Powered by Blogger.


Showing posts with label kesehatan gigi. Show all posts
Showing posts with label kesehatan gigi. Show all posts

Tips/Cara Mencegah Gigi Berlubang Pada Balita

>> Monday, 16 May 2011

Gigi berlubang pada balita biasanya sering diakibatkan/disebabkan oleh kebiasaan meminum ASI ataupun susu botol yang berisi susu atau cairan manis lainnya yang dihisap anak sampai tertidur ataupun terus-menerus sepanjang hari dan tidak diikuti dengan perawatan kebersihan mulut yang baik.

Kondisi gigi berlubang pada anak sering disebut dengan istilah Early Childhood Caries (ECC) ataupun Nursing Mouth Caries (NMC).

Berikut adalah anjuran dari American Academy of Pediatric Dentistry sebagai panduan mengenai cara pemberian makanan bagi bayi untuk mencegah EEC:

1. Jangan pernah tidurkan bayi dengan botol susu. Kebiasaan menyusu ASI di malam hari harus dihentikan ketika gigi pertama anak mulai erupsi.

2. Latih anak untuk minum menggunakan cangkir ketika anak mendekati usia 1 tahun. Penggunaan botol susu dihentikan ketika anak berusia 12 sampai 14 bulan.

3. Hindari pemberian jus buah melalui botol. Pemberian jus buah harus selalu menggunakan cangkir.

4. Pelaksanaan kebersihan mulut harus dilakukan ketika gigi pertama anak erupsi.

5. Dianjurkan untuk melakukan kunjungan konsultasi kesehatan gigi anak pada usia 6 bulan saat gigi pertama anak erupsi dan tidak lebih dari usia 12 bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberian early childhood caries edukasi bagi orang tua mengenai panduan antisipasi untuk mencegah penyakit gigi.

6. Tingkatkan kebersihan dan kesehatan rongga mulut ibu ataupun pengasuh anak untuk mengurangi transmisi bakteri dan mengurangi resiko anak mengalami ECC.


***

Tips di atas saya ambil dari http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/
Dalam prakteknya tentu tak semudah membaca artikelnya. Apalagi kalau kita sebagai orang tua 'tidak tegaan' kepada anak. Belum lagi, misalnya, kita sebagai orang tua ketat/disiplin dalam pengasuhan anak, tetapi ada bibik/si mbak yang mengasuh anak kita, tentu akan berbeda lagi hasilnya. Mungkin disaat orang tua bekerja, bibik/si mbak memberi kelonggaran terhadap anak kita. "Ah, tidak apa-apa, sekali ini, lagian Ibu tidak melihat".

Pola pengasuhan yang berbeda akan berdampak pada berhasil tidaknya kita menerapkan tips/cara mencegah gigi berlubang pada balita seperti artikel di atas.

Yang punya tips lain, silakan sharing di kolom komentar. Makasih.

Baca yang ini juga yuk:
Agar si kecil rajin menggosok gigi.
Masa pertumbuhan gigi.


tags: mencegah gigi berlubang, cegah gigi berlubang pada balita, penyebab gigi berlubang pada balita, penyebab gigi berlubang pada anak kecil, cara mencegah gigi berlubang, tips agar gigi balita tidak berlubang, langkah-langkah untuk mencegah gigi berlubang pada balita, kapan sebaiknya pemberian botol susu dihentikan, mengajari anak minum dengan cangkir.

Read more...

Agar si Kecil Rajin Menggosok Gigi

>> Saturday, 26 June 2010

Para dokter gigi menyarankan anak-anak untuk menyikat gigi setidaknya dua menit tiap kali menyikat gigi. Bagi anak-anak yang tak suka menyikat gigi, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Walaupun senang bermain air, mandi berlama-lama, tapi untuk menyikat giginya tidak semua anak mau dan mudah untuk di arahkan.

Kuncinya adalah ciptakan acara menyikat gigi jadi kegiatan menyenangkan. Kalau Anda pintar, rutinitas satu ini tak akan membosankan bagi mereka.

Anda mengalami kesulitan dalam mengarahkan anak-anak menyikat gigi? Berikut beberapa trik untuk membantu anak-anak sukses melewati pelajaran menyikat gigi, seperti dikutip Womansday.

