Powered by Blogger.


Mengenalkan Kebudayaan Lain

>> Sunday, 6 September 2009

Mengenalkan kebudayaan lain kepada anak-anak bisa dilakukan dengan banyak cara. Bisa dengan membaca buku, membaca berita-berita online lewat internet, media masa ataupun mengunjungi langsung tempat yang ingin dipelajari budayanya. Kami yang tinggal di Qatar sini, sedikit banyak mengenal budaya daerah disini.

Hukum yang tegas membuat kita harus berpikir ulang agar jangan sampai melanggar hukum. Misalnya mau memotret tempat tertentu, disini ada aturannya, tidak sembarang tempat boleh di photo. Begitu juga memotret orang, tidak boleh, terlebih dipublikasikan di blog seperti ini. Lah bagaimana mau dipublikasikan, begitu kita memotret sudah suruh langsung dihapus dan kita minta maaf.

Atau memancing ikan di pantai, hanya tempat-tempat tertentu saja yang diperbolehkan dipancing ikannya. Apa tidak gemes tuh, lihat ikan yang besar, berenang kesana kemari tapi tidak boleh dipancing? Tapi memang jadi indah, kita bisa menikmati indahnya pantai bisa melihat dengan jelas ikan-ikannya.

Kadang melihat orang yang sedang memotret polisi yang sedang bertugas di bunderan, ya langsung saja sama polisinya kameranya diminta. Kalau tidak ya langsung disuruh menghapus. Pernah juga waktu ada pernikahan teman, kalau kita kan biasa pas akad nikah ( di dalam kantor pernikahan maksudnya) jepret sana jepret sini, buat mengabadikan moment yang insya allah seumur hidup sekali. Disini tidak boleh diphoto. Sedih jadinya kan, tidak punya photo yang diabadikan. Akhirnya photo-photo di luar saja, di halamannya.

Berikut ini beberapa photo yang aku ambil pakai kamera hp, di Carrefour City Center Doha beberapa hari yang lalu waktu jalan-jalan. Biasanya kalau jalan-jalan membawa kamera, kali ini pas tidak, jadi maaf kalau gambarnya kurang jelas, maklum pakai hp jadul. Ini bukan orang ya, cuma patung, jadi bisa dipublikasikan secara umum. Ini saja waktu mengambil gambar sudah dilihatin sama security....hehe...tapi pede aja lagi...kan bawa anak-anak, ada alasan gitu....Anak-anak senang melihat-lihat, ibunya asyik jepret sana-sini.

Patung-patung disusun sedemikian rupa untuk menggambarkan beberapa kegiatan warga disini, lengkap dengan atributnya. Pokoknya disini ya seperti itulah. Ciri khas bisa dilihat dari pakaiannya, penggambaran gurun dan gunung batu, unta lengkap dengan orangnya, orang yang sedang memberi minum unta, mencari rumput, memilin benang untuk dijadikan kain, sofa khas buat jamuan para tamu, membuat kerajinan dari keramik yang harga jualnya mahal....

Loh kok jadi bercerita? sudah, silakan melihat-lihat gambar berikut ini.




Mudah-mudahan ada gambaran tentang Qatar buat teman-teman semua.

tags: mengenal kebudayaan lewat gambar, kebudayaan di qatar, cara mengenalkan budaya kepada anak-anak.

27 comments:

Liza 6 September 2009 at 12:39  

wah ketat juga undang2 disana narti....susah juga hidup macam itu sebagai orang asing ..tapi tak apa jauh berjalan banyak pengelaman...do become my follower..salam

Hitsuke 6 September 2009 at 13:26  

kunjungan balasan...thx udah mampir..

btw, artikel na keren n bermanfaat bgt neh...

Ocim 6 September 2009 at 15:16  

yak memang seharusnya kita sebagai orang yang lebih tahu n pengalaman harus memberikan sedikit demi sedikit kebudayaan yang baru kepada anak supaya bagus untuk pengetahuannya dimasa depan

Anak SD 6 September 2009 at 16:01  

ada benarnya sih. Kita wajib mengenalkan kebudayaan bangsa kita kepada anak cucu kita agar tidak punah atau direbut orang lain.

mas Aan 6 September 2009 at 20:08  

salam kenal mbak

memang, mendidik anak itu susah..tapi...saya belum punya ANAK!!!!
:-D

mampir ke blog ku ya mbak..ditunggu

kakara 6 September 2009 at 23:18  

Budaya kita dan budaya lain perlu dikenalkan asal yang baik-baik...
Slide shownya keren mba :)

Iklan Baris 7 September 2009 at 05:01  

betul...betul....kebudayaan kan berbeda2, jadi klo saling tau kebudayaan masing2 kan jadi lebih akrab, emmm bagus2 banget tu foto2 yang ada di slide, itu de negara mana ya? arab bukan?

Iklan Gratis

muchlisin 7 September 2009 at 06:32  

Anak memang amanah dari Allah, tulisan ini mengingatkan salah satu tanggungjawab kita pada anak

narti 7 September 2009 at 08:24  

@ Liza, iya mbak disini ketat banget, tapi memang jadi tertib.
@ Hitsuke, thanks.
@ Ocim, yups, benar sekali.
@ Anak SD, sip.
@ mas Aan, salam kenal juga.
@ kakara, iya. kalau yang buruk tidak diajarkan juga kadang masuk ke anak, bagaimana tuh?
@ Iklan Baris, di Qatar, itu cuma patung bukan orang beneran.
@ muchlisin, terima kasih.

ruri 7 September 2009 at 10:34  

beda lubuk, beda juga ikannya. mungkin kalimat tadi bisa menggambarkan keadaan diatas. suatu tempat/daerah/negara, memiliki aturan tersendiri. kemampuan untuk beradaptasi tentu sangat diperlukan..

