Powered by Blogger.


Showing posts with label balita. Show all posts
Showing posts with label balita. Show all posts

Tips Yang Harus Kita Ketahui Sebelum Memberikan MPASI

>> Tuesday, 3 April 2012

Memasuki usia 6 bulan, buah hati Anda membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). MPASI yang pertama diperkenalkan kepada bayi adalah bubur susu.


Anda tidak perlu bingung, banyak variasi bubur yang bisa kita ciptakan yaitu dengan cara mengombinasikan nasi dengan buah misalnya. Perkenalkan sedikit demi sedikit dan buatlah dari beragam bahan makanan.

Berikut ini beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum mengenalkan/memberikan MPASI kepada anak usia 6 bulan ke atas:


  1. MPASI yang pertama diperkenalkan kepada bayi adalah bubur susu. Gunakan ASI sebagai bahan utama. Jika memang tidak ada, barulah gunakan susu formula.
  2. Pemberian MPASI sebaiknya dilakukan secara bertahap mulai usia 6 bulan. Pada tahap awal ini, sebaiknya mulailah dengan memberikan makanan padat pertama satu rasa dengan tekstur yang halus, dari bahan pangan yang dominan mengandung karbohidrat.
  3. Amati apakah makanan barunya memunculkan reaksi alergi yang tampak pada kulit atau mungkin bermasalah pada pencernaannya.
  4. Jika yakin tak terjadi gangguan, Anda bisa masuk ke tahap selanjutnya, yaitu pengenalan variasi rasa, makanan bayi dapat dikombinasi dengan berbagai bahan lainnya.
  5. Berikan si kecil bekal yang cerdas melalui pola makan seimbang; cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral agar tumbuh kembangnya lebih optimal.
  6. Pengenalan aneka bahan pangan sejak dini sangat berpengaruh pada pola makan anak kelak di kemudian hari. Oleh karena itu, variasikan bahan dalam menyusun menu makanan bayi.
Resep bubur untuk anak usia 6 bulan keatas, bisa Anda baca disini.
Semoga bermanfaat!

Baca artikel yang ini juga yuk:
Jadwal pemberian makanan bayi
Cara menyimpan ASI
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak
Tips memilih susu formula untuk anak

Read more...

Tips saat mendadani si kecil (anak perempuan)

>> Sunday, 5 February 2012

Siapa yang tidak suka jika melihat anak kecil, lucu, imut, dandanannya cantik, gaya, dll?
Jika Anda perhatikan gambar di atas, apa komentar Anda?
- Gambar 1
Tampak sederhana, tidak dibuat-buat, gayanya khas anak-anak, meksi hanya memakai bando ia sudah terlihat cantik.
- Gambar 2
Masih anak-anak tapi disuruh dewasa.

Mendandani si kecil, termasuk batita, selalu menyenangkan. Dengan sedikit tambahan aksesori, mereka pun tampil semakin gaya. Boleh saja memakaikan aksesori untuk batita. Hanya saja, ketika memilihkan jangan hanya mempertimbangkan estetika. Perhatikan juga kenyamanan dan keamanaan si batita.

Berikut ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan saat kita memilih aksesori untuk batita:

1. Pastikan batita suka atau tidak dipakaikan aksesori tertentu.
Bagaimana cara mengetahui bahwa si kecil suka atau tidak? Ini bisa dilihat dari keseharian, misalnya saat ia dipakaikan bando, ia akan berusaha melepaskannya, tapi kalau dikuncir/ diikat rambutnya ia tenang saja. Saat ia berusaha melepaskannya berarti ia merasa tidak nyaman. Jika demikian, jangan dipaksakan.

2. Perhatikan saat memasang aksesori.
Misalnya yang berbentuk bando atau ikat rambut, sebaiknya jangan memasangnya terlalu ketat, karena akan menghambat peredaran darah sehingga menyebabkan pening atau gatal saat berkeringat.

3. Kenakan aksesori secukupnya.
Menguncir rambut menjadi lima bagian, meski lucu, ini terlalu berlebihan bagi batita.
Jadi sebaiknya berapa buah kuncir? 1 di bagian belakang kepala, atau 2 di sebelah kiri dan kanan, lalu beri pita atau karet berwarna yang tidak berlebihan. Dalam hal inipun jika si anak tidak suka atau merasa tidak nyaman ya jangan dipaksakan. Salma jika dikuncir 1 dibelakang pasti tidak mau, tetapi jika rambutnya diikat 2 di sebelah kiri dan kanan dia mau dan merasa enjoy.

4. Pilih aksesori yang ukurannya sesuai anatomi tubuh batita.
Jepit rambut yang terlalu besar akan menghambat aktivitasnya dan membuatnya terlihat aneh, karena ukuran kepalanya yang masih kecil dan rambutnya sedikit. Ini juga berlaku bukan hanya untuk jepit rambut.

5. Selain ukuran, pertimbangkan pula beratnya.
Jepit dengan hiasan terbuat dari logam terlalu berat untuk batita dan bisa berbahaya kalau ia sampai terjatuh atau terantuk benda tersebut.

6. Perhatikan bahan baku aksesori tersebut.
Jika terbuat dari kain, pilihlah yang terbuat dari bahan katun yang nyaman.
Saat ini banyak tersedia aksesori khusus untuk usia batita. Baik desain maupun pemilihan bahannya sudah disesuaikan.

7. Aksesori jangan terlalu mencolok.
Misalnya bisa berkedip-kedip atau bling-bling, akan menarik perhatian anak lain. Bisa jadi karena penasaran, temannya main tarik dan menyebabkan si kecil kesakitan. Untuk hal ini, bisa dipakai saat ada acara tertentu misalnya pentas ke atas panggung. Tapi untuk baju sehari-hari, pilihlah yang aman buat anak.

8. Sebaiknya jangan membelikan aksesori yang terlalu mahal, meskipun orangtua mampu.
Di usia ini, anak masih banyak bergerak sehingga aksesori yang dikenakannya seringkali hilang atau tercecer.

9. Pastikan aksesori tidak terlalu kecil atau ada hiasan kecil-kecil yang bisa tertelan anak.

10. Bahan yang digunakan aman untuk anak. Beberapa merek mainan terkenal juga mengeluarkan aksesori untuk anak dengan sertifikasi keamanan bahannya.

11. Tidak ada sisi yang runcing atau tajam pada aksesori.
Saat ini tersedia banyak sekali aksesori dan dari bahan yang beragam pula. Untuk batita, pilihlah aksesori seperti gelang, kalung, cincin yang terbuat dari kain atau perca karena aman daripada terbuat dari metal.

12. Pakaikan aksesori buatan Anda sendiri.
Anda bisa juga membuat sendiri aksesori untuk si batita. Selain Anda yang dituntut untuk kreatif, si kecil pasti bangga jika memakai hasil karya Anda. Bisa saja ia berkata kepada teman-temannya, "ini buatan mama aku loh".

Teman-teman ada yang mau menambahkan? silakan sharing di kolom komentar ya!

Read more...

Batuk dan Pilek Pada Anak

>> Tuesday, 24 January 2012

Bila si kecil batuk, tengah malam uhuk...uhuk... tentu saja kita merasa kasihan. Kasihan si kecil tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terganggu batuk, dan juga suara batuknya mengganggu anggota keluarga yang lain. Apalagi jika batuknya berdahak, dahak gak bisa keluar, yang ada si anak rewel karena si kecil kurang tidur,dll.

Memang, banyak orangtua beranggapan obat bebas di pasaran boleh dipakai dengan bebas pula. Padahal tidak demikian kenyataannya. Meskipun banyak obat pereda batuk dan pilek digolongkan sebagai obat bebas, tetap saja pemakaian sembarangan dapat menimbulkan bahaya. Bahkan, FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat yang sering menjadi acuan dunia, melarang orangtua memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas kepada anak di bawah dua tahun.
Ini meliputi seluruh obat-obatan berkomposisi:
- dekongestan (pelega saluran napas)
- ekspektoran (pengencer dahak)
- antihistamin (mengurangi hidung meler dan bersin)
- antitusif (pereda batuk tanpa dahak)
Apa saja risikonya? Antara lain memicu epilepsi, membuat jantung berdebar, dan mengurangi kesadaran.

Lebih dari dua tahun lalu, U.S. Center for Disease Control and Prevention melaporkan, 1500 bayi dan batita masuk ruang gawat darurat setelah mengalami efek samping obat pilek OTC (over the counter/dijual bebas). Lalu pada 2007, FDA melaporkan 54 anak kehilangan nyawa akibat dekongestan dan 69 anak karena antihistamin dari 1969 hingga 2006. Kebanyakan korban berusia di bawah dua tahun, di mana sistem saraf otonomnya belum "matang". Fungsi pernapasan dan pencernaan anak juga berbeda dengan orang dewasa, sehingga seperti sudah dibuktikan lewat penelitian, obat batuk pilek yang beredar di pasaran tidak efektif bagi bayi dan anak batita. Bahkan efeknya tidak jauh berbeda dari plasebo (www.fda.gov, Januari 2008).

Dengan adanya salinan  peringatan FDA (Food and Drugs Administration) tersebut, maka para dokter sepakat, bahwa untuk anak-anak di bawah dua tahun sebaiknya mendapatkan fisioterapi atau terapi alternatif seperti obat herbal, bukan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.

