Powered by Blogger.


Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Batuk dan Pilek Pada Anak

>> Tuesday, 24 January 2012

Bila si kecil batuk, tengah malam uhuk...uhuk... tentu saja kita merasa kasihan. Kasihan si kecil tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terganggu batuk, dan juga suara batuknya mengganggu anggota keluarga yang lain. Apalagi jika batuknya berdahak, dahak gak bisa keluar, yang ada si anak rewel karena si kecil kurang tidur,dll.

Memang, banyak orangtua beranggapan obat bebas di pasaran boleh dipakai dengan bebas pula. Padahal tidak demikian kenyataannya. Meskipun banyak obat pereda batuk dan pilek digolongkan sebagai obat bebas, tetap saja pemakaian sembarangan dapat menimbulkan bahaya. Bahkan, FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat yang sering menjadi acuan dunia, melarang orangtua memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas kepada anak di bawah dua tahun.
Ini meliputi seluruh obat-obatan berkomposisi:
- dekongestan (pelega saluran napas)
- ekspektoran (pengencer dahak)
- antihistamin (mengurangi hidung meler dan bersin)
- antitusif (pereda batuk tanpa dahak)
Apa saja risikonya? Antara lain memicu epilepsi, membuat jantung berdebar, dan mengurangi kesadaran.

Lebih dari dua tahun lalu, U.S. Center for Disease Control and Prevention melaporkan, 1500 bayi dan batita masuk ruang gawat darurat setelah mengalami efek samping obat pilek OTC (over the counter/dijual bebas). Lalu pada 2007, FDA melaporkan 54 anak kehilangan nyawa akibat dekongestan dan 69 anak karena antihistamin dari 1969 hingga 2006. Kebanyakan korban berusia di bawah dua tahun, di mana sistem saraf otonomnya belum "matang". Fungsi pernapasan dan pencernaan anak juga berbeda dengan orang dewasa, sehingga seperti sudah dibuktikan lewat penelitian, obat batuk pilek yang beredar di pasaran tidak efektif bagi bayi dan anak batita. Bahkan efeknya tidak jauh berbeda dari plasebo (www.fda.gov, Januari 2008).

Dengan adanya salinan  peringatan FDA (Food and Drugs Administration) tersebut, maka para dokter sepakat, bahwa untuk anak-anak di bawah dua tahun sebaiknya mendapatkan fisioterapi atau terapi alternatif seperti obat herbal, bukan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.

Namun, untuk anak berusia di atas dua tahun pun, orangtua harus tetap berhati-hati memilih obat batuk pilek yang beredar di pasaran. Tidak semua komposisi obat tersebut aman buat anak terutama, golongan obat dekongestan seperti pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin.
Jika diberikan dengan dosis rendah mungkin efeknya tidak terlalu berbahaya. Namun jika dosisnya di atas yang dianjurkan, maka dapat berakibat fatal.

Memang beberapa obat itu ada yang berefek cespleng. Ini juga berlaku buat obat batuk berdahak, karena lendir di tenggorokan harus dikeluarkan, bukannya malah ditahan/ditekan.

Setelah obat diminum, hidung anak terasa kering alias tidak meler lagi. Orangtua langsung senang karena menganggap pilek anak telah sembuh. Padahal, ada bahaya yang mengancam di balik itu. Lendir bukannya hilang tetapi tertekan dan menggumpal di saluran pernapasan.

Bahayanya, lendir itu dapat menjadi media pertumbuhan kuman yang kemudian masuk ke paru-paru dan menyebabkan radang paru. Sedangkan jika naik ke kuping bisa menyebabkan congekan. Jadi, semua lendir yang merupakan reaksi pertahanan tubuh terhadap penyakit seharusnya dikeluarkan dengan cara-cara lain yang lebih tepat, bukan ditahan atau ditekan. Beberapa obat pilek juga dapat menggumpalkan lendir di tenggorokan. Kejadian ini dapat memperparah asma anak. Oleh karenanya mintalah saran pada dokter, terutama jika usia anak kurang dari 2 tahun.

LAIN BATUK, LAIN PULA OBATNYA

Pilek atau flu merupakan penyakit yang disebabkan virus. Semua penyakit infeksi virus pada 3 hari pertama akan bergejala yang disebut ILI (influenza like illness). Ditandai dengan hidung meler, tersumbat, bersin-bersin, dan demam. Nah, penyakit pilek dan flu umumnya akan sembuh sendiri setelah lima hari, tentu jika dibarengi dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang cukup. Jadi, tanpa diobati pun, penyakit flu atau pilek akan sembuh sendiri.

Jika batuk dan pilek tak kunjung reda, gejala ini harus diatasi sesuai penyebabnya yang lain, misalnya:

- Batuk yang disertai demam, biasanya mengharuskan dokter memberikan obat antibiotika. Kondisi lingkungan tanah air yang cukup buruk dari segi endemiknya kuman, juga tingginya polutan udara, membuat bibit penyakit tumbuh subur, sehingga rawan mendompleng pada batuk pilek anak. Tandanya bakteri sudah mendompleng adalah timbulnya demam tinggi selama beberapa hari.

- Sedangkan batuk dan pilek yang disebabkan alergi tidak akan mempan diobati dengan obat apa pun jika pencetus alerginya tidak dihindari. Sekarang sudah jelas bahwa, mengobati batuk dan pilek tidak bisa sembarangan. Belum lagi, ada anak yang alergi terhadap golongan obat tertentu.

Kesimpulannya, orangtua jangan mengambil risiko, apalagi jika usia anak masih di bawah dua tahun. Lakukan konsultasi dengan dokter jika batuk pilek disertai demam tinggi di atas 39,4° C meskipun baru satu hari, atau 37,8° C hingga hari kedua. Batuk pilek dengan gejala sering buang air kecil dan sakit telinga pun harus segera diperiksakan ke dokter terdekat.


PAKAI CARA ALTERNATIF

Tidak ada obat yang efektif mengatasi gangguan batuk pilek. Yang ada hanya meringankan gejalanya. Jadi, lebih baik lakukan dulu cara-cara yang aman:

1. Berikan banyak minum. Cairan yang banyak dapat melegakan saluran pernafasan anak. Selain membantu membersihkan lendir bagi anak yang sedang batuk. Orangtua dapat menyuguhkan air mineral atau jus, juga menghindangkan sup ayam sebagai menu makan.

2. Minta anak untuk beristirahat. Hentikan sementara aktivitas sekolah atau bermain selama batuk pilek. Ini untuk mencegah penularan batuk pilek kepada anak lain, disamping membuat daya tahan tubuh anak meningkat.

3. Pastikan udara di kamar atau rumah bersih.

4. Jika lendir di hidung sudah mengganggu pernapasan anak, gunakan tetes garam murni (NaCl) untuk menghancurkannya. Larutan ini dapat dibeli di apotek terdekat.

5. Lembapkan udara di kamar anak dengan cara menyediakan ember berisi air panas agar uapnya menyebar. Uap air dapat mengencerkan dan membantu mengeluarkan lendir.

TIP AMAN UNTUK ANAK 2 - 6 TAHUN

1. Jika terpaksa membeli obat yang dijual bebas, pastikan obat itu aman. Bila perlu konsultasikan dengan dokter. Bisa dengan telepon, konsultasi interaktif dokter di internet, dan lain-lain.

2. Perhatikan dan lihat komposisi dan efek samping obat. Pelajari, juga indikasi dan kontraindikasi obat tersebut. Jika ragu, jangan diberikan. Lebih baik datang ke klinik dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

3. Ikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar, termasuk dosis dan frekeuensi pemakaian. Gunakan hanya sendok bawaan obat tersebut, jangan gunakan alat takar sendiri seperti sendok makan di rumah. Ingat, dosis obat berlebih dapat membahayakan kesehatan anak.

4. Hentikan pemakaian jika menimbulkan efek seperti jantung berdebar, pusing, muntah, dan lain-lain.

5. Obat-obatan atau terapi tradisional lebih baik dan efektif untuk anak, terutama yang usianya di bawah 2 tahun.

CEGAH BATUK PILEK DI RUMAH

Ada beberapa tindakan terbaik untuk mencegah penularan batuk pilek. Antara lain:

1. Jaga kebersihan. Ajari anak supaya rajin mencuci tangannya dengan sabun. Dalam kondisi darurat, penggunaan gel atau tisu beralkohol juga sangat membantu. Jaga kebersihan mainan dan perlengkapan anak lainnya.

2. Hindari percikan ludah atau ingus dari orang yang bersin dan batuk. Jika tisu jauh dari jangkauan dan hidung sudah terasa gatal, gunakan tangan sebagai pelindung lalu cucilah tangan itu hingga bersih.

3. Hindari berbagi perlengkapan makan, tisu, gelas, handuk, dan lain-lain dengan si sakit. Alangkah lebih baik jika masing-masing anggota keluarga memiliki perlengkapan masing-masing.

4. Jauhkan orang yang sakit batuk pilek dari anak. Utamanya di beberapa hari pertama sakit, dimana risiko penularannya sangat tinggi.

Dari tabloid nakita
Semoga bermanfaat!

Baca yang ini juga yuk:
Biasakan anak cuci tangan sendiri
Mengatasi dahak pada bayi
Beberapa penyebab demam
Semua yang perlu Anda ketahui tentang demam pada anak

Tags: batuk pilek pada anak, mengatasi batuk pilek anak, jenis-jenis obat batuk, obat batuk dipasaran bebas, mencegah batuk pilek, mengatasi dahak pada bayi, mengatasi dahak pada anak yang sedang batuk pilek, cara alternatif mengatasi gangguan batuk pilek, larutan NaCl, pilek disebabkan oleh apa, ludah dan ingus menjadikan penularan batuk pilek, saat suhu berapa derajat anak yang batuk pilek harus dibawa ke dokter.

Read more...

Tips/Cara Menyimpan ASI

>> Thursday, 22 December 2011

Terkadang ada beberapa hal yang tidak memungkinkan seorang ibu menyusui anaknya. Contohnya, kesibukan kerja, harus pergi ke luar kota, atau karena mengidap penyakit kulit yang menular lewat sentuhan kulit. Jika ini terjadi, ibu dapat memeras ASI dan menyimpannya. Tapi, perlu diingat, pemberian ASI secara langsung akan jauh lebih baik.

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan dalam menyimpan ASI yang telah diperas dan berapa lama ASI dapat disimpan.

• Jika disimpan di udara terbuka, ASI dapat bertahan selama 6-8 jam.
• ASI yang disimpan di dalam termos dapat bertahan selama 24 jam.
• ASI dapat bertahan selama 2 x 24 jam jika disimpan di dalam lemari es.
• Jika disimpan di dalam freezer kulkas 2 pintu, ASI dapat bertahan selama 2 minggu, sementara di dalam freezer kulkas 1 pintu ASI dapat bertahan selama 3 bulan. Sebagai catatan, menyimpan ASI di dalam freezer akan mengurangi jumlah beberapa zat tertentu dalam ASI.

