tentang demam pada anak

Tags: batuk pilek pada anak, mengatasi batuk pilek anak, jenis-jenis obat batuk, obat batuk dipasaran bebas, mencegah batuk pilek, mengatasi dahak pada bayi, mengatasi dahak pada anak yang sedang batuk pilek, cara alternatif mengatasi gangguan batuk pilek, larutan NaCl, pilek disebabkan oleh apa, ludah dan ingus menjadikan penularan batuk pilek, saat suhu berapa derajat anak yang batuk pilek harus dibawa ke dokter.

Read more...

Dampak Psikologis Lagu Dewasa Pada Anak

>> Sunday, 15 January 2012


Tidak semua lagu orang dewasa sesuai untuk anak-anak. Anda setuju?
Bahkan setiap narti memposting tentang lagu anak-anak, tak jarang komentar masuk dari teman-teman beragam.
Misalnya:
- Anak-anak sekarang lebih sering nyanyiin lagu cinta ketimbang lagu anak-anak seusianya.
- Atau komentar begini: sering kita jumpai anak-anak menyanyi, tapi lagunya lagu orang dewasa.
- Bahkan mungkin, anak-anak jaman sekarang malah tidak mengenal lagu anak-anak. Duh...

Apa akibat yang ditimbulkan jika anak-anak dibiarkan menyanyikan lagu-lagu dewasa secara terus menerus? Jika anak-anak dibiarkan terpapar lagu orang dewasa tanpa filter, dikhawatirkan akan timbul dampak psikologis yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Orangtua harus tahu efek psikologis yang akan dialami anak-anak jika dibiarkan begitu saja mendengarkan lagu orang dewasa tanpa pendampingan. Tanpa pendampingan orangtua, anak-anak akan mencari tahu arti lirik lagu yang mereka dengar. Wajar, jika mereka punya rasa ingin tahu yang besar. Tetapi apa jadinya, jika mereka telah terbiasa dengan kata cinta, cium, peluk, dan sebagainya yang sering kali kita temui dalam lirik lagu dewasa?

Tak jarang mereka akan bertanya-tanya arti lagu atau arti kata yang mereka temui. Dan tak jarang pula mereka akan bertanya ke lingkungan pergaulan terdekat, yakni teman. Karena sama-sama tak tahu maka timbul pemahaman yang salah. Tentu saja, pemahaman yang salah ini akan berdampak pada tutur kata dan moralitas anak. Apalagi, di usia tersebut, anak-anak mampu menyerap informasi secara cepat, laksana spoon/busa menyerap cairan. Jika terpapar kata-kata kasar atau tak senonoh, maka akan mudah melekat dalam benak. Mereka akan selalu ingat apa yang telah direkam dalam memorynya.

Untuk itu perlu adanya upaya, minimal dari orangtua, untuk senantiasa mengawasi sekaligus mengarahkan perkembangan anak. Karena lagu tak sekadar hiburan, lagu mempengaruhi setiap pendengar. Beri pemahaman dengan kata-kata yang mudah dia terima sesuai usianya. Ini tentu saja bukan hal mudah, dan merupakan PR bagi kita sebagai orang tua.

Semoga bermanfaat!
Beberapa lagu anak-anak sepanjang masa bisa Anda download disini. http://seputarduniaanak.blogspot.com/2010/04/download-lagu-anak-anak-sepanjang-masa.html


Read more...

Berat Badan dan Tinggi Ideal untuk Anak Usia 0-5 tahun

>> Friday, 16 December 2011

Berapa berat badan ideal untuk anak-anak? Idealnya, anak usia 3 tahun itu berat badannya berapa kg?
Berikut ini adalah tabel berat badan dan tinggi ideal untuk anak-anak usia 0-5 tahun.

sumber: Direktorat Kesehatan Gizi, Departemen Kesehatan RI

Berdasarkan data yang dikeluarkan Direktorat Kesehatan Gizi Depkes RI untuk anak usia 0-5 tahun tanpa dibedakan jenis kelaminnya, pada usia tertentu harus memiliki tinggi badan ideal dengan plus minus 2 standar deviasi. Manusia tidak seperti barang produksi pabrik. Manusia memiliki variasi yang luas. Karena itulah, diberi toleransi +2 standar deviasi dan -2 standar deviasi dari nilai rata-rata.

Dari tabel di atas dapat dilihat, misalnya untuk bayi usia 8 bulan, tinggi standarnya adalah 69 cm. Variasinya, ia boleh lebih 2 cm atau kurang 2 cm. Setelah diperoleh angka tinggi standar, kita akan lihat berapa berat badan standar normalnya, yakni 8,4 kg. Ini adalah berat badan standar ideal. Bisa saja, anak dengan tinggi badan 69 cm memiliki berat badan kurang atau lebih dari 8,4 kg.

Contoh lainnya, anak usia 5 bulan memiliki panjang ideal 64 cm. Tetapi mungkin ada yang tinggi badannya cuma 60 cm. Ini masih variasi normal. Dan dengan panjang 60 cm, nilai standar berat badannya berubah menjadi 5,7 kg. Anak yang seumur mungkin variasi panjang badannya berada di 67 cm. Dan untuk panjang 67 cm, berat badan normalnya 7,8 kg.

Dari contoh di atas, tidak ada masalah dari kedua anak tersebut. Mereka normal. Cuma kadang orang tuanya yang berpikiran, anak kita seumur tapi kok berat anak saya cuma 5,7 kg. Wah, berarti anak saya kurang gizi. Si ibu lupa, meski usianya sama, panjangnya berbeda. Padahal, perbedaan panjang itu masih dalam batas normal.

Semoga bermanfaat!

Read more...

Mengapa anak lebih suka main game daripada belajar?

>> Tuesday, 25 October 2011

Pada artikel Lima Cara Merangsang Anak Belajar ada teman yang bertanya, pertanyaannya seperti ini:


Tulisannya kebaca kan?
Kalau tidak terbaca, komentar di atas bunyinya seperti ini:


tolong dong sya minta tips untuk anak yang mempunyai kebiasaan buruk bermain game diinternet yg skrg lgi trend, justru dgn adanya game ini anak sya kl belajar, drmh/dskolah pgn cepet2 pulang lalu maen game,,,
***
Mengapa internet begitu menarik perhatian anak-anak?
Mengapa anak lebih suka main game daripada belajar?
Mengapa jumlah jam belajar anak lebih sedikit ketimbang lamanya anak bermain game, dll?
Mengapa anak-anak kalau sedang mengerjakan PR, sedang belajar dll inginnya cepat-cepat selesai, lalu buru-buru main game?
Mengapa anak kalau mengerjakan tugas sekolah pikirannya ke internet?
Mengapa kalau anak sedang berada di sekolah, tapi pikirannya ada di internet? inginnya cepat pulang, lalu berjam-jam dia asyik main game? entah game di internet, di PSP, di PS2, dll?
Di internet itu ada apa sih? sehingga anak-anak begitu betah duduk berjam-jam menatap layar monitor?
Sebenarnya apa yang anak-anak dapatkan dari internet?

Siapa yang bisa menjawab pertanyaan di atas?
Mau menyalahkan siapa kalau anak lebih sering main game daripada belajar? Menyalahkan internet? menyalahkan anak? atau menyalahkan kita sebagai orang tua?

Bingung ya? sama :)
Kita tahu, di internet itu hampir semua ada (entah nyata atau tidak, entah benar atau tidak), kita bisa dengan leluasa mengaksesnya atau membuka link-link yang ada di internet. Ketika kita menemukan hal yang kita rasakan baik dan menarik, maka makin betahlah kita duduk di depan komputer. Bener tidak?

Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa anak-anak lebih betah duduk main game daripada belajar? Karena ketika main game, anak merasa keasyikan, anak menemukan hal baru, anak menemukan tantangan baru, game tersebut dirasakan menarik baginya, atau juga karena temannya sudah lebih jauh tingkat main gamenya sehingga anak berusaha mengejar ketinggalan agar tidak diledek teman-temannya, agar tidak dikatakan "Kamu kalah, aku sudah mau selesai main game itu", dll.
Padahal kita sebagai orang tua tahu bahwa tidak semua game bagus untuk anak.