1. Gunakan pengukur waktu gelas pasir. Anak-anak pasti akan suka saat melihat butiran pasir dalam pengukur gelas tersebut mengalir ke bawah selama mereka menyikat gigi. Atau gunakan jam dengan bentuk lucu, sehingga anak suka melihatnya.

2. Menyikat gigi dalam waktu yang sama. Jadi, anak terbiasa dengan rutinitas sehat sekaligus menyenangkan tersebut.

3. Untuk permulaan, orangtua harus mengajak sambil memberikan contoh cara menyikat gigi yang benar. Saat Anda ingin menyikat gigi sebelum tidur, ajak si kecil untuk juga menyikat giginya. Buat semacam kompetisi dengannya, siapa yang menyikat gigi paling lama, dialah pemenangnya. Si kecil pasti akan merasa tertantang dan ingin menjadi pemenang.

4. Jika ada, gunakan sikat gigi elektrik dengan pengukur waktu khusus yang diatur untuk dua menit. Menyikat gigi adalah aktivitas kesehatan yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan anak nantinya. Dimulai dari gigi dan mulut yang sehat, tubuh pun akan mengikuti.

Semoga bermanfaat!

Note: Tips di atas juga untuk diriku sendiri, memberikan contoh yang baik dan mengarahkan anak akan lebih mudah diterima anak daripada hanya menyuruhnya.

tags: menyikat gigi anak, agar anak suka menyikat gigi, tips agar anak suka menyikat gigi.

Baca juga yang ini yuk:
Atasi gigi gerigis pada anak.
Masa pertumbuhan gigi.

Read more...

Gigi Susu (artikel lengkap)

>> Monday, 11 January 2010

Orang tua sering bingung, kapan sebetulnya gigi susu anak pertama kali mulai tumbuh. Kebanyakan orang mengira bahwa bayi yang baru lahir belum ada gigi. Padahal pada saat lahir, mahkota gigi susu yang berjumlah 20 sudah hampir selesai terbentuk, dan tersembunyi di balik gusi dan tulang bayi.

Gigi susu tidak tumbuh sekaligus namun secara bertahap menembus gusi selama 2 ½ tahun pertama sejak kelahiran. Biasanya yang tumbuh pertama kali adalah keempat gigi depan yaitu dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Sebagian besar anak-anak sudah lengkap semua giginya pada saat berusia 3 tahun.

Gigi susu berukuran lebih kecil dibanding gigi permanen pada orang dewasa. Supaya gigi permanen bisa muat menempati ruang yang ditinggalkan gigi susu yang telah tanggal, rahang terus menerus mengalami pertumbuhan. Gigi susu mulai tanggal saat anak berusia 6-7 tahun, dan prosesnya terus berlanjut hingga usia 12 tahun. Gigi yang tanggal pertama kali adalah gigi seri (depan) atas dan bawah, yang akan digantikan oleh gigi seri permanen.

Gigi susu adalah guidance atau panduan bagi pertumbuhan gigi tetap. Jadi meski sifatnya “sementara” dan nantinya akan diganti oleh gigi permanen namun harus tetap dijaga dan dipelihara kesehatannya. Gigi susu yang tanggal terlalu dini akan mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Gigi tersebut sudah  tanggal sebelum saatnya dan benih gigi permanennya belum siap untuk tumbuh, sehingga gigi permanen kehilangan panduan. Itulah salah satu sebabnya pada sebagian orang ada yang giginya berjejal, tumpang tindih, atau keluar dari lengkung rahang.

Seorang anak membutuhkan gigi yang kuat dan sehat, di mana gigi tersebut tidak saja penting untuk mengunyah makanan tapi juga untuk pengucapan kata-kata. Gigi-gigi susu yang rusak karena karies pastinya menyebabkan anak sedikit kesulitan mengunyah, atau bahkan malas makan sehingga akhirnya akan mempengaruhi status gizinya. Orang tua sangat perlu menyadari hal ini karena kebanyakan orang tua berpikir bahwa jika terjadi karies pada gigi susu tidak perlu ditambal karena toh nantinya akan digantikan oleh gigi permanennya. Padahal infeksi dari gigi susu yang karies dapat merusak gigi permanen yang sedang tumbuh di bawah akar gigi susu.