Seperti kita ketahui, bahwa ASI mempunyai kandungan nutrisi yang cukup lengkap.
Kandungan nutrisi pada ASI antara lain:
- elektrolit
- natrium
- protein
- AA dan DHA (yang keduanya merupakan zat hasil metabolisme asam lemak esensial yang bisa merangsang kecerdasan otak)
- lutein (zat yang bagus untuk melindungi mata sehingga daya penglihatannya pun lebih tajam).

Dengan mengetahui cara menyimpan ASI yang baik dan benar, anak akan tetap mendapatkan ASI secara teratur meskipun Anda para ibu bekerja di luar rumah. Tetapi, pemberian ASI secara langsung akan jauh lebih baik. Karena ada kedekatan batin antara ibu dan anak. Anak sangat bisa merasakan pelukan kehangatan dari seorang ibu. Misalnya ibu sedang gelisahpun, anak akan bisa merasakannya. Itulah hebatnya, betapa pentingnya menjalin hubungan baik antara ibu dan anak.

Semoga bermanfaat!

Baca juga yang ini yuk:
Tips memilih susu formula untuk anak | Cara bijak memilih susu formula
Cara memandikan bayi beserta gambarnya
Jumlah jam tidur anak usia 0-12 bulan
Cara mengatasi dahak pada bayi
Bila si kecil tersedak
Tanda stress pada bayi
Jadwal pemberian makanan bayi
Menu bayi usia 9-12 bulan

Read more...

Tips Memilih Susu Formula Untuk Anak | Cara Bijak Memilih Susu Formula

>> Tuesday, 20 December 2011

Ketika melihat rak susu untuk anak di supermarket atau swalayan, Anda menemukan banyak sekali merk dagang susu. Apa yang Anda perhatikan atau Anda pertimbangkan sebelum akhirnya memilih salah satu dari sekian banyak merk susu formula untuk anak? Harganya yang mahal? Kandungan pada susunya? Iklannya di tv yang menarik? Hadiah yang tersedia? Atau pertimbangan yang lainnya lagi?

Untuk saat sekarang ini, susu formula untuk anak sudah banyak yang ditambahkan kandungan nutrisinya. Antara lain karbohidrat, protein, lemak, multivitamin, sumber energi, dan mineral. Ditambah dengan AA dan DHA ( yang keduanya merupakan zat hasil metabolisme asam lemak esensial yang bisa merangsang kecerdasan otak).

Kriteria susu formula yang baik adalah yang kandungan nutrisinya paling mirip dengan ASI. Semakin lengkap kandungannya, semakin bagus pula susu itu.

Mengapa susu sapi yang lebih banyak digunakan sebagai bahan utama susu formula? 
Penyebabnya antara lain, jumlah susu yang diproduksi sapi sangat banyak dibandingkan hewan lain. Namun, perlu diketahui, kandungan elektrolit dalam susu sapi sangat tinggi, berbeda dengan ASI. Itu sebabnya, jika susu sapi murni diberikan kepada bayi sebelum diolah menjadi susu formula, akan menyebabkan bayi bisa langsung mengalami kejang-kejang, bahkan meninggal.
Nah, ibu-ibu perlu diperhatikan ya, bahwa susu sapi murni tidak boleh diberikan langsung kepada bayi.

Bagaimanapun juga ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi, karena ASI mengandung banyak nutrisi.
Kandungan nutrisi pada ASI antara lain:
- elektrolit
- natrium
- protein
- AA dan DHA (yang keduanya merupakan zat hasil metabolisme asam lemak esensial yang bisa merangsang kecerdasan otak)
- lutein (zat yang bagus untuk melindungi mata sehingga daya penglihatannya pun lebih tajam).

Itu semua kandungan pada ASI loh Buk. Ibu-ibu yang tidak mau menyusui bayinya, tolong dipikirkan lagi ya! Mengingat kandungan nutrisi yang begitu lengkap pada ASI, maka produsen susu berusaha menambahkan zat-zat itu ke dalam susu formula agar mirip dengan ASI. Hanya bisa mirip loh ya! Ya, setidaknya mendekati, karena hingga saat ini susu formula tidak bisa menyamai ASI.
Selain itu, ada pula vitamin dan zat-zat tertentu lainnya yang ditambahkan ke dalam susu formula. Sebab, dalam proses pengeringan dari wujud cair menjadi bubuk, vitamin yang terkandung dalam susu sapi tadi langsung hilang dan zat-zat lainnya menjadi rusak.

Minum susu memberikan sumbangan berapa persen terhadap kecerdasan anak?
1. Faktor genetik tetap menyumbang 60% pada kecerdasan anak.
2. 40% sisanya, berasal dari lingkungan, antara lain dari kandungan AA dan DHA, stimulasi (rangsangan) yang diberikan, dan sebagainya.

Walaupun genetiknya si anak bagus, tapi jika anaknya tidak pernah mendapatkan AA dan DHA atau zat-zat lain, bisa saja berpotensi kecerdasannya menurun. Atau sebaliknya, jika secara genetiknya bodoh, anak tidak akan langsung pintar setelah diberi AA dan DHA.

Anak normal yang mengonsumsi susu tanpa DHA pun, susu itu justru bisa otomatis diubah menjadi DHA setelah masuk ke dalam tubuhnya. Sebab, DHA bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Inilah proses yang disebut biosintetis. Ada anggapan bahwa sekarang ini ASI tidak mengandung DHA. Padahal, setelah diminum, ASI bisa diubah secara biosintetis menjadi DHA oleh tubuh bayi. Oleh sebab itu jangan memaksakan diri membeli susu formula yang mahal jika memang kita tidak mampu.

Jika ibu memaksakan diri membeli susu yang mahal, padahal uangnya tak cukup, apa akibatnya? Akibatnya, jumlah susu yang diberikan kepada bayi tak sesuai kebutuhan dan susu dibuat encer. Cara seperti ini justru berbahaya karena bisa membuat anak jadi kurang gizi. Sebab, zat-zat gizi yang seharusnya terkandung dalam takaran yang diminta, jadi berkurang.

Namun sebaliknya, susu yang terlalu kental pun bisa merusak pertumbuhan anak. Sebab, susu yang sudah ditakar dalam jumlah tertentu, mengandung multivitamin yang dibuat sesuai kebutuhan bayi. Bila dikentalkan, otomatis zat-zat yang terkandung di dalamnya seperti protein, lemak, dan karbohidrat pun meningkat jumlahnya. Hal ini berbahaya karena bisa membuat bayi hipervitamin tertentu, tinggi elektrolit, kegemukan, atau susah buang air besar.

Cara membuat susu yang benar
Cara membuat susu di jaman dulu dan sekarang sudah berbeda. Dulu, susu formula susah larut karena lemaknya tinggi, sehingga harus diseduh dengan air panas. Sekarang, susu formula sudah mengandung zat pelarut, yang bila dicampurkan dengan air suam-suam kuku.

Cara membuat susu yang benar adalah mencampurkan air dingin dan panas dengan perbandingan 2:1. Hasilnya, air susu tak terlalu panas atau dingin, tapi suam-suam kuku. Setelah itu, baru masukkan susu dan langsung dikocok. Bila diseduh dengan air panas, protein yang terkandung di dalam susu akan menggumpal dan vitaminnya rusak. Akhirnya, susu yang dibeli dengan harga mahal jadi percuma karena yang didapat hanya karbohidratnya saja dan sedikit lemak.

Sebaiknya, susu yang sudah dibuat jangan dibiarkan hingga tiga jam, meski dalam keadaan tertutup. Berdasarkan penelitian, udara di Indonesia termasuk lembap sehingga mengandung banyak jamur dan bakteri. Kondisi ini bisa mengubah kondisi susu. Dimasukkan ke kulkas sebetulnya boleh, tapi dikhawatirkan kandungan di dalamnya akan terpisah, mengendap, dan sebagainya. Apalagi, saat mau diberikan pada bayi harus dipanaskan lagi dan dikhawatirkan ada zat yang rusak saat susu dipanaskan.

Sehari berapa kali minum susu?
Bila normal, rata-rata susu diberikan delapan kali sehari atau setiap tiga jam sekali. Namun, saat mencapai usia 6 bulan, bayi mulai bisa mendapat makanan padat, misalnya buah, biskuit, dan bubur susu. Di usia 8 bulan, bayi sudah mulai makan nasi tim, dan pemberian susu dikurangi menjadi empat kali sehari.

Tips/cara memilih susu formula untuk anak
Sebelum memilih atau membeli susu formula untuk anak, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pilih yang kandungan nutrisinya paling lengkap.
Baca dulu kandungan nutrisi yang biasanya tertera pada luar kemasannya. Bandingkan dengan kandungan ASI (seperti tertulis di atas) lalu cari susu formula yang kandungannya paling mirip ASI.

2. Harga yang mahal bukan jaminan susunya bagus.
Pilih harganya yang paling ekonomis di antara susu sejenis yang tersedia.

3. Kenali bayi Anda, sehingga bisa memilih susu yang cocok. Bila dia hiperaktif, beri susu yang sesuai agar tak menjadi semakin aktif dan akhirnya membuat tubuhnya kurus.

4. Jangan asal meniru orang lain dalam memilih susu formula. Sebab, reaksi bayi terhadap merek tertentu tak selalu sama. Bila reaksinya tidak bagus atau menyebabkan diare, hentikan segera.

5. Jangan menggonta-ganti susu formula, terutama bila anak mudah diare. Sering diare akan mengganggu pertumbuhan bayi.

Apakah hanya anak-anak saja yang perlu minum susu? tidak.
Sampai usia dewasa, susu tetap harus dikonsumsi karena tetap dibutuhkan tubuh. Sebaiknya, orang dewasa minum susu dua kali sehari untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang tak akan tercukupi hanya dengan makan.
Kebutuhan orang dewasa akan susu sekitar 800 mg/hari, sedangkan anak-anak dan lansia 1200 mg/hari. Dalam satu gelas susu, terkandung 250-300 mg kalsium. Jika hanya mengandalkan makan, kebutuhan ini sulit tercapai, kecuali bila rajin makan ikan teri beserta tulangnya atau makan tulang rawan, seperti kikil.

Baca yang ini juga yuk:
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak
Menu bayi usia 9-12 bulan
Tips memilih buah-buahan untuk anak usia 4-12 bulan
Contoh gizi seimbang
Makanan super untuk otak

Read more...

