Powered by Blogger.


Serba-serbi Ramadhan

>> Sunday, 30 August 2009

Bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah sedang kita jalani sebagai ummat muslim. Tentu banyak kegiatan dalam rangka menyambut maupun mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Dari habis sahur sampai mau sahur lagi, penuh dengan kegiatan.

Kita menyambutnya dengan suka cita, bulan yang penuh ampunan, penuh berkah dan rahmat-Nya. Untuk anak-anak, kegiatan mulai dari tarawih, tadarus/mengaji, takjil (jadi kangen nih masa-masa kecil dulu) atau kegiatan positif lainnya. Takjil, kegiatan mengaji di masjid pada sore hari biasanya dimulai habis sholat Ashar, hingga waktu berbuka puasa tiba. Alangkah senangnya ketika dibagikan makanan dari masjid untuk berbuka bareng teman-teman sebaya. Setelah berbuka puasa, dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah.

Setelah sholat Maghrib terus pulang, pasti anak-anak akan bercerita dengan antusias kepada orang tua setibanya di rumah, tadi waktu mengaji diajari apa, ketemu siapa saja waktu mengaji dan sebagainya. Setelah adzan Isya berkumandang, baru ke masjid untuk sholat berjamaah yang dilanjutkan sholat tarawih sampai selesai.

Bagaimana kalau anak kita masih kecil, sedangkan kita sebagai orang tua ingin ikut berjamaah sholat tarawih di masjid? Persiapannya tentu lebih ribet lagi. Si kecil pakaikan diapers, untuk menghindari mengompol di masjid. Bawa 1 mainan yang disukainya, pilih yang ukurannya kecil dan tidak mengeluarkan bunyi, karena bisa mengganggu jamaah lainnya tentu saja. Jadi ketika ditinggal sholat, si kecil bisa main sendiri. Persiapan lainnya adalah susu botol. Tapi untuk anak yang sudah mulai merangkak atau sedang senang-senangnya berjalan, tentu bukan hal mudah untuk meninggalkan si kecil sendirian, sedangkan kita sholat. Bisa-bisa sholatnya malah tidak khusuk karena sambil mengawasi si kecil. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah suasana yang nyaman, karena si kecil akan rewel kalau dia merasa tidak nyaman.

Kalau di kampungku (kampungnya mana sih??) untuk anak-anak dan orang tua dipisah tempat sholatnya. Orang tua di masjid, sedangkan untuk anak-anak meminjam rumah warga yang rumahnya luas untuk sholat tarawih bersama selama sebulan. Kebayang kan luasnya rumah jaman dulu?
Jadi yang membawa anak kecil atau yang baru melatih si kecil sholat tarawih bisa sholat di tempat anak-anak. Imam sholat tetap saja orang dewasa, tapi tentu dipilih bacaan suratnya yang pendek-pendek. Isi ceramah juga tentang anak-anak.

Kapan anak mulai diajarkan puasa? Anak bisa diajarkan puasa mulai umur 5 tahun. Jangan dipaksakan kalau belum kuat. Baca artikelnya disini.
Tapi tergantung orang tuanya masing-masing dan tentu lingkungan sekitar sangat berpengaruh. Misalnya, saat pengajian buka bersama ( bercampur antara anak-anak dan orang tua), ada anak yang umur 5 tahun sudah diajari puasa sama orang tuanya. Terus ada anak yang lebih besar, tapi tidak puasa dan ibunya memberi permen ke anaknya dengan rasa tak bersalah (cuek) dan si anak langsung makan itu permen. Tentu saja si anak yang puasa kepingin (makan) juga dan bilang ke ibunya, lalu ibunya menjawab, sebentar lagi sudah mau buka (puasa). Alhamdulillah si anak yang puasa tidak jadi membatalkan puasanya dan lanjut terus sampai adzan maghrib berkumandang. Dalam hal ini jelas, bahwa peranan orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh kepada cara kita mengajarkan anak untuk berpuasa.

Bagaimana dengan teman-teman? Sharing di kolom komentar ya!


tags: takjil, anak mulai puasa, agar si kecil betah di masjid, sholat tarawih, mengajarkan anak berpuasa.



Baca juga:
Mengajari Si Kecil Berpuasa.
Agar Si Kecil Kuat Berpuasa.


18 comments:

Tak penting buatmu 30 August 2009 at 17:20  

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan pembiasaan yang baik terhadap anak-anak, yang penting adalah kemauan dari kita sebagai orangtua, dan salah satunya ya seperti yang mba lakukan, sukses selalu ya mba!
Salam takdim

attayaya 30 August 2009 at 23:02  

anak2 selalu dibagian belakang
terus dijaga ma yg galak
bawa2 rotan
kalo nakal, kena sebat

narti 31 August 2009 at 04:30  

@ Mbah Cyber, terima kasih.
@ Tak penting buatmu, iya benar sekali, tergantung bagaimana kita sebagai orang tua.
@ attayaya, wah seperti itu ya? anak-anak jadi takut, terus anteng ya?

Abikuni 31 August 2009 at 07:43  

Pembiasaan yang positif selalu dimulai dari kecil, agar ketika besar tidak merasa "berat". Artikel bagus buat pembelajaran

Mas Doyok 1 September 2009 at 07:26  

seneng banget di kampungku anak anak sd udah pada begadang sampai jam 10 ikut tadarus mbakkk

kakara 1 September 2009 at 18:39  

jd inget ke kampung ya mba.. he2
keep share :)

hill 1 September 2009 at 23:52  

trims mbak sharingnya, jadi bekal sy di hari depan :)

genial 2 September 2009 at 20:57  

keren dund di pisah gtu... tp apa gag jd ribed tuu buat si tuan rumah?!??! bergilir kah?!??!

ruri 3 September 2009 at 03:52  

kebiasaan yg positif seharusnya diajarkan sejak dini. karena dengan demikian akan terbentuk watak atw karakter yg baik.

narti 3 September 2009 at 03:52  

@ genial, tidak membuat repot yang punya rumah, mereka menyediakan tempat saja, kalau persiapan dan perlengkapannya yang mengurus tetap panitia Ramadhan. Tidak bergilir juga, tetap dirumah itu selama bulan Ramadhan dan kebetulan malah sudah dipakai selama bertahun-tahun (rumahnya memang besar juga sih).

Untuk teman-teman: Abikuni, Mas Doyok, kakara dan hill terima kasih sudah menyempatkan menulis komentar.

mohanlink™ 3 September 2009 at 12:50  

Memang anak-anak itu sangat perlu dididik dengan cara yang sangat lemah lembut tapi bermakna dan kena. Sehingga dapat membentuk kebiasaan yang berguna bagi dirinya maupun bagi orang lain

genial 3 September 2009 at 20:38  

mampir malem sambil ngisep choki-choki mba' bole kan?!??! nunggu gerubug saur nii :)

narti 5 September 2009 at 04:15  

@ ruri, iya, benar sekali mbak.
@ mohanlink, sip.
@ genial, boleh. malam hari kan? hehe....

indoneter 5 September 2009 at 22:06  

kl ortu sdh mau mengajarkan dr dini, anak2 pasti sdh terbiasa nantinya, thanks dah share

narti 8 September 2009 at 05:51  

@ indoneter, iya benar sekali.

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!