Powered by Blogger.


Showing posts with label mainan anak. Show all posts
Showing posts with label mainan anak. Show all posts

Cara Membuat Clay Sendiri | Clay Yang Aman Untuk Anak

>> Wednesday, 12 May 2010

Siapa di antara pembaca sekalian yang tidak mengenal Clay? Atau yang lebih dikenal dengan nama Play Dough/Play Doh, modelling Clay?
Kalau jaman saya dulu masih kecil, mainannya masih pakai tanah liat merah, minta tetangga yang punya usaha membuat genteng. Nah untuk anak-anak jaman sekarang mainnya pakai Clay. Biasanya dijual di supermarket. Clay ini tersedia dalam berbagai macam warna, cetakan aneka model/bentuk, kemasannya juga bagus dan lucu, sehingga menarik minat anak-anak untuk bermain clay ini.

Tapi pernahkah terpikirkan oleh kita, Clay itu aman tidak ya? Bahan pewarnanya aman tidak ya buat anak-anak? Melihat warnanya yang 'ngejreng' rasanya jadi ragu-ragu. Apalagi bila sampai termakan oleh anak-anak. Ada masa tersendiri dimana anak balita suka memasukkan benda-benda kecil yang ditemuinya ke dalam mulutnya. Walaupun tidak semua balita mengalami tahap ini. Maka dari itu, berhati-hatilah, dampingi putra-putri tercinta ketika bermain.

Kembali ke topik. Setelah nanya google, bagaimana cara membuat Clay yang aman buat anak-anak, akhirnya pilihanku jatuh pada resep ini. Sebenarnya banyak sekali resep yang lain, tapi saya memilih yang ini, membuatnya harus dimasak dulu, jadi Insya Allah aman untuk anak-anak.

Berikut resep membuat clay sendiri yang aman untuk anak:
Peralatan:
Panci (kalo bisa yang jenis anti lengket)
Sendok pengaduk dari kayu
Kompor
Timbangan kue

Bahan:
130 gr terigu serbaguna (saya pakai tepung terigu lokal)
65 gr garam halus
130 ml air hangat
1 sdm minyak sayur
Pewarna makanan, misalnya merah, hijau, coklat
Minyak aroma (optional)
1/2 sdm bubuk Cream Of Tartar
Cream of Tartar adalah bahan tambahan makanan, bisa dibeli di toko bahan kue atau supermarket, gunanya supaya adonan elastis

Cara Membuat:
1. Siapkan dan timbang semua bahan yang dibutuhkan.

2. Campur terigu, garam, air hangat, minyak sayur dan Cream of Tartar dalam panci, aduk hingga rata lalu masak diatas kompor dengan api kecil. Masak terus hingga matang, sampai semua adonan tampak lembut dan mengumpul di tengah panci. Kalau dicolek tidak terasa lengket, kalau masih lengket juga, masak terus sampai tidak terasa lengket. Matikan kompor.

3. Alasi meja dapur dengan plastik (agar mudah membersihkannya). Tuang adonan di atas plastik, biarkan agak dingin. Tambahkan minyak aroma supaya wangi.

4. Bagi adonan menjadi beberapa bagian (sesuaikan dengan kebutuhan untuk berapa macam warna).

5. Bulatkan dan beri lubang di tengahnya. Teteskan pewarna makanan, dan uleni hingga warnanya rata.

6. Setelah warna tercampur rata, Clay siap digunakan untuk main anak-anak.

Silakan lihat gambar berikut ini!




Clay dapat dibentuk sesuai keinginan anak-anak. Clay ini aman kalau secara tidak sengaja termakan oleh anak. Anak-anak akan segera mengeluarkan dari mulutnya karena rasanya yang asin sekali.

Setelah selesai bermain, simpan Clay ini ke dalam wadah tertutup rapat agar tidak mudah kering. Jika kering, tambahkan setetes dua tetes air dan uleni kembali. Kalau tiba-tiba adonan melembek, dimasak lagi.
 

Contoh kreasi dari clay untuk anak-anak bisa Anda download disini.
Ada bentuk dragon, keranjang, harimau, shark, kapal terbang, mobil, UFO, dragon fly, katak, clown fish (ikan Nemo), crab (kepiting), rumah, kupu-kupu, pohon, kucing, bear, kelinci, snowman, joker, pinguin, ayam, cake. Bentuk clay masih sederhana cocok untuk anak usia balita, dengan warna-warna yang menarik minat anak-anak. Dapat juga digunakan untuk memacu anak-anak membuat bentuk-bentuk lain sesuai dengan kreasi dan daya imajinasi anak-anak.

Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: membuat clay, clay yang aman, play dough, resep play dough, model clay, kreasi dari play dough., bentuk-bentuk clay, contoh bentuk clay.

Read more...

Bermain Pasir Yuk!