Flu | Gejala Flu, Penyebab Flu dan Pengobatannya

>> Thursday, 8 December 2011

Siapa yang lagi kena flu? Musim dingin (winter) seperti sekarang, flu kerap sekali menimpa kita. Di Tanah Air sedang musim penghujan ya? Nah flu ini adalah salah satu dari sekian banyak penyakit yang sering mampir ke tubuh kita saat musim seperti sekarang. Tak hanya anak-anak, orang dewasapun sering kali terkena flu.






Bila anak-anak terserang flu, gejala awalnya lebih banyak dan sembuhnya akan lebih lama bila dibandingkan flu pada orang dewasa.
- Rata-rata flu pada orang dewasa berlangsung 5 sampai 7 hari, sementara pada anak-anak dapat berlangsung selama 10 hari.
- Gejala flu pada anak-anak berlangsung 2 minggu atau lebih dan menyebabkan infeksi pada telinga, infeksi sinus, atau pneumonia, umumnya menunjukkan komplikasi infeksi virus awal.
- Gejala flu yang paling umum pada orang dewasa adalah mampet pada hidung. Sedangkan pada anak-anak lebih cenderung memiliki berbagai gejala termasuk sakit tenggorokan, batuk, sulit tidur, dan menurunnya selera makan.

Berapa kali dalam setahun biasanya anak-anak usia prasekolah terserang flu?
Anak-anak usia prasekolah (di bawah 6 tahun) biasanya terserang flu sebanyak 6 sampai 8 kali dalam setahun.
Pada orang dewasa, rata-rata 2 sampai 4 kali dalam setahun. Untuk anak-anak usia balita yang dititipkan pada tempat penitipan anak dan anak-anak yang sudah masuk sekolah akan lebih mudah terkena infeksi dibanding anak-anak yang berada di rumah.

Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya?
Karena flu biasa merupakan penyakit ringan, kadang kita jadi salah menilai, kadang jadi tidak khawatir bila anak tetap masuk sekolah walaupun sedang terserang flu. Padahal ini adalah hal yang salah.

Bila anak terserang flu, sebaiknya istirahat di rumah. Demam, ingus yang banyak, atau batuk yang tidak berkurang, biasanya memerlukan istirahat di rumah walaupun anak tampak tidak apa-apa. Lagipula, orangtua dari anak-anak yang lain akan menghargai usaha Anda dalam membatasi penyebaran flu.

Saran di atas juga berlaku untuk Anda yang sudah bekerja, bukan hanya untuk anak-anak usia sekolah. Bila Anda terserang gejala flu, sebaiknya tidak masuk kantor. Flu yang Anda tularkan kepada sesama rekan sekerja dapat dengan mudah ditularkan lagi oleh rekan sekerja pada seluruh keluarganya.
Wow... jika dibuat siklus penyebaran flu, maka flu ini cepat sekali menyebarnya ya?

Flu paling sering ditularkan pada beberapa hari pertama seseorang terserang flu. Jadi orang lebih mudah menularkan flu selama beberapa hari pertama flu.

Penularan flu bukan melalui air liur.
Pada umumnya tidak ditemukan air liur yang mengandung partikel virus pada orang yang sedang flu. Tetapi partikel virus lebih dijumpai pada ingus, oleh karena itu terkena lendir yang dikeluarkan pada saat batuk atau membersihkan hidung dan terkena orang lain dapat dengan mudah menyebarkan infeksi.

Cara terbaik untuk mencegah flu adalah dengan mencuci tangan secara benar, teratur, dan sering.
Virus flu dapat bertahan di tangan Anda selama dua jam. Dengan mencuci tangan secara teratur, memakai sabun dan air, merupakan cara terbaik mengurangi penyebaran flu.

Pada umumnya anak-anak menderita demam bila sedang flu, tetapi hal ini jarang terjadi pada orang dewasa.
Bila suhu tubuh anak di bawah 38°C, biasanya tidak memerlukan obat, karena naiknya suhu tubuh merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus. Jika Anda memberi obat demam pada anak, pilihlah Acetaminophen atau Ibuprofin, jangan aspirin karena aspirin pada anak-anak berdampak buruk pada kondisi hati.

Berbagai penelitian memperlihatkan, gejala flu tidak membaik bila anak-anak minum obat antihistamin, dekongestan, atau obat batuk. Beberapa dari obat-obatan tersebut membuat anak-anak menjadi mengantuk. Hal ini biasanya dimanfaatkan bila tanda-tanda dan gejala flu seperti batuk yang parah membuat anak tidak dapat tidur.
Antibiotik seperti penisilin, mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Flu biasa merupakan infeksi virus dan tidak harus diobati dengan antibiotik. Hal ini tidak akan membantu.

Baca yang ini juga yuk:
Pneumonia
Beberapa penyebab demam
Semua yang perlu Anda ketahui tentang demam pada anak
Biasakan anak untuk mencuci tangan dengan benar

Read more...

Obesitas, Penyebab Obesitas dan Solusinya

>> Sunday, 22 May 2011

Menurut Wikipedia, Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.

Kita tahu bahwa setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh, yang gunanya untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria.

Seseorang disebut mengalami Obesitas bila:
- Seorang wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30%
- Seorang pria dengan lemak tubuh lebih dari 25%
- Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:

    * Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
    * Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
    * Obesitas berat : kelebihan berat badan  & 100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

Penyebab Obesitas
Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Atau dengan kata lain, yaitu terjadi ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori.

Faktor penyebab Obesitas, diantaranya adalah:

1. Faktor genetik.
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.

2. Faktor lingkungan.
Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.

3. Faktor psikis.
Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.

4. Faktor kesehatan.
Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:
          o Hipotiroidisme
          o Sindroma Cushing
          o Sindroma Prader-Willi
          o Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.

5. Obat-obatan.
Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.
6. Faktor perkembangan.
Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.

7. Aktivitas fisik.
Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderung mengonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas.

Obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Apa penyebab obesitas pada anak-anak?

Penyebab obesitas pada anak-anak diantaranya adalah:
1. Faktor genetik
Orang tua yang mengalami kegemukan, cenderung mempunyai anak yang kegemukan juga. (lihat paragraf diatas).

2. Makanan cepat saji (fast food)
Sekarang ini banyak sekali kita jumpai makanan cepat saji dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga dipicu oleh gencarnya iklan mereka yang sangat menarik bagi anak-anak, dan juga ditambah hadiah mainan yang mereka tawarkan untuk paket anak-anak. (koq jadi nulis uneg-uneg sih?)

3. Makanan ringan dalam kemasan
Misalnya snack, dll.

4. Minuman ringan (soft drink)
Sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan menyegarkan menjadikan anak-anak sangat menggemari minuman ini.

5. Kurangnya aktivitas fisik
Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu, permainan anak umumnya adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya. Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer, Internet, atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan.

6. Terlalu cepat memberi makanan padat saat bayi (Perlu diperhatikan buat ibu-ibu yang punya balita)
Jika Anda memberi makanan terlalu banyak kepada anak, baik itu ASI atau susu formula ataupun makanan padat, itu akan mengakibatkan terlalu banyak kalori yang diterima anak, dan mereka akan belajar makan terlalu banyak.
Bayi yang minum susu formula, bukan ASI, berisiko mengalami obesitas jika memulai makanan padat terlalu cepat.

Apa solusinya jika mengalami obesitas?

Cara mengatasi obesitas pada anak adalah:
1. Perhatikan makanan yang akan diberikan kepada anak.
Ini sepertinya semua orang tua sudah melaksanakannya. Kalau belum ya, segeralah diperhatikan makanan/asupan yang diberikan kepada anak-anak.
2. Beri bekal ke sekolah dan biasakan sarapan.
3. Perbaiki cara/tehnik mengolah masakan (buat ibu-ibu nih)
4. Buatlah aturan makan
Waktu atau jam-jam makan, buatlah secara teratur.
5. Lakukan kegiatan yang memerlukan gerakan fisik
6. Batasi jumlah jam anak2 saat main game, dll.
7. Untuk batita atau balita, buatlah si kecil tidur dengan lelap.
Penelitian menunjukkan, anak kecil yang tidur dengan lelap dapat mencegah obesitas.

Koq jadi lebih ke mencegah obesitas ya?  Ada yang punya masukan lain? tulis di kolom komentar ya! makasih :)

Semoga bermanfaat!

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Obesitas
dan dari keadaan sekitar.

tags: seorang wanita disebut obesitas bila, ukuran seseorang disebut obesitas/kegemukan, perbandingan normal antara lemak tubuh dengan berat badan, fungsi lemak didalam tubuh, disebut obesitas ringan bila, disebut obesitas sedang bila, disebut obesitas berat bila, penyebab obesitas pada anak, mengatasi obesitas pada anak, mencegah obesitas.

Artikel terkait:
Membawa bekal sendiri, yuk!
Memilih permainan anak.
Anak dan internet.

Read more...

Tips menghilangkan luka bekas cacar air atau chickenpox

>> Monday, 14 March 2011

Cacar Air adalah penyakit umum yang banyak di temui di Indonesia, penyakit ini sering sekali di derita oleh anak-anak terutama usia 2-8 tahun, namun banyak juga orang dewasa yang terkena penyakit ini. Cacar air dapat pula menimbulkan bekas yang sanggat mengganggu di bagian-bagian tubuh terutama wajah. Bekas cacar air yang menahun akan sulit hilang dan menimbulkan rasa kurang percaya diri pada penderitanya.

Berikut ini beberapa tips untuk perawatan cacar air dan juga ramuan tradisional untuk mengatasi cacar air serta menghilangkan bekas cacar air yang menahun.

Tips perawatan bagi penderita:

1. Rutin mengganti pakaian penderita setiap hari.
2. Menaburkan bedak anti gatal pada tubuh penderita agar rasa gatal berkurang dan ruan menjadi cepat kering.
3. Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar tidak menular.
4. Mandi dengan air hangat dengan campuran obat antigatal.
5. Memotong dan membersihkan kuku agar tidak menimbulkan infeksi pada cacar.
6. Memberi kondisi yang nyaman untuk beristirahat pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan membantu proses penyembuhan.

Resep Tradisional untuk mengobati cacar air (diminum)

Resep 1:
30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Resep 2:
2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Untuk perebusan sebaiknya digunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.

Resep tradisional untuk mengatasi bekas cacar air (obat luar)

Ambil kacang hijau secukupnya, rendam dalam air sampai kacang hijau tersebut membesar, tumbuk kacang hijau yang telah membesar, tumbukannya oleskan pada bagian-bagian yang ada bekas cacar airnya. Bisa juga dioleskan pada wajah untuk membantu pemulihan kulit akibat cacar air atau chickenpox.

Semoga bermanfaat!
Artikel ini sudah copas-dicopas, jadi saya tidak mengerti sumber aslinya.
Teman-teman kalau ada yang mau menambahkan, silakan tulis di kotak komentar. Terima kasih.

Link terkait:
Mengenal cacar air (chickenpox) dan cara menanggulanginya.

Read more...