Karies yang terjadi pada gigi susu anak paling banyak disebabkan oleh penggunaan botol yang berisi susu atau minuman manis yang diberikan untuk pengantar tidur. Pada saat manusia tidur, produksi air liur menurun sedangkan air liur memiliki banyak fungsi salah satunya adalah membilas sisa-sisa makanan dan membawanya ke kerongkongan untuk ditelan. Oleh karena itu air susu yang tergenang di permukaan gigi anak tetap menempel saat anak tidur dan menjadi makanan bagi bakteri di dalam mulut, sehingga terjadilah karies.

Orang tua sangat berperan dalam membantu mengurangi resiko terjadinya karies pada gigi susu. Jangan biasakan bayi atau balita tertidur sambil minum dari botol yang berisi susu, jus buah atau minuman manis lainnya. Selain itu, hindari kebiasaan mencelup dot dalam minuman manis atau madu sebelum diberikan kepada anak, melainkan berikan dot yang bersih.

Bila anak meminta susu menggunakan botol sebelum tidur, bujuk dan biasakan untuk minum air putih sesudah ia minum susu. Atau bila anak sulit dibujuk, ibunyalah yang harus membersihkan gigi dan gusinya dengan kain bersih atau kasa yang basah saat ia tidur setelah minum susu botol. Mulailah kebiasaan menyikat gigi anak dengan air sedini mungkin begitu gigi mulai tampak menembus gusi. Bila anak belum mampu meludah, cukup gunakan air saja dan tidak perlu menggunakan pasta gigi. Semakin berkembangnya iptek, pasta gigi untuk anak saat ini aman bila ada sedikit bagian yang tertelan, namun anak tetap harus diajari untuk meludah dan  berkumur untuk membuang sisa odol. Tentu saja dibutuhkan kejelian ibu dalam memilih pasta gigi anak.

Biasakan menyikat gigi bersama-sama dengan si anak, untuk memberi contoh dan teladan. Cara ini biasanya lebih ampuh dalam membiasakan anak mau menggosok gigi sedini mungkin, ketimbang ibu atau ayah hanya memberi perintah saja. Temani dan awasi anak saat menyikat gigi, dan hindari kebiasaan anak jajan atau makan makanan yang lengket di antara waktu makan.

sumber klikdokter[dot]com
Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: kapan gigi susu tumbuh, usia anak saat gigi tumbuh lengkap, kapan gigi susu tanggal, akibat gigi susu tanggal terlalu dini, penyebab gigi karies, pakai apa membersihkan gigi dan gusi anak kecil.

Baca juga:
Masa Pertumbuhan Gigi.
Atasi Gigi Gerigis Pada Anak.
Membawa Bekal Sendiri, Yuk!
Bersih-bersih Gigi dan Mulut Bayi, Yuk!

Read more...

Masa Pertumbuhan Gigi

>> Saturday, 2 January 2010

Agar anak-anak terbiasa dan terlatih merawat giginya, kenalkan pula ia dengan dokter gigi. Idealnya, dimulai pada usia 2 tahun, kecuali jika ada masalah serius di usia sebelum itu.

Periksalah gigi anak secara rutin, minimal 6 bulan sekali. Jika Anda melihat ada lubang pada gigi anak, jangan menunggu lagi, segeralah bawa ke dokter. Sebab, sekalipun gigi susu ini akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen, kerusakan pada gigi susu akan berpengaruh pada pertumbuhan gigi tetapnya. Misalnya saja, gigi tetap menjadi rentan dan rapuh, gigi jarang-jarang atau masalah lainnya.

Lagi-lagi, merawat lebih baik dari mengobati. Karena mengobati gigi yang sudah rusak akan jauh lebih mahal dari segi biaya. Belum lagi bisa merusak penampilan si kecil jika ia sudah besar nanti.

Berikut ini tabel pertumbuhan gigi.