Bagaimana caranya membuat anak agar suka belajar? baca artikelnya disini http://seputarduniaanak.blogspot.com/2009/06/membuat-anak-suka-belajar-sebagai-orang.html

Bagaimana caranya membuat anak agar tidak kecanduan main game?

1. Buat peraturan yang disepakati bersama antara anak dan orang tua.
Buku Negeri 5 Menara karangan A. Fuadi bagus tuh. Didalamnya banyak pelajaran yang bisa kita petik. Peraturan yang begitu ketat membuat anak jadi disiplin dan itu terbawa hingga anak dewasa. Telat 5 menit saja harus mendapatkan hukuman.
Apakah kita di keluarga harus menerapkan aturan seperti itu? silakan di jawab sendiri-sendiri.
Yang pasti di dalam menjalankan peraturan yang sudah disepakati bersama, kita harus disiplin. Jangan sampai si ibu disiplin, eh si bapak malah memberi kelonggaran.

2. Internet di rumah jangan yang unlimited.
Beri tahu anak, internet untuk mengerjakan tugas sekolah misalnya. Misalnya ketika anak akan mengerjakan tugas sekolah tapi jatah internetnya sudah habis dia pakai untuk main game, anak akan merasa rugi karena tidak bisa mengerjakan tugas sekolahnya. Dengan demikian diharapkan anak akan memakai internet (yang bukan tugas sekolah) dengan bijak.
Tetapi kita juga mesti hati-hati, takutnya ketika anak tidak bisa main game di rumah, ia lari ke warnet. Ambil uang tabungan, atau mencuri uang belanja Ibu, dll. Jangan sampai yah...

3. Batasi lamanya anak boleh main game.
Misalnya hanya boleh main game 1 jam dengan syarat bila tugas sekolah sudah selesai semua.

4. Padatkan aktifitas atau kegiatan anak diluar jam sekolah.
Misalnya ikutkan les, ngaji, berenang, les musik, dll sehingga waktu untuk main game semakin sempit atau kalau ada waktupun si anak sudah merasa cape/ lelah hingga tidak ada mood lagi untuk main game.

5. Buat peraturan yang mengikuti jaman.
Mungkin kita dulu sama ayah dan ibu dididik dengan cara "A", nah sekarang peraturan atau cara-cara tersebut belum tentu cocok jika kita terapkan untuk mendidik anak-anak kita.
Apalagi bila cara penyampaian kita seperti ini: "Jaman mama dulu waktu kecil, bla bla bla..."
Yang ada mungkin anak akan menjawab begini: "Itukan dulu Ma, sekarang udah gak jaman lagi, bla bla bla..."
Ingat, anak-anak sekarang jauh lebih kritis dalam menerima omongan kita. Ketika dia belum ngerti, dia akan bertanya terus sampai mengerti. Ketika memberi penjelasan juga mesti disertai alasan-alasan, dll.

6. Jangan letakkan komputer di kamar anak.
Kalau bisa tempatkan komputer di ruang keluarga atau ruang yang mudah diawasi oleh siapa saja. Sehingga sambil lalupun kita bisa megawasi anak, sebenarnya anak nih buka apa kalau di depan komputer. Hal ini untuk menghindari agar anak tidak membuka situs-situs yang tidak pantas.
Ketika anak bermain game-pun kita jangan lengah, karena ada game yang sebenarnya tidak baik. Jadi kita sebagai orang tua perlu memilah-milah game mana yang boleh dimainkan oleh anak-anak.
Dalam hal inipun, mungkin sebaiknya kita jangan terlalu ketat terhadap anak.
Takutnya anak hanya alim di lingkungan rumah/keluarga, sedangkan ketika di luar rumah ia berlaku sebaliknya.

Untuk internet di rumah, masih lebih baik anak-anak main internet di rumah karena anggota keluarga yang lain bisa mengontrolnya daripada jika si anak main di warnet, yang tentu saja kita tidak bisa mengawasi. Anak buka apa saja di warnet, dll.

Sudah dibaca tulisan di atas? sudah selesai?
Itu semua teori loh ya. Dalam prakteknya tentu tak semudah kita membaca artikel di atas. Mudah-mudahan maksud tulisan narti di atas bisa tersampaikan yah.
Untuk teman-teman yang lain, silakan sharing di kolom komentar!

Semoga bermanfaat!

Link terkait:
Membuat anak suka belajar
Layar komputer ancam mata si kecil
Lima cara merangsang anak belajar
Anak dan internet

Read more...

Tips/cara agar anak suka makan sayur

>> Tuesday, 11 October 2011

Anak-anak sering menolak ketika disuruh makan sayur? Mungkin pada saat makan dengan sayur, mereka akan menyisihkan sayuran ke pinggir piringnya. Padahal, selain mengandung serat tinggi, sayuran berwarna hijau dapat meningkatkan kecerdasan si kecil.

Pentingnya Mielinisasi

Saat bayi dilahirkan, proses pembentukan neuron (sel-sel syaraf) telah berakhir. Setelah itu, pertumbuhan otak tak hanya mencakup pembesaran dan pematangan neuron agar lebih lengkap dan kompleks.

Cabang-cabang neuron, dendrit dan akson bertambah jumlah dan panjangnya. Selain itu, terjadi penambahan hubungan antara sel. Di fase ini terjadi pula proses mielinisasi. Apa sebenarnya manfaat dari proses mielinisasi? Mielinisasi adalah proses pembalutan neuron oleh mielin. Sebuah sel syaraf yang memiliki lapisan pelindung mielin, mampu menghantarkan pesan (rangsang) jauh lebih cepat dibandingkan sel syaraf  lain yang aksonnya tidak memiliki lapisan pelindung.

Kecepatan penghantaran pesan oleh sel-sel syaraf merupakan salah satu faktor yang menunjukkan tingkat kecerdasan. Gizi bayi yang baik dapat mempercepat pembentukan mielinisasi, apalagi bila disertai rangsangan dari lingkungan anak.

Kandungan zat besi

Sayur merupakan sumber mineral yang baik. Salah satunya adalah zat besi (Fe) yang banyak terkandung dalam sayuran berwarna hijau, seperti bayam, daun singkong, kangkung dan sebagainya. Meski tidak mudah diserap tubuh, sayuran dapat menjadi alternatif pemenuhan tubuh akan zat besi.

Berbagai hasil penelitian mengungkapkan zat besi berpengaruh terhadap pembentukan mielin, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Selain menderita anemia (kekurangan sel-sel darah merah), kekurangan zat besi juga mempengaruhi fungsi psikomotor maupun kognitif anak.
Konsumsilah sayuran untuk anak sekitar 200 mg setiap hari.

Tip agar anak suka makan sayuran

    * Sejak dini anak sudah dibiasakan makan sayuran.
    * Olah sayuran dengan aneka bahan makanan lain, seperti daging, ayam, ikan, tahu agar anak merasakan kelezatan sayuran.
    * Sajikan dengan penampilan yang menarik.
    * Berikan pujian setiap kali anak mau makan sayuran.
    * Berikan contoh melalui anda sekeluarga yang menyukai makan sayuran.

(Source: http://www.goblogin.com/index.php/kids-and-teenager/41-health/1521-makan-sayuran-hijau-bisa-meningkatkan-kecerdasan-atau-iq-anak.html )

Narti tambahin ya, tips/cara agar anak mau makan sayur:

1. Kecintaan anak-anak pada sayur sebenarnya dimulai sejak dalam kandungan. Jika ibu suka sayur maka insyaallah anaknya kelak akan suka sayur.

2. Kenalkan sayuran saat anak-anak masih kecil. Saat si kecil mau tumbuh gigi misalnya, berilah si kecil gigitan dari wortel yang dikukus.