Mengenal Cacar air (Chickenpox) dan cara menanggulanginya

>> Saturday, 15 January 2011

Apa itu cacar air?
Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster.

Apa obat cacar air?
Cacar air adalah akibat serangan virus, tanpa diobatipun sebenarnya penyakit ini akan berhenti dengan sendirinya, usaha mengobati adalah untuk mencegah terjadinya penyebaran yang ekstrim serta kemungkinan timbulnya penyakit ikutan seperti infeksi dll.

Berapa lama cacar air menyerang kita?
Cacar air memiliki periode maksimal 2-3 pekan

Apa tanda-tanda cacar air?
Badan demam, tubuh lemas, letih, lesu, tenggorokan sakit, agak pusing, sariawan dan terdapat bentol kecil yang berair didaerah dada atau leher.

Hal-hal yang perlu disiapkan mengobati cacar air.
Paracetamol, obat turun panas ini sangat penting kehadirannya, karena saat terkena cacar air tubuh menjadi mudah sekali demam, dan saat demam virus akan lebih cepat menyerang tubuh, dengan Paracetamol akan sangat membantu mencegah demam yang berkepanjangan.

Salep Acyclovir, salep ini biasa dioles pada bentol cacar baru dapat mencegah menyebarnya cacar ke area yang lebih luas lagi, oleskan setiap 3 jam sekali.

Bedak Caladine, bedak yang biasa dipakaikan pada anak kecil atau saat kita gatal-gatal, sangat sederhana memang tetapi sangat efektif dalam mencegah penyebaran cacar baru, serta mampu mencegah cacar yang kecil untuk bertambah besar, bahkan di kondisi tertentu cacar bisa langsung kering apabila terkena bedak jenis ini. Saran taburkan bedak ini keseluruh tubuh secara berkala terutama yang belum ditumbuhi cacar, niscaya cacar tidak akan mudah menyebar.

Alcohol, saat cacar pecah (terkena garuk, gesekan baju dll) kemungkinan besar akan terjadi infeksi dan luka akan bernanah dan tambah parah, pemakaian alkohol untuk membersihkan luka cacar yang pecah akan mampu mencegah infeksi lanjutan, juga sangat efektif dalam membersihkan wajah supaya tidak bengkak akibat cacar.

Kapas, digunakan dengan air atau alcohol untuk membersihkan luka serta cacar yang kotor.

Obat tetes mata, wajah adalah area empuk untuk ditumbuhi cacar, sedang cacar disekitar area mata sangat berbahaya, karena cairannya bisa masuk kedalam mata dan membuat iritasi, gunakan obat tetes mata secara berkala pagi, siang, sore dan sebelum tidur, supaya mata anda bebas dari infeksi kuman cacar.

Makanan nutrisi tinggi dan Vitamin C, saat tubuh diserang virus cacar air, daya tahan tubuh menjadi sangat lemah, dan untuk mengembalikan vitalitas tubuh kita perlu mengkonsumsi makanan2 bergizi tinggi, buah buahan seperti pear, jeruk, jambu biji, apel dan tak lupa tablet vit C seperti Xon-C atau C-1000.

Hal-hal yang perlu dilakukan pasca penyembuhan cacar air.
Pasca sembuh dari kutukan cacar air, masalah kita belum selesai, justru terkadang masalah sebenarnya baru saja akan dimulai, masalah itu antara lain :
Luka cacar, setelah cacar sembuh maka luka bekas cacar persis seperti luka terkena gores berbentuk bulat bulat, luka ini ada yang berpotensi menimbulkan bekas dan tidak, untuk menghindari timbulnya bekas luka maka biarkan darah kering tersebut mengelupas secara alami dan hindari untuk digaruk.
Bagi luka yang infeksi dan bernanah segera lakukan perawatan seperti merawat luka sayat, gunakan betadine atau obat merah, kalau perlu gunakan perban supaya tidak terjadi infeksi lebih parah.

Kemungkinan terkena Herpes
Virus cacar air sebenarnya tidak benar-benar mati atau hilang dari tubuh kita, tetapi bersembunyi dengan menggunakan identitas herpes zoster, virus jenis ini kelak akan berpotensi menyerang tubuh kita lagi dan mengakibatkan penyakit herpes, untuk mencegahnya jagalah kesehatan kulit dan saat terinfeksi segera obati dengan salep Acyclovir.

Sumber: http://pasungsetia.blogspot.com/2008/09/mengenal-cacar-air-dan-cara.html


***

Nah minggu yang lalu, anakku kena cacar air ini. Di Qatar sini sering disebut Chickenpox. Awalnya ada luka seperti kena minyak panas, beberapa buah. Setelah periksa ke dokter, diberi beberapa jenis obat untuk diminum dan obat oles.
Anak merasa perih ketika lukanya diolesi obat. Akhirnya nanya teman yang anaknya pernah terkena Chickenpox ini. Teman ini menyarankan memakai obat Calamine lotion (mirip Caladine lotion di Indonesia), pada kemasannya juga tertera untuk Chickenpox, dan lain-lain (lupa, bungkusnya sudah dibuang).
Akhirnya beli obat ini di apotik, dan anakku merasa enak diobati pakai lotion ini. Selain obat yang harus diminum tentu saja.

Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam menangani anak yang terkena Chickenpox adalah:
1. Penderita dipisahkan dengan anggota keluarga yang lain, Chickenpox ini mudah sekali menular. Tapi namanya anak-anak, mesti susah juga dan kasihan kalau disendirikan.
2. Potong kuku si anak, agar tidak dipakai untuk menggaruk bagian yang sakit.
3. Mandikan dengan air + obat antiseptic (misal: Dettol). Air diguyurkan, jangan mandi berendam.
4. Setelah mandi, baru diolesi obat.
5. Bagian yang sakit jangan sengaja dipecahkan.

Sekarang, cara menghilangkan bekas luka cacar air (Chickenpox) yang cepat apa ya? Kalau mengelupas sendiri insyaallah tidak berbekas. Nah, kalau digaruk? pasti berbekas kan? Teman-teman ada yang tahu?
Alhamdulillah, anakku sekarang sudah sembuh dan sudah kembali bersekolah.

Untuk teman yang sudah berbagi tipsnya, terima kasih banyak. Aku sharing disini, semoga bermanfaat bagi teman lain. Terima kasih juga untuk semua doa dan supportnya.
Thanks for all :)

Read more...

Cara Mengompres Anak Yang Demam

>> Thursday, 28 October 2010

Apa yang akan Anda lakukan ketika anak Anda demam atau badannya terasa panas? Mengompresnya dengan air dingin atau air es? Ternyata cara ini salah loh...
Mengapa? Karena dengan mengompres memakai air dingin atau air es justru akan membuat suhu tubuh semakin meningkat. Bila suhu tubuh yang panas tiba-tiba dikompres dengan air dingin, maka akan membuat anak menggigil. Dan perlu diketahui bahwa menggigil adalah pertanda awal suhu tubuh akan meningkat.

Demam merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak. Demam sebenarnya bukan merupakan penyakit, melainkan gejala. Demam memegang peranan kunci dalam membantu perlawanan tubuh mengatasi infeksi virus atau bakteri.

Sebenarnya demam tidak berbahaya, kecuali bila mencapai suhu 39-40 derajat celsius. Namun, masih banyak terjadi kesalahan dalam menangani demam, misalnya panik karena demam tinggi, suhu anak tidak diukur dengan benar dan mengompres dengan cara yang salah.

Berikut ini cara mengompres yang benar:
1. Kompres dengan menggunakan air hangat, bukan air dingin atau air es.
2. Kompres di bagian perut dan dada dengan menggunakan sapu tangan yang telah dibasahi air hangat.
3. Gosok-gosokkan sapu tangan perlahan di bagian perut dan dada.
4. Bila sapu tangan sudah kering, ulangi lagi dengan membasahinya dengan air hangat.

Semoga bermanfaat!

Artikel terkait:
Semua yang perlu Anda ketahui mengenai demam pada anak.
Beberapa penyebab demam.

Read more...

Tips ketika makan sahur dan berbuka puasa

>> Friday, 13 August 2010

Hari ini memasuki hari ketiga puasa, semoga puasanya lancar semua sampai akkhir Ramadhan nanti. Hari pertama puasa kemarin, kakak (anakku) alhamdulillah bisa tamat sampai waktu berbuka. Walau pagi hari ketika dibangunkan untuk makan sahur malas-malasan, tapi setelah dibujuk akhirnya mau juga ikut makan sahur. Nah ketika siang, sudah pesan nanti mau makan ini, makan itu. Maklumlah...masih anak-anak.
Ketika tiba saatnya berbuka puasa, kakak lahap sekali makannya. Susah dibilang kalau makannya mesti bertahap agar perut tidak kaget setelah seharian kosong. Selesai makan apa yang terjadi? sakit perut... Setelah dioleskan minyak, akhirnya tidur, tidak jadi berangkat sholat tarawih.

Nah untuk menghindari hal-hal seperti itu, ada baiknya kita tahu bagaimana tipsnya ketika kita makan sahur dan berbuka puasa diantaranya adalah:

1. Makanlah secara bertahap saat berbuka puasa. Santaplah yang ringan dahulu agar tidak mengejutkan pencernaan.

2. Sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang memiliki keasaman tinggi seperti cuka. Sebab mendekati berbuka puasa terjadi peningkatan asam lambung.

3. Awali dengan makanan atau minuman yang berkadar gula tinggi dengan maksud agar mudah diubah menjadi energi, seperti kurma, cendol, kolak, atau buah-buahan segar. Hindari langsung berbuka dengan makanan yang sulit diubah menjadi energi seperti nasi. Bila ingin mengonsumsi nasi, biarkan perut beristirahat sekitar 1 jam setelah makan yang manis-manis. Semua itu agar kadar gula darah dan cairan tubuh kembali ke posisi normal.

4. Dianjurkan mengonsumsi santapan bersuhu ruangan atau suam-suam kuku karena relatif sama dengan suhu tubuh. Hindari makanan-minuman yang panas sekali atau dingin sekali.

5. Acara makan lengkap bisa dilakukan seusai salat Magrib atau Tarawih. Biasakan makan secara terkontrol, baik jenis bahan maupun jumlahnya.

6. Upayakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Lebih baik berhenti makan sebelum batas kenyang agar tubuh bisa menyerap zat gizi secara efektif.

7. Sahur diharapkan dapat menyumbang 1/3 kebutuhan energi sehari. Nah, sisanya sebanyak 2/3 bagian hendaknya terlunasi saat berbuka dan sepanjang waktu makan malam.

sumber nakita.
Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: aturan saat makan sahur, tips ketika berbuka puasa, tips makan sahur, makan sahur dan buka secara sehat.

Baca juga yang ini yuk:
Mengajari si kecil berpuasa.
Agar si kecil kuat berpuasa.
Konsumsi buah disaat buka dan sahur.

