Powered by Blogger.


Kiat Memahami Anak

>> Sunday, 27 September 2009

Setiap orang tua tentu berkeinginan agar anak-anaknya kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, anak yang cerdas, anak yang kreatif, anak yang mandiri, anak yang sholeh/sholehah, anak yang bertaqwa. Dan mungkin masih banyak harapan-harapan lainnya sebagai orang tua. Meskipun bukan untuk menjadikan anak yang sempurna (karena tidak ada manusia yang sempurna), tapi untuk menjadi yang terbaik. Semua kita lakukan semata-mata untuk kebaikan anak-anak.
Dunia anak-anak tentu berbeda dengan dunia kita, dunia orang dewasa. Anak-anak memiliki pribadi yang unik. Berikut ini kiat memahami anak-anak yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Dunia anak, dunia bermain.
Dunia anak-anak adalah dunia bermain, hampir semua kegiatannya adalah bermain. Bermain sambil belajar (belajar sambil bermain), mengeksprolasi benda-benda yang ada di sekitar mereka merupakan kegiatan yang menyenangkan. Arahkan pada permainan yang merangsang pertumbuhan otak dan phisiknya. Perhatikan dalam memilih mainan untuk anak-anak ataupun memilih permainan anak.

2. Suka meniru.
Entah kita sadar atau tidak, apa yang kita ucapkan, kita lakukan, tentu akan ditiru anak-anak. Makanya kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik pada anak-anak. Anak-anak adalah cermin orang tuanya. Tapi bukan hanya dari orang tua saja, anak-anak akan meniru dari lingkungan sekitar atau media lain seperti televisi. Orang tua harus selektif dalam hal ini.

3. Masih berkembang.
Anak-anak masih berkembang baik secara fisik maupun phikis. Dengan melalui beberapa tahap, akan membentuk kepribadian anak itu sendiri.

4. Anak-anak tetaplah anak-anak.
Mereka belum dewasa, maka jangan dibandingkan dengan orang dewasa. Baik dari pola pikirnya, apalagi dari phisiknya.

5. Kreatif.
Selain tumbuh dan berkembang, anak-anak adalah pribadi yang kreatif, suka bertanya, rasa ingin tahu yang tinggi, suka berimajinasi. Kalau anak bertanya tentang sesuatu, jawablah sesuai usia anak. Penjelasan yang berbelit-belit akan susah diterima anak. Sampaikanlah dengan bahasa anak-anak, bahasa yang mudah di mengerti, sesuai kemampuan mereka dalam menerima informasi baru.

Salma (2 tahun), yang sedang asyik bermain balok susun, tiba-tiba langsung berdiri, terus naik ke atas kursi. Pandangan matanya ke arah jendela, mulutnya berbicara pelan, sambil tangannya bergerak ke kanan dan ke kiri. Ternyata dia bicara sama seekor burung yang hinggap di jendela. Kalau kita orang dewasa, melihat burung hinggap di jendela merupakan hal yang biasa. Tapi bagi anak-anak hal itu menarik perhatiannya, menimbulkan rasa ingin tahu, burungnya sedang apa di jendela, ada berapa ekor dan sebagainya. Dan juga si anak akan mengenal suaranya, bahwa suara burung itu cuit-cuit, belajar bicara, menambah kosa katanya.

Kadang kita merasa tingkah mereka lucu, tapi itulah dunia mereka, dunia anak-anak. Kita sebagai orang tua harus memahami kreatifitas anak-anak dan mengarahkannya ke hal-hal yang positif.


Tags: kiat memahami anak, anak merupakan pribadi yang kreatif, anak memiliki pribadi yang unik, dunia anak dunia bermain, membentuk pribadi anak, bermain sambil belajar, belajar bicara, anak mengenal suara hewan.


Baca juga:
Saat anak merekam pembicaraan Anda.
Ketika si kecil mulai bicara.

27 comments:

arkasala 27 September 2009 at 14:34  

saya menggaris bawahi yang kreatif itu. Kita perlu mengarahkan supaya kreatifitasnya bisa berkembang ke arah yang positif.
Trims sekali atas tipsnya.
Salam

jhonson blog 27 September 2009 at 15:06  

mantab sekali info nya...bagaimanapun kedua orang tua lah yg menuntun nanti kelak anak itu seperti apa sifat dan prilakunya :D

Ica 27 September 2009 at 17:03  

Anak-anak tetaplah anak-anak.
Siiip... kadang kita lupa itu... sehingga kita sering memaksakan apa yang kita mau tanpa melihat bahkan memahami tentang jiwa anak di usia mereka.
---------- Mbak, i miss u ------------------

hill 27 September 2009 at 17:53  

point 2 sepertinya org tua hrs memperlihatkan prilaku yg baik d dpn anak2, supaya ditiru gn baik jg :)

reni 27 September 2009 at 18:37  

Setiap anak adalah pribadi yang unik, dan utk mengenali pribadi masing-2 anak diperlukan kepekaan kita sebagai orang tua agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi dan kepribadian masing-2

narti 27 September 2009 at 18:40  

@ hill, iya, sudah ditulis juga tuh.

hendrie k_bejo 27 September 2009 at 18:53  

Orangtua Harus Menjadi Tauladan bagi Anak2nya

muchlisin 28 September 2009 at 05:36  

Seringkali orangtua tidak memahami dunia anak. akibatnya, terjadi salah proses didik di masa ini. Padahal inilah masa terbaik, golden age yang akan menentukan masa depan anak.

newbi 28 September 2009 at 13:20  

info yang keren sob
pasti anak psikolog ya :):)

Cheexa 28 September 2009 at 20:38  

sekedar tanya mba'... yang di maksud tag itu apa sih mba'?!?!? di akhir tulisan ini ada tag.. itu apa?! pilihan katanya siapa yang nentuin?

narti 28 September 2009 at 21:42  

@ Cheexa, tag, kata2 yang berhubungan dengan artikel, yang menentukan kata-katanya kita sendiri.