Namun, untuk anak berusia di atas dua tahun pun, orangtua harus tetap berhati-hati memilih obat batuk pilek yang beredar di pasaran. Tidak semua komposisi obat tersebut aman buat anak terutama, golongan obat dekongestan seperti pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin.
Jika diberikan dengan dosis rendah mungkin efeknya tidak terlalu berbahaya. Namun jika dosisnya di atas yang dianjurkan, maka dapat berakibat fatal.

Memang beberapa obat itu ada yang berefek cespleng. Ini juga berlaku buat obat batuk berdahak, karena lendir di tenggorokan harus dikeluarkan, bukannya malah ditahan/ditekan.

Setelah obat diminum, hidung anak terasa kering alias tidak meler lagi. Orangtua langsung senang karena menganggap pilek anak telah sembuh. Padahal, ada bahaya yang mengancam di balik itu. Lendir bukannya hilang tetapi tertekan dan menggumpal di saluran pernapasan.

Bahayanya, lendir itu dapat menjadi media pertumbuhan kuman yang kemudian masuk ke paru-paru dan menyebabkan radang paru. Sedangkan jika naik ke kuping bisa menyebabkan congekan. Jadi, semua lendir yang merupakan reaksi pertahanan tubuh terhadap penyakit seharusnya dikeluarkan dengan cara-cara lain yang lebih tepat, bukan ditahan atau ditekan. Beberapa obat pilek juga dapat menggumpalkan lendir di tenggorokan. Kejadian ini dapat memperparah asma anak. Oleh karenanya mintalah saran pada dokter, terutama jika usia anak kurang dari 2 tahun.

LAIN BATUK, LAIN PULA OBATNYA

Pilek atau flu merupakan penyakit yang disebabkan virus. Semua penyakit infeksi virus pada 3 hari pertama akan bergejala yang disebut ILI (influenza like illness). Ditandai dengan hidung meler, tersumbat, bersin-bersin, dan demam. Nah, penyakit pilek dan flu umumnya akan sembuh sendiri setelah lima hari, tentu jika dibarengi dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang cukup. Jadi, tanpa diobati pun, penyakit flu atau pilek akan sembuh sendiri.

Jika batuk dan pilek tak kunjung reda, gejala ini harus diatasi sesuai penyebabnya yang lain, misalnya:

- Batuk yang disertai demam, biasanya mengharuskan dokter memberikan obat antibiotika. Kondisi lingkungan tanah air yang cukup buruk dari segi endemiknya kuman, juga tingginya polutan udara, membuat bibit penyakit tumbuh subur, sehingga rawan mendompleng pada batuk pilek anak. Tandanya bakteri sudah mendompleng adalah timbulnya demam tinggi selama beberapa hari.

- Sedangkan batuk dan pilek yang disebabkan alergi tidak akan mempan diobati dengan obat apa pun jika pencetus alerginya tidak dihindari. Sekarang sudah jelas bahwa, mengobati batuk dan pilek tidak bisa sembarangan. Belum lagi, ada anak yang alergi terhadap golongan obat tertentu.

Kesimpulannya, orangtua jangan mengambil risiko, apalagi jika usia anak masih di bawah dua tahun. Lakukan konsultasi dengan dokter jika batuk pilek disertai demam tinggi di atas 39,4° C meskipun baru satu hari, atau 37,8° C hingga hari kedua. Batuk pilek dengan gejala sering buang air kecil dan sakit telinga pun harus segera diperiksakan ke dokter terdekat.


PAKAI CARA ALTERNATIF

Tidak ada obat yang efektif mengatasi gangguan batuk pilek. Yang ada hanya meringankan gejalanya. Jadi, lebih baik lakukan dulu cara-cara yang aman:

1. Berikan banyak minum. Cairan yang banyak dapat melegakan saluran pernafasan anak. Selain membantu membersihkan lendir bagi anak yang sedang batuk. Orangtua dapat menyuguhkan air mineral atau jus, juga menghindangkan sup ayam sebagai menu makan.

2. Minta anak untuk beristirahat. Hentikan sementara aktivitas sekolah atau bermain selama batuk pilek. Ini untuk mencegah penularan batuk pilek kepada anak lain, disamping membuat daya tahan tubuh anak meningkat.

3. Pastikan udara di kamar atau rumah bersih.

4. Jika lendir di hidung sudah mengganggu pernapasan anak, gunakan tetes garam murni (NaCl) untuk menghancurkannya. Larutan ini dapat dibeli di apotek terdekat.

5. Lembapkan udara di kamar anak dengan cara menyediakan ember berisi air panas agar uapnya menyebar. Uap air dapat mengencerkan dan membantu mengeluarkan lendir.

TIP AMAN UNTUK ANAK 2 - 6 TAHUN

1. Jika terpaksa membeli obat yang dijual bebas, pastikan obat itu aman. Bila perlu konsultasikan dengan dokter. Bisa dengan telepon, konsultasi interaktif dokter di internet, dan lain-lain.

2. Perhatikan dan lihat komposisi dan efek samping obat. Pelajari, juga indikasi dan kontraindikasi obat tersebut. Jika ragu, jangan diberikan. Lebih baik datang ke klinik dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

3. Ikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar, termasuk dosis dan frekeuensi pemakaian. Gunakan hanya sendok bawaan obat tersebut, jangan gunakan alat takar sendiri seperti sendok makan di rumah. Ingat, dosis obat berlebih dapat membahayakan kesehatan anak.

4. Hentikan pemakaian jika menimbulkan efek seperti jantung berdebar, pusing, muntah, dan lain-lain.

5. Obat-obatan atau terapi tradisional lebih baik dan efektif untuk anak, terutama yang usianya di bawah 2 tahun.

CEGAH BATUK PILEK DI RUMAH

Ada beberapa tindakan terbaik untuk mencegah penularan batuk pilek. Antara lain:

1. Jaga kebersihan. Ajari anak supaya rajin mencuci tangannya dengan sabun. Dalam kondisi darurat, penggunaan gel atau tisu beralkohol juga sangat membantu. Jaga kebersihan mainan dan perlengkapan anak lainnya.

2. Hindari percikan ludah atau ingus dari orang yang bersin dan batuk. Jika tisu jauh dari jangkauan dan hidung sudah terasa gatal, gunakan tangan sebagai pelindung lalu cucilah tangan itu hingga bersih.

3. Hindari berbagi perlengkapan makan, tisu, gelas, handuk, dan lain-lain dengan si sakit. Alangkah lebih baik jika masing-masing anggota keluarga memiliki perlengkapan masing-masing.

4. Jauhkan orang yang sakit batuk pilek dari anak. Utamanya di beberapa hari pertama sakit, dimana risiko penularannya sangat tinggi.

Dari tabloid nakita
Semoga bermanfaat!

Baca yang ini juga yuk:
Biasakan anak cuci tangan sendiri
Mengatasi dahak pada bayi
Beberapa penyebab demam
Semua yang perlu Anda ketahui tentang demam pada anak

Tags: batuk pilek pada anak, mengatasi batuk pilek anak, jenis-jenis obat batuk, obat batuk dipasaran bebas, mencegah batuk pilek, mengatasi dahak pada bayi, mengatasi dahak pada anak yang sedang batuk pilek, cara alternatif mengatasi gangguan batuk pilek, larutan NaCl, pilek disebabkan oleh apa, ludah dan ingus menjadikan penularan batuk pilek, saat suhu berapa derajat anak yang batuk pilek harus dibawa ke dokter.

Read more...

Tahap-tahap Perkembangan Ketrampilan Tangan Untuk Anak Usia 0-12 Bulan

>> Wednesday, 28 December 2011

Bayi sejak ia lahir semakin hari tentu ia akan tumbuh dan berkembang. Begitu pula dengan ketrampilannya. Apa reaksi si kecil saat ada rangsangan dari sekitarnya, dari ibu bapaknya, atau terhadap benda-benda di sekelilingnya selalu menarik perhatian kita. Kita selalu pengen tahu perkembangan si buah hati. Sekarang buah hatiku sudah bisa apa ya? Sekarang sudah mengenal apa saja ya?

Nah untuk itu semua, tentu si kecil perlu melalui tahapan-tahapan, tidak langsung bisa semuanya. Seiring umur atau waktu berjalan akan semakin banyak yang ia ketahui. Berikut ini tahapan atau tahap-tahap perkembangan ketrampilan tangan untuk anak usia 0-12 bulan.

* Usia 0-2 bulan

Pada bulan-bulan pertama bayi bereaksi terhadap rangsangan inderanya dengan gerakan refleksnya. Bila kita menyentuh tangannya, ia akan refleks menggenggam. Ia pun belum menyadari keberadaan tangannya dan belum mampu memfokuskan pandangannya. Karena itulah kita perlu memperlihatkan sesuatu benda dalam jarak pandang yang dekat (sekitar 25 cm) untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

Di tahap awal ini, wajah ibu merupakan obyek yang paling merangsang bayi untuk belajar memfokuskan pandangannya. Itu sebabnya bayi suka sekali meraba wajah ibu kala digendong. Ibu dapat membantu si bayi, caranya pegang tangan si kecil lalu letakkan pada hidung, pipi, mulut, telinga maupun mata ibu. Hal ini akan membantu si kecil dalam menggunakan tangannya.