Read more...

Kolik | Apa Kolik Itu?

>> Sunday, 6 June 2010

Setelah bayi berada di rumah, ada saatnya ia menangis keras tak henti-henti. Itulah yang disebut kolik. Umumnya, kolik menimpa bayi usia dua minggu hingga menghilang di usia 2-3 bulan dan terjadi terutama di senja hari (late afternoon). Kita bisa membedakan kolik ini dari tangisan biasa. Yaitu, ketika menangis, bayi biasanya menunjukkan ekspresi gelisah dan mukanya memerah. Tangisnya pun keras hingga tangannya mengepal, dan tubuh serta lututnya terangkat ke atas.

Serangan kolik datang-hilang dengan sekonyong-konyong. Jadi bisa saja di antara episode menangisnya, bayi terlihat riang dan sehat, tak menunjukkan bahwa ia "tersiksa" kolik. Namun kemudian, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba bayi menangis secara berlebihan, lalu diam, dan nanti beberapa saat menangis lagi. Padahal ia tidak lapar, popoknya tidak basah, dan tidak sedang demam.

Para ahli kesehatan anak memperkirakan kolik berasal dari adanya rasa sakit di bagian perut akibat gangguan pencernaan. Pendapat ini didasari pengamatan pada bayi yang selalu mengangkat kakinya atau mengeluarkan gas (buang angin) saat menangis. Timbulnya gangguan pencernaan ini bisa karena kejang otot di dinding usus, terdapat udara di dalam usus, dan akibat salah pemberian makanan. Oleh karena itu, selain menangis berlebihan, gejala kolik juga tampak pada perut yang kembung dan berbunyi kelutukan (suara gerakan usus yang berlebihan).

Cara menolong bayi kolik, yaitu

1. Ketahuilah jumlah tangis bayi
Pada minggu pertama, total lamanya bayi menangis rata-rata 2 jam per hari. Pada minggu ke-6, total mencapai 3 jam. Setelah 3 bulan, lama total tangisnya turun lagi sebanyak 1 jam.

2. Kenali penyebab bayi menangis.
Biasanya bayi menangis karena lapar, haus, popoknya basah, demam, suara berisik/gaduh, lelah atau keadaan lain dimana bayi merasa tidak nyaman. Ada juga bayi menangis karena sakit, infeksi, radang tenggorokan dan sebagainya. Kolik terjadi karena gangguan pencernaan dan rasa tak nyaman.

3. Atasi berdasarkan penyebabnya.
Bisa dengan mengoleskan minyak telon pada perut bayi. Usahakan bayi bisa kentut atau bahkan bisa buang air besar sehingga perutnya jadi enteng dan tidak melilit.

Berikan ASI untuk mencegah kolik. Apabila bayi minum susu formula, berikan dengan porsi sedikit tapi sering. Pastikan lubang dot botol susu sudah sesuai ukurannya dan dot yang masuk ke mulut bayi selalu dalam keadaan penuh untuk mencegah bayi menelan terlalu banyak udara sewaktu minum. Terlalu banyak menelan udara juga bisa menyebabkan kembung di perut yang berujung pada kolik. Itulah sebabnya, penting untuk mengusahakan bayi bersendawa setiap kali habis menyusu guna mencegah berkumpulnya udara di perut. Bayi juga tak boleh dibiarkan sampai terlalu lapar atau harus menunggu lama untuk minum ASI/susu.

Apabila langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun belum juga sembuh, bawalah ke dokter.
Ciptakanlah suasana yang tenang, periksa suhu kamarnya. Usahakan orang tua secara bergantian menjaga bayi agar ibu tidak kelelahan.
Bayi yang bisa tidur atau beristirahat dengan enak, umumnya jarang kena kolik. Bisa juga diperdengarkan musik-musik lembut.
Cara paling efektif adalah dengan dekapan ibu yang hangat dan menenangkan. Bisa sambil mendendangkan lagu, atau ditepuk-tepuk penuh kasih sayang.

Dengan semakin pintar orang tua di saat ini, kasus kolik ini sudah makin jarang terjadi. Berikan makanan pada bayi pada usia 6 bulan, jangan terburu-buru memberikan makanan tambahan. Satu lagi, bayi yang diberikan ASI ekslusif akan lebih jarang terkena serangan kolik daripada bayi yang diberikan susu formula.

Semoga bermanfaat!

tags: kolik, perngertian kolik, kapan terjadi kolik, mengapa kolik bisa terjadi, mengatasi bayi yang kolik, pentingnya bersendawa setelah bayi minum susu

Baca juga yang ini yuk:
Cara mengatasi anak suka menangis pada malam hari.

Read more...

Mengatasi Dahak Pada Bayi

>> Tuesday, 18 May 2010

Bayi, batita atau balita sangat rentan terkena penyakit. Kita sudah menjaganya, tapi yang namanya penyakit itu tidak pilih-pilih mau hinggap dimana.
Pernahkah anak-anak Anda berdahak? Bagaimana cara mengatasi dahak pada bayi atau batita?

Slem atau dahak yang menyangkut di tenggorokan bayi membuatnya tidak nyaman karena menghalangi nafas, membuat tangisannya jadi parau dan menyulitkannya menelan ASI. Terlebih bayi yang baru bisa menangis, belum bisa bicara dan menunjukkan sebelah mana yang sakit, tentu kita harus tahu dan segera bisa mengambil tindakan untuk mengurangi rasa sakitnya.
Berikut ini tips untuk mengecerkan dan mengeluarkan dahak pada si kecil.

Tips mengencerkan dahak:
1. Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (kira-kira pukul 07.00 – 08.00) selama 10 menit.
Sesuaikan dengan tempat tinggal Anda, misalnya seperti saat sekarang ini di Qatar yang memasuki musim panas, tentu jam 07.00 udah terasa panas. 
2. Dengan cara lain, mengoleskan balsem bayi ke dada dan punggungnya. Atau, teteskan minyak kayu putih ke dalam baskom berisi air hangat, letakkan di dekat bayi agar terhirup uapnya.
3. Tetap memberi bayi ASI. Jika ia sudah mendapat makanan tambahan, berilah air putih hangat, sari buah atau sup/kaldu hangat. Pada intinya, mengkonsumsi banyak cairan merupakan terapi sederhana untuk mengencerkan dahak dan membersihkan tenggorokan.
4. Memberi bayi ramuan tradisional air jeruk nipis dicampur kecap atau madu, berikan 1 sendok teh, 3-4 kali sehari. Tapi berhati-hatilah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Tips mengeluarkan dahak:
1. Setelah dahak diencerkan, tengkurapkan bayi di pangkuan Anda (posisi Anda duduk tegak, bersandar). Letakkan satu kaki Anda lebih tinggi dari kaki lainnya sehingga posisi tubuh bayi miring dengan bagian kepala lebih rendah. Tepuk-tepuk lembut punggung bayi. Dahak yang encer akan turun dan keluar dari tenggorokan.
2. Jika tidak dengan cara di atas, dahak yang tertelan bayi dapat keluar dengan sendirinya lewat feses (kotoran), air seni dan air ludah. Atau, keluar manakala bayi bersin dan muntah.

Dahak bening, kuning atau hijau.
Dahak (mucus) adalah cairan kental yang diproduksi oleh saluran nafas sebagai perlawanan tubuh dari masuknya “benda asing” berupa bakteri, virus atau penyebab alergi (debu, asap, udara dingin, dan lain-lain). Hal itu merupakan reaksi alamiah tubuh. Dahak yang “normal” berwarna jernih/bening, agak kental dan jumlahnya sedikit. Waspada bila warnanya berubah kuning atau hijau, karena merupakan pertanda terjadinya infeksi. Untuk mengobatinya, bawalah bayi ke dokter.

Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: bayi berdahak, mengatasi dahak pada bayi, mengencerkan dahak pada bayi, mengeluarkan dahak, warna dahak yang normal, dahak tidak normal, kapan dahak muncul, mengapa bayi berdahak.

Baca juga yang ini yuk:
Beberapa penyebab demam.
Bila si kecil tersedak.

Read more...

Obat Yang Tabu Diberikan Pada Si Kecil

>> Friday, 7 May 2010

Dibanding orang dewasa, anak-anak pada umumnya lebih mudah terserang alergi atau timbul reaksi setelah minum obat dari resep dokter atau obat yang bisa dibeli bebas. Jika dibiarkan, dapat mengakibatkan penyakit yang serius.

Oleh karena itu, cegah sebelum terjadi sesuatu. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?
Perhatikan hal berikut sebelum memberikan obat kepada anak-anak.
Obat-obatan yang harus dihindari untuk diberikan pada anak-anak, yaitu:

1. ASPIRIN
Jangan sekali pun memberikan aspirin pada anak atau obat lainnya yang mengandung aspirin. Aspirin dapat membuat anak mudah terserang penyakit sindrome Reye, yaitu penyakit yang jarang terjadi tapi jika terkena bisa fatal akibatnya. Jangan pernah berpikiran bahwa obat anak-anak yang dijual di apotik bebas dari aspirin. Jadi, baca dengan cermat dan hati-hati pada label/keterangan obat-obat tersebut. Kalau ragu, tanyakan pada dokter atau apoteker.

2. OBAT ANTIMUAL
Kecuali direkomendasikan atau diresepkan oleh dokternya, jangan pernah memberi si kecil obat antimual. Umumnya keinginan untuk muntah hanya berlangsung sejenak dan anak dapat mengatasinya tanpa harus minum obat. Obat antimual memiliki risiko komplikasi dan berbagai efek samping buruk lainnya. Jadi, sekali lagi, jangan beri anak obat tersebut tanpa rekomendasi dokter. Jika anak Anda merasa mual dan ada gejala dehidrasi, segera hubungi dokter langganan Anda.

3. OBAT UNTUK ORANG DEWASA
Memberikan anak obat-obatan yang diperuntukan bagi orang dewasa meski dengan dosis tetap berbahaya! Jika tidak ada keterangan bahwa obat tersebut boleh diberikan pada anak dengan dosis tertentu (setengah atau hanya sekali sehari, misalnya) jangan berikan!

4. BUKAN ATAS NAMANYA
Hindari memberikan obat dari resep dokter yang diberikan pada orang lain dan bukan atas nama si kecil. Yang juga berbahaya adalah memberikan obat dengan anggapan gejala penyakitnya sama dengan penyakit yang tengah diderita anak. Penyembuhan menjadi tidak efektif bahkan membahayakan. Berikan obat khusus yang ditujukan hanya untuknya dengan kondisi yang khusus pula.

