Powered by Blogger.


Anak Nakal, Bagaimana Mengatasinya?

>> Monday, 6 December 2010

Semua anak yang lahir ke dunia itu dalam keadaan sama, belum bisa apa-apa. Bagai selembar kertas putih, yang membedakan nantinya adalah tangan-tangan yang menulis di atas kertas tersebut.
Jadi, ketika seorang anak menjadi nakal, itu adalah akibat dari orang-orang di sekelilingnya. Bisa dari orang tua, lingkungan sekitar, tontonan TV atau media lain. Karena apa yang dilihat, didengar oleh anak, semuanya akan diserap oleh anak.

Anak kecil sebenarnya sudah tahu dan bisa memilih loh...
Misalnya seperti ini, suatu hari terjadi percakapan aku dengan anakku:
"Mba Ama white, mama black, " kata Salma sambil membandingkan warna kulit dia dengan kulitku.
"Mba Ama cantik, mama jelek," katanya sambil melihat muka mamanya.
Aku cuma bengong, heran, anak seumur dia sudah bisa memilih mana yang menurut dia lebih baik.

Ketika anak sedang mengerjakan tugas sekolah, PR (homework) misalnya, dan anak merasa kesulitan mengerjakannya, mana yang lebih sering Anda ucapkan kepada anak?
(a). dasar anak bodoh, soal begitu saja tidak bisa mengerjakan.
atau
(b). sayang, mama percaya kakak bisa mengerjakannya. Coba dihitung lagi atau (kalau pelajaran selain berhitung), coba dicari lagi dibuku teksnya.

Kalimat (b) tentu akan terasa lebih enak didengar oleh anak, daripada kalimat (a). Walaupun anak belum tentu bisa mengerjakan PR-nya, tapi berkat dorongan kita anak akan termotivasi untuk mencari tahu jawabannya, dan harapan kedepannya anak akan belajar lebih tekun lagi.

Ucapan kita ke anak-anak adalah do'a kita, sugesti kita untuk mereka. Jadi sebisa mungkin, ucapkanlah kata-kata yang baik untuk anak-anak.
"Tapi kadang anak-anak itu menjengkelkan". "Iya, tapi itulah proses, anak-anak masih belajar dan kita memang harus bersabar dalam membimbing mereka."

Bagaimana kalau anak itu aktif sekali?
Hal yang wajar apabila seorang anak itu aktif, bergerak kesana-kemari, tapi perlu diperhatikan aktifnya itu yang bagaimana.

1. Anak hiperaktif aktif
Adalah anak yang selalu bergerak tanpa merasa kelelahan dan ia akan merasa gelisah bila tidak bergerak. Umumnya ia akan terus bergerak bahkan baru berhenti bila ia mengalami trauma/luka. Yang penting diperhatikan adalah anak dengan kondisi seperti ini, dia tidak memperhatikan atau mengabaikan perintah yang ditujukan kepadanya, tampak tidak memperdulikan meskipun mungkin saja memberikan sedikit respon pada perintah atau sapaan yang ditujukan kepadanya. Anak hiperaktif cenderung membutuhkan obat untuk mengurangi kondisi hiperaktif tersebut.

2. Anak autis
Anak autis adalah anak yang lebih senang sendirian, tidak memberikan kontak mata kepada lawan bicara, bahkan terkadang terkesan seperti mengalami ketulian. Anak autis sedikit bicara atau tidak pernah mengeluarkan kata kata, perhatiannya lebih tertuju pada satu hal saja. Ia senang melakukan gerakan yang monoton atau berputar putar. Namun hal ini harus diperhatikan dengan sangat seksama. Anak yang pendiam belum tentu autis, tapi mungkin saja ia masuk golongan anak berbakat.