3. Campur sayuran dengan bahan lain, agar anak lebih tertarik. Dicampur dengan daging ayam, udang, ikan, dll.

4. Bentuk/potong sayuran dengan bentuk lucu, bisa dengan bantuan cetakan kue kering yang lucu-lucu. Bisa juga sikecil  dilibatkan dalam acara memotong sayuran ini, sehingga ada keinginan dan rasa bangga karena ikut menyiapkan dan ikut memasaknya.

5. Sajikan dengan tampilan yang menarik. Ini bisa menggunakan piring bergambar yang disukai si kecil. Tapi perhatikan bahan-bahan yang dipakai ya? pastikan bahwa bahan-bahan untuk alat makan anak-anak adalah aman.

6. Bila menggunakan piring/mangkuk polos, makanannya yang dihias. Bentuk muka badut, bentuk taman bunga, dll disesuaikan dengan menu makan anak.

7. Sembunyikan sayurannya. Cobalah untuk menyembunyikan sayurannya dalam menu makanan yang akan disajikan. Misalnya masukkan beberapa potong selada ke dalam burger buatan Anda, membuat kue dengan bahan dasar wortel (carrot cake), membuat martabak mie dengan isi sayuran, seperti parutan wortel, bawang bombay dan irisan labu kecil-kecil kedalam spaghetti saus.

8. Ubahlah cara memasaknya. Apabila selama ini Anda menyajikan sayur dalam bentuk kuah/sup, sekarang coba variasikan dengan menggorengnya. Misalnya buat nugget sayuran, telur dadar sayuran, dll.

9. Tambahkan saus. Ini akan memberikan rasa yang berbeda. Jadi anak akan mengenal sayuran dalam rasa aslinya, juga rasa yang lain setelah ditambahkan saus. Misalnya saus tomat, mayonaise, dll.

10. Jika anak tetap tidak mau memakan sayur, Anda bisa menyajikan sayur tersebut dalam bentuk jus yang dicampur dengan es, misalnya wortel, tomat atau mentimun. Agar lebih menambah rasa, tambahkan sedikit gula atau madu yang juga baik untuk kesehatannya. Jangan lupa agar tampilannya menarik, hiaslah gelas dengan sedotan warna-warni, payung kecil atau kreasi lainnya. Dengan demikian anak akan lebih tertarik untuk memakan/ meminumnya.

11. Kenalkan sayuran lain selain yang disukai anak. Bila anak hanya suka dengan sayuran tertentu saja, Anda jangan putus asa untuk mengenalkan jenis sayuran yang lain. Misalnya si kecil hanya suka wortel, secara perlahan kenalkan dengan sayuran yang lainnya. Anda bisa mencampurnya dengan tomat misalnya.

12. Anda harus memberi contoh. Karena anak sangat suka meniru, mencontoh apa yang ada disekelilingnya, maka untuk makan sayuran Andalah yang jadi role mode-nya. Jika ada anggota keluarga yang tidak suka sayuran, biasanya anak juga akan begitu. Karena apa? karena ada yang dia contoh.

13. Bila perlu, buatlah jadwal menu sayuran yang berganti-ganti tiap harinya. Selain sayurnya yang berbeda, cara memasaknya juga berbeda. Sekarang sup sayuran, besok telur dadar sayuran, besoknya nugget sayuran, besoknya lagi sayur bening bayam, dst.

14. Terakhir adalah Anda jangan pernah putus asa membujuk anak agar ia mau makan sayur. Disini juga kita (para orang tua) dituntut lebih kreatif lagi. Selain cara-caranya yang kreatif, menunya juga harus kreatif. Syukur kalau bunda atau para ibu rajin bereksperimen menciptakan menu atau resep-resep baru khususnya untuk si kecil.

Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah cara memotong sayuran. Besar potongan sesuaikan dengan usia si anak agar si kecil tidak kesulitan memotong atau mengunyahnya dan jangan sampai si kecil tersedak.
Resep untuk anak-anak, menu bekal sekolah, variasi menu untuk anak-anak bisa dilihat disini http://dapurpunyaku.blogspot.com/search/label/Menu%20Anak-anak

Semoga setelah ini, anak-anak akan suka makan sayur. Ibu senang, anak-anak tumbuh sehat :)



Semoga bermanfaat!

Link terkait:
Memasak bersama anak? asyik saja...
Jadwal pemberian makanan bayi
Membawa bekal sendiri, yuk!
Etika pada saat makan

Read more...

Tips/Cara Agar Anak Mendengar Kata Anda

>> Saturday, 1 October 2011

Adakah diantara pembaca yang mempunyai anak yang susah diatur? Atau temannya si kecil mungkin. Bila diberi tahu, selalu saja menjawabnya.
Masa tumbuh-kembang anak merupakan masa krusial bagi orang tua. Salah mendidik atau menerapkan aturan, bisa-bisa anak malah selalu bertingkah tak baik.

Orangtua yang tak tegas biasanya akan tampak seperti orang yang super sabar. Namun, begitu kesabaran mereka habis, kemarahannya bisa meledak tak terhingga. Di sisi lain, ada pula orangtua yang bertipe "pemarah" dan menggunakan kemarahan mereka sebagai alat untuk mengontrol anak-anak mereka. "Kalau enggak diginiin, mereka enggak akal bisa disiplin," begitu kelit mereka.

Jadi, yang mana yang sebaiknya Anda pilih? Mungkin gabungan antara keduanya. Tegas namun lembut. Sulit ya jadi orang tua itu.
Nah, untuk menjadi orangtua yang tegas namun lembut, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui:

1. Andalah Pemimpinnya
Sebuah keluarga tanpa pemimpin sama seperti satu batalion pasukan tanpa komandan. Coba tengok, siapa yang menjadi pemimpin di keluarga Anda. Jangan-jangan justru anak Anda. Anda selalu mejadi "bulan-bulanan" anak-anak Anda. Ingat, Anda punya hak untuk menjadi bos di rumah Anda. Anak-anak juga akan belajar dari cara Anda memimpin mereka. Dan jangan pernah memberikan permintaan yang sifatnya tentatif kepada anak-anak.
Misalnya seperti ini, "Mama pikir, kini saatnya mematikan teve dan kalian mandi." Bisa-bisa, Anda justru stres dibuatnya. Bersikap tegas lebih baik.

2. Beri Perintah Yang Jelas
Setiap pagi, Nina dibuat pusing oleh ulah anak-anaknya, Dhea dan Ryan. Selalu ribut setiap kali hendak berangkat ke sekolah, padahal Nina dan suaminya pun harus berkemas untuk pergi ke kantor. Sebetulnya, Dhea dan Ryan sudah cukup besar. Persoalannya, Nina punya masalah, selalu memberi perintah yang tak jelas kepada mereka. Kalimat yang ia ucapkan setiap pagi nyaris sama, "Ayo cepat mandi! Sarapan! Pakai sepatu! Nanti kalian telat, lho." Akibatnya, Dhea dan Ryan pun sering benar-benar telat.

Jadi, ketimbang memberi perintah yang tak jelas, berikan perintah yang tegas. Misalnya, "Cepat selesaikan sarapan kalian dan berangkat ke sekolah. Kalau kalian telat, kalian enggak boleh nonton teve nanti malam." Perintah yang didukung dengan "hukuman" merupakan cara paling efektif supaya anak mau bekerjasama.

3. Terlalu Kaku Tak Bagus
Seringkali, orangtua terlalu jauh memberikan hukuman dan menolak bekerjasama dengan anak-anak mereka. Padahal, seiring pertumbuhan anak, aturan sebaiknya disesuaikan pula dengan perkembangan pola pikir anak. Anak remaja mislanya, tentu tak bisa lagi diperintah seperti Nina memerintah Dhe dan Ryan. Jadi, bersikap fleksibel sesekali juga diperlukan.