GIGI SUSU


Rahang AtasWaktu Tumbuh
Seri Tengah7,5 bulan
Seri Samping9 bulan
Taring18 bulan
Geraham I14 bulan
Geraham II24 bulan


Rahang BawahWaktu Tumbuh
Seri Tengah6 bulan
Seri Samping7 bulan
Taring16 bulan
Geraham I12 bulan
Geraham II20 bulan

GIGI TETAP


Rahang AtasWaktu Tumbuh
Seri Tengah7 - 8 tahun
Seri Samping8 - 9 tahun
Taring 11 - 12 tahun
Geraham Kecil I10 - 12 tahun
Geraham Kecil II10 - 12 tahun
Geraham Besar I6 - 7 tahun
Geraham Besar II12 - 13 tahun
Geraham Besar III17 - 21 tahun


Rahang BawahWaktu Tumbuh
Seri Tengah6 - 7 tahun
Seri Samping7 - 8 tahun
Taring9 - 10 tahun
Geraham Kecil I10 - 12 tahun
Geraham Kecil II11 - 12 bulan
Geraham Besar I 6 - 7 tahun
Geraham Besar II11 - 13 tahun
Geraham Besar III17 - 21 tahun

Sumber tabloid Nakita.
Semoga bermanfaat!

tags: pertumbuhan gigi, masa pertumbuhan gigi, kapan gigi anak tumbuh, pengaruh gigi susu pada gigi tetap, tabel pertumbuhan gigi, daftar pertumbuhan gigi.

Baca juga:
Gigi Susu.
Atasi gigi gerigis pada anak.
Bersih-bersih gigi dan mulut bayi, yuk!

Read more...

Atasi Gigi Gerigis Pada Anak

>> Sunday, 6 December 2009

Apakah anak-anak mempunyai gigi berlubang dan keropos?
Gigi yang berlubang, keropos selain tidak sehat pasti dilihat juga kurang bagus, apalagi bila anak-anak sudah beranjak besar. Gigi gerigis atau karies disebabkan hilangnya mineral kalsium dan fosfor dari gigi, menyebabkan gigi menjadi berlubang, dan akhirnya menjadi keropos.

Walaupun di Qatar sini ada asuransi kesehatan (untuk kesehatan gigi termasuk mahal sekali), tetapi tetap memilih kalau gigi kita dan anak-anak sehat-sehat saja. Ada yang mau sakit gigi? Pasti tidak ya....
Malas bolak-balik ke dental, biasanya kunjungan ke dokter gigi 3 kali atau lebih kunjungan baru selesai urusannya.

Nah berikut ini hal-hal seputar karies gigi, aku ambil dari anakku.net, penting bagi kita untuk menjaga agar gigi anak-anak tumbuh sehat.

Penyebab Karies Gigi

Mengapa terjadi karies? Ada beberapa faktor yang penting:

1. Partikel makanan yang tidak dibersihkan bertumpuk menjadi plak.
2. Di dalam plak hidup berbagai bakteri, terutama jenis streptokokus mutans, atau laktobasilus.
3. Bila anak sering makan mengandung gula atau sukrosa, bakteri akan menggunakan sukrosa dan membentuk asam organik.
4. Bila suasana sekitar gigi menjadi asam, mineral kalsium dan fosfor akan lepas dari gigi.
5. Karena hilangnya mineral, gigi menjadi rapuh dan akhirnya berlubang.

Bila karies sampai menimbulkan rasa sakit, maka anak akan kehilangan selera makan. Kadang-kadang dapat terjadi demam. Proses mengunyah makanan akan terganggu, anak menjad malas makan dan akhirnya menjadi kurus.

Apa peran fluor terhadap karies?

Gigi sebetulnya terbentuk dari kalsium fosfat, suatu reaksi antara kalsium dan fosfor. Fluor mencegah lepasnya kalsium dan fosfor dari gigi, sehingga otomatis akan memperkuat gigi dan mencegah karies. Selain itu, fluor yang diberikan langsung ke permukaan gigi juga mengurangi pembentukan asam oleh bakteri. Darimana datangnya fluor? Fluor bisa berasal dari air minum, makanan, atau pasta gigi. Cuma sayangnya, konsumsi fluor yang terlalu banyak justru juga merusak gigi. Tanyakan pada dokter gigi anda apakah anak perlu mendapat tambahan fluor atau tidak.
Aliran ludah yang baik juga merupakan faktor pencegah karies. Aliran air ludah akan bertambah bila kita mengunyah dengan cukup. Air ludah dapat berkurang karena penyakit kelenjar ludah, konsumsi beberapa macam obat, dan saat tidur.