>> Sunday, 25 October 2009


Apakah Anda termasuk orang tua yang melarang anak-anak bermain pasir karena takut kotor? Dan lebih menyuruhnya untuk bermain komputer, PS, boneka atau mainan yang lainnya? (jawab dengan jujur dalam hati masing-masing...hehe...). Padahal sebenarnya banyak manfaat yang didapat dari bermain pasir loh.

Menstimulasi perkembangan anak, bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengajak anak-anak bermain pasir, selain mengembangkan pengetahuan dan daya imajinasinya, tentu anak-anak akan merasa senang.

Bahan:
pasir
air
berbagai macam bentuk mainan/cetakan dari plastik
alat-alat dari plastik, misalnya sekop kecil, ember kecil, sendok, garpu, pisau dan lain-lain.
bisa juga di tambah dengan miniatur hewan-hewan laut, atau bentuk lainnya yang ukurannya kecil.

Anda bisa menyediakan arena bermain ini di halaman rumah. Kalau memilih arena bermain di taman umum atau di pinggir pantai, perhatikan kebersihan dan hal-hal lainnya agar tidak membahayakan anak-anak. Di ajak bermain di pasir seperti itu, pasti anak-anak akan tahu apa yang harus dikerjakan, mau membuat bentuk apa. Biarkan anak-anak berekspresi, bereksperimen, berimajinasi.

Dengan permainan ini banyak hal yang bisa di dapat dengan mencampurkan air dan pasir menjadi basah, setelah basah pasir akan bisa di bentuk sesuai selera anak-anak, mengapa saat pasir masih kering tidak bisa dibentuk, tidak bisa disusun bertumpuk-tumpuk. Setelah agak lama pasir yang tadi disusun akan perlahan-lahan kering dan kembali seperti semula.

Biarkan anak-anak membuat bentuk apa yang mereka inginkan, buat sirkuit atau tempat balapan mobil lengkap dengan tanjakan, jalan berbelok-belok, tikungan tajam. Atau menirukan cara kerja alat-alat berat (itu mah anakku, karena di Qatar sini sedang banyak proyek yang melibatkan penggunaan alat-alat berat). Langsung di praktekkan kalau sedang bermain di pasir.
Kalau anak yang sudah besar mungkin bisa membuat castle, yang tentu butuh ketelitian dan kesabaran, lebih rumit membuatnya, lebih banyak tantangan yang di hadapi.

Bisa juga misalnya dengan mengisikan pasir yang basah ke dalam cetakan beraneka bentuk, padatkan atau ditekan-tekan, kemudian dibalik dan di lepas wadahnya. Nilai yang didapat, hasil cetakan dari benda padat akan sama sesuai bentuk aslinya.

Nilai lain yang di dapat dari permainan ini adalah perubahan warna pada pasir. Pasir yang sudah dicampur air, akan berubah warna jadi lebih gelap. Selain itu juga perubahan berat. Coba isikan sedikit pasir pada ember plastik, terus anak disuruh mengangkat. Bandingkan dengan pasir yang telah dicampur dengan air. Tanyakan pada anak, lebih berat mana antara ember yang berisi pasir saja atau ember yang berisi pasir dicampur air?

Anak-anak juga bisa menulis atau menggambar pada pasir basah, sedangkan di pasir yang kering tentu akan sulit menulis disana. Kalaupun bisa tentu kurang jelas hasilnya. Kalau dipinggir pantai, Anda bisa membuat soal penjumlahan misalnya. Tentu disesuaikan dengan usia anak atau kelas berapa si anak. Terus si anak disuruh menuliskan jawabannya. Misalnya bisa diberi waktu, dikerjakan cepat sebelum ombak datang menghapus tulisannya. Lebih cepat mengerjakan, tentu lebih baik. Tapi harus didampingi orang tua loh. Akan sangat berbahaya bila anak bermain di tepi pantai tanpa pengawasan orang tua atau orang dewasa.

Selain murah, ternyata banyak manfaat yang di dapat dari permainan ini. Setelah selesai bermain usahakan anak segera membersihkan badan dengan mandi, atau minimal cuci tangan dan kaki dengan sabun sampai bersih.

Gambar dari sini.

tags: bermain pasir, bahan dan alat bermain pasir, hal-hal yang bisa dipelajari dari bermain pasir, mainan di rumah, manfaat bermain pasir, permainan yang murah.


Baca juga:
Memilih permainan anak.


Read more...

Tips Memilih Arena Bermain

>> Tuesday, 30 June 2009



Sudahkah Anda merencanakan berbagai acara untuk mengisi liburan kali ini?
Tentu anak-anak akan bosan bila berada di rumah saja. Liburan bisa diisi dengan kegiatan di luar rumah seperti bermain di taman, camping dengan keluarga, pergi ke pantai dan lain sebagainya. Nah, sebelum mulai bermain, berikut ini tips memilih arena bermain yang perlu diperhatikan.