3. Anak aktif tapi berbakat
Anak yang aktif namun berbakat biasanya juga menunjukkan gejala yang sama dengan anak yang hiperaktif, namun dengan pendekatan psikologis dan terapi perilaku kondisnya akan membaik.
Jadi selama anak masih merespon dan ada kontak mata dengan lawan bicara, kita tidak perlu khawatir.

4. Anak aktif bertanya
Ada anak yang senang mengeksplorasi, rasa ingin tahu yang tinggi, banyak bertanya dan seakan tiada habisnya. Bahkan mungkin sebagai orang tua, kita sampai kebingungan menjawabnya. Berikan jawaban atau pengertian yang benar ke anak-anak karena jawaban itu akan terekam dalam memory mereka hingga dewasa.
Ketika orang tua/orang di sekitarnya memberikan jawaban yang salah, maka anakpun akan mengingat jawaban itu hingga dewasa. Contohnya, ada komentar masuk di blog ini pada artikel beberapa waktu lalu yang mengungkapkan hal ini.


Kegiatan apa yang cocok untuk anak-anak?
Belajar. Gak mungkin kan anak-anak disuruh kerja? hehe....
Untuk anak yang sudah bersekolah pasti sudah penuh dengan jadwal sekolahnya. Pulang sekolah juga pasti ada tugas-tugas yang harus dikerjakan. Kegiatan ekstra sekolah, mungkin juga ada les tambahan, mengaji dan lain-lain. Anak-anak sekarang, waktu bermainnya sangat sedikit.

Untuk anak yang belum bersekolah, apa yang cocok buat mereka? Belajar juga, tapi belajar sambil bermain. Anak usia 4 tahun biasanya sudah sekolah, sudah masuk play group. Nah untuk anak dibawah usia 4 tahun, Anda bisa membimbingnya dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar kita. Membimbing loh...itu artinya kita terlibat didalamnya, ikut bermain, ngobrol bareng anak, membacakan cerita dan lain-lain.
Dengan benda-benda yang ada di sekitar kita hal yang paling mudah adalah pelajaran berhitung.
Mengenal warna, bisa menggunakan mainannya, atau dari buku. Buku untuk anak-anak biasanya full color kan? Nah manfaatkan warna-warna di buku itu untuk mengenalkan macam-macam warna ke anak.
Menyanyi. Bisa kita stelkan CD/DVD lagu anak-anak. Anak-anak pasti akan lebih cepat menghafalnya. Atau bisa juga distelkan saat di perjalanan pakai mobil. Untuk sementara, yang dewasa mengalah dululah, nyetelnya lagu anak-anak dulu. Dengan demikian, anak akan mudah menghafal, perjalanan juga menyenangkan buat anak.

Bagaimana kalau anak-anak meniru apa yang kita lakukan/kerjakan?
Ya itulah anak-anak, mereka ingin tahu, ingin bisa juga mengerjakan hal tersebut.
Bagaimana kalau anak-anak menirukan ucapan kita? merekam ucapan kita?
Ya itulah anak-anak, mereka masih dalam proses belajar.

Bagaimana kalau anak-anak nakal?
Anak-anak mungkin aktif bukan nakal, itu artinya anak minta perhatian kita sebagai orang tuanya. Jangan sampai seorang pembantu lebih tahu perkembangan buah hati kita daripada orang tuanya sendiri. Janganlah kita memenuhi hari-harinya dengan kegiatan yang berat buat anak, jangan penuhi jadwal setiap harinya hingga merenggut waktu bermainnya. Biarkan ia menikmati masa kanak-kanaknya, yang takkan terulang.

Bagaimana kalau anak itu aktif dan kreatif?
Arahkan anak yang kreatif agar kreatif ke hal yang positif. Misalnya anak suka menggambar, agar tidak coret-coret di tembok, belikan dia kertas gambar dan alat menggambarnya.

Untuk seorang pembaca yang kemarin menanyakan hal ini lewat cbox, terima kasih banyak. Maaf kalau jawabannya kurang berkenan, karena saya yakin tiap orang tua punya cara tersendiri dalam mendidik dan membimbing putra-putrinya. Semoga putranya sekarang sudah tidak nakal lagi.