Karies karena susu botol

Banyak orang tua menganggap gigi susu tidak perlu dirawat karena akan digantikan oleh gigi tetap/permanen. Wah....salah besar. Justru gigi susu yang buruk akan mengganggu pertumbuhan gigi tetap dan rahang di kemudian hari. Salah satu perawatan terbaik adalah menghindari karies.
Sayangnya, saking bernafsu memberi gizi yang baik untuk anak, orang tua memilih untuk menjejali anak dengan susu botol. Ternyata karies sangat sering terjadi pada anak yang mengkonsumsi susu botol, sampai-sampai ada istilah nursing bottle caries.

Anak-anak ini sering mengedot susu atau minuman manis lainnya dari botol untuk waktu yang lama dan terus menerus. Anak-anak juga sering dijejali susu dalam botol sampai ia tertidur. Bahkan kadang-kadang kita masih melihat anak sekolah minum susu dari botol.
Nursing bottle caries sering terjadi pada gigi susu di rahang atas bagian depan dan belakang. Tanda awalnya berupa bercak putih atau coklat pada gigi, lalu gigi menjadi berlubang. Jadi gigi lebih putih belum tentu merupakan gigi lebih baik. Untuk mencegah hal ini, jauh lebih baik memberikan ASI ketimbang memberi susu botol.

Upaya Pencegahan Karies Gigi

1. Menurunkan jumlah kuman, misalnya dengan berkumur antiseptik.
2. Membersihkan plak secara periodik.
3. Meningkatkan daya tahan gigi, misalnya dengan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor atau mengkonsumsi tablet fluor dengan dosis yang tepat.
4. Merubah pola makan: Membatasi makanan yang mengandung sukrosa, jangan mengemil yang mengandung gula, menghindari konsumsi gula sebelum tidur. Soft drink juga mengandung banyak gula.
5. Berkumur dengan air bersih setelah makan.
6. Menyikat gigi dengan teratur. Belajar menyikat gigi dilakukan sedini mungkin, mulai pada saat gigi baru tumbuh. Paling penting saat malam sebelum tidur.
7. Bila anak belum dapat menyikat gigi sendiri, bersihkan gigi dan mulut dengan menggunakan kapas atau kain yang dibasahi air bersih.
8. Secepat mungkin mengganti kebiasaan minum susu dari botol, segeralah diajarkan minum dari gelas.
9. Jangan biarkan anak minum susu botol sampai tertidur.
10. Jangan lupa… anak perlu mengunjungi dokter gigi secara teratur.

Kapan harus dimulai? Saat gigi susu mulai tumbuh, sekitar umur 7 bulan. Dokter gigi akan mengatur kunjungan berikut untuk merawat gigi sebaik-baiknya.

Mudah-mudahan bermanfaat!

tags: penyebab gigi karies, nursing bottle caries, fungsi fluor, cara mencegah gigi karies.

Baca juga:
Gigi susu.
Si kecil ngedot sampai kapan, ya?
Bersih-bersih gigi dan mulut bayi, yuk!


Read more...

Gigi Susu

>> Tuesday, 24 March 2009

Gigi susu adalah gigi yang pertama kali tumbuh yang nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap.
Masa tumbuh gigi susu tiap anak beda-beda, ada yang usia 5 bulan, 6 bulan, bahkan ada yang usia anak setahun baru tumbuh gigi. Untuk yang setahun belum tumbuh gigi, segera kunjungi dokter Anda, biasanya akan di lihat lagi kenapa usia setahun belum tumbuh gigi. Faktor-faktor apa yang mempengaruhinya bisa didiskusikan dengan dokter Anda.

Biasanya usia 6-7 tahun akan tanggal gigi susunya, terus ganti dengan gigi tetap. Tapi sekali lagi, tiap anak juga berbeda-beda waktu tanggal gigi susunya. Ada juga yang sampai SMP baru tanggal giginya.
Kalau belum goyang, ya ditunggu saja goyang secara alami karena itu artinya gigi baru belum tumbuh. Kalau sudah tumbuh gigi baru (kelihatan dari gusi yang putih-putih) biasanya gigi susu sudah goyang. Nah kalau gigi baru sudah tumbuh tapi gigi susu belum goyang ya harus dicabut karena akan mengganggu gigi yang baru.