4. Hindari Mengulang-ulang
Jika suatu perintah harus diulang-ulang, berarti perintah itu tak didengarkan. Begitu pula Anda dan anak-anak Anda. Jika Anda mengulang perintah Anda hingga dua kali, berarti tak ada kontak antara Anda dan anak Anda. Ya, banyak orangtua yang mengeluh "diacuhkan" oleh anak-anak mereka. Bagaimana perintah Anda akan didengar jika Anda cuma meneriakkannya dari kamar sebelah, sementara anak asyik berlarian di kamar sebelahnya. Bisa-bisa, suara Anda hanya menjadi suara latar permainan mereka.
Kiatnya, cobalah melakukan sesuatu yang menarik perhatian anak. Misalnya, matikan teve, pandang mata mereka, dan katakan dengan tegas apa yang Anda inginkan. Untuk meyakinkan bahwa mereka mendengar apa yang Anda perintahkan, ulangi kata-kata Anda. Jadi, untuk bertindak, Anda harus mendapat perhatian dulu.

5. Libatkan Anak
Apakah Anda membuat dan menerapkan peraturan tanpa pernah mau tahu apa yang sebetulnya diinginkan anak-anak Anda? Jika ini yang Anda lakukan, berarti Anda sudah melakukan kesalahan. Berkomunikasi adalah cara terbaik, termasuk dalam hal membuat peraturan. Ajaklah anak-anak duduk, dan buatlah daftar apa-apa yang harus mereka patuhi. Jangan lupa, masukkan daftar hukuman dan penghargaan yang akan mereka terima jika mereka mematuhi atau sebaliknya, mengabaikan aturan tersebut. Melibatkan anak dalam membuat keputusan akan membuat mereka "rela" terlibat di dalamnya.

6. Menghadapi Tukang Debat
Anakpun seringkali menjadi seorang pendebat tangguh. Disuruh mandi, mereka akan menjawab sekenanya, "Nanti dulu, ah. Kan, baru saja makan." Biasanya, perdebatan akan berakhir lama, dan orangtua berada di pihak yang kalah, meninggalkan si anak. Kuncinya, jangan menyerah. Tunggui si anak, sampai ia mau melakukan apa yang Anda minta. Ingat, jangan mau diajak "berdebat" oleh anak. Cara ini akan membuat anak tahu bahwa sang ibu betul-betul serius dengan permintaannya.

7. Jangan Selalu Melarang
Orangtua yang negatif selalu melarang anak-anak mereka melakukan ini-itu.
Misalnya, "Ayo, jangan meloncat-loncat di kursi!" Atau, "Jangan membuka-buka dompet Mama!" Atau, "Kamu memang nakal, Mama jadi pusing," sambil memukul si kecil.
Orang tua yang positif selalu mengarahkan anak agar menjadi baik, dengan memberi komentar yang sifatnya mengajak anak untuk bersikap baik.
Misalnya, "Sini, duduk sama Mama. Lihat tuh, di luar jendela ada banyak bunga, lho." Jadi, jika seorang anak bertingkah salah, jangan salahkan pribadi si anak. Yang harus diubah adalah sikapnya. Jangan lupa, lagi-lagi, beri anak pujian setiap kali berlaku baik, dan sebaliknya, beri anak hukuman jika ia bertingkah tak baik.

8. Satu Suara
Anda dan suami harus satu suara di depan anak. Jangan bertengkar mengenai aturan di depan anak-anak. Jika pun Anda berbeda pendapat, diskusikan itu di kamar, misalnya. Cara terbaik untuk menerapkan disiplin adalah dengan menjadi satu tim yang kompak. Dengan menawarkan pada anak disiplin yang tegas namun adil, anak pun akan merasa dan senang menjadi bagian dari tim.
Ini bukan hal mudah. Dalam prakteknya, kadang si ibu tegas dengan aturan yang sudah disepakati dengan suami, tapi di sisi lain si suami memberi kelonggaran kepada anak, dengan alasan kasihan.

Sumber: tabloid Nova (Narti edit sedikit)
Semoga bermanfaat!

Artikel serupa:
Tips/cara mengatasi anak yang suka berbicara jorok dan kasar.
Tips cerdas menjawab pertanyaan sulit si buah hati.
Tips/cara menenangkan anak yang merengek.
Tips/cara agar anak mau berbagi dengan orang lain.
Tips/cara mengatasi anak yang sedang bertengkar.
Tips/cara mengatasi anak yang takut gelap.

Read more...

First day of school

>> Sunday, 25 September 2011

Alhamdulillah, Salma sudah sekolah. Tahun ajaran baru September ini, Salma masuk kindergarten (KG 2). Kalau di Indonesia namanya TK besar. Sebenarnya tiap sekolah punya kebijakan sendiri-sendiri, ada yang umur 4 tahun itu masuk KG 1 (TK Kecil), ada juga yang anak umur 4 tahun itu masuk KG 2 (TK Besar). Dan di sekolah Salma yang ini, untuk anak umur 4 tahun sudah masuk ke kindergarten 2 (TK Besar).

Banyak cerita dan hal-hal menarik saat pertama sekolah. Tentu bukan hanya buat Salma, tapi buat teman-temannya juga. Sekolah dengan guru-guru yang sama sekali belum kenal, kata pengantarnya bukan bahasa kita, teman-teman sekelasnnya juga belum kenal, ngomong ke gurunya bagaimana, ngomong ke temannya bagaimana. Itu bukan perjuangan yang ringan buat anak usia 4 tahun, khususnya buat Salma sendiri. Bahasa sehari-hari di rumah adalah bahasa Indonesia, sekarang sekolah mesti ngomong pakai bahasa Inggris. Belajar yang tekun ya nak!

Kadang juga ada diantara murid-murid kindergarten tersebut yang masih menangis, tidak mau ditinggal mamanya, dll. Dan memang untuk sekolah ini, anak tidak boleh ditungguin mamanya atau yang lainnya. Anak masuk kelas ya sudah ditinggal. Nanti misalnya ada hal-hal yang gurunya tidak bisa menangani (misalnya: si anak menangis dan guru tidak bisa menenangkan dan sudah kewalahan) baru orang tuanya di telpon agar menjemput si anak.
Juga, misalnya si anak sakit, ketika mau memberikan obat kepada anak, petugas akan telepon dulu ke orang taunya, si anak kenapa? tadi sudah minum obat belum? boleh tidak jika si anak di beri obat? dsb....
Jadi, anak minum obat sudah minta ijin orang tuanya terlebih dahulu.

Jam belajarnya adalah hari Minggu sampai Kamis. Masuk pukul 07:15 pulang pukul 12:00
Lumayan lama untuk ukuran sekolah TK. Hari Jum'at dan Sabtu adalah hari libur sekolah (weekend). Untuk hari Sabtu, kantor (office) di sekolah tetap buka dan tetap melayani urusan administrasi, dll.

Salma mejeng dulu yah :)



Sudah seminggu Salma sekolah, semoga kedepannya makin baik, enjoy dalam belajar, bisa mengikuti materi apa yang diajarkan, tambah pinter, tambah maju. Aminn.....

Baca juga:
Mama, aku takut!
Memilih sekolah yang tepat buat anak.
Membuat anak suka belajar.

Read more...

Cara menghilangkan kejenuhan anak-anak saat di airport

>> Saturday, 17 September 2011

Ketika kita mau bepergian, entah dengan bis, pesawat atau alat transportasi umum lainnya, kadang kita mendapatkan beberapa kendala. Salah satunya adalah menunggu. Kegiatan menunggu mungkin bagi sebagian orang bisa dirasakan sebagai hal yang biasa saja, enjoy menjalaninya. Tapi bagi orang lainnya lagi, bisa jadi menunggu itu hal yang sangat membosankan dan menjemukan. Apalagi bila kita bepergian dengan membawa serta anak-anak, tentu lebih banyak kendalanya.

Saat memakai alat transportasi umum, tentu mau tidak mau kita harus ikut aturan mereka, kapan mereka akan berangkat. Nah untuk menghilangkan kejenuhan saat mau bepergian, ada beberapa cara yang bisa kita coba. Narti coba mengulas yang bepergian dengan pesawat terbang aja ya? Coz ini kejadian beberapa hari yang lalu, saat kami kembali ke Doha, untuk memulai aktifitas lagi seperti biasa setelah libur (mudik ke kampung halaman) selama kurang dari sebulan di tanah air. Maaf kalau blog seputarduniaanak.blogspot.com ini jadi jarang narti update, setidaknya sebulan terakhir ini. Terima kasih kepada teman-teman yang tetap berkunjung ke blog ini.