5. SUDAH KADALUARSA
Buang semua jenis obat dari resep dokter atau yang dijual bebas begitu batas waktunya habis. Setelah masa berlakunya habis, obat tidak akan bekerja efektif bahkan bisa menjadi berbahaya. Jangan membuang obat-obatan di toilet karena dapat membuat air terkontaminasi sehingga berpengaruh pada air minum. Jangan lupa, sebelum membuang obat, tutup rapat-rapat botol atau kemasannya.

6. MENGANDUNG ACETAMINOPHEN
Banyak obat yang dijual bebas untuk penyakit demam atau batuk yang mengandung acetaminophen. Jadi, berhati-hatilah dan teliti keterangan di kemasan sebelum membeli. Jika ragu, hubungi dokter atau apoteker.

7. TABLET KUNYAH
Untuk anak berusia di bawah 3 tahun, tablet yang dikunyah sering membuatnya tersedak, obat tertelan, dan membuat tenggorokannya tersumbat. Jika memberi tablet kunyah, sebaiknya haluskan/gerus terlebih dahulu, taruh di sendok. Bisa juga dicampur dengan makanan seperti yoghurt atau pisang namun Anda harus yakin benar, anak dapat memakan seisi sendok tersebut agar dosis obat yang diberikan cukup alias tak bersisa sehingga obat bisa bekerja efektif melawan penyakit.

sumber : tabloidnova.com

tags: obat yang bukan untuk anak, pemberian obat pada anak, efek obat bagi anak, cara memberikan obat pada anak, obat kadaluarsa, membuang obat.

Baca yang ini juga yuk:
Bila si kecil tersedak.
Beberapa penyebab demam.

Read more...

Mengapa Si Kecil Ngeces Terus? (2)

>> Monday, 26 April 2010

Artikel kali ini melanjutkan artikel sebelumnya Mengapa si kecil ngeces terus, silakan baca artikel terkait.

Mengiler yang disebabkan gangguan dapat dikaitkan dengan penyakit berat seperti mononukleosis, nanah di sekitar amandel (abses peritonsilar), abses retrofaring, dan tonsilitis.

Gangguan-gangguan ini juga bisa menyebabkan anak mengalami kesulitan menelan air liur sehingga ia mengiler. Munculnya bisa saja sewaktu-waktu disertai status kesehatan anak yang menurun. Dan tentu saja, dibutuhkan pemeriksaan verifikasi dokter untuk menegakkan diagnosis.

Kelainan Otak
Mengiler juga bisa disebabkan oleh kelainan otak yang menyebabkan saraf-saraf pusat terganggu. Kelainan ini juga berimbas pada saraf-saraf yang menggerakkan bibir atau mengatur proses menelan. Akibatnya, anak sulit mempertahankan air liur dalam mulutnya.

Biasanya ngiler karena gangguan otak bukan hilang timbul melainkan menetap pada anak hingga di atas batas usia 3 tahun yang seharusnya tidak ngiler lagi. Selain itu disertai kelumpuhan dan gangguan motorik seperti lemah dan kaku anggota gerak.

Mengiler juga dapat terjadi saat anak mengalami sariawan, yang disebabkan kekurangan vitamin maupun virus coxachie (pada penyakit tangan, kaki, mulut/TKM). Pada kelainan ini biasanya anak mengalami demam, disertai kemunculan gejala lain seperti bintil kemerahan di dalam mulut maupun telapak tangan.

Anak dengan keterlambatan pertumbuhan juga dapat mengalami mengiler. Bisa disebabkan radang selaput lendir mulut dan tenggorokan, kelumpuhan otot pipi, sekuele radang otak, sehingga terjadi gangguan menelan, dan liur mengalir keluar. Mengiler karena gangguan ini sudah jelas terlihat dari status kesehatan anak dan fisik yang tidak memenuhi standar pertumbuhan anak.

Batas anak dikatakan mengiler fisiologis adalah 3 tahun. Jika anak masih mengiler di atas usia 3 tahun, sebaiknya bawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat dari dokter. Terutama bila anak mengiler disertai gangguan terlambat bicara.

Dikhawatirkan bila anak mengiler disebabkan gangguan pada saraf pusat, akan terjadi gangguan kemampuan bahasa dan menelan yang akan mempengaruhi kemampuan bicaranya ke depan. Biasanya dokter akan berkoordinasi dengan fisioterapis untuk memberikan latihan yang akan mengoptimalkan kemampuan otot mulut dan sekitarnya.

Tak Perlu Frustasi
Jangan melulu menyalahkan anak jika ia "hobi" mengiler atau ngeces. Tangani secara bijak agar Anda dan Si Kecil tidak sama-sama frustasi.

Caranya adalah:

* Jaga higienitas rongga mulut Si Kecil.
* Bila anak mengiler akibat tumbuh gigi, berikan benda-benda yang dingin seperti teethered yang didinginkan. Namun, tetap waspada akan kemungkinan tersedak.
* Jika anak mengiler di atas usia 3 tahun dan atau tidak diketahui penyebab mengiler, segera bawa ke dokter.
* Mengiler yang berlebihan sehingga ada kemungkinan aspirasi/tersedak juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter
* Mengiler disertai demam, kesulitan bernafas, sulit mempertahankan kepala dalam posisi yang tidak lazim, juga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk mencari penyebab non fisiologis.

Jadi jangan anggap remeh/enteng bila anak mengiler/mengeces, terutama bila ditemukan tanda-tanda seperti di atas.

Sumber tabloid Nova.
Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: mengapa anak mengiler, beberapa penyebab anak mengiler, kapan anak berhenti mengiler, batas usia anak mengiler, mencegah agar anak tidak mengeces, langkah/tindakan yang perlu diambil ketika anak masih mengeces.

Baca artikel ini juga ya:
Mengapa si kecil ngeces terus?
Bila si kecil tersedak.
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Read more...

Mengapa Si Kecil Ngeces Terus? (1)

>> Tuesday, 20 April 2010

Benarkah ada hubungan antara Si Kecil yang sering mengiler atau ngeces, dengan keinginan ibu yang tak kesampaian saat ngidam? Atau, hanya gejala awal si kecil akan tumbuh gigi? Apakah ngeces juga merupakan indikasi suatu penyakit? Yuk, cari tahu lebih jauh!

Coba simak, apa komentar orang saat melihat anak ngeces melulu. Biasanya, komentar yang kerap muncul tak jauh dari mitos seperti, “Wah, pasti ibunya dulu ngidam dan tak kesampaian!” Atau komentar lain, “Wah, mau tumbuh gigi, ya?” Benarkah anggapan seperti itu?

Mengiler (drooling) atau yang dalam istilah kedokteran disebut dengan shalore adalah hal yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Pada dasarnya beberapa faktor mulai dari yang fisiologis hingga gangguan bisa menjadi penyebab anak mengiler.

Dan tidak semua mengiler harus disikapi dengan kekhawatiran. Beberapa bahkan tidak menyebabkan gangguan serius. Namun, sebaiknya perhatikan gejala-gejala penyerta anak mengiler. Jika mengiler memang merupakan indikasi penyakit, kewaspadaan bisa membuat gangguan tertangani sejak dini.

Mengiler memang bukan hanya masalah estetika. Bukan pula karena anak suka bermain-main dengan air liurnya. Pada dasarnya, anak mengiler karena proses fisiologis yang membuat air liurnya tumpah ke luar mulut.

Sebenarnya, setiap orang memiliki mekanisme untuk memproduksi dan menyalurkan air liur. Hanya saja rongga mulut dangkal serta kemampuan menelan belum sempurna yang dimiliki bayi, menyebabkan air liur seolah berlebihan dan keluar dari mulut.

Air Liur Berlebih
Inilah mengapa secara umum dikatakan ada tiga penyebab mengiler, yakni produksi air liur berlebihan, ketidakmampuan menelan air liur, dan ketidakmampuan mempertahankan air liur di dalam mulut.

Biasanya, anak akan mulai memproduksi air liur dengan cukup ketika berusia 6 bulan. Ini adalah fase mempersiapkan anak untuk mendapatkan nutrisi dari makanan padat pertama pendamping ASI.

Namun, pada saat yang sama, anak belum memiliki kemampuan menelan yang sempurna, sehingga pada posisi-posisi tertentu ia sulit mempertahankan air liur dalam mulut kemudian mengiler.

Posisi seperti tengkurap, duduk, merangkak dan berbaring akan memicu anak lebih sering mengiler. Saat anak berusia 9 bulan, biasanya ia sudah mulai bisa mengendalikan air liurnya sehingga tidak tumpah saat duduk dan merangkak, karena kemampuan menelan yang lebih baik.

Namun, ketika makan makanan tertentu yang merangsang air liur, beberapa anak masih bisa mengiler. Dan saat anak berusia 3 tahun, dengan kemampuan menelan jauh lebih baik, ia tidak akan mengiler lagi.

Salah satu penyebab anak mengiler adalah karena gangguan proses menelan dan produksi air liur yang berlebih. Kondisi ini dapat terjadi ketika anak menderita suatu gangguan, seperti pada fase akan tumbuh gigi, yakni ketika anak berusia sekitar 6 bulan.

Saat itu anak akan merasakan nyeri pada seputar mulut dan sedikit kesulitan menelan. Biasanya, jika memang mengiler disebabkan fase tumbuh gigi, disertai gejala tumbuh gigi, seperti anak suka menggigit atau memasukkan benda ke mulutnya, serta sedikit demam.

Mengiler yang disebabkan gangguan dapat dikaitkan dengan penyakit berat seperti mononukleosis, nanah di sekitar amandel (abses peritonsilar), abses retrofaring, dan tonsilitis.

Sumber tabloid Nova
Artikel untuk catatan sendiri juga. Semoga bermanfaat!

tags: penyebab anak ngeces, mitos anak jadi ngeces, drooling, shalore, ciri anak akan tumbuh gigi, penyebab anak jadi mengiler/mengeces


Baca yang ini juga yuk:
Masa pertumbuhan gigi.
Jadwal pemberian makanan bayi.
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Read more...

Takaran Mengonsumsi Minyak Ikan

>> Monday, 22 February 2010

Meskipun tergolong keluarga minyak-minyakan, jenis minyak yang satu tidak digunakan untuk menggoreng kerupuk atau tahu ya?? Namun merupakan sumber zat gizi.

Apa saja kegunaan minyak ikan bagi kita? Yuk kita baca...

Minyak ikan juga tergolong sebagai sumber lemak yang rendah kolesterol, sehingga para ahli gizi dan kesehatan sepakat bahwa minyak ikan aman untuk dikonsumsi oleh bayi, balita, orang dewasa serta ibu hamil.

Mengapa menyehatkan?

Karena selain mengandung Omega-3, minyak ikan juga mengandung vitamin A, D, dan juga kalsium. Itu sebabnya minyak ikan baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada balita. Minyak ikan mengandung vitamin D yang dapat meningkatkan selera makan.