1. Utamakan kebersihan

Jangan pernah memilih arena bermain yang sudah penuh dengan debu, jamur, lumut, apalagi menimbulkan bau tak sedap. Tanyakan ke pihak pengelola bila menemukan permainan dengan ciri seperti diatas.
Kalau di Qatar sini jarang sekali dijumpai mainan yang berlumut karena memang jarang ada hujan. Tapi bukankah kuman itu ada dimana-mana?
Idealnya, setelah sekian jam digunakan oleh sejumlah anak, setiap mainan harus dibersihkan. Bahkan untuk meminimalkan penularan penyakit tertentu, mainan juga harus dibersihkan secara berkala menggunakan bahan pembersih yang bisa membunuh jamur, kuman dan bakteri.

2. Perhatikan keamanan

Perhatikan setiap sudut, lekukan sarana bermain tersebut. Keras atau lunak, licin atau tidak. Begitu juga catnya aman tidak. Bila sekiranya tidak aman bermain di tempat itu, lebih baik urungkan saja niat untuk bermain di tempat itu.
Untuk usia batita sebaiknya dipisahkan dengan anak-anak usia balita keatas. Kadang anak-anak usia balita keatas suka lompat-lompat, atau meluncur di perosotan dan kurang memperhatikan apakah ada orang lain di sekitarnya atau tidak yang mungkin bisa celaka/cidera akibat dari ulahnya. Peranan orang tua sangat diperlukan disini, untuk memilih permainan yang dianggapnya layak.

3. Aspek kesesuaian

Pilihlah mainan yang bisa merangsang pergerakan otot, baik tangan, kaki, maupun seluruh bagian tubuhnya. Perhatikan pula tingkat kesesuaian bentuk, ukuran dan tingkat kesulitan masing-masing permainan dengan usia si anak.

4. Kuota/ kapasitas

Sebaiknya pilih tempat bermain yang tidak terlalu penuh. Jangan biarkan anak mengantri terlalu lama untuk dapat giliran bermain. Anak bisa kesal duluan sebelum bermain. Padahal tujuan bermain adalah mencari pengalaman yang menyenangkan, bukan?

5. Kualitas pendamping

Pendamping atau petugas yang menemani di arena bermain akan memberitahu bagaimana cara bermain yang benar. Mereka akan menjaga dan mengarahkan anak.
Peranan orang tua sangat diperlukan dalam mengawasi buah hati tercinta bermain. Terlebih bila tidak ada pendamping yang mengawasinya, agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Semoga bermanfaat dan selamat mengisi liburan.


tags: mengisi liburan, memilih arena bermain, hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum bermain.

Baca juga:

Memilih Permainan Anak

Read more...

Memilih Permainan Anak

>> Wednesday, 10 June 2009



Sebelum bermain, pilihlah sarana bermain yang sesuai dengan usia dan kemampuan si anak. Perhatikan pula segi keamanan dan kebersihannya.

Berikut ini permainan yang bisa dipilih:

1. Perosotan
Ada sensasi tersendiri saat anak berada di puncak perosotan dan siap meluncur. Belum lagi merasakan bagaimana tubuhnya serasa melayang saat meluncur ke bawah hingga di ujung perosotan. Saat menaiki tangga, keseimbangan tubuhnya benar-benar diuji. Anak juga belajar bagaimana harus antri sebelum meluncur, bergantian dengan teman-temannya.

2. Ayunan
Anak akan merasakan bagaimana rasanya saat tubuhnya terayun, baik dengan kecepatan tinggi atau rendah. Anak juga belajar mengantisipasi bahaya, misalnya ada yang mengayun dari depan, tentu akan berbahaya bagi si pengayun. Anak juga latihan mengontrol diri, agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat gerakan ayunan.

3. Permainan pasir
Pilihlah pasir yang lembut dan tidak menempel di kulit. Bisa bermain dicampur dengan air, membuat aneka bentuk maianan, sehingga anak tahu perubahan yang terjadi. Tetapi perlu berhati-hati, kadang ada hewan kecil yang suka tinggal di pasir.

4. Stepping & balok keseimbangan
Agar imajinasi anak terangsang, arahkan anak seakan sedang menyeberangi sungai yang deras. Anak perlu keseimbangan agar tidak terjatuh.

5. Mandi bola
Ada rasa tersendiri saat terjun disini, rasanya empuk, beda dengan terjun di kolam renang. Anak bisa juga main lempar-lemparan bola juga mengenal berbagai macam warna.

6. Main air
Dengan bermain air, misalnya dicampur dengan pasir di wadah yang beraneka bentuk dan ukuran, anak akan belajar tentang berat jenis, volume, perubahan bentuk, warna dan lain-lain.