Cara menghilangkan kejenuhan anak-anak saat di airport atau bandara:


1. Jadikan acara menunggu itu lebih enjoy buat anak-anak.
Jangan sampai acara menunggu yang terlalu lama membekas di hati mereka, jangan sampai mereka nanti tidak mau lagi di ajak bepergian karena pengalaman buruk sebelumnya hanya karena lama menunggu.

2. Beri makan dan minum yang cukup sebelum berangkat.
Ini penting karena kita tidak bisa membawa minuman (benda lain bentuk cair) di handcarry. Saat pemeriksaan terakhir, semua benda cair akan disita/diambil petugas.
Kemarin aku bawa jus 1, buat Salma, tau sih kalau tidak boleh membawa benda cair, yang akhirnya di ambil petugas. Aku nanya: boleh engga dibawa untuk anak-anak karena masih menunggu beberapa saat lagi sebelum terbang. Petugas menjawab: nanti kalau mau diminum, bisa diambil disini. Ok, baik Pak.

3. Beri pakaian yang nyaman buat anak-anak.
Bisa jadi anak-anak gak enjoy karena pakaian yang dikenakan tidak nyaman. Apalagi bila ditambah dengan menunggu dalam waktu cukup lama.

4. Bawa mainan kesukaan anak.
Tentu saja pilih mainan yang ukurannya kecil, tidak menimbulkan suara berisik sehingga mengganggu orang lain. Bisa juga membawa PSP, dll. Ini cukup membantu, saat menunggu anak-anak bisa sambil main game. Atau bisa juga membawa buku cerita kesukaan anak.

5. Photo setiap geraknya.
Ini bisa juga untuk menghilangkan kejenuhan si kecil. Kamera ponsel atau hp cukup koq. Setelah diphoto, ajak si kecil untuk melihat hasil photonya.

Buat teman-teman yang punya tips lain, bisa sharing di kolom komentar.
Berikut ini beberapa gaya atau aksi Salma yang sempat Narti abadikan.








Berapa lama lagi kami menunggu?
Setelah pilot, co-pilot n crew sudah mulai memasuki pesawat kami masih menunggu agak lama. Tentu banyak persiapan, ngecek alat dsb sebelum akhirnya pesawat take-off. Salma sudah mulai jenuh, untungnya dialihkan masih bisa. Akhirnya suruh liat sunset yang mulai tampak di langit dengan warna jingga-nya.

Untuk kakaknya Salma alhamdulillah sudah mulai ngerti, bisa duduk anteng sambil main game atau baca buku. Tidak seperti Salma yang banyak aksinya. :D


Baca yang ini juga yuk:

Read more...

Tips Cerdas Menjawab Pertanyaan Sulit Si Buah Hati

>> Monday, 15 August 2011

Apakah buah hati atau anak-anak Anda kadang mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan tak terduga? Anda pasti sering mengalaminya. Entah merupakan pertanyaan sulit dijawab ataukah pertanyaan yang belum saatnya mendapat jawaban. Yang pasti, Anda jangan sampai terpojok, usahakan Anda mampu menghadapinya dengan cerdas.

Karena bagi buah hati Anda, jawaban Anda adalah jawaban yang dianggap paling benar olehnya. Tak jarang ketika bersama teman-temannya anak berkata,"Mama aku bilang begini, yang benar itu mama aku".
Yups, anak akan lebih mudah menerima apa yang dikatakan orang tuanya dan jawaban itu dianggapnya yang paling benar.

Berikut ini tips bagaimana menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit dari anak secara cerdas:

1. Usahakan tetap tenang. Meskipun pertanyaannya sangat tidak diharapkan, jangan sampai reaksi Anda membuatnya enggan bertanya lagi di kemudian hari. Ini penting. Jangan sampai rasa ingin tahunya hilang karena ketika bertanya ke orang tuanya mendapatkan jawaban yang tidak semestinya.

2. Tak perlu segan mengatakan Anda tak tahu jawabannya (apabila memang sulit menjawabnya), tapi jangan lupa berjanji bahwa Anda akan mencari jawaban yang tepat dan akan memberitahukan pada anak sesegera mungkin.

3. Hargai usahanya untuk bertanya pada Anda dan bukan pada orang lain yang belum tentu bisa bertanggung jawab. Katakan, “Wah, menarik sekali pertanyaanmu, nak,” agar ia merasa nyaman dan tak merasa bersalah karena bertanya.

4. Jangan lupa berempati. Dalam komunikasi dengan anak, biasakan mencoba merasakan apa yang ia rasakan. Seringkali, ada perasaan tertentu yang membuatnya bertanya. Entah itu rasa takut, malu atau sedih.

5. Kadang diperlukan juga, dimana orang tua berlaku sebagai orang tua buat anak, kadang juga sebagai teman si anak. Jadi ketika anak bercengkerama atau ngobrol dengan orang tuanya, anak merasa nyaman. "Bunda orang nomor satu deh, paling bisa mengerti Dino"
"Papa orang nomor satu deh, paling bisa ndengerin Andre, mau main game bareng, mau mendengarkan cerita buku bacaan Andre, dsb"
"Mama orang nomor satu buat Sandra, paling bisa mengerti bagaimana perasaan Sandra, bisa memberi masukan buat Sandra dan mendengarkan keluh kesah Sandra"
Setelah itu, anak akan merasa nyaman, bilang terima kasih mama, terima kasih papa, thank you mom, thank you dad, dsb karena perlakuan yang anak terima dari orang tuanya begitu baik, begitu nyaman, begitu perhatian dsb.
Jangan sampai ketika anak punya pertanyaan, ia malah bertanya ke orang lain, atau teman yang belum tentu bisa menjawab dengan baik dan belum tentu jawaban itu bisa dipertanggungjawabkan. Kadang anak yang memasuki usia remaja, merasa malu bisa mesti bertanya ataupun bercerita kepada orang tuanya, yang akhirnya mereka bertanya kepada teman dan orang lain.

Teman-teman pengunjung seputarduniaanak.blogspot.com itu semua teori ya. Dalam prakteknya sehari-hari tentu tak semudah yang kita baca dari artikel di atas. Apalagi bagi yang anaknya sangat kritis bertanya. Ada beberapa komentar juga dari teman-teman yang mempunyai anak sangat kritis dalam bertanya. Kadang kita dituntut untuk belajar lebih banyak lagi karena datangnya pertanyaan dari anak.

Berikut ini adalah gambaran dan beberapa jawaban ‘cerdas’ pertanyaan-pertanyaan sulit dari buah hati Anda:

“Mengapa aku tak boleh menonton film itu, mama?” (sambil menunjuk film dewasa). Anda harus menjelaskan bahwa film dibuat dalam beberapa jenis: film untuk anak-anak dan film untuk orang dewasa. Jelaskan bahwa dalam film dewasa mungkin ada adegan/cerita/dialog yang menakutkan yang bisa mengganggu pikiran. Jika anak Anda sudah cukup besar, jelaskan adegan dewasa yang mungkin ada di film untuk orang dewasa.

“Kenapa Nenek Meninggal?” Jangan bilang bahwa orang meninggal berarti sedang tidur lama. Salah-salah anak justru takut tidur. Jelaskan, bahwa yang hidup pasti akan mati. Jika ia sedih, biarkan ia lampiaskan kesedihannya. Anda bisa menenangkan dengan mengatakan, “Meskipun nenek tidak bersama kita lagi, kenangannya tetap ada di foto-foto yang kamu simpan kan? Yuk kita doain agar nenek bahagia di surga”. Jelaskan pula bahwa bersedih karena kehilangan orang yang kita sayangi adalah suatu hal yang biasa, normal dan wajar.

“Apa itu kondom, Papa?” Jangan panik. Jika anak Anda sudah bersekolah, gunakan gambar yang menunjukkan bentuk organ tubuh pria dan wanita. Katakan bahwa kondom digunakan oleh pria untuk menghindari kehamilan atau penularan penyakit yang tidak diinginkan.