Untuk semua pembaca, saya mohon maaf kalau banyak yang tidak berkenan dengan tulisan di atas, karena saya juga masih belajar menjadi orang tua bagi anak-anak saya. Dan, hal-hal seperti ini tentu berubah-ubah, banyak yang berbeda pendapat, berbeda dengan ilmu pasti yang 1+1=2.

Semoga bermanfaat!

Baca juga yang ini yuk:
Berbagai gaya orang tua.
Saat anak merekam pembicaraan Anda.
Mengasah kecerdasan anak lewat permainan | Macam-macam kecerdasan.
Penghambat kemampuan si kecil.
5 kebiasaan buruk ayah dan ibu.

31 comments:

Media Online News 6 December 2010 at 08:52  

bener juga mbak... setiap orang tua pasti punya cara tersendiri dalam mendidik dan membimbing anaknya....

BeDa 6 December 2010 at 09:06  

Setuju. Banyak kiat mendidik anak dalam pendekatan psikologi. Bahkan untuk psikologi saja ada banyak pendekatan.

Semoga anak-anak kita menjadi penyejuk mata. Tumbuh menjadi generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

Salam ukhuwah

Pejuang Cinta 6 December 2010 at 09:23  

setuju dengan positngan ini...

Bunda Farras 6 December 2010 at 11:04  

wah kayaknya Farras termasuk yang ke 4 tuh bun .. TFS :)

Djangan Pakies 6 December 2010 at 11:31  

Assalamu'alaikum Ning Narti
Benar sekali sebenarnya menjadi apa anak kita kelak orang tualah yang paling banyak memberikan cetakan. Orang tua dengan segala sikap dan perilaku akan cenderung dijadikan contoh anak dalam bersikap.
Dan orang tua harus menyadari karakteristik anak, tergolong yang nomer berapa sehingga tahu cara mengatasi permasalahan yang ada.
Syukron sharenya sangat bermanfaat

narti 6 December 2010 at 11:56  

@ Djangan Pakies, wa'alaikumsalam, terima kasih masukannya.

catatan kecilku 7 December 2010 at 04:55  

Bagus sekali mbak sharingnya... berguna sekali buatku yg juga sedang belajar mengasuh anak.

the others.... 7 December 2010 at 04:57  

Mendidik anak memang tak mudah, mbak. Salah langkah dalam mendidik bisa merugikan masa depan anak2 kita.

NURA 7 December 2010 at 08:28  

salam sobat
ternyata nakalnya anak bisa diatasi dengan tips ini.
trims sharingnya mba.

Teras Info 7 December 2010 at 14:03  

Terimakasih atas info sekaligus tipsnya....
ini bisa menjadi bekal saya jika sudah berkeluarga dan mempunyai keturunan nanti.....

terimakasih banyak...

Dhana/戴安娜 7 December 2010 at 15:14  

salam shaabat
sebenarnya bukan nakal itu menandakan hal yang wajar dibalik kenakalan tersebut bagimana mengatasinya sangat bagus mbak penjabarannya,maaf telat

fb 7 December 2010 at 17:36  

Kalo nakalnya masih wajar ya enggak apa2 namanya juga anak-anak :)

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia 8 December 2010 at 00:15  

Anak nakal gapa2...
anak kurang ajar...sikat deh.
thanks kawan..

Tutorial Blog 8 December 2010 at 03:57  

iya nih, aku punya adek nakal banget, tapi nakalnya mungkin masih dalam wajar, nakalnya dia tuh kalau minta sesuatu pasti maksa, terus kalau ga dikasih ngamuk ma nangis,,mungkin kayaknya karena terlalu dimanja kali ya sama keluarga,,ngatasinya gimana ya,kak?