* Usia 3-6 bulan

Di usia 3 bulan, jangkauan pandangan bayi mulai meluas dan ia pun mulai menyadari keberadaan tangannya. Ia senang mengamati tangannya sementara ia bermain dengan tangan-tangan itu, dan bahkan memasukkannya ke mulut.

Ia pun akan berusaha menyentuh benda yang dapat ditangkap oleh matanya. Sampai akhirnya ia dapat menyentuh si benda. Gantungkan mainan di atas boks dalam jarak yang dapat dijangkau oleh tangannya. Ia pasti senang dan akan mengulang-ulanginya, lantaran setiap kali ia menyentuhnya maka si benda akan bergoyang.

Selanjutnya ia akan berusaha memegang benda itu (sekitar usia 4 bulan). Pada saat ini umumnya bayi mampu memiringkan badannya ke sisi kiri dan kanan. Gantungkan mainan di sisi kiri/kanan boks dan letakkan bayi dalam jarak sepanjang tangannya dapat menjangkau mainan itu. Biarkan ia berusaha sendiri sampai ia dapat memegang mainan itu.

Bisa pula dengan menggantungkan mainan di atas boksnya dalam jarak yang dapat ia jangkau. Atau letakkan mainan di telapak tangannya untuk ia genggam. Tentu mainannya tak boleh terlalu besar agar mudah dipegangnya. Atau, dudukkan ia di kereta/kursi bayi yang memiliki tempat untuk meletakkan mainannya. Biasanya di usia 6 bulan ia sudah bisa mengambil benda dan memegangnya dengan menggenggam.

Jagalah kebersihan dan keamanan mainannya, karena ia akan mulai memasukkannya ke mulut.

* Usia 7-12 bulan

Di awal usia ini bayi mulai menyadari bahwa ia dapat menggunakan tangannya untuk "menyelidiki" obyek-obyek dengan memegangnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Tapi jangan beri sekaligus banyak mainan, karena ia baru dapat memusatkan perhatian pada satu benda saja. Bila ia kelihatan sudah mulai bosan dengan satu mainan, gantilah dengan mainan lain.

Sekitar usia 8 bulan ia mulai menggunakan jari-jemarinya untuk memegang benda. Sebulan kemudian ia dapat memegang benda dengan jari-jarinya, tidak lagi dengan seluruh telapak tangan (menggenggam). Pada perkembangan selanjutnya ia akan mampu memegang benda kecil di antara ibu jari dan telunjuk. Juga dapat menunjuk ke suatu obyek dengan telunjuknya.

Agar ia terampil memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk, kita dapat melatihnya dengan meletakkan potongan kue di antara kedua jari itu. Beri contoh bagaimana memegangnya, lalu masukkan makanan itu ke dalam mulutnya. Setelah itu bantu ia melakukannya hingga akhirnya ia mampu melakukannya sendiri. Latihan ini sangat penting untuk persiapan memegang tangkai cangkir, pensil dan benda kecil lainnya.

Di awal usia ini ia juga mulai belajar memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Kita dapat membantu dengan meletakkan mainan di telapak tangannya lalu mengangkat benda itu dan memindahkannya ke tangan yang lain. Setelah itu pegang tangannya yang memegang mainan itu lalu bantu ia memindahkan mainan itu ke tangannya yang lain. Selanjutnya beri contoh bagaimana kita memindahkan mainan itu dari tangan kita yang satu ke tangah yang lain. Ajak ia melakukannya sendiri tanpa dibantu lagi.

Sekitar usia 10 atau 11 bulan ia mulai menjatuhkan benda ke lantai. Kita sebaiknya tidak mengambilkannya, tapi minta ia untuk mengambilnya sendiri. Bila ia belum mengerti, pegang tangannya dan beri contoh bagaimana cara mengambil benda itu. Sediakan mainan yang tak mudah pecah atau peot bila dijatuhkan dan mudah diambil.

Ia pun mulai senang memasukkan benda-benda kecil ke dalam sebuah wadah. Apalagi jika wadahnya terbuat dari kaleng. Karena setiap kali ia memasukkan benda akan menimbulkan bunyi.

Untuk semakin memantapkan keterampilan tangannya, lakukanlah berbagai aktivitas. Misalnya menggelindingkan bola, tepuk tangan, melambai, menyusun balok, memegang gelas, dan sebagainya.

Semoga bermanfaat!

Baca yang ini juga yuk:
Macam-macam gerakan refleks pada bayi
Tips memilih mainan anak

Read more...

Berat Badan dan Tinggi Ideal untuk Anak Usia 0-5 tahun

>> Friday, 16 December 2011

Berapa berat badan ideal untuk anak-anak? Idealnya, anak usia 3 tahun itu berat badannya berapa kg?
Berikut ini adalah tabel berat badan dan tinggi ideal untuk anak-anak usia 0-5 tahun.

sumber: Direktorat Kesehatan Gizi, Departemen Kesehatan RI

Berdasarkan data yang dikeluarkan Direktorat Kesehatan Gizi Depkes RI untuk anak usia 0-5 tahun tanpa dibedakan jenis kelaminnya, pada usia tertentu harus memiliki tinggi badan ideal dengan plus minus 2 standar deviasi. Manusia tidak seperti barang produksi pabrik. Manusia memiliki variasi yang luas. Karena itulah, diberi toleransi +2 standar deviasi dan -2 standar deviasi dari nilai rata-rata.

Dari tabel di atas dapat dilihat, misalnya untuk bayi usia 8 bulan, tinggi standarnya adalah 69 cm. Variasinya, ia boleh lebih 2 cm atau kurang 2 cm. Setelah diperoleh angka tinggi standar, kita akan lihat berapa berat badan standar normalnya, yakni 8,4 kg. Ini adalah berat badan standar ideal. Bisa saja, anak dengan tinggi badan 69 cm memiliki berat badan kurang atau lebih dari 8,4 kg.

Contoh lainnya, anak usia 5 bulan memiliki panjang ideal 64 cm. Tetapi mungkin ada yang tinggi badannya cuma 60 cm. Ini masih variasi normal. Dan dengan panjang 60 cm, nilai standar berat badannya berubah menjadi 5,7 kg. Anak yang seumur mungkin variasi panjang badannya berada di 67 cm. Dan untuk panjang 67 cm, berat badan normalnya 7,8 kg.

Dari contoh di atas, tidak ada masalah dari kedua anak tersebut. Mereka normal. Cuma kadang orang tuanya yang berpikiran, anak kita seumur tapi kok berat anak saya cuma 5,7 kg. Wah, berarti anak saya kurang gizi. Si ibu lupa, meski usianya sama, panjangnya berbeda. Padahal, perbedaan panjang itu masih dalam batas normal.

Semoga bermanfaat!

Read more...

Macam-macam Gerakan Refleks Pada Bayi

>> Monday, 12 December 2011

Berikut ini 9 gerakan refleks pada bayi:

1. Refleks moro: bila bayi tiba-tiba kaget begitu mendengar suara.

2. Refleks blinking: bila bayi menutupkan kedua matanya begitu terkena kilatan cahaya atau hembusan udara.

3. Refleks babinski: bila tapak kaki bayi disentuh, jari-jari kakinya akan mengembang.

4. Refleks grasping: bila telapak tangannya disentuh, dia langsung menggengam.

5. Refleks rooting: bila pipi atau mulutnya disentuh, mulutnya akan langsung membuka dan berbunyi seperti orang yang mengenyot (mengisap).

6. Refleks stepping: bila tubuhnya diangkat dan diposisikan berdiri di atas permukaan lantai, kakinya akan menjejak-jejak di atas permukaan lantai.

7. Refleks sucking: bila ada objek yang dimasukkan ke mulutnya, ia langsung mengisap.

8. Refleks swimming: bila ditelungkupkan di dalam air, secara otomatis tubuhnya akan membuat gerakan-gerakan seolah hendak berenang.

9. Refleks tonic neck: bila ditelentangkan, kedua tangannya akan menggenggam dan kepalanya menengok ke kanan dalam posisi seperti pemain anggar.

Semoga bermanfaat!

Read more...

Cara Memandikan Bayi Beserta Gambarnya

>> Thursday, 24 November 2011

Untuk keluarga muda, atau bagi pasangan yang baru pertama kali mempunyai anak, kadang bingung gimana sih cara memandikan si kecil? takut...kulitnya masih lembek, takut terluka, gimana cara mengeramasin rambut si mungil? dsb. Kalau ada perawat, pembantu atau ada orang tua, mungkin kita bisa menyuruhnya untuk memandikan, sementara kita melihat dan belajar agar nantinya bisa dan berani memandikan si baby mungil. Tapi bagi Anda yang tinggal di LN yang tidak ada siapa-siapa di rumah, Anda bisa koq belajar memandikan si baby mungil. Berikut ini cara memandikan si kecil, persiapan apa yang diperlukan sebelum memandikan si baby, langkah-langkah memandikan bayi hingga memakaikan baju untuk si mungil, dijelaskan secara rinci.

PERSIAPAN

1. Di ruang tertutup
Acara mandi bisa dilakukan di kamar tak ber-AC atau ruangan lain asal tak terbuka agar bayi tidak kedinginan.

