Powered by Blogger.


Mengatasi Anak Suka Hisap Kuku

>> Friday, 2 October 2009


Ada banyak alasan kenapa si kecil suka menghisap jari ( biasanya jempol ), atau menggigit kukunya. Penyebabnya dari sekedar ingin tahu seperti apa rasanya, mengatasi rasa bosan, stress atau menutupi rasa takut. Kebiasaan seperti ini disebut dengan nervous habit, yaitu kebiasaan yang disebabkan oleh perasaan takut atau gelisah.

Selain kebiasaan menghisap kuku, ada juga kebiasaan lainnya misalnya menghisap jempol, memainkan rambut, menggeretakkan gigi. Jika tidak cepat-cepat di tangani, kebiasaan ini terbawa sampai dewasa.

Bila si kecil melakukan kebiasaan ini secara tidak berlebihan dan tidak melukai dirinya, juga secara tidak sadar (misalnya sedang melihat TV), atau bila dia cenderung menggigit sebagai respon terhadap situasi tertentu (misalnya ketika akan menghadapi ulangan), maka Anda tak perlu cemas. Itu hanyalah cara anak mengatasi stress ringan. Kemungkinan besar kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya.

Namun apabila kebiasaan menggigit kuku tetap berlangsung atau susah dihindari, berikut cara-cara untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

1. Cari penyebabnya
Pertama yang harus Anda lakukan adalah tanyakan pada si kecil mengapa ia gelisah. Biasanya respon awal kita ketika anak melakukan kebiasaan yang mengkhawatirkan adalah berusaha menghentikan kebiasaannya. Namun yang lebih penting lagi kita harus tahu penyebabnya dan memikirkan apakah si anak mengalami stress atau tidak. Katakan pada si kecil bahwa tiap orang memberi respon yang berbeda-beda. Dukung si kecil untuk mencoba berbagai solusi apabila solusi pertama belum berhasil. Ingatkan pula pada anak dan diri sendiri, bahwa ketekunan akan memberikan hasil.

2. Jangan memarahi
Menggigit kuku cenderung dilakukan tanpa sadar. Bila anak tidak menyadarinya, maka memarahi atau memaksanya menghentikan kebiasaan itu merupakan cara yang sia-sia. Beri tahu si anak secara perlahan-lahan.

3. Tentukan batasan
Ingatkan pada anak bahwa kebiasaan menggigit kuku adalah tidak sopan, jangan lakukan di depan umum. Katakan juga pada anak agar kebiasaannya itu tidak meluas sehingga mengganggu orang lain.
Bila anda menekan atau memaksanya menghentikan kebiasaannya, itu artinya membuat anak tambah stress. Semakin sedikit kerewelan Anda, maka akan semakin mudah bagi anak untuk menghentikan kebiasaannya.

4. Beri bantuan
Bila teman-teman mengejeknya, dia mungkin siap untuk menghentikan kebiasaannya dan meminta bantuan pada Anda. Dukung anak untuk menceritakan perasaannya. Katakan padanya bahwa Anda sangat mencintainya. Lalu berikan solusi-solusinya.

5. Ajak diskusi
Ajak anak untuk membicarakan kebiasaan buruknya, dampaknya, solusinya juga keterlibatan Anda. Misalnya anak menginginkan Anda untuk mengingatkan bila dia lupa, Anda akan mengingatkan bila merasa terganggu. Semakin besar anak, maka semakin sedikit ia menginginkan keterlibatan orang tuanya.

6. Bantu menyadari kebiasaannya
Buat persetujuan bagaimana cara Anda mengingatkan, terutama bila di depan umum. Misalnya dengan bahasa isyarat.

7. Tawarkan alternatif
Bila ada keinginan menggigit kuku, alihkan dengan menarik napas dalam-dalam, menggenggam atau teknik relaksasi lainnya.

8. Kapan harus khawatir
Menggigit kuku bisa merupakan tanda kegelisahan yang berlebihan. Apabila hingga terluka dan berdarah, mendadak jadi lebih hebat dan sering dilakukannya, sebaiknya ajak anak ke dokter dan juga memerlukan bantuan psikolog.

Catatan:
Artikel dirangkum dari Tabloid Nova.
Kebiasaan menggigit kuku yang tampaknya sepele, namun bila sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan dengan rutinitas yang sering, maka bukan masalah yang ringan lagi. Kemungkinan anak mengalami kegelisahan yang berlebihan, yang berarti mengganggu pertumbuhan jiwanya. Segera atasi kebiasaan anak agar tidak berlanjut hingga dewasa.



tags: anak suka gigit kuku, arti nervous habit, cara menghilangkan kebiasaan gigit kuku, cara mengalihkan ketika anak ingin menggigit kuku, cara mengatasi anak yang suka hisap kuku, akibat jika menggigit kuku secara berlebihan, kapan kebiasaan gigit kuku perlu bantuan dokter, kapan kebiasaan gigit kuku perlu bantuan psikolog, anak mengatasi stres ringan dengan menggigit kuku, penyebab anak suka gigit kuku.