“Apakah aku boleh berbohong?” Jika anak bertanya demikian, berarti ia sudah siap menerima penjelasan bahwa di dunia ini tidak selamanya hitam dan putih, ada abu-abu. Namun tegaskan bahwa kebohongan yang diperbolehkan adalah kebohongan untuk menjaga perasaan orang lain. Beri contoh, misalnya dengan mengatakan, “Apakah kamu ingat ketika Andre membawa makanan untuk kita? Saat dia Tanya apakah kamu suka masakannya, tentu demi sopan santun dan menjaga perasaan Andre, kamu harus menjawab ‘ya’ meskipun kamu sama sekali tidak suka sayur.”
Yang perlu Anda tekankan adalah bahwa berbohong sama sekali tidak baik jika alasannya untuk menghindar dari hukuman atau menyembunyikan kesalahan.

Semoga bermanfaat!

Baca juga yang ini yuk!
Tanda-tanda anak berbohong.
Mengajarkan kejujuran pada anak.
Reaksi anak-anak pada kematian.

Read more...

Tips/cara menenangkan anak yang merengek

>> Saturday, 6 August 2011


Pernahkah saat Anda sedang mengerjakan suatu pekerjaan yang sedang nanggung, lalu si anak merengek? pasti teman-teman pada menjawab pernah.
Terus apa yang Anda lakukan? tentu jawaban dari Anda semuanya beragam, misalnya:
- ada yang segera meninggalkan pekerjaan dan segera menolong si anak,
- ada yang menjawab sebentar ya nak, nanggung nih,
- ada yang menjawab, adik main dulu ya, bunda bentar lagi selesai koq, adik anak pinter deh,
- dan ada juga yang membentak, diem bisa nggak sih! (waduh galak amat yak)

Si kecil merengek bisa karena banyak sebab, misalnya bertengkar dengan kakaknya, bosen karena di cuekin orang tuanya, karena mengantuk dll. Kalau dicari penyebabnya lebih jauh, mengapa si kecil merengek? paling banyak jawabannya ya, karena si anak minta perhatian. Kayaknya pengunjung seputarduniaanak.blogspot.com pada setuju dengan jawaban ini.
Para ibu rumah tangga kadang merasa kesulitan menghadapi anak yang merengek, terutama jika jarak usia anak sangat dekat. Misalnya anak tidak punya saudarapun, kalau anak merengek kadang kita kewalahan. Emosi bisa saja terpancing, namun membentak anak bukanlah cara yang baik untuk perkembangannya.

Sebaiknya seorang ibu harus belajar melatih diri mengontrol emosi. (orang tua aja mesti belajar ya?)
Caranya bisa beragam, kuncinya hadapi anak dengan tenang, sabar, dan kasih sayang.
Nikmatilah menjadi ibu, perhatikan hal-hal kecil yang dilakukan anak, misalnya saat anak makan tapi belepotan kemana-mana, atau saat anak belajar menggambar, dll. Apalagi kalau si kecil masih baby, sedang lucu-lucunya, mengamati setiap detik perkembangannya tentu merupakan hal yang sangat menakjubkan. Moment seperti itu takkan terulang. Terlebih bila Anda bisa mengabadikannya dengan camera atau camcorder, subhanallah...video tersebut diputar ulang 10 thn mendatang, tentu itu merupakan hal yang sangat indah, seperti memutar film kehidupan, fase tumbuh kembang si kecil.
Jadi, ketika anak merengek, hadapilah anak dengan kesabaran, dan bukan bentakan atau mengeluarkan kata-kata kasar.

Kita sebaiknya memahami bahwa perilaku anak muncul karena nalurinya sebagai anak-anak. Orang dewasa, dalam hal ini ibu, sebaiknya menanggapi perilaku anak dengan tepat.

Emosi atau rasa jengkel ibu yang biasanya terpancing perilaku anak bisa disalurkan dengan berbagai aktivitas yang positif. Yang positif loh ya! bukan membanting pintu atau piring, kalau itu tindakan negatif.
Alihkan emosi Anda dengan mengerjakan pekerjaan lain seperti mencuci perabotan, menyikat kamar mandi, mengepel, atau apa pun yang mengalihkan emosi. Hal ini tentu jauh lebih bermanfaat daripada menumpahkan emosi kepada anak-anak, apalagi pakai kekerasan, jangan ya!

Hal seperti di atas tentu tidak mudah dalam pelaksanaannya, tetapi Anda harus selalu ingat bahwa apa yang dilakukan Anda, apa yang dilakukan orang tua, apa yang dilakukan oleh orang-orang disekeliling si anak, tentu semuanya akan direkam oleh anak.
Nah, tentu Anda gak mau kan saat Anda memarahinya atau membentaknya dan si anak merekamnya sepanjang masa? Bahkan tak sedikit anak yang trauma. Oleh karena itu, jika emosi, salurkanlah dengan sesuatu yang positif, maka anak akan merekam hal positif pula.

Jika mengingat itu semua, tentu kemudian muncul rasa bersyukur. Ingatlah saat Anda mengandungnya, saat awal-awal kehamilan si anak Anda bersusah payah, mabuk dll, ingatlah saat melahirkannya, saat ia terbaring sakit, saat ia tertidur lemah di rumah sakit, dll. Ibu bersyukur masih bisa menikmati tangisan anak, yang tidak akan ditemuinya lagi saat anak remaja.

Lalu dekaplah si anak, belai dengan penuh kasih sayang, beri kecupan kasih, beri penjelasan dengan bahasa yang mudah di terima anak. Dengan demikian anak merasa tenang, merasakan belaian kasih sayang orang tua, bersyukur karena orangtuanya bersikap baik, orang tuanya selalu bisa menenangkannya.

Artikel di atas bukan untuk menggurui ya! narti juga masih belajar jadi orang tua koq.
Semoga tips/cara menenangkan anak yang merengek di atas bermanfaat!

Baca juga yang ini yuk:
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Saat anak merekam pembicaraan Anda.

Read more...

Puasa hari pertama di Doha

>> Tuesday, 2 August 2011


Alhamdulillah kemarin (sekarang hari kedua puasa) puasa berjalan lancar. Meskipun saat ini di Qatar sedang musim panas (summer) yang mana suhu mencapai 50o Celcius. Tentu bukan hal mudah untuk menghadapi cuaca yang seperti itu, terlebih kami yang datang dari negara tropis.

Pada malam sholat tarawih, alhamdulillah banyak juga ibu-ibu yang ke masjid. Loh emang biasanya gimana?
Disini, kebanyakan perempuan itu tinggal di rumah. Hari-hari biasa jarang ada jamaah perempuan yang sholat di masjid. Saya sekeluarga tinggal di ibukota Qatar yaitu Doha, dimana banyak juga kaum papa. Mereka malah sudah tinggal disini puluhan tahun, tinggal sendiri (laki-laki), anak-istri tinggal di negaranya. Disini banyak orang Pakistan, dan pendatang dari negara-negara lainnya yang sudah menetap disini puluhan tahun, mereka banyak juga yang sudah tua (jadi inget orang tua di kampung), mereka masih bekerja demi menyambung hidup, kadang bergerombol di pinggir-pinggir jalan untuk menanti sebuah pekerjaan. Mereka sama sekali gak mengemis loh...
Biasanya disuruh untuk mengangkat-ngangkat barang, atau kalau ada orang pindah rumah, jasa mereka tentu sangat dibutuhkan. (Disini karena kebanyakan orang tinggal di apartemen, villa, dll, jadi pindah rumah itu sudah hal biasa. Terlebih jika uang sewa rumah naik, jalan terbaik ya nyari rumah yang lebih murah. Kecuali kalau uang perumahan dari perusahaan masih mencukupi, tidak pindah rumahpun gak masalah).