Minyak ikan juga mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang berfungsi untuk membantu proses tumbuh-kembang otak (kecerdasan), serta perkembangan indera penglihatan dan sistem kekebalan tubuh bayi dan balita. Sedangkan bagi ibu hamil, minyak ikan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kehamilan.

Jangan dikonsumsi berlebih

Meskipun manfaat minyak ikan sangat besar dan baik bagi kesehatan, namun jangan dikonsumsi secara berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi minyak ikan dapat menurunkan kadar vitamin E dalam tubuh.

Bila minyak ikan terbuat dari ekstrak hati ikan, kelebihan takaran dapat menyebabkan keracunan vitamin A dan vitamin D. Sebab, hati ikan adalah salah satu tempat menumpuknya zat-zat beracun. Apalagi, bila ikan tersebut tadinya hidup di tempat yang tidak memenuhi standar kesehatan dan tidak higienis.

Berapa jumlah yang disarankan?

Untuk bayi dan balita, konsumsi minyak ikan per harinya didasarkan pada berat badannya. Sebagai patokan adalah 1 sendok teh per hari bila berat badan anak Anda 10 kg. Jika berat badannya lebih dari 10 kg, gunakan alat takar berupa sendok makan, karena jumlah kebutuhannya juga akan meningkat.

Penyimpanan

Proses oksidasi lemak yang terkandung dalam minyak ikan, dapat terjadi sehingga merusak kualitas minyak ikan dan mengubah aromanya menjadi tengik. Sebaiknya simpan minyak ikan di dalam wadah yang tertutup rapat dan letakkan di tempat yang sejuk.


  ***

Jadi ingat dulu ketika masih kecil sering disuruh makan minyak ikan seperti ini, walaupun tidak mengerti maksud dan manfaatnya. Ternyata banyak sekali khasiat dari minyak ikan ini. Terima kasih ibu, i love you!

Semoga bermanfaat!
sumber www[dot]conectique[dot]com

tags: kandungan dalam minyak ikan, manfaat minyak ikan, manfaat minyak ikan bagi ibu hamil, akibat konsumsi minyak ikan berlebihan, cara menyimpan minyak ikan, takaran makan, jumlah yang diperbolehkan, khasiat minyak ikan, kegunaan minyak ikan bagi balita, manfaat minyak ikan bagi anak-anak.

Baca juga:
Masa pertumbuhan gigi.
Tips seputar ibu hamil.
Makanan 'super' untuk otak.

Read more...

ISPA

>> Monday, 28 December 2009

Membaca di beberapa media ada yang menyebutkan ISPA adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas. Terus di media lainnya mereka menuliskan ISPA adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut.
Nah daripada bingung, aku bertanya kepada dokter,  mana yang benar. Dan beliau menjawab, “Dua-duanya benar. Istilah ISPA diterjemahkan dari Upper Respiratory Tract Infection dan Acute Respiratory Tract Infection. Karenanya, jika ada yang menggunakan salah satu dari keduanya, tidak masalah, sama-sama benarnya."
Akhirnya  satu pertanyaan terjawab sudah, terima kasih dokter.

Beda ISPA dengan Pneumonia
Pneumonia  ( baca artikel lengkapnya  disini )
* Pneumonia, adalah apabila batuk pilek disertai dengan kesukaran bernafas atau peningkatan frekuensi bernafas.
* Pneumonia menyerang saluran pernafasan bagian bawah tepatnya mengenai jaringan paru-paru (alveoli),
* Pneumonia membutuhkan  Antibiotik
* Pneumonia yang tergolong sedang (disertai sesak nafas) apabila diberikan antibiotik dengan tepat pun akan sembuh.
* Pneumonia dapat menyebabkan kematian terutama pada balita.

 Ispa
* batuk pilek biasa (common cold) merupakan infeksi saluran pernafasan atas yang menyerang saluran pernafasan bagian atas.
* batuk pilek biasa dapat sembuh sendiri tanpa perlu antibiotik.
* untuk batuk pilek biasa yang sebenarnya ditekankan adalah dari ketahanan tubuh kita sendiri.
* pasien batuk pilek biasa disarankan untuk membentengi diri dengan makan-makanan bergizi dan istirahat cukup.
* batuk pilek yang perlu diwaspadai adalah ketika diiringi dengan sesak terlebih apabila ada tarikan dinding dada ke dalam.

Penyebabnya bisa dari virus, bakteri, polusi udara, percikan ludah dan sebagainya. Polusi udara bisa berasal dari asap di dapur, asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik atau malah asap dari kebakaran hutan. Jadi apabila sakit segeralah berobat dan perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah sakit ISPA atau Pneumonia.

Mudah-mudahan bermanfaat!
Sumber:
http://www.surabaya-ehealth.org/
http://cakmoki86.wordpress.com/

tags: ISPA, pengertian ISPA, beda ISPA dengan Pneumonia.

Read more...

PNEUMONIA

>> Thursday, 24 December 2009


Waspada Pneumonia, bukan sekedar Panas Batuk Pilek.

Keluhan panas, batuk, pilek sering menimpa anak-anak kita terutama pada usia di bawah 5 tahun (balita). Sebagian keluhan tersebut disebabkan virus dan sembuh dengan sendirinya (self limited).


( klik gambar untuk memperbesar )

 Para orang tua patut waspada dan segera membawa ke dokter, Puskesmas atau Rumah Sakit ketika si kecil menunjukkan tanda “peringatan” seperti: gelisah, rewel, napas menjadi cepat dan sesak, selain panas, batuk, pilek. Bukan tidak mungkin keluhan-keluhan tersebut merupakan manifestasi penyakit Pneumonia.

Pengertian Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi akut jaringan (parenkim) paru yang ditandai dengan demam, batuk dan sesak napas.
Selain gambaran umum di atas, Pneumonia dapat dikenali berdasarkan pedoman tanda-tanda klinis lainnya dan pemeriksaan penunjang (Rontgen, Laboratorium).

Pada usia anak-anak, Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kematian Pneumonia pada balita di Indonesia diperkirakan mencapai 21 % (Unicef, 2006). Adapun angka kesakitan diperkirakan mencapai 250 hingga 299 per 1000 anak balita setiap tahunnya. Fakta yang sangat mencengangkan. Karenanya, kita patut mewaspadai setiap keluhan panas, batuk, sesak pada anak dengan memeriksakannya secara dini.



Penyebab Pneumonia
Sebagian besar penyebab Pneumonia adalah mikroorganisme (virus, bakteri). Dan sebagian kecil oleh penyebab lain seperti hidrokarbon (minyak tanah, bensin, atau sejenisnya) dan masuknya makanan, minuman, susu, isi lambung ke dalam saluran pernapasan (aspirasi).

Berbagai penyebab Pneumonia tersebut dikelompokkan berdasarkan golongan umur, berat ringannya penyakit dan penyulit yang menyertainya (komplikasi).
Mikroorganisme tersering sebagai penyebab Pneumonia adalah virus, terutama Respiratory Syncial Virus (RSV) yang mencapai 40%. Sedangkan golongan bakteri yang ikut berperan terutama Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae type b (Hib).

Awalnya, mikroorganisme masuk melalui percikan ludah (droplet), kemudian terjadi penyebaran mikroorganisme dari saluran napas bagian atas ke jaringan (parenkim) paru dan sebagian kecil karena penyebaran melalui aliran darah.


Tanda-tanda Pneumonia
Tanda-tanda Penumonia sangat bervariasi, tergantung golongan umur, mikroorganisme penyebab, kekebalan tubuh (imunologis) dan berat ringannya penyakit.
Pada umumnya, diawali dengan panas, batuk, pilek, suara serak, nyeri tenggorokan. Selanjutnya panas makin tinggi, batuk makin hebat, pernapasan cepat (takipnea), tarikan otot rusuk (retraksi), sesak napas dan penderita menjadi kebiruan (sianosis). Adakalanya disertai tanda lain seperti nyeri kepala, nyeri perut dan muntah (pada anak di atas 5 tahun).
Pada bayi (usia di bawah 1 tahun) tanda-tanda pnemonia tidak spesifik, tidak selalu ditemukan demam dan batuk.

Selain tanda-tanda di atas, WHO telah menggunakan penghitungan frekuensi napas per menit berdasarkan golongan umur sebagai salah satu pedoman untuk memudahkan diagnosa Pneumonia, terutama di institusi pelayanan kesehatan dasar.

Tabel: Pedoman Perhitungan Frekuensi Napas (WHO)



Umur AnakNafas NormalTakipnea (Nafas Cepat)
0 - 2 bulan30-50 per menitsama atau > 60 x per menit
2 - 12 bulan25-40 per menitsama atau > 50 x per menit
1 - 5 tahun20-30 per menitsama atau > 40 x per menit


Catatan: Perbedaan batasan tentang frekuensi napas dari berbagai sumber, tidak terlalu penting. Yang perlu diperhatikan adalah penilaian klinis dan pemeriksaan penujang misalnya: rontgen dan laboratorium serta follow up selama masa perawatan.


Pengobatan
Pengobatan ditujukan kepada pemberantasan mikroorganisme penyebabnya. Walaupun adakalanya tidak diperlukan antibiotika jika penyebabnya adalah virus, namun untuk daerah yang belum memiliki fasilitas biakan mikroorganisme akan menjadi masalah tersendiri mengingat perjalanan penyakit berlangsung cepat, sedangkan di sisi lain ada kesulitan membedakan penyebab antara virus dan bakteri. Selain itu, masih dimungkinkan adanya keterlibatan infeksi sekunder oleh bakteri.
Oleh karena itu, antibiotika diberikan jika penderita telah ditetapkan sebagai Pneumonia. Ini sejalan dengan kebijakan Depkes RI (sejak tahun 1995, melalui program Quality Assurance ) yang memberlakukan pedoman penatalaksaan Pneumonia bagi Puskesmas di seluruh Indonesia.

Masalah lain dalam hal perawatan penderita Pneumonia adalah terbatasnya akses pelayanan karena faktor geografis seperti Kaltim. Lokasi yang berjauhan dan belum meratanya akses tranportasi tentu menyulitkan perawatan manakala penderita pneumonia memerlukan perawatan lanjutan (rujukan) di RS.

Tips Pencegahan
Mengingat Pneumonia adalah penyakit beresiko tinggi yang tanda awalnya sangat mirip dengan Flu, alangkah baiknya para orang tua tetap waspada dengan memperhatikan tips berikut:

* Menghindarkan bayi (anak) dari paparan asap rokok, polusi udara dan tempat keramaian yang berpotensi penularan.
* Menghindarkan bayi (anak) dari kontak dengan penderita ISPA.
* Membiasakan pemberian ASI.
* Segera berobat jika mendapati anak kita mengalami panas, batuk, pilek. Terlebih jika disertai suara serak, sesak napas dan adanya tarikan pada otot diantara rusuk (retraksi).
* Periksakan kembali jika dalam 2 hari belum menampakkan perbaikan. Dan segera ke RS jika kondisi anak memburuk.
* Imunisasi Hib (untuk memberikan kekebalan terhadap Haemophilus influenzae, vaksin Pneumokokal Heptavalen (mencegah IPD= invasive pneumococcal diseases) dan vaksinasi influenzae pada anak resiko tinggi, terutama usia 6-23 bulan. Sayang vaksin ini belum dapat dinikmati oleh semua anak karena harganya yang cukup mahal.