WK 8 December 2010 at 05:40  

anak saya ada 3 cowok semua, ketiganya berbeda karakter. Si sulung: pendiam dan pendendam, nomor dua: 'nakal' suka memanjat apa saja, suka mpo, tapi 'cengeng', nomor tiga: kalo marah suka mengamuk, apa saja yang ada di depannya dibanting.

Moga artikel ini bermanfaat...

choirul 8 December 2010 at 08:21  

seperti hadits Rasulullah..

Setiap anak manusia yang lahir dlam keadaan fitrah, orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, majusi, atau yahudi...

postingan yang bagus....

Ferdinand 8 December 2010 at 13:32  

tapi klo kecilnya nakal banget, biasanya gedenya justru nurut tuh Mbak... kata ibuku gitu tau bener apa gak... haha... anak kan ngikutin apa yg dibuat orang tuanya bukan yg cuma dikatakan orang tuanya hhe...

indrahuazu 8 December 2010 at 19:02  

wah, belum punya anak je..haha

penghuni60 9 December 2010 at 05:06  

intinya hrs sabar dlm menghadapi tingkah si kcl, toh kesabaran akan berbuah manis.

volverhank 9 December 2010 at 15:50  

wah bacaan bagus nih buat yg pny anak nakal hmm

four dreams 10 December 2010 at 16:22  

oh oke deh sob infonya, jadi gitu cara ngatasin bocah nakal :)

angga7 11 December 2010 at 20:50  

hehehe jadi inget nakalku dulu waktu kecil, untung ibuku hebat bisa mendidikku smpai seperti sekarng, ya nakalnya masih normal deh :D

rezKY p-RA-tama 14 December 2010 at 01:53  

pokoknya kekerasan tapi jangan berlebihan

ijial 14 December 2010 at 07:36  

mantab info nya, berguna banget

Elsa 19 January 2011 at 10:12  

anak sahabat saya menderita autis
hidup di dunianya sendiri, suka sekali menonton TV....
sepertinya cuek dengan dunia luar
tapi ternyata dia pintar sekali bahkan bisa membetulkan alat alat elektronik yang rusak meskipun tidak pernah belajar secara formal

Flowery 21 April 2011 at 07:54  

kadang anak tuh ga nakal tapi penasaran pengen explore lingkungan sekitarnya. kita sbg ortu hrs sabar. luangkan waktu kita untuk bermain bersama anak, jadi hrs pintar bagi waktu dan kl ada hal2 yg bisa diantar ke rumah,spt belanjaan, susu,manfaatkan saja agar punya banyak waktu dgn anak

lunarever,  21 April 2011 at 12:38  

setuju sama flowery..
anak nakal pasti karna terpengaruh juga dengan lingkungan sekitarnya..
kalau kitanya sebagai orang tua juga gak bisa membimbing mereka.. pastinya akan semakin repot. :)
nah.. kalau harus keluar beli kebutuhan si baby gimana yah? apa lagi kl lagi sendiri ber2 sama si kecil?

atiek 21 April 2011 at 19:03  

sejak punya anak saya berhenti bekerja maka dari itu saya pergunakan kesempatan membuat anak mjd nyaman dan asupan gizi serta sufor yg bagus utk anak saya

susan 21 April 2011 at 19:11  

iya kita harus sering mendampingi anak anak jd kl ga perlu pun saya jarang meninggalkan apalgi sufor anak saya bisa di delevery

anjani 23 April 2011 at 08:14  

untunnya aku ibu rmh tangga jd waktu ku buat anak ckp byk yahhh jd bisa maksimal memeporhatikan asupan gizi buat anaku.. termasuk milih susu yg baik...

ocha 23 April 2011 at 08:23  

saya ibu yg bekerja tp untuk urusan memeprhatikan gizi anak saya yg masih mengurus smua sampai memilih susu buat anak.. untungnya susu anank saya ada layanan home directnya

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!