BIG SUGENG 7 September 2009 at 11:13  

Yang penting menikmati yaa... tidak harus difoto kan bisa diceritakan lewat blog

Aryo Halim 7 September 2009 at 13:01  

ya ga ada salahnya mematuhi aturan setempat kan? kan katanya ada mahluk selain manusia, klo mereka terganggu dan marah?

Royz_bgt 7 September 2009 at 13:17  

artikelnya bagus2 bermanfaat sekali

Ica 7 September 2009 at 16:01  

Iya bener tuh, malah ada kebudayaan yang menurut daerah setempat adalah baik namun di tempat lain itu dilarang. Jadi memang benar harus diajarkan mengenal budaya orang lain :)

narti 7 September 2009 at 16:50  

@ ruri, benar sekali, dimana kita tinggal kita harus mengikuti peraturan yang berlaku di daerah tersebut.
@ Big Sugeng, benar sekali.
@ Aryo Halim, yups.
@ Royz_bgt, terima kasih.
@ Ica, iya dan kita harus yang seleftif memilihnya.

genial♂ 7 September 2009 at 17:00  

...tp... knp kebudayaan lain mba'?!?!?

narti 7 September 2009 at 19:14  

@ genial, maksudnya kebudayaan sendiri juga diajarkan ke anak, ini karena tinggal disini, jadi kebudayaan daerah sini juga diajarkan ke anak, tentu yang baik-baik. maaf kalau artikelnya membuat bingung.

genial ™ 7 September 2009 at 19:36  

maaf jika komentar saiia terkesan 'tabrak lari'.. abis ngemeng langsung ngilang... huehehe.. bukan bermaksud demikian...

Arus modernisasi atau globalisasi yang begitu kuat, mau atau tidak mau telah menyeret anak-anak masa kini ke dalam lingkaran setan budaya global, khususnya dari luar. Mereka akan menjadi lebih tidak berdaya dan meninggalkan budaya sendiri, bilamana kita tidak kreatif dan serius mengenalkan budaya sendiri secara kontinyu. Memperkenalkan budaya pada anak-anak dapat melalui banyak cara, yang penting menyenangkan dan dinikmati mereka. Bisa melalui buku (cerita yang dituliskan), bisa melalui cerita (mendongeng), bisa melalui permainan, bisa melalui musik, bisa pula melalui teater (drama), film, animasi, nyanyian, pantun, peribahasa, tata-krama, dan sebagainya.

tapi satu hal... Anak-anak terbuka untuk mengenal budaya apapun, baik dari lingkungannya sendiri maupun dari luar.

kesimpulannya.. mba'nya TOP BGT!!!

narti 7 September 2009 at 21:56  

@ genial, terima kasih banyak masukannya. Ya, benar sekali, arus modernisasi sangat berpengaruh ke anak-anak.
Tugas kita sebagai orang tua bertambah lagi seiring perkembangan jaman.

cafe bisnis 8 September 2009 at 02:26  

Saatnya orang tua harus bener2 mengarahkan anak ke jalan yg benar karena saat ini perkembangan jaman begitu pesat.

haris 8 September 2009 at 08:31  

Terdapat hubungan spiritual yang baik bila sering pergi bersama antara orang tua dan anak

ismi.. 8 September 2009 at 08:57  

wah iya kok peraturanya ketat bget gtu..
gak asik nuh..
Alhamdulilah di indonesia gak se ketat gtu jadi para narsis (suka foto² kaya gw gtu)
ga rebir² jepret sana - sini hihi
BTW itu di daerah mana ya mb?
hmm...link back yah mb ^^
KEEP BLOGGING

narti 8 September 2009 at 11:10  

@ cafe bisnis, iya benar sekali.
@ haris, bukan hanya dengan bepergian yang penting interaksi dengan anak-anak.
@ ismi, di qatar mba.

Gandhi 8 September 2009 at 11:25  

bagus juga artikelya, buatan sendiri ya

jhonson blog 8 September 2009 at 13:35  

kalo gak boleh di foto mana asyikk..nih

Blog Sharing 9 September 2009 at 01:09  

Memang kurang asyik sih kalau apa-apa tdk boleh difoto. Tapi hidup di negara orang memang mau tak mau ikuti aturan sana ya Mb... Artikelnya segar, variasi yang bagus. Seperti ngelihat mb Narti keluar rumah gitu... Tapi berhubung yg boleh difoto cuma patung, jadinya ya kurang dapet gambaran Qatar yg lengkap Mb, hehehe, gpp dech (Edwin)

narti 9 September 2009 at 09:34  

@ Gandhi, share keadaan disini, iya nulis sendiri, terima kasih.
@ jhonson blog, ada juga yang boleh diphoto tapi tidak semuanya.
@ Blog Sharing, iya benar sekali, dimana kita tinggal ya harus mengikuti peraturan yang berlaku. Kalau berbuat jelek, kan nama Indonesia ikutan jelek, malu kan. Makasih mas Edwin.

Post a Comment

* Terima kasih sudah berkunjung ke seputarduniaanak.blogspot.com
* Maaf, komentar ditutup

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!