Baca juga artikel terkait:
Dampak Kebiasaan Hisap Jempol


23 comments:

come n share 2 October 2009 at 06:38  

TERNYATA BISA SAMPE SERIUS YA KLO ANAK DIBIARKAN TERUS GIGIT KUKU? WAH ARTIKEL BAGUS FRIEND..

muchlisin 2 October 2009 at 09:55  

Perlu diketahui oleh semua orang tua.

Kenapa judulnya tidak diletakkan di kolom judul yang disediakan blogger saat posting. Itu kan lebih baik?

hill 2 October 2009 at 10:11  

cara orang tua yg hrs pinter2 ksh taunya, biasanya anak kcl serba ingin tau n ingin mencoba

katakataku 2 October 2009 at 11:02  

kalo saya waktu kecil begitu ga yah (gigit/hisap kuku)

Seti@wan Dirgant@Ra 2 October 2009 at 11:19  

Makasih infonya,...
Masih mending isap jempol sendiri, kalau anak aku yang kecil baru bisa tidur kalau ngisep jempol aku. Gimana nih??

pelangi anak 2 October 2009 at 14:25  

Saya juga pernah punya pengalaman tersebut dengan keponakan, tapi setelah sekolah kebiasaan itu berhenti, mungkin malu sama temen-temennya. Tapi tuh jempol keponakanku sampe benjol di jarinya, karena sering diisap sama dia. Keponakanku yang satunya juga gitu. Yang ini cowok. Karena keasyikan dan keseringan ngisep jempol, gigi rahang atas depan terlihat semakin maju ke depan dari waktu ke waktu. Si ibu bilang setiap dilarang dia akan menangis dan tidak bisa tidur kalau tidak isap jempol. Diganti dengan dot susu juga nggak mau. Ya akhirnya karena si ibu tidak tega anaknya menangis, berlanjutlah kebiasaan itu sampai sekarang hingga dia berumur 4 tahun.

reni 2 October 2009 at 16:12  

Terima kasih infonya mbak... Emang anak-2 banyak yg suka gigitin kuku ya..?

Personal sharing 2 October 2009 at 16:29  

Anak saya ngga suka hisap kuku tuh, mungkin karena masih hampir 3 tahun ya? Dinamikanya belum luas jadi belum merasakan kecemasan yang berarti. Mungkin sebentar lagi kali ya? Jadi artikel ini berguna dong, buat referensi bagaimana menanganinya nanti. Thx Mb Narti..
*kalau sekarang sih anak saya suka masukin jari ke hidung, alias ngupil*
.
Edwin

CUSTOM 2 October 2009 at 17:35  


"your link have inserted in my blog. please check and back link me in your blog. thank's"

narti 2 October 2009 at 19:41  

@ Seti@wan Dirg@ntara, silakan baca juga artikel terkait : Dampak Kebiasaan Hisap Jempol dan juga komentar dari pelangi anak.

@ pelangi anak, kasihan keponakannya, kalau bisa segera dihentikan mba.

Laskar Pelangi 2 October 2009 at 22:12  

mengatasi anak2 dibawah umur menghisap rokok juga merupakan ide artikel yang bagus ^_^

Joker 3 October 2009 at 04:14  

ade ku dulu suka isap2 jempol kaki waktu dia masih bayi
lucu banget

:-)

sekarang mereka udah gde,g ad lagi dc yang di gendong2

Rizky2009 3 October 2009 at 09:06  

davvero buon amico del suo articolo, l'aggiunta di nuove conoscenze

Cheexa 3 October 2009 at 13:26  

saya punya temen cowo yang suka gigit2 kuku, sampe sekarang abis gtu bunda kukunya.. huihihihi.. gtu yah ternyata :)

anak nelayan 3 October 2009 at 18:01  

ooo gitu yaa..nice info mbak

narti 3 October 2009 at 19:05  

@ Cheexa, suruh berhenti atuh kalau bisa, sudah besar kan? bilang saja, jarinya jadi gak cakep kalau tanpa kuku....

Just For Laugh 3 October 2009 at 19:28  

Mungkin kukunya manis tuh...

lina@happy family 3 October 2009 at 19:30  

Banyak anak2 yang punya kebiasaan seperti ini ya Mbak, karena itu artikel ini harus dibaca setiap orangtua...

kakara 3 October 2009 at 20:44  

Tips yang sangat berguna bagi semua..
TFS frenz :)

genial 3 October 2009 at 21:26  

klu sampe abis kukunya, lucu deh mbak kliatannya, temen saiia ada tu soalnya :p

eL 6 October 2009 at 01:06  

bagus tipsnya..
tp kalo yg Suka Hisap Kukunya bapak-2, tips ini masih berlaku jg gk? hahah

arkasala 25 October 2009 at 02:43  

Yang ini saya belum membacanya. Ternyata penting tipsnya, trims Mbak. Salam :)

Daniel DPK 27 October 2009 at 20:47  

anak saya juga kebiasaan ngisap jarinya nih..saya sampai capek melarangnya..tapi sekarang sudah banyak berkurang setelah saya kasih cabe tangan anak saya sehingga dia kapok..agak kejam sih caranya,tapi terbukti efektif....he..he..

Kerja Keras Adalah Energi Kita

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!