2. Dua waslap
Satu untuk menyeka wajah dan badan; satu lagi untuk daerah kelamin.

3. Kapas
Terdiri kapas puting untuk membersihkan kotoran di sekitar mata bayi, kapas cebok, dan cotton buds.

4. Kasa steril
Jika si kecil belum puput pusar, sediakan kasa steril dan alkohol 70%.

5. Perlak
Letakkan perlak di baby tafel (meja ganti popok) atau boks/tempat tidur si kecil.




6. Perlengkapan mandi
Handuk, sabun dan shampo khusus bayi. Letakkan di atas perlak: sebagian untuk handuk yang dilebarkan, sebagian lagi di sebelah atas letakkan sabun dan sampo bersama waslap.

7. Kosmetik & minyak penghangat
Siapkan bedak khusus bayi, sisir khusus bayi, dan minyak telon; letakkan di samping handuk.


8. Pakaian ganti
Susun (di boks/tempat tidur) dari bawah: bedong, baju, lalu popok.

9. Air Hangat
Letakkan bak mandi si kecil tak jauh dari meja ganti/boks/tempat tidur. Tuang air hangat ke bak setinggi 1/4 bak jika ukuran bak cukup besar atau 1/2 bak jika ukurannya kecil. Ukur kehangatan air dengan mencelupkan siku lengan Anda.


CARA MEMANDIKAN


1. Letakkan bayi di atas perlak, lepaskan seluruh pakaiannya.

2. Jika belum puput pusar, lepaskan kasa yang membungkus tali pusat. Jika lengket, siram dengan alkohol 70 persen.

3. Jika si kecil BAB/BAK, bersihkan dengan kapas cebok.


4.a. Ambil waslap pertama untuk menyeka wajah, celupkan ke dalam air di bak, peras sedikit, lalu seka lembut secara berurut: wajah, lengan, badan, punggung, kaki.




4.b.Ganti dengan waslap kedua, celupkan ke dalam air di bak, lalu bersihkan daerah sekitar kelamin.







5. Ganti dengan waslap pertama kembali, bubuhi sabun; sabuni seluruh tubuh si kecil dari tangan hingga kaki. Usahakan telapak tangan tak terkena sabun karena bayi sering memasukkan tangan ke mulut. Alat kelamin si Buyung boleh disabuni (gunakan waslap kedua), tapi buat si Upik tak perlu.



6. Angkat si kecil, masukkan ke dalam bak. Caranya:

a. Selusupkan tangan kiri Anda di bawah leher dan kepala si kecil; ibu jari menutup telinga kanan dan jari tengah menutup telinga kiri. Jika Anda menggunakan tangan kanan, lakukan sebaliknya.



b. Dengan tangan kanan, rapatkan kedua kaki si kecil; posisi telunjuk di antara kedua kaki.






c. Kini si kecil siap diangkat untuk dimasukkan ke dalam bak mandinya.








7. Dalam bak mandi:

a. Posisi badan si kecil di air harus lebih rendah dari kepala. Lepaskan tangan kanan dari kakinya, lalu bilas tubuhnya bagian depan, tangan dan kaki hingga bersih. Tubuh bagian belakang bisa dibilas tanpa harus membalikkan badan si kecil.


b. Jikapun ingin mencoba membalikkan badannya, caranya: lepaskan ibu jari Anda di telinga kanan si kecil, lalu tutup telinganya dengan ibu jari tangan kanan Anda; sementara jari tengah/telunjuk kanan menggantikan jari tengah yang menutup telinga kanan; tapak tangan kiri tetap menyangga kepala si kecil, lalu balikkan tubuh si kecil ke arah kanan secara perlahan, baru kemudian tapak tangan kiri digunakan untuk menyiram tubuh si kecil.



c. Jika ingin mengeramasi rambut si kecil, lakukan sebelum membilas tubuhnya. Caranya: beri sedikit shampo di rambut, usap lembut hingga shampo merata, lalu bilas dengan air hingga busa shampo tak bersisa, diikuti membilas seluruh tubuhnya hingga tak bersisa busa sabun sedikit pun.










8. Kini si kecil siap diangkat dari bak mandinya. Kembalikan tangan kanan ke posisi semula di kaki si kecil. Letakkan di atas handuk. Keringkan dengan lembut dari wajah, rambut, tangan, tubuh, bagian kelamin hingga kaki.







SENTUHAN AKHIR

1. Bersihkan tali pusat dengan cotton buds, bungkus dengan kasa steril yang dibasahi alkohol 70 persen. Caranya seperti membedong, yaitu berbentuk segitiga. Jika tali pusat pendek, kasa cukup dibuat simpul. Yang penting, pangkal tali pusat harus tertutup rapat.


2. Gosok seluruh tubuh dengan minyak telon. Jangan pakai minyak kayu putih karena terlalu keras untuk kulit si kecil yang sensitif.






3. Bedaki perut dan punggungnya. Daerah kelamin tak perlu dibedaki. Jikapun mau, tipis saja.






4. Pakaikan popoknya, baju, lalu bedong. Terakhir, sisir rambutnya. Lihat, betapa bersihnya si kecil! Wangi lagi.










Pantes kalau masih di RS setelah lahiran, saat kita nunggu bayi kita dimandiin kadang lama banget yah? sampai kadang mikir kenapa anak kita, koq memandikannya lama banget? Tapi begitu perawat datang membawa bayi kita yang mungil, yang udah seger habis dimandiin, yang sudah wangi, hmmm....senengnya. Terus cipika cipiki I love you sayang....

Semoga bermanfaat yah!

Baca juga yang ini yuk:
Tanda-tanda anak yang mengalami kelelahan
Tips untuk memandikan bayi Anda

Read more...

Serba serbi dot dan empeng

>> Wednesday, 9 November 2011

Pada artikel Empeng: baik atau buruk? ada teman yang bertanya sebagai berikut:

Sebelumnya, Narti mau membedakan antara dot dan empeng. Kalau menurut Narti begini:
1. empeng => dot kosong tanpa botol susu











 

2. dot => botol susu, yang di isi susu baru diberikan ke anak. Bisa juga diisi dengan air putih atau jus.












 

Sebelum memutuskan untuk memberi susu tambahan pada bayi, ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan. Mengapa kita memberikan susu tambahan pada bayi kita? Apakah perlu kita memberikan susu tambahan?
Hal-hal yang perlu kita perhatikan sebelum memberi susu tambahan pada bayi, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Ibu berkerja atau tidak. Ibu bekerja tentu berbeda dengan ibu yang tinggal di rumah.
- ASI sudah tidak mencukupi lagi
Asupan gizi untuk ibu yang sedang menyusui perlu diperhatikan, baca artikelnya disini.
- Si ibu sakit
- Bayi tidak mau minum ASI
- Jika bayi minum ASI eksklusif, pada usia 6 bulan baru diperkenalkan dengan makanan tambahan.
Namun jika bayi sudah diberikan susu tambahan (bukan hanya ASI) maka pada usia 4 bulan, bayi sudah mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan.
- Ada bayi yang tidak mau diberi susu formula.

- Pilih susu formula yang tidak mengandung gula tambahan, dan rasanya disukai bayi. Anak satu dengan anak lainnya belum tentu suka dengan satu jenis susu yang sama.
- Pemberian susu formula kadang membuat bayi jadi tidak mau minum ASI.
Mengapa setelah bayi diberi susu formula jadi tidak mau minum ASI?
Karena
bayi akan lebih mudah minum susu formula dari botol susu dibanding harus mengisap dari ibunya. Jika menyusu dari botol, dengan penekanan bibir sedikit saja pada dot, susu akan keluar. Sedangkan jika minum ASI, ia harus berusaha lebih keras untuk dapat menghisap ASI dari puting ibunya. Hal ini membuat sebagian bayi lebih suka susu formula dan meninggalkan ASI.
- dsb
Sekarang sudah siapkah jika bayi Anda jadi tidak mau minum ASI lagi??

Tips memberikan dot

Jika Anda memilih memberikan dot, ingat sejumlah tips berikut:

1. Tunggu sampai bayi dapat menyusu dengan baik dari susu ibunya. Bersabarlah. Tunggu sampai bayi berumur beberapa minggu atau lebih, sampai dia dapat dengan rutin menyusu.

2. Biarkan bayi menentukan sendiri, kapan ia mau menggunakan dot. Jangan dipaksa. Jika ASI sudah mencukupi, sebaiknya jangan berikan susu tambahan, karena ASI adalah asupan gizi terbaik untuk bayi.

3. Pilih dot dengan bahan yang baik dan mudah dibersihkan. Saat ini banyak sekali model atau bentuk dot (botol susu) yang unik, lucu, dengan warna yang menarik. Tentu ini akan menarik minat ibu-ibu untuk membelinya...hehe ngaku deh...
Tapi kalau Narti tetap memilih yang mudah dibersihkan, jika bentuknya lucu tapi ketika dicuci tidak terjangkau oleh sikat atau ribet membersihkannya, Narti mending gak jadi beli deh. Rem keinginan untuk membeli botol susu yang lucu dan belilah botol susu yang sesuai kebutuhan.
Hati-hati juga dengan dot yang sudah "retak" karena jika patah bisa tertelan oleh si kecil. Pilih bentuk dan ukuran yang pas untuk bayi anda.