7. Gorong-gorong/terowongan
Saat berada didalamnya anak akan mendapati suasana yang agak gelap, sempit, lebih dingin dan membuat suaranya bergema. Anak akan menerka-nerka apa yang akan ditemui didepan sana, di setiap belokan atau di mulut gorong-gorong. Permainan ini untuk melatihnya mengatasi rasa takut saat menghadapi suasana yang berbeda.

8. Jala/jaring
Saat menapaki jala/jaring, sensasi ketinggian akan didapat anak sebagai salah satu manfaatnya. Manfaat lainnya adalah mengasah ketrampilan motorik, rasa percaya diri, keberanian, maupun keseimbangan dan koordinasi tubuh.

9. Tumpangan bergoyang
Bentuknya bisa bermacam-macam, dari pesawat terbang, tokoh film kartun, mobil, motor, hewan, atau apa saja. Keinginan anak untuk mencoba permainan ini lebih karena ketertarikannya pada aneka bentuk yang ada. Sementara dari segi manfaatnya nyaris tidak ada, selain sensasi saat mainan bergoyang ke kiri dan kanan atau ke depan dan belakang secara teratur.


Catatan:
Artikel dirangkum dari Nakita.
Photo koleksi pribadi.

Read more...

ORIGAMI

>> Monday, 25 May 2009

Origami adalah sebuah seni lipat dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi (bujur sangkar). Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Jadi ingat dulu waktu TK, anak-anak biasanya sudah diajarkan dengan ketrampilan ini. Atau mungkin di play group sekarang malah sudah diajarkan. Tentu saja masih bentuk-bentuk yang sederhana, yang ada di sekitar kita. Dan tentu saja ibu gurunya (biasanya yang mengajar TK perempuan ya? belum pernah lihat bapak-bapak mengajar di TK?) harus sambil bercerita. Cara penyampain ke anak-anak di tingkatan berbagai umur tentu berbeda-beda.

Origami sangat beragam, dari yang bentuk sederhana sampai tingkat yang sangat rumit. Di You Tube juga ada panduan cara-cara mambuat origami. Lebih enak mendengarkan langkah-langkahnya, sambil melihat, sekaligus mempraktekkan daripada membaca cara-caranya dari buku, baru kemudian praktek.

Sekarang tersedia kertas dalam berbagai warna dan motif. Kalau dulu hanya kertas berwarna saja tanpa motif. Jadi kita bisa memilih motif kertasnya disesuaikan dengan bentuk apa yang akan kita buat. Misalnya mau membuat bentuk hewan jerapah, jadi kita bisa memilih motif yang seperti aslinya. Tentu hasilnya akan terlihat lebih cantik. Kalau dalam sekali mencoba belum berhasil ya dicoba lagi, karena memang dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran.

Ajak anak-anak bermain sambil belajar origami yuk!

Origami bentuk yang sederhana:
Cara membuat origami bentuk hati/heart untuk hiasan pensil
Cara membuat origami bentuk hati
Cara membuat origami bentuk kemeja
Cara membuat origami bentuk kupu-kupu

tags: origami, seni melipat kertas, ketrampilan anak, cara membuat origami, kertas motif untuk origami.

Read more...

Tips Memilih Mainan Anak

>> Thursday, 30 April 2009



Ketika membelikan mainan buat si kecil, apa yang menjadi pertimbangan Anda? harganya? merknya? kegunaannya? atau pilihan yang lainnya lagi?
Agar bisa memilih mainan yang tepat buat buah hati Anda, berikut tip-tipsnya.

1. Orang tua perlu tahu tahap-tahap perkembangan anak, baik usia, emosi dan fisiknya.
2. Peduli terhadap mainan yang digunakan, jangan asal beli yang mahal, sesuaikan dengan kemampuan anak.
3. Perhatikan dari segi keamanan, baik dari segi bahan atau cara kerja mainan tersebut.
4. Pilih mainan yang berwarna kontras dan cerah, untuk merangsang indera penglihatan anak.
5. Anak usia 6 bulan keatas suka mainan yang mengeluarkan bunyi dan benda berwarna, maupun benda bertekstur lembut.
6. Beri mainan seperti lego dan sejenisnya yang mempunyai variasi bentuk untuk anak usia 9 bulan keatas. Atau mainan serupa yang bisa dimainkan sewaktu mandi.
7. Tak perlu mainan mahal untuk anak Anda. Untuk merangsang kreativitas si kecil, Anda bisa membuatnya sendiri, tentu Anda harus kreatif.

Pastikan manaruh mainan yang mudah dijangkau oleh anak untuk menghidari hal-hal buruk yang mungkin terjadi.


tags: memilih mainan anak, yang perlu diperhatikan sebelum membeli maianan anak, menaruh mainan anak, mainan untuk anak usia 6 bulan keatas, mainan untuk anak usia 9 bulan keatas.

Read more...

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!