Reza Fauzi 29 September 2009 at 01:53  

oh jadi gitu ya, kayanya saya harus lebih memahami adik2 dan sepupu2 saya nih, hehe

narti 29 September 2009 at 04:10  

@ Cheexa, sama seperti nulis artikel, tags ditulis di paling bawah setelah artikel selesai. Pernah baca website, ada juga yang sudah menyediakan fasilitas untuk tags (nama domainnya lupa) tapi untuk blogspot belum ada fasilitas ini.

devianty 29 September 2009 at 05:44  

informasi yang berguna buatku, supaya kelak aku bisa menjadi orang tua yang bijak dan menjadi panutan anak-anak..

bayunature 29 September 2009 at 11:20  

I like kid,....masa mereka masa paling bahagia...

Personal sharing 29 September 2009 at 12:08  

Tulisan mb narti selalu berguna untukku. Aku punya anak cewek usia 2,9 thn. Sedang berada dalam fase kritis perkembangan anak. Tips2 mb narti nih selalu 'masuk' dan cocok banget utk diterapkan. Thanks lho mbak... :-)
.
Edwin

denpry 29 September 2009 at 12:37  

yang namanya anak memang maunya yang macam2...sampai kadang bingung milih yang terbaik untuk anak..terima kasih artikelnya yach

Cheexa 29 September 2009 at 16:40  

ooo gtu yah mbak.. yg saya bingung, waktu ke tempatnya kangBoed, (lupa alamatnya*) tiap tagnya itu bisa di klik.. tp knp yg di sini nggak yah?!?!? harusnya gimana?!?!?

maaf jd ngerepotin :(

narti 29 September 2009 at 16:45  

@ Cheexa, aku juga bingung kalau soal itu karena pernah juga menemukan yang tags-nya bisa diklik. Tapi ada juga yang domain .com tapi gak bisa diklik. Nanya yang lebih tahu saja ya, aku juga kurang paham soal ini. Maaf.

Lata 29 September 2009 at 21:36  

anchor text sudah saya perbaiki...
maaf atas keterlambatannya :(

oh iya.. ada award tuk mbak di tempat saya, silahkan di ambil :) terimakasih :)

sendal jepit 30 September 2009 at 01:42  

kalau saya sih mungkin memandangnya agak berbeda kali ya.. bagi saya kalo bener2 ingin memahami watak anak (termasuk sifatnya ,hobinya, pembawaannya) maka jadilah temannya.. saya bisa jadi kudanya.. terkadang saya jadi motornya, atau malah jadi musuh power rangersnya.. yang jelas itu saya lakukan dengan satu tujuan.. membahagiakan makhluq Allah (dari pada membahagiakan orang lain duluan ? mending dalam lingkup keluarga dulu kan ?)

narti 30 September 2009 at 04:20  

@ sendal jepit, benar sekali, meskipun demikian anak tetap harus respect dan menaruh hormat pada orang tuanya ya, mudah-mudahan begitu.

ismi.. 30 September 2009 at 06:03  

info yang bermanfaat sobat

Arya Muhamad 4 November 2009 at 02:19  

Apa kabar kakak ? wah makin informatif aja blognya. Terkait hal ini memang sebaiknya orang tua dapat memahami segalanya tentang anaknya. Bisa dengan sharing, curhat dan memahami tingkah lakunya.

Tapi sayangnya ada beberapa keluarga yang kurang atau bahkan tidak dapat memahami anaknya. Lantaran mereka bertengkar, terlalu sibuk, perceraian, terlalu membebaskan, individualis dan lainnya.

beberapa sangat protektif dan sangat dogmatis. Bagi mereka orang tua yang harus didengar dan tidak mau memahami anaknya secara langsung. Tetapi mereka merasa memahami anaknya tentunya dengan persepsi mereka sendiri yang sebenarnya tidak paham. Pada kondisi ini anak harus turut kata orang tua, tanpa orang tua mendengarkan aspirasi anaknya

dari Seorang calon Ilmuwan Muslim yang sedang jatuh Cinta

narti 8 November 2009 at 09:15  

@ Ismi, terima kasih.
@ Arya, kabar baik Arya.
Memang ada type orang tua yang seperti itu. Tapi Arya sendiri sepertinya bijaksana jadi orang tua nantinya, pemikirannya dewasa, padahal umurnya masih...hehe...(disimpan aja, tidak aku tulis disini). Terima kasih Arya.

Blog Motivasi Sukses 10 December 2009 at 15:25  

benar sekali :) anak memiliki dunia yg tidak sama dengan kita makanya sebagai orang tua kita harus betul2 memahamai hal ini.

Bagi saya anak adalah harapan, doa sekaligus masa depan orang tua dunia dan akhirat, bukan begitu???

salam sukses 1%

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!