Nah dari sekian banyak penduduk disini yang kebanyakan adalah pendatang, kebanyakan dari mereka adalah laki-laki yang tidak membawa family atau keluarganya. (Ada batas minimal gaji/pendapatan per bulan untuk bisa stay/tinggal disini bersama keluarganya). Yang dibawah standart ya tidak boleh membawa keluarganya.
Bisa kebayang jika kebanyakan yang tinggal disini adalah laki-laki, jadi masjid itu kebanyakan jamaahnya ya laki-laki. Untuk perempuan, disedikan ruang khusus untuk sholat, masjid yang dihari-hari biasa tidak ada ruang khusus untuk perempuan, baru dibuatkan sekat menjelang bulan Ramadhan seperti sekarang. Nah pas sholat tarawih hari pertama kemarin, di masjid dekat rumahku, tempat sholat untuk laki-laki sampai penuh, bahkan sampai halaman sedangkan untuk perempuan tidak penuh.

Untuk yang laki-laki, dapat tempat sholat di luar atau di halaman itu berarti panas. Loh malam hari koq panas? iya, kalau musim panas, malam haripun udara panas. Air wudhupun masih hangat. Kebayang kalau siang, di rumah air harus didinginkan di ember terlebih dulu atau tempat penampungan air yang lain.
Nah dapat tempat sholat di luar ini artinya harus rela sholat sambil keringat bercucuran. (kayak kerja apa aja yah?). Kalau mau dapat tempat sholat di dalam, yang ada AC-nya ya harus berangkat segera setelah adzan berkumandang.

Untuk perempuan, karena yang berangkat sedikit (gak penuh gitu), ya dapat di dalam ruangan semua, artinya ada AC. Nah kemarin ada kejadian seperti ini. Disini, untuk tempat-tempat sholat, entah masjid atau mushala yang di mall-mall, selalu ada kursi (biasanya kursi plastik) yang disediakan untuk orang-orang khusus. Entah sakit apa saya gak tahu, tapi ada saja yang sholat sambil duduk begitu. Nah kemarin di masjid itu, ada yang sholat pakai kursi gitu, dia ambil tempat di tengah shaf. Otomatis di belakang dia tidak bisa ditempati jamaah lainnya, karena tidak muat untuk sujud. Yang aku heran, kenapa dia gak ambil tempat di pinggir shaf? jadi shaf dibelakangnya bisa rapat, tidak bolong-bolong begitu? Ada juga sih yang ngerti, sholat pakai kursi dan ambil tempat dipinggir. Dan ketika pulang, mereka jalan biasa tuh? ataukah badan merasa sakit ketika dipakai untuk sujud dll?
Alhamdulillah kita yang diberi kesehatan, sholat bisa sempurna gerakannya, dan tentu ada banyak manfaat dari semua gerakan-gerakan sholat, mulai dari tabiratul ikhram, ruku, sujud hingga salam. Subhanallah...

Tadi mau ngomongin cuaca dan sholat tarawih jadi panjang lebar sih? kali ini bukan ngomongin soal anak-anak, tapi serba-serbi, gakpapa ya :)
Untuk masalah cuaca, alhamdulillah anakku bisa melewatinya, dan memang sekolah masih libur artinya bisa tinggal di dalam rumah saja. Dan bisa selesai hingga waktu berbuka puasa. Untuk saat ini, bisa dikatakan puasanya lama (jamnya) karena pukul 03.35 sudah adzan Subuh dan pukul 18.20 baru adzan Maghrib.
Tentu banyak hikmahnya bagi kami yang tinggal disini.

Semoga kita bisa menikmati indahnya bulan suci Ramadhan kali ini dan menjumpai lebih banyak lagi kemikmatan dari Allah SWT. aminn...

Read more...

Tentang Qatar | Serba-serbi Qatar

>> Friday, 29 July 2011

Ini yang punya blog kemana sih? punya blog tapi jarang di update.
Beberapa hari yang lalu sobat Ferdinand nanya, apa permainan tradisioanal anak-anak di Qatar?


Karena permainan tradisional Qatar aku gak ngerti, nulis serba-serbi aja yah, pasti seru bacanya. Artikel ini bukan hanya untuk sobat Ferdinand loh, tapi artikel ini buat semua teman-teman pengunjung blog seputarduniaanak.blogspot.com ini.

Untuk saat ini, kami (maksudnya saya sekeluarga) tinggal di Qatar, tinggal di rumah susun :D
Jadi boleh dibilang kami tidak mempunyai halaman, dan memang kebanyakan apartemen disini begitu, tanah dihabiskan untuk bangunan, ground floor untuk tempat parkir bagi penyewa apartemen. Kebayang panasnya kan? gak ada teduhnya sama sekali.

Tetapi untuk teman-teman yang menyewa rumahnya memilih villa, tentu mereka punya halaman. (kadang ada yang gak punya halaman juga sih).
Berbeda dengan teman-teman disini yang dari perusahaan tempat suaminya bekerja mendapatkan perumahan, tentu mereka tinggalnya di komplek. Kadang ada lahan/taman juga meski sedikit.

Permainan tradisioanal Qatar? hmmm apa ya? kayaknya gak ada deh..
Orang-orang sini bentuk rumahnya seperti villa-villa gitu, pagar rumah tinggi, jadi aku gak ngerti permainan mereka itu apa. Untuk kita, orang Indonesia yang tinggal disini, bermain ya di dalam rumah atau kalau tidak ya ke taman. Mungkin itu sebabnya, taman disini selalu ramai, apalagi kalau musim liburan. Karena bisa jadi, di rumah gak ada mainan.
Pergi ke taman tentu harus ada yang mengawasi, entah orang tua atau pembantu. Karena di taman sendiri ada security-nya, dan selalu memperingatkan agar kita selalu mengawasi anak-anak saat bermain. Juga terkadang, di hari Jum'at (weekend di Qatar), taman sengaja untuk family. Artinya yang datang ke taman tidak bersama familynya akan disuruh pergi. Padahal taman tidak ada pagarnya loh, bisa aja kan ada orang yang bukan family masuk? Iya sih, mereka bisa aja masuk, tapi security akan terus berkeliling, hehe....
Jadi ya tetep aja disuruh pergi.
Permainan yang tersedia di taman ya sama aja, ada ayunan, prosotan, dll.

Taman (park) di Qatar sini, di tempat terbuka, biasanya gratis, tempat parkir gratis. Di Qatar tidak ada tukang parkir, hehe... Parkir yang bayar ada di tempat-tempat khusus, misalnya airport, dan building yang memang untuk lahan parkir. Kalau parkir di depan toko, di taman, di mall mah gratis.
Ada taman bermain yang belum lama di buka, tapi masuknya bayar. Tapi aku belum pernah kesana, apalagi sekarang di Qatar sedang summer/musim panas. Untuk tempat bermain seperti timezone ya tetep bayar.

Untuk yang tajir/kaya, mainan beli motor gurun buat main di gurun (50 km dari rumahku). Atau beli speedboard untuk main di pantai Corniche. Untuk yang gak punya motor gurun jangan berkecil hati, bisa menyewa dengan tarif QR 200/jam.

Disini enak koq, keluar bawa mobil tinggal isi bensin, harga QR 1 /liter atau sekitar Rp 2.500,00 tidak perlu menyiapkan uang untuk parkir, uang jalan tol dll. Tinggal jalan kemana arah yang mau di tuju.
Tapi jangan seneng dulu, denda pelanggaran lalu lintas tinggi sekali :(
Tapi kalau dipikir-pikir denda tinggi balik ke rakyat lagi koq, contohnya jalan alus, kadang belum rusak tapi sengaja dirusak untuk dibagusin lagi, jalan yang lebar, rambu-rambu tertib, tidak ada uang suap ke polisi, dll.

Berikut ini beberapa contoh pelanggaran dan besar dendanya di Qatar yang sering terjadi (sebenarnya banyak sekali denda, tapi ini yang sering terjadi aja ya):

- Melanggar lampu merah - QR 6000
- Tidak pakai seat belt di kursi depan - QR 500
- Mengemudi sambil menggunaka HP, sibuk mengatur televisi - QR 500
- Anak umur kurang dari 10 tahun duduk di kursi depan - QR 500
- Parkir tidak pada tempatnya - QR 300
- Melebihi batas kecepatan yang ditentukan saat di jalan - denda mulai QR 500 ditambah QR 100 tiap kelipatan 10km/jam
- Mengemudi tanpa SIM - QR 1500

Kurs QR 1 = Rp 2.500 (sekitar itu, tapi tergantung nilai $ ). Hitung sendiri besar dendanya yah!