Membaca dari berbagai buku, ternyata minum susu pakai botol juga berpengaruh terhadap gigi anak-anak.
Anak-anak biasanya juga suka makan permen, coklat, kue-kue manis dan makanan lainnya. Biasakan segera kumur-kumur, syukur kalau mau langsung gosok gigi. Usahakan sebelum tidur, biasakan anak untuk menggosok gigi, setidaknya kumur-kumur. Tahu sendiri kadang anak malas kalau sudah ngantuk masih disuruh gosok gigi.

Sekedar share pengalaman, anak pertama giginya hancur, tinggal caries bagian depan karena dulu susah sekali melepas minum dari botol. Sampai sekarang belum juga tumbuh gigi baru, jadi gigi cariesnya masih kuat. Kesalahan pada ortu sebagai ibu yang tidak memperhatikan pertumbuhan giginya sewaktu kecil, kini tinggal penyesalan. Semoga nanti gigi barunya tumbuh bagus, juga adiknya semoga tidak caries giginya. Ternyata susah menjadi ortu yang baik bagi anak-anaknya.

Belum lagi kalau ke dokter gigi tidak sekali kunjungan selasai. Pasti dibutuhkan waktu berkali-kali kunjungan kesana. Bisa 2 atau 3 kali kunjungan. Repot mengurusi gigi anak-anak. Dan tetap pantau terus pertumbuhan giginya agar bila ada yang bermasalah bisa ditangani dengan cepat dan segera kunjungi dokter Anda.


tags: gigi susu, usia tumbuh gigi susu, usia tanggal gigi susu, makanan yang berpengaruh ke gigi anak.

Read more...

Bersih-bersih GIGI dan Mulut Bayi, Yuk!

>> Monday, 16 March 2009

Perawatan GIGI sangat penting untuk dimulai sejak kecil. Karena cairan-cairan yang biasa diminum si kecil sangat mungkin mencetuskan kerusakan GIGI. Apa saja yang bisa dilakukan bunda untuk tetap menjaga kebersihan GIGI dan mulut si kecil?

Kesehatan dan pertumbuhan GIGI si kecil sudah terjadi semenjak ia masih berada di dalam kandungan. Karena itu, calon ibu harus rajin mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang, terutama yang mengandung zat kapur, vitamin D, vitamin C, vitamin A, dan beberapa jenis vitamin B dan sedikit fluorida (mineral).

Dan ketika si kecil sudah lahir, walaupun GIGInya belum tumbuh, tidak ada salahnya untuk mengajarkannya menyikat GIGI, dimulai dari membersihkan gusi dan mulutnya. Dengan demikian ia terbiasa dibersihkan mulutnya. Selain itu, membersihkan gusi bayi juga dapat berfungsi mengatasi rasa sakit sewaktu GIGI mulai keluar.

Membersihkan GIGI dan mulut sejak bayi ini tentunya akan membuat si kecil terbiasa, bahkan hingga ketika GIGI SUSUnya sudah tumbuh. Dan pada saat inilah kebiasaan menjaga kebersihan GIGI dan mulut semakin penting, karena GIGI SUSU pada anak balita mudah sekali rusak, hitam, atau terkikis.

Menurut para ahli, penyebab utama kerusakan GIGI adalah asam yang dibuat oleh kuman yang ada dalam rongga mulut. Kuman tersebut akan menghasilkan asam bila ada sisa makanan, yang mengandung gula dan tepung, yang lengket pada GIGI pada waktu yang lama. Asam tersebut kemudian dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan keras GIGI (email), yang menyebabkan terjadinya lubang pada GIGI.

Pada anak balita, penyebab kerusakan GIGI yang terbesar adalah minum SUSU atau cairan manis lainnya melalui dot. Tips mencegah kerusakan GIGI si kecil:
  • Berilah ia satu atau dua sendok air putih untuk 'mencuci' mulutnya, setiap kali si kecil selesai minum SUSU atau cairan manis lainnya.
  • Jangan biasakan anak tertidur dengan botol dot masih dalam mulut, karena cairan manis tersebut akan menggenangi GIGI dan bisa menimbulkan kerusakan.
  • Periksakan GIGI anak setiap enam bulan sekali, sehingga apabila terjadi gangguan bisa segera terdeteksi dan tertangani.
Sumber: Ayah Bunda

tags: menjaga kebersihan gigi anak, menjaga kebersihan mulut, kapan mengajarkan menyikat gigi pada anak, penyebab kerusakan gigi.

Read more...

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!