4. Jika sudah ada yang dirasa pas oleh bayi, belilah beberapa buah. Kerap terjadi bayi menolak jika dotnya diganti karena sudah empuk, enak, atau alasan apa pun. Yang akhirnya bayi jadi tidak mau minum susu lagi karena dotnya diganti.

5. Jaga kebersihan dot. Sebelum menggunakan dot yang baru, cuci bersih. Agar dot tidak jamuran, rendam dot setiap hari dalam mangkuk berisi air hangat yang sudah diberi sabun cuci atau cairan khusus untuk mencucui dot, biarkan hingga kering, baru berikan pada si kecil. Jangan pernah memasukkan dot ke dalam mulut Anda dengan tujuan membersihkannya. Bakteri dari mulut anda bisa menempel di dot dan masuk ke mulut bayi.

Untuk memberikan empeng, selain hal-hal di atas, perhatikan juga hal berikut ini:

1. Jangan pernah menggunakan tali untuk menggantung empeng lalu dikalungkan ke leher bayi. Si kecil bisa terbelit tali dan mengakibatkan kematian.

2. Jika empeng sudah terlepas dari mulut bayi ketika dia tidur, jangan masukkan kembali ke mulutnya.

3. Coba cari cara lain untuk menenangkan bayi ketika ia rewel atau menangis. Jangan buru-buru diberikan empeng. Misalnya dengan sedikit gendongan atau ayunan, ia sudah kembali tenang. Ini penting agar bayi tdak tergantung pada empeng.

4. Sadari betul, kapan harus menghentikan pemberian empeng ke anak. Kebanyakan anak berhenti menggunakan empeng ketika usia 2-4 tahun. Jika mulai ragu, khawatir dengan usianya yang masih menggunakan empeng, berkonsultasilah dengan dokter.

5. Yang terakhir, keputusan untuk memberikan dot atau empeng atau tidak diberikan sama sekali, berada di tangan Anda. Biarkan kesalahan menjadi guru yang terbaik dalam mendidik dan merawat buah hati tersayang. Tapi bukan berarti anak untuk praktek loh ya :D

Kebiasaan buruk yang kerap kita lakukan terhadap bayi, diantaranya adalah:

1. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu tetap di mulut
Bila si kecil tidur dengan botol susu tetap di mulutnya, akan merusak gigi anak. Campuran gula dari susu tetap tinggal di gigi untuk waktu yang cukup lama. Hal ini menyebabkan timbulnya bakteri pada gigi anak. Campuran gula dan bakteri ini kemudian membentuk asam yang membuat busuk gigi. Dokter gigi sering menggunakan istilah "mulut botol" untuk menggambarkan mulut anak yang selalu tidur dengan botol di mulut.

2. Membiarkan bayi menghisap jempol/jari
Menghisap jempol atau jari lainnya merupakan kebiasaan buruk karena dapat menyebabkan gigi "maju". Zaman sekarang gigi maju dapat diatasi melalui perawatan ortodontis. Biasanya pada usia 2-4 tahun kebiasaan ini akan berhenti. Meski demikian, jauh lebih baik melakukan pencegahan terhadap kebiasaan buruk tersebut sedini mungkin.
Dampak kebiasaan anak menghisap jempol/jari bisa Anda baca disini. (wajib baca!).

3. Menelan pasta gigi
Meminta anak untuk menggosok gigi setiap hari merupakan tugas yang berat, baik bagi anak maupun orangtua. Kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh anak-anak adalah menggunakan pasta gigi yang banyak dan menelannya. Akibatnya, terlalu banyak fluor yang masuk ke dalam tubuh anak dan hal ini dapat menyebabkan suatu kondisi yang dikenal dengan istilah fluorosis, dimana pada kasus-kasus yang berat akan menimbulkan bercak putih atau warna coklat pada gigi.

Kebiasaan buruk ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan mengajarkan anak cara menggosok gigi dengan baik dan benar dan sesudah itu mereka akan terbiasa melakukannya.


Selain memilih dot (botol susu) yang mudah dibersihkan seperti tertulis di atas, perhatikan juga hal-hal berikut ini dalam memilih dot juga empeng untuk bayi.

Tips memilih empeng adalah sebagai berikut:

1. Sesuaikan ukuran empeng dengan kebutuhan bayi.
2. Sesuaikan dengan daya isap bayi
3. Pilih yang design-nya menyerupai bentuk rahang bayi.
4. Dot khusus untuk bayi dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut.

Tips memilih dot atau botol susu:

1. Sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan bayi.
Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan bisa dibelikan dot ukuran 180ml. Bila ASI ibu belum keluar saat bayi lahir, sekarang ini ada dot (botol susu) ukuran super imut, hehe... hanya berukuran 60ml kalau gak salah. Kadang di RS juga tersedia susu formula kemasan sekali pakai, dengan botol plastik kecil yang tentu saja sudah dirancang khusus untuk bayi.

2. Terbuat dari bahan tahan panas, tak mudah pecah dan tak beracun.
Ada yang terbuat dari kaca, dan ada juga yang terbuat dari plastik. Untuk yang terbuat dari plastik, sebaiknya Anda perhatikan kode Tara-nya. Apa itu kode Tara? silakan baca artikelnya disini.

3. Memiliki perlengkapan regulator anti sedak untuk bayi 0-3 bulan.
Regulator berupa sekat ini berguna untuk membuka tutup keluarnya air susu, air susu tidak akan keluar jika tidak dihisap.

4. Botol susu dengan pegangan untuk bayi 6 bulan keatas.
Usia ini bayi sudah mulai bisa memegang sendiri botol susunya.

5. Pemakaian dan sterilisasi
    - Susui sikecil dengan cara yang benar.
    - Perhatikan sterilisasi botol susu (dot) dan empeng sebelum diberikan ke bayi.

6. Pilih gambar pada botol susu yang menarik.
Pilih gambarnya jangan yang terlalu ramai. Dari gambar pada botol ini anak juga bisa belajar mengenal warna, jenis hewan, aneka bentuk dll.

Pemberian empeng tentu ada plus minusnya, ada sisi positif dan negatifnya. Apa sisi positif pemberian empeng? apa sisi negatif jika bayi diberikan empeng? silakan baca artikelnya disini.

Semoga bermanfaat!

Link terkait:
Dampak kebiasaan anak menghisap jempol/jari
Bila si kecil tersedak
Empeng: baik atau buruk?
Makanan sehat untuk ibu menyusui

Read more...

Tips Agar Aman Membawa Bayi di Pesawat

>> Sunday, 8 August 2010

Sekembalinya dari mudik ke tanah air, belum ada ide nulis artikel. Kali ini saya mau share pengalaman membawa bayi di pesawat. Walaupun Salma sudah berumur 3 tahun, tapi artikel ini ditujukan untuk balita. Hanya beda sedikit, misalnya tentang diapers dan kursi duduk (seat). Yang lainnya sama saja, bisa diterapkan untuk bayi dan anak-anak.

Sebelum Anda melakukan perjalanan dengan pesawat, jika Anda membawa serta bayi Anda, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui sebelumnya. Jika kondisi bayi sehat, perjalanan dengan pesawat relatif aman untuknya.

Berikut ini ada beberapa tips agar aman membawa bayi di pesawat, yaitu:

1. Sebaiknya, saat pesawat lepas landas dan mendarat, bayi diberi sesuatu di mulutnya agar terbuka untuk menyeimbangkan tekanan, sehingga dapat mencegah timbulnya gangguan pada gendang telinganya. Ibu dapat memberinya dot atau sendok plastik yang tumpul.

2. Di dalam kabin pesawat terdapat tombol pengatur udara (AC) yang sebaiknya jangan diarahkan langsung ke bayi. Jika dirasa terlalu dingin, aliran udaranya dapat dikecilkan atau bahkan dimatikan. Anda bisa mengaturnya sendiri, atau minta tolong pada pramugari.

3. Persiapan yang tak kalah penting adalah makanan untuk bayi. Walaupun bayi mendapatkan jatah sendiri ketika di pesawat, tapi makanan yang diberikan belum tentu cocok dengan bayi kita. Jadi sebaiknya Anda membawa bubur bayi yang biasa Anda berikan. Juga bawalah biskuit kesukaannya.

4. Bekal yang lain yaitu susu (jika ia tak minum ASI) secukupnya bagi bayi. Susu bubuk dan airnya, sebaiknya dipisah dan dicampur saat dibutuhkan. Untuk saat ini membawa air putih kadang tidak diperkenankan. Tetapi masih ada juga maskapai yang memperbolehkan membawa air putih jika untuk bayi (baby). Jika tidak diperkenankan membawa air putih, Anda bisa meminta air pada pramugari ketika ingin membuat susu untuk si kecil. Bawalah beberapa buah dot (botol susu), sesuaikan dengan jauhnya perjalanan yang akan Anda tempuh. Sebaiknya bawa bekal agak lebih, karena ada kemungkinan keberangkatan pesawat tertunda (delay) hingga beberapa jam. Berdasarkan pengalaman sih....

5. Jangan lupa membawa baju hangat, topi, kaus kaki, dan sarung tangan untuk mencegah bayi terkena hawa dingin di pesawat atau di ruang tunggu. Membawa diapers juga cukup praktis, karena mengganti popok bayi di pesawat tak semudah seperti jika dilakukan di rumah. Bawa juga baju ganti untuk berjaga-jaga jika baju kotor, terkena tumpahan susu/makanannya atau ketika bayi muntah di pesawat.