Tanya jawab (nanya sendiri dijawab sendiri, hihi...)

  1. Kalau melanggar tapi gak ada yang melihat gimana? tenang....di setiap perempatan ada camera yang selalu siap menjepret siapa saja yang melanggar. 
  2. Koq bisa? iya bisa, tinggal diphoto nomor plat mobilnya koq.
  3. Kalau plat mobilnya palsu? emang di Indo. :D Di Qatar tidak ada nomor plat mobil/motor palsu, semua terarsip dalam dokumen. Nomor mobil sekian yang punya siapa? tinggal cari datanya di internet.
  4. Kalau mobil dipinjem teman, tapi melanggar gimana? ya inget2 aja kapan mobil dipinjam, tgl berapa, nanya dipakai kemana, lewat jalan mana aja, terus cek di internet, terjadi pelanggaran pas dibawa sendiri atau pas dipinjem temen. Makanya di Qatar sini jarang sekali orang pinjem-pinjem mobil, resikonya gede.
  5. Kalau terjadi pelanggaran, dapat pemberitahuan lewat surat? tidak ada surat. Kadang kita tahu kalau mau istimara (perpanjangan mobil), bisa pingsan deh kalau ada beberapa kali pelanggaran. Makanya kalau habis jalan, paling tidak seminggu setelahnya cek di internet.
  6. Kalau parkir gimana? Parkir yang khusus ya ada tandanya khusus, kalau tidak ada berarti boleh untuk umum. Parkir khusus misalnya untuk orang yang berkursi roda. Mobil khusus buat pengguna yang berkursi roda ada sticker khusus. Kalau mobil tidak bersticker kursi roda, tapi parkir di tempat parkir yang bertanda untuk pengguna kursi roda, ya bakal kena tilang. Ditempeli kertas permberitahuan sama polisi. Koq bisa? Polisi siap berkeliling kemanapun, terutama tempat ramai yang susah nyari parkir. Ngerti sendiri kalau susah dapat parkir kadang terus parkir sembarangan. Kalau di Qatar ya gak bisa, mending parkir letaknya jauh tapi aman daripada kena denda.
  7. Kalau melebihi batas kecepatan? Jalan di Qatar sini kebanyakan pakai bunderan (roundabout), yang memakai perempatan ada juga, jadi kadang ada perempatan ada bunderan. Setiap habis bunderan mesti ada rambu lalu lintas, berapa kecepatan yang ditentukan untuk jalan tersebut. Misal:  aturannya 80km/jam, tapi Anda melaju dengan kecepatan 90km/jam ya kena denda. Gimana ngitungnya? tenang, ada radar yang selalu memantau kemanapun kendaraan melaju. :) Jadi gak bisa dibohongi.
  8. Kadang ada jalan yang misalnya gini: bunderan ini batas max 100km/jam, ganti bunderan 80km/jam. Kadang kita terlena, masih menyamakan dengan jalan sebelumnya yang 100km/jam. Nah di jalan yang seperti ini banyak teman yang kena denda.
Itulah sedikit tentang Qatar, semoga ada gambaran. :)
Gambar uang Qatar bisa dilihat di dapurpunyaku.
Artikel ini bukan tentang anak-anak ya? gakpapa deh...

NB:
Untuk teman-teman muslim dimanapun Anda berada, saya mengucapkan selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Sekalian mau mengucapkan, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432 H, yang tinggal 2 hari lagi, mohon maaf lahir dan batin jika selama ini saya ada salah-salah kata, salah-salah komentar, dll.
Semoga kita bisa menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah lainnya dengan khusyu' dan hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Amin...

Update:
Hari Sabtu ( 13 Agustus 2011) kemarin pergi ke salah satu mall, untuk parkir udah mulai bayar (entah uji coba atau seterusnya, narti kurang ngerti) dan ternyata mahallll....
Jam pertama 2 riyal, jam kedua sekian dan kayaknya berlaku kelipatan (gimana ngitungnya gak ngerti), kemarin parkir sekitar 3 jam bayar 18 riyal *gubrak*
Berapa rupiah tuh??

Baca artikel lainnya:
Mengajari Si Kecil Berpuasa.
Agar Si Kecil Kuat Berpuasa.
Konsumsi buah di saat buka dan sahur. 
Tips berpuasa Ramadhan bagi ibu hamil.
Aktifitas seru bagi anak pengisi Ramadhan.
Baju Lebaran.

Read more...

Pakaian adat itu milik kami

>> Tuesday, 12 July 2011

Bagaimana sih caranya mengenalkan kebudayaan kepada anak-anak? Dengan melihatnya secara langsung, tentu saja akan lebih mudah diterima anak. Misalnya saat ada pertunjukan, sekalian diajak nonton anak juga diterangkan maksud atau arti dari pertunjukan tersebut. Contoh lainnya, misalnya dengan mengunjungi musium, tempat-tempat wisata bersejarah, candi, dll. Hal itu akan mudah kita lakukan bila kita tinggal di Indonesia.

Bagaimana dengan yang tinggal di LN? Inilah salah satu cara kami mengenalkan kebudayaan itu kepada anak-anak, generasi muda penerus bangsa.


Kartini-kartini kecil yang anggun.

Anak-anak dengan pakaian adat, pentas akhir tahun TPA.

Tinggal di LN, tidak mudah menemukan pakaian adat seperti itu, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Untungnya di Qatar sini ada yang punya inisiatif menyewakan pakaian adat untuk anak-anak. Meskipun tempat tinggalnya 50 km dari Doha, kami tetap meminjamnya. Beliau membawa pakaian adat lengkap dengan pernak-perniknya itu dari Indonesia. Pokoknya mirip kalau kita menyewa pakaian di salon ketika di Indonesia. Satu stel pakaian adat, pernak-pernik, ikat pinggang, sandal/slop, dll.

Yang menjadi kendala disini, karena stock terbatas, kadang baju terlalu kecil. Atau anak-anak disini yang pertumbuhan badannya terlalu subur ya? Mungkin karena pengaruh dari makanannya juga.  :D
Namanya anak-anak yahhh... berangkat dari rumah sudah rapi jali, tapi sebelum pentas mereka bermain dulu. Kebayang kan, pakai pakaiannya seperti itu tapi mainnya berlari-larian. Tiba saatnya pentas ke atas panggung sudah tidak serapi seperti saat berangkat.

Acara pentas seni akhir tahun TPA ini juga untuk menujukkan bahwa Indonesia kaya budaya. Acara dilaksanakan di gedung pemerintah, gratis (dengan syarat dan ketentuan berlaku, harus menjaga kebersihan). Acara ini juga dihadiri oleh wakil dari pengelola gedung. Kata sambutan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia karena ada tamu yang bukan WNI. Untuk pentasnya sendiri anak-anak ya tetap menggunakan bahasa Indonesia. Tapi, wakil dari pengelola gedung tersebut dapat menikmati acara ini juga dan semoga beliau berkesan dengan acara ini.

Kapan lagi kita menunjukkan kepada anak-anak bahwa Indonesia itu kaya budaya kalau bukan dengan cara-cara seperti ini? Berbeda dengan di Indonesia, memakai baju adat bisa dikatakan sering, misalnya saat ada acara pernikahan, acara sunatan, memperingati hari Kartini, dsb.

Tapi bagi kami yang tinggal di LN, inilah salah satu cara kami mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak, dan kami bangga bahwa pakaian adat itu milik kami. Meskipun beda daerah, beda pakaian adatnya, beda bahasa daerahnya tapi kami tetap satu kesatuan bangsa Indonesia.

***
Artikel ini diikutsertakan dalam Give Away Competitions yang diadakan oleh sobat Ferdinand, dengan tema "Saya Bangga Menjadi Bagian Dari Indonesia"

Read more...

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!