Semoga bermanfaat.

Bacaan:
* Pneumonia: The Forgotten Killer of Children, WHO, ISBN: 92-806-4048-8, September 2006
* Pneumonia, Continuing Education, IKA XXXI, Retno Asih S, Landia S, Makmuri MS, FK Unair, RSUD Dr Soetomo, 2006
* Management of Pneumonia in Community Settings, WHO-Unicef, 2004

* Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak, IDAI, edisi I, 2004


Artikel diambil dari http://cakmoki86.wordpress.com/


tags: Pneumonia, pengertian Pneumonia, penyebab Pneumonia, tanda-tanda Pneumonia, cara pengobatan, pencegahan Pneumonia, retraksi, takipnea, sianosis.


Baca juga artikel lainnya:
Semua yang perlu Anda ketahui tentang demam pada anak.
Beberapa penyebab demam.

Read more...

Biasakan Anak Cuci Tangan Sendiri

>> Tuesday, 15 December 2009


Bisa dikatakan tangan adalah organ tubuh yang paling aktif bergerak dan paling sering bersentuhan dengan benda-benda yang ada disekitar. Terlebih bagi anak-anak yang sedang masa aktif-aktifnya bergerak. Entah itu untuk memegang mainan, mengambil makanan atau malah mengusap ingus. Benar kan?

Walaupun kelihatannya merupakan hal yang mudah (kadang tidak diperhatikan), mengajari anak-anak mencuci tangan adalah hal penting, selain berguna untuk mendidik hidup sehat dan bersih, anak juga bisa belajar tentang keimanan. Seperti sebuah hadits yang artinya, "Kebersihan merupakan sebagian dari iman."

Namun bagaimana cara yang baik untuk membiasakan anak mencuci tangan?

Yang pertama sekali adalah orang tua harus memberikan contoh kebiasaan untuk selalu mencuci tangan setiap sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas apapun. Hal ini dikarenakan bahwa anak kecil akan selalu meniru apa yang dilakukan orang tuanya.

Berikutnya, biasakan membawa anak ke westafel untuk mencuci tangan sebelum makan. Biarkan dia mencuci sendiri tangannya dengan menggunakan sabun. Anda tidak perlu ikut dalam kegiatan tersebut, cukup memperhatikan saja. Selama anak tidak melakukan sesuatu yang berbahaya, maka biarkan ia mengeksplor keinginannya.
Jika anak malah memainkan air atau sabun cair hingga tumpah dan membasahi lantai, yang membuat lantai jadi licin, Anda cukup memberinya arahan dan bukan pukulan atau omelan.

Kegiatan cuci tangan, bisa dilakukan ketika mau makan, setelah makan, ketika ingin tidur, ketika hendak belajar (agar buku dan perlengkapan belajar tidak kotor), setelah bermain, setelah dari kamar mandi dan aktifitas lainnya. Ajari anak-anak cara mencuci tangan yang benar bukan sekedar memainkan air dan sabun saja.

Menurut Dr. Endang Woro H SpPK, "Kuku dan celah diantara jari-jari adalah bagian tangan yang paling banyak kumannya. Selain itu lubang hidung juga tempat paling nyaman bagi kuman Staphylococcus Aureus penyebab infeksi MRSA ( Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus)."

Berikut ini langkah-langkah mencuci tangan dengan benar:

1. Basahi seluruh telapak hingga pergelangan tangan dengan air mengalir. Tuang sabun (untuk sabun cair) atau gosokkan hingga berbusa (untuk sabun batangan) ke telapak tangan, lalu gosokkan kedua telapak tangan dengan lembut.
2. Gosok masing-masing punggung tangan secara bergantian.
3. Jari jemari saling berjalinan untuk membersihkan sela-sela jari.
4. Gosok ujung jari (buku-buku) dengan mengatupkan jari tangan kanan terus gosokkan ke talapak tangan kiri secara bergantian.
5. Gosok dan putar ibu jari secara bergantian. Gosokkan ujung kuku pada telapak tangan secara bergantian.
6. Bilas dengan air bersih dan mengalir, lalu keringkan tangan dengan lap tangan atau tisu.

Menurut beliau, pemakaian pengering tangan elektrik juga tidak dianjurkan. Karena kalau alat ini tidak rajin dibersihkan, saat tangan didekatkan ke alat justru akan tersemprot kuman yang bersarang pada alat tersebut.

Dengan terbiasa melatih anak menjaga kebersihan diri, maka ia akan terbebas dari penyakit, masalah pencernaan yang menganggu, juga melatih hidup sehat.

Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: mencuci tangan, cara mencuci tangan yang benar, manfaat cuci tangan, kapan saat yang baik mencuci tangan.

Read more...

Hati-hati Mata Juling

>> Monday, 16 November 2009

Kelainan refraksi mata sebaiknya dideteksi dan diatasi secara dini. Jika tidak, akan terjadi mata malas (lazy eyes) atau yang disebut ambliopia. “Secara anatomis, bola mata memang tak ada kelainan. Tak ada katarak ataupun infeksi, tapi penglihatan tidak maksimal, karena kurang cepat terdeteksi dan segera diberikan koreksi kacatama,” kata dr. Yudisianil EK, Sp.M.

Perkembangan penglihatan yang paling penting adalah sampai usia 6 tahun. Dua tahun pertama untuk perkembangan saraf, dan selanjutnya untuk meningkatkan kualitas fungsi mata.

“Jika kelainan refraksi tak dikoreksi sedini mungkin, perkembangan penglihatan akan terganggu. Seharusnya anak seusianya bisa 100 persen, tapi ia hanya 60 persen. Jika mata tak terpakai, lama-lama mata akan juling. Misalnya yang satu minus 6, yang satu 0. Yang minus 6 jarang dipakai karena tidak melihat.”

Pakai Kacamata, Minus Bertambah?
Kata orang, pakai kacamata, malah bisa membuat minus bertambah. Benarkah? Sebetulnya yang terjadi bukan karena pakai kacamata, tapi begitu pakai kacamata, penglihatan menjadi bagus, sehingga membaca jadi lebih lama, main game pun jadi tambah lama.

“Faktor itulah yang menyebabkan akomodasi jadi tambah lama. Akomodasi ini yang mencetuskan pertumbuhan bola mata sehingga minus bertambah, apalagi di usia pertumbuhan.” Jadi, sebaiknya setelah memakai kacamata, anak tidak dibiarkan begitu saja.

“Tetap harus dibatasi. Misalnya, setiap kali anak membaca jarak dekat atau bekerja dekat selama 1 - 2 jam, minta ia istirahat minimal setengah jam. Istirahatnya, dengan cara melihat jarak jauh atau memejamkan mata. Itu akan membuat mata relaks dan menurunkan daya akomodasi sesaat. Yang sering salah, satu jam main komputer, satu jam lagi main SMS. Ya, sama saja,” tegas Yudisianil.

Sumber: tabloidnova

tags: ambliopia, lazy eyes, perkembangan saraf mata terjadi pada 2 tahun pertama, cara istirahat yang tepat pada anak yang memakai kacamata, perkembangan penglihatan.

Baca juga:
Faktor penyebab anak menjadi tuli.
Tanda-tanda anak yang mengalami kelelahan.

Read more...

Faktor Penyebab Anak Menjadi Tuli

>> Tuesday, 13 October 2009

Ketidaksempurnaan kadang membuat anak-anak minder dalam pergaulannya sehari-hari. Kehilangan pendengaran, termasuk salah satu kekurangan yang membuat anak-anak sulit tumbuh normal di tengah masyarakat.

Menilik permasalahan ini lebih dalam, Audiologist dan pakar pendidikan anak tunarungu Drs Anton Subarto, Dipl Aud menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan ketulian pada anak, di antaranya:

1. Ketulian disebabkan karena virus Toxoplasma Rubella atau campak, Herpes, dan Sipilis. Terkadang kedua orang tua tidak menyadari bahwa dirinya telah mengidap virus tersebut sehingga menyebabkan ketulian pada anaknya kelak.

2. Lahir premature, belum genap bulannya juga bisa menyebabkan ketulian pada anak.

3. Ketulian juga bisa disebabkan karena sang ibu pada saat hamil, berusaha menggugurkan janin yang ada dalam kandungan.

4. Anak yang baru lahir dan kekurangan oksigen pun bisa menjadi tuli.

5. Ketulian juga bisa dialami ketika anak pada masa pertumbuhan, misalnya pada saat lahir, anak lahir normal hanya saja menjelang usia 10 tahun ia mengalami sakit sehingga diberikan obat dengan dosis tinggi sehingga menyerang telinganya.

Jadi ada gangguan pendengaran karena obat-obatan yang memiliki efek samping menyebabkan ketulian. Seperti pil kina juga mempunyai pengaruh yang besar pada telinga, maupun aspirin juga terbilang rawan, oleh karena itu harus hati-hati bila digunakan.

6. Peringatan bagi para ibu-ibu hamil, kalau sedang mengandung sebisa mungkin jangan sakit karena suatu penyakit yang diderita saat hamil sangat riskan untuk kandungan, terlebih seperti campak atau tipes. Semua penyakit dengan panas tinggi, akan sangat riskan untuk kandungan.

7. Faktor genetik juga bisa mempengaruhi, misalnya kedua orang tuanya normal, namun kakek dan neneknya memiliki riwayat pernah mengalami ketulian. Hal ini bisa berdampak pada anak.

8. Anak terlahir dengan disedot, vakum, Caesar juga bisa merusak saraf pendengaran. Jika anak mengalami tuli saraf, tentu tidak bisa disembuhkan, hanya bisa di bantu dengan alat bantu dengar semata.

Terapi yang bisa membuat kembali mendengar itu tidak ada kecuali untuk para tuli konduktif yang disebabkan karena infeksi. Infeksi ini dapat disembuhkan tetapi ketuliannya belum tentu sembuh. Apalagi kalau tuli saraf, kerena yang mengalami kerusakan saraf di dalam labirin yang sangat kecil sehingga tidak bisa dioperasi dan tidak bisa disembuhkan.

Sumber okezone.com


tags: faktor penyebab anak menjadi tuli, virus penyebab ketulian, akibat ingin menggugurkan kandungan, efek pil kina dan aspirin, tuli saraf, tuli konduktif, penyebab tuli konduktif, peringatan buat ibu hamil.


Read more...

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!