6. Apakah Ibu mudah mabuk jika naik pesawat? Jika, ya, sebaiknya Ibu ditemani oleh orang dewasa lain yang tak mudah mabuk, mengingat dalam keadaan mabuk sukar bagi Ibu menjaga bayi.

7. Jika bayi rewel tentu ada sebabnya. Mungkin karena popoknya basah, kedinginan, atau karena deru mesin pesawat, atau karena lingkungan yang asing baginya. Menggendong bayi sambil menepuk-nepuk punggungnya bisa membantu meredakan rewelnya.

8. Untuk mengetahui kondisi fisiknya, tak ada salahnya memeriksakan bayi ke dokter 2-3 hari sebelum berangkat.

9. Bawalah 1 atau 2 buah mainan bayi untuk bermain ketika di pesawat. Pilih yang tidak mengeluarkan bunyi nyaring/berisik agar tidak mengganggu penumpang lainnya.
Untuk anak-anak yang sudah bisa menulis, bisa juga dibawakan buku gambar dan pensil warna. Anda bisa juga membawa buku cerita, jadi ketika kejenuhan datang menghampiri si kecil Anda bisa membacakan cerita/dongeng untuknya.

10. Untuk ibu yang membawa serta bayi, biasanya akan ditempatkan/mendapatkan kursi (seat) paling depan. Disana ada meja khusus untuk menaruh bayi. Minta tolonglah pada pramugari jika Anda ingin memakainya.

11. Ketika take off dan landing sebaiknya bayi berada dalam pangkuan Anda.

12. Berapa batasan usia bayi boleh naik pesawat? Untuk hal ini sepertinya tidak ada aturan khusus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak Anda sebelum keberangkatan, apakah bayi aman bepergian dengan pesawat terbang atau tidak.

Ada yang mau menambahkan? Silakan tulis di kolom komentar.
Semoga bermanfaat!

tags: bayi naik pesawat, membawa bayi naik pesawat dengan aman, aman bepergian dengan bayi, tips membawa bayi naik pesawat terbang, hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum bepergian membawa bayi naik pesawat.

Baca juga artikel terkait:
Si kecil naik pesawat?
Agar si kecil betah di pesawat (1)
Agar si kecil betah di pesawat (2)

Read more...

Mengatasi Dahak Pada Bayi

>> Tuesday, 18 May 2010

Bayi, batita atau balita sangat rentan terkena penyakit. Kita sudah menjaganya, tapi yang namanya penyakit itu tidak pilih-pilih mau hinggap dimana.
Pernahkah anak-anak Anda berdahak? Bagaimana cara mengatasi dahak pada bayi atau batita?

Slem atau dahak yang menyangkut di tenggorokan bayi membuatnya tidak nyaman karena menghalangi nafas, membuat tangisannya jadi parau dan menyulitkannya menelan ASI. Terlebih bayi yang baru bisa menangis, belum bisa bicara dan menunjukkan sebelah mana yang sakit, tentu kita harus tahu dan segera bisa mengambil tindakan untuk mengurangi rasa sakitnya.
Berikut ini tips untuk mengecerkan dan mengeluarkan dahak pada si kecil.

Tips mengencerkan dahak:
1. Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (kira-kira pukul 07.00 – 08.00) selama 10 menit.
Sesuaikan dengan tempat tinggal Anda, misalnya seperti saat sekarang ini di Qatar yang memasuki musim panas, tentu jam 07.00 udah terasa panas. 
2. Dengan cara lain, mengoleskan balsem bayi ke dada dan punggungnya. Atau, teteskan minyak kayu putih ke dalam baskom berisi air hangat, letakkan di dekat bayi agar terhirup uapnya.
3. Tetap memberi bayi ASI. Jika ia sudah mendapat makanan tambahan, berilah air putih hangat, sari buah atau sup/kaldu hangat. Pada intinya, mengkonsumsi banyak cairan merupakan terapi sederhana untuk mengencerkan dahak dan membersihkan tenggorokan.
4. Memberi bayi ramuan tradisional air jeruk nipis dicampur kecap atau madu, berikan 1 sendok teh, 3-4 kali sehari. Tapi berhati-hatilah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Tips mengeluarkan dahak:
1. Setelah dahak diencerkan, tengkurapkan bayi di pangkuan Anda (posisi Anda duduk tegak, bersandar). Letakkan satu kaki Anda lebih tinggi dari kaki lainnya sehingga posisi tubuh bayi miring dengan bagian kepala lebih rendah. Tepuk-tepuk lembut punggung bayi. Dahak yang encer akan turun dan keluar dari tenggorokan.
2. Jika tidak dengan cara di atas, dahak yang tertelan bayi dapat keluar dengan sendirinya lewat feses (kotoran), air seni dan air ludah. Atau, keluar manakala bayi bersin dan muntah.

Dahak bening, kuning atau hijau.
Dahak (mucus) adalah cairan kental yang diproduksi oleh saluran nafas sebagai perlawanan tubuh dari masuknya “benda asing” berupa bakteri, virus atau penyebab alergi (debu, asap, udara dingin, dan lain-lain). Hal itu merupakan reaksi alamiah tubuh. Dahak yang “normal” berwarna jernih/bening, agak kental dan jumlahnya sedikit. Waspada bila warnanya berubah kuning atau hijau, karena merupakan pertanda terjadinya infeksi. Untuk mengobatinya, bawalah bayi ke dokter.

Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: bayi berdahak, mengatasi dahak pada bayi, mengencerkan dahak pada bayi, mengeluarkan dahak, warna dahak yang normal, dahak tidak normal, kapan dahak muncul, mengapa bayi berdahak.

Baca juga yang ini yuk:
Beberapa penyebab demam.
Bila si kecil tersedak.

Read more...

Empeng: baik atau buruk?

>> Wednesday, 27 January 2010

Dot untuk minum susu dari botol, atau empeng, masih menjadi perdebatan di kalangan orangtua dan ahli kesehatan. Para ahli kesehatan mengatakan empeng tidak baik karena bisa merusak bentuk gigi, tapi kebanyakan orangtua bilang hal itu tak masalah. Apalagi, si bayi suka, dan membuatnya berhenti menangis. Apa pro dan kontra seputar empeng untuk bayi ini?

Pro
* Mengurangi kemungkinan kematian tiba-tiba.
Perkumpulan dokter anak di Amerika, The American Academy of Pediatrics, merekomendasikan orangtua untuk membiarkan anak tertidur di malam atau siang hari sambil mengisap empeng dalam satu tahun pertama kehidupannya. Nampaknya, hal ini  merupakan perlindungan yang efektif untuk melawan kemungkinan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), yakni ketika bayi tercekat dan tidak bisa bernapas saat tertidur. Berikan empeng saat ia akan tidur, namun jangan dipasangkan kembali saat ia sudah tertidur.

* Jennifer Shu, MD, pengarang Heading Home with Your Newborn: From Birth to Reality, mengatakan bahwa empeng bisa membantu bayi lebih tenang. Terlebih lagi, empeng juga bisa membantu mengurangi rasa ketidaknyamanan pada bayi yang menangis atau kolik.

* Memuaskan refleks mengisapnya. Beberapa bayi memiliki kebutuhan refleks untuk mengisap lebih banyak dari saat ia mengisap botol atau dari payudara ibu. Untuk bayi-bayi yang butuh bantuan untuk memuaskan refleks mengisap, empeng bisa memenuhi kebutuhan ini.

* Lebih mudah menghentikannya. Ketika Anda yakin sudah saatnya bayi berhenti mengisap empeng, akan lebih mudah menghentikannya untuk ngempeng, ketimbang harus memintanya berhenti mengisap jempol.

Kontra
* Menurut sebuah studi yang dilaporkan pada perkumpulan dokter anak di Amerika, empeng bisa meningkatkan setidaknya 40 persen infeksi telinga (acute otitis media) pada anak. Karena belum jelas alasannya, para peneliti belum bisa memastikan mengapa hal ini terjadi. Ditengarai, karena terjadinya perubahan tekanan di antara telinga bagian tengah dan tenggorokan bagian atas.

Namun, dikabarkan pula bahwa anak-anak yang berhenti menggunakan empeng secara perlahan usai usia 6 bulan, kemungkinan terkena infeksi telinga akan menurun sebanyak sepertiga persen, ketimbang anak sebayanya yang masih mengisap empeng.

* Jika diperkenalkan terlalu cepat, akan ada kemungkinan terjadi kebingungan pada anak antara puting ibu dan empeng. Jika ingin memberikan empeng pada bayi, tunggulah hingga usianya sekitar 1 bulan.

* Ada pula kemungkinan orangtua salah memberikan empeng kepada bayi pada saat ia sebenarnya butuh nutrisi, seperti ASI atau susu dalam botol.

Bayi yang terlalu semangat atau sangat lekat dengan empengnya, kemungkinan akan butuh penyesuaian pada bentuk giginya di masa depan. Tak tertutup kemungkinan pula akan ada kesulitan dalam pengucapan. Untuk bayi yang tak terlalu lekat dengan empengnya, nampaknya tak akan menjadi masalah.

"Empeng memang sangat mempan untuk membuat bayi yang rewel cepat kalem, asalkan digunakan dalam waktu yang singkat, agar tidak merusak giginya" terang Kimberly A. Harms, DDS, dokter gigi dari American Dental Association.

Sumber: kompas

tags: empeng, plus minus empeng bagi bayi, kapan sebaiknya memberikan empeng pada bayi, manfaat empeng, kekurangan empeng.


Baca juga:
Dampak kebiasaan hisap jempol.
Si kecil ngedot sampai kapan, ya?

Read more...

Tanda Stres Pada Bayi

>> Thursday, 7 January 2010

Tak mudah mengenali tanda-tanda stres pada bayi (0-12 bulan) karena keterbatasan cara berkomunikasinya. Lantaran itu, orangtua sebaiknya peka akan perubahan perilaku bayi.

Tanda-tanda stres yang dapat dikenali pada bayi adalah:

- Kerewelan atau tangisan yang berkepanjangan.
- Tidur gelisah, sebentar-sebentar terbangun.
- Nafsu makan/minum menurun. Atau ketika ditimbang pertambahan berat badannya tidak menggembirakan, bahkan mungkin menurun.
- Ketika diajak bermain, seperti tak bersemangat atau malah menangis.
- Maunya selalu digendong dan tak mau ditinggal.
- Menunjukkan perilaku agresif dengan merebut atau memukul.
- Memalingkan wajah atau menangis ketika melihat ibu/ayah karena merasa Anda tak memerhatikannya.

Penyebab stres
1. Merasa tak nyaman
Stres pada usia bayi sebenarnya lebih cenderung sebagai respons ketidaknyamanan yang dialami secara berkepanjangan. Misalnya celana basah atau kotor karena pipis atau BAB, namun tidak lekas ditangani.

Solusi:
Peka akan kebutuhan bayi dengan selalu cepat merespon apa yang menjadi kebutuhannya.

2. Sakit
Kemungkinan juga bayi merasa tak nyaman karena mengalami sakit.

Solusi:
Periksakan si kecil pada dokter. Untuk mengurangi ketidaknyaman pada tubuhnya, sering-seringlah memeluk tubuhnya. Jangan lupa untuk memberikan ASI karena ada zat kekebalan tubuh alami terkandung di dalamnya.

3. Merasa diabaikan
Contoh yang paling sering ditemui yakni setelah cuti melahirkan selesai, ibu harus kembali bekerja, sehingga pengasuhan diserahkan pada sosok pengganti. Hal ini menyebabkan bayi kehilangan sesuatu yang membuatnya aman dan nyaman.

Solusi:
Persiapkan sedini mungkin sehingga bayi tidak merasa ditinggalkan begitu saja. Tentukan siapa yang akan mengasuhnya. Pastikan ia mendapatkan pengasuhan dan perawatan yang baik dan nyaman. Usai ibu bekerja, berikan kenyamanan dengan cara memeluk, mencium, dan mengajaknya bermain.

4. Overstimulasi
Hal ini kerap tidak disadari orangtua karena khawatir bayinya kurang mendapat stimulasi seperti yang dianjurkan para pakar.

Solusi:
- Peka terhadap tanda-tanda kebosanan yang ditunjukkan anak. Contoh, bayi yang sudah bosan umumnya akan rewel atau memberontak ingin bebas dari pegangan kita.
- Ketahui tahapan perkembangan anak per usia. Dengan begitu, kita mengetahui kemampuan apa saja yang sudah harus dikuasai anak dan kemampuan mana yang belum saatnya diajarkan.

5. Kepanasan atau kedinginan
Perubahan cuaca yang sangat drastis atau tidak menentu bisa juga menyebabkan si kecil stres. Suasana rumah yang terlalu ramai juga kerap kali membuat si kecil merasa tidak tenang.

Solusi
Antisipasi sebelum masalah datang. ketika cuaca sedang terik, kenakan anak baju tipis atau nyalakan AC jika perlu. Atau jika rumah didatangi banyak orang, carikan ruangan yang kira-kira masih memungkinkan untuk bayi beristirahat.

Dengan mengetahui tanda-tanda stres pada bayi di atas, kita bisa segera mengambil tindakan agar bayi merasa aman dan nyaman.
Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: bayi stres, tanda bayi stres, anak kecil stres, ciri-ciri bayi stres, penyebab stres pada bayi, menangani bayi yang stres, memberi solusi pada bayi stres.

Baca juga:
Stimulasi perkembangan anak.
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kriteria pengasuh yang baik.
Kiat memahami anak.
Beberapa pertanyaan seputar tidur anak.

Read more...

Menimbang-nimbang Perlengkapan Bayi

>> Friday, 18 December 2009


Sebelum membeli perlengkapan bayi, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal. Berdasarkan pengalamanku juga, tidak semua perlengkapan bayi urgent untuk dimiliki. Kalau memang hanya dipakai sementara waktu, mengapa Anda memaksakan membelinya?
Bukankah lebih baik Anda menggunakan uangnya untuk hal yang lebih penting?

Berikut ini beberapa perlengkapan bayi yang perlu Anda pertimbangkan lagi ketika ingin membelinya:

1. Boks Bayi
Masa pakai boks bayi tidak lama, biasanya di bawah 1 tahun. Apalagi sekarang biasanya sebelum usia satu tahun si anak sudah bisa berjalan. Setelah bayi aktif bergerak biasanya bayi tidak mau lagi ditidurkan di boks bayi.
Dengan menggunakan boks bayi, Anda tidak was-was bayi akan terjatuh. Tetapi kemungkinan bayi terjepit diantara jeruji pembatas itu ada (aku bukan menakut-nakuti loh....). Boks bayi yang dilengkapi dengan kelambu menjadikan bayi terlindung dari gigitan nyamuk.
Kalau ingin mengajarkan anak tidur sendiri semenjak bayi, memiliki boks bayi adalah pilihan tepat. Perhatikan sebelum membeli, pilihlah yang bisa digunakan sampai usia batita, pilih yang besar dan dapat ditingkatkan fungsinya.

2. Kereta dorong
Jika si baby lebih sering tinggal di rumah nantinya, membeli kereta dorong bukan hal yang urgent.
Kalau memang Anda sering bepergian dan mengajak serta si baby, bisa jadi kereta dorong adalah barang yang urgent Anda miliki.
Apabila Anda lebih senang menggendong bayi Anda daripada menaruhnya di kereta dorong dengan alasan "kedekatan dan kelekatan" dengan anak, maka kereta dorong bukan hal yang urgent Anda miliki.
Sering menjumpai ibu-ibu ketika berbelanja, anaknya digendong, kereta dorongnya malah beralih fungsi untuk menaruh barang belanjaan.

3. Baby Tafel
Ukuran baby tafel biasanya sama dengan ukuran sebuah meja standar. Kamar bayi yang terbatas akan semakin sempit.
Mengganti popok atau baju diatas baby tafel, biasanya sebelum usia 6 bulan. Setelah usia tersebut, bayi akan berguling dan dikhawatirkan akan terjatuh.

4. Keranjang bayi
Keranjang bayi biasanya digunakan untuk bayi baru lahir. Bayi akan nyaman tidur dikeranjang bayi, tetapi masa pakainya tidak lama. Apabila bayi sudah mulai bisa memiringkan badannya, dikhawatirkan akan terjatuh.
Jadi keranjang bayi bukan barang yang urgent Anda beli, tetapi kalau dapat bingkisan atau kado ya tidak apa-apa.

5. Kantong tidur
Kantong tidur ini praktis dipakai ketika mau periksa ke dokter. Bisa juga dipakai sebagai pengganti selimut kalau ruangan bayi ber-AC.
Penggunaannya tidak lama, biasanya sampai 3 bulan saja, karena bayi sudah bertambah besar dan merasa tidak nyaman lagi.

Nah setelah mengetahui hal-hal diatas, Anda bisa mempertimbangkan lagi sebelum membelinya. Terlebih bila rumahnya ngontrak seperti aku, jadi harus berpikir lagi. Kalau mempunyai banyak barang, ketika pindah rumah ribet jadinya.

Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: memilih perlengkapan bayi, masa pakai perlengkapan bayi, hal yang diperhatikan sebelum membeli perlengkapan bayi.

Baca juga:
Tips untuk memandikan bayi Anda.
Bayi baru lahir: Tips atasi hidung tersumbat.
Jadwal pemberian makanan bayi.

Read more...

Jadwal Pemberian Makanan Bayi

>> Saturday, 28 November 2009

Berikut ini jadwal pemberian makanan bayi berdasarkan Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

* 0-4 bulan ASI On demand

* 4-6 bulan (bertahap)
- Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI
- Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur Susu
- Pukul 10.00 Buah segar/biskuit
- Pukul 12.00 (makan siang) ASI
- Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI
- Pukul 16.00 Buah segar/biskuit
- Pukul 18.00 (makan malam) Bubur susu
- Pukul 21.00 ASI

* 6-9 Bulan (Bertahap)
-Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
- Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur→ nasi tim
- Pukul 10.00 Buah segar/Biskuit
- Pukul 12.00 (makan siang) Bubur→ nasi tim
- Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
- Pukul 16.00 Buah segar/biskuit
- Pukul 18.00 (makan malam) Bubur→ nasi tim
- Pukul 21.00 ASI/PASI

* 9-12 Bulan (Bertahap)
- Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
- Pukul 08.00 (makan pagi) Nasi Tim→ makanan keluarga
- Pukul 10.00 Buah segar/biskuit
- Pukul 12.00 (makan siang) Nasi tim→ makanan keluarga
- Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
- Pukul 16.00 Buah segar/Biskuit
- Pukul 18.00 (makan malam) Nasi tim→ makanan keluarga
- Pukul 21.00 ASI/PASI

*> 12 bulan
- Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
- Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan Keluarga
- Pukul 10.00 Snack
- Pukul 12.00 (makan siang) Makanan Keluarga
- Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) -
- Pukul 16.00 Snack - Pkl. 18.00 (makan malam) Makanan Keluarga
- Pukul 21.00 ASI/PASI




***

Biasanya kalau pemberian ASI ekslusif, bayi usia 6 bulan baru mulai diberi makanan selain ASI. Apabila bukan ASI ekslusif, bayi mulai usia 4 bulan sudah diperkenalkan makanan, mulailah secara bertahap.

Bagi Anda yang bingung dengan resep untuk bayi, berikut ini kumpulan resep untuk bayi, berbagai resep bubur untuk bayi, untuk usia 4-6 bulan, 6-9 bulan, 9-12 bulan, resep nasi tim campur, diambil dari berbagai sumber, bisa Anda download gratis disini.

Kumpulan resep untuk bayi. download
Semoga bermanfaat.

tags: jadwal makan untuk bayi, kumpulan resep untuk balita, berbagai resep bubur, resep nasi tim.


Baca juga:
Stimulasi Perkembangan Anak.
Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.
Tips Untuk Memandikan Bayi Anda.

Read more...

Beberapa Penyebab Demam

>> Thursday, 24 September 2009


Ketika balita atau anak-anak demam, Anda sebaiknya segera mengetahui penyebabnya. Sehingga Anda bisa melakukan perawatan agar demam tidak semakin memburuk.
Berikut beberapa pemicu/penyebab demam dan cara mengatasinya.

1. Usia balita kurang dari 1 bulan
Penyebab demam: infeksi kuman penyakit.
Tindakan: segera bawa ke dokter.
Catatan: sulit menentukan penyakit yang ringan atau berat pada bayi baru lahir.

2. Usia balita 1-3 bulan
Penyebab demam: umumnya infeksi virus.
Tindakan: jika disertai perubahan perilaku ke arah yang tidak normal, segera bawa ke dokter.
Catatan: masih mungkin mengarah ke penyakit yang serius.

3. Usia balita 3-12 bulan
Penyebab demam: flu atau infeksi firus lain. Bisa juga dari imunisasi.
Tindakan: jika disertai perubahan ke arah yang tidak normal, segera bawa ke dokter.

4. Usia balita 1-6 tahun
Penyebab demam:
* Flu atau infeksi virus lain.
* Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
* Infeksi telinga
* Pneumonia
* Infeksi saluran pencernaan
* Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Tindakan: jika disertai perubahan ke arah yang tidak normal, segera bawa ke dokter.

Kapan ke dokter?
1. Jika lebih dari 3 hari demamnya tidak juga hilang, bawalah balita Anda ke dokter.
2. Jika suhu tubuh anak sangat tinggi, misalnya hingga 39 derajat Celsius, segera bawalah ke dokter tanpa harus menunggu 3 hari. Suhu yang tinggi tersebut bisa menandakan terjadinya infeksi pada anak.
3. Jika anak menampakkan kondisi yang mengkhawatirkan, seperti tubuh lemas, mual-mual dan muntah, kejang dan/atau kesadaran menurun segeralah ke dokter.

Sumber: ayahbunda.co.id

Jika anak demam, orang tua hendaknya jangan panik, demam bukanlah penyakit tapi demam merupakan gejala awal dari penyakit yang akan muncul. Biasanya anak-anak kalau mau sakit diawali demam terlebih dahulu. Agar tidak panik, hendaknya kita sebagai orang tua mengetahuinya apa-apa yang berhubungan dengan demam. Jika anak-anak demam, segeralah ke dokter, segera kembalikan dunia mereka, dunia anak-anak, dunia bermain dan belajar yang penuh dengan keceriaan.

tags: penyebab demam pada anak usia kurang dari 1 bulan, penyebab demam pada balita, penyebab demam pada anak-anak, kapan sebaiknya pergi ke dokter jika demam, penyebab demam pada anak usia 1-3 bulan, penyebab demam pada anak usia 3-12 bulan, penyebab demam pada anak usia 1-6 tahun, tindakan yang harus diambil apabila anak-anak demam, tindakan yang harus diambil apabila balita demam.

Read more...

Bayi Baru Lahir: Tips Atasi Hidung Tersumbat

>> Friday, 10 April 2009

Saat hidung bayi yang baru lahir (0 - 3 bulan), Bunda biasanya panik dan bingung. Benarkah, bayi baru lahir tidak boleh diberikan balsem pelega nafas. Adakah cara aman untuk membantukan bernafas lancar kembali?

Lendir mengering. Hidung tersumbat adalah gejala awal influenza atau flu. Hidung bayi biasanya banyak mengandung lendir di momen seperti ini. Tapi karena udara yang keluar masuk lewat hidung, ingus pun menjadi kering di dalam hidung. Ini menutup dan menyumbat saluran nafas di hidung bayi. Saat itulah bayi sulit bernafas karena hidung tersumbat. Apa yang bisa Anda lakukan?! Bantu bayi mengeluarkan ingus dari hidung bayi agar ia dapat bernafas lega. Anda akan tahu cara hadapi hidung tersumbat setelah membaca tips berikut. Tetapi jika hidung tersumbat disertai demam, batuk terus-menerus, atau jika ingus berwarna kuning kehijauan, bawa bayi ke dokter anak. Untuk pengamatan dan saran lebih lanjut.

Berikut tips untuk mengatasi hidung bayi yang tersumbat:
1. Menyedot ingus:
a. Gunakan penyedot ingus (nasal aspirator) khusus untuk bayi. Bentuknya serupa pipet atau pipa plastik yang lembut dengan ujung berupa karet penyedot. Dijual di apotek, dengan merek khusus untuk bayi, seperti Pigeon, Chicco, Dreambaby dan lain-lain.
b. Bersihkan bagian yang akan dimasukkan ke hidung bayi dengan cara disteril (dengan alat steril botol) atau kapas yang diolesi alkohol 70%.
c. Tenangkan bayi sebelum penyedotan dilakukan agar Anda dapat memasukkan alat dengan tepat.
d. Masukkan alat ke dalam hidung bayi, tetapi jangan terlalu dalam. Saat memasukkan penyedot, ujung karet yang berfungsi untuk menyedot harus dalam keadaan ditekan, lalu lepas perlahan saat sudah di dalam hidung. Lakukan dengan lembut, agar hidung bayi tidak teriritasi.

2. Meneteskan NaCl atau larutan garam murni:

a. Anda bisa mendapatkan larutan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) di apotik, contohnya salah satu mereknya adalah Breathy. Fungsinya, untuk melembabkan selaput dalam saluran pernafasan bayi, melancarkan sumbatan hidung, dan mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan. Cara memberikannya adalah dengan memasukkan sedikit bagian ujung pipet lalu teteskan lembut.
b. Anda juga bisa membuat sendiri larutan NaCl dengan cara melarutkan 1/4 sendok teh garam ke dalam 1/2 gelas air hangat. Gunakan pipet untuk meneteskannya. Pipet bisa Anda dapatkan di apotik. Apabila Anda membeli yang sekali pakai, bersihkan menggunakan air hangat.
c. Setelah ingus encer, bantu bayi mengeluarkannya menggunakan penyedot ingus. Ikuti langkah-langkah di poin 1.

3. Tekan lembut hidung dan sekitarnya, lalu bersihkan:

a. Anda dapat membantu bayi melegakan pernafasan dengan memijat lembut hidung dan sekitarnya dengan bahan lembut sambil membersihkan ingus. Pijatan lembut merilekskan pernafasan bayi, ini membantu lendir keluar dengan mudah.
b. Bersihkan hidung dari bekas lendir yang mengering menggunakan cotton bud basah. Hidung yang bersih membantu bayi bernafas dengan lancar. Hati-hati saat membersihkan, jangan masukkan cotton bud terlalu dalam.

4. Balsem pelega pernafasan, uap minyak kayu putih di mangkuk:
a. Anda bisa mengoleskan balsem pelega pernafasan khusus bayi, di bagian dada, leher dan punggung, sambil memijat lembut. Contoh, salah satu merek balsem bayi adalah Transpulmin. Selain memberi rasa hangat, uap balsem juga akan melonggarkan hidung tersumbat.
b. Cara lain adalah dengan membuat semacam "nebulizer" sederhana dengan cara meneteskan minyak kayu putih ke dalam mangkuk berisi air panas di salah satu sudut ruangan, terutama di area kamar yang merupakan wilayah pertukaran udara. Selain berfungsi membersihkan udara yang sarat virus flu, uap hangat kayu putih juga membantu bayi bernafas dengan lega.

Sumber: Ayahbunda

tags: mengatasi hidung tersumbat, cara menyedot ingus pada bayi, membuat larutan NaCl, balsem untuk bayi.

Read more...

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!