Powered by Blogger.


Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Tips Sehat Saat Membaca

>> Wednesday, 9 May 2012

Tips sehat saat membaca berikut ini ditujukan bukan hanya untuk anak-anak, tapi kita orang tua sebaiknya juga mengatur jarak baca, posisi duduk saat membaca, dll.
Yang pasti, misalnya orang tua membaca buku sambil tiduran, anak-anak pasti anak mencontohnya. Dan tentu saja hal ini tidak baik.


Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika sedang membaca, yang tujuannya untuk menjaga kesehatan mata:

1. Membacalah dengan posisi duduk tegak, jangan sambil tiduran.

2. Ruangan cukup terang, usahakan supaya lampu cukup jauh dari tubuh agar tidak terbentuk bayangan tubuh.

3. Jarak baca 40 cm dari mata dengan sudut 40-70 derajat dari permukaan meja.

4. Ketika mata sudah terasa lelah maka istirahatlah, bisa berjalan-jalan sebentar melihat objek-objek dan pemandangan hijau.

5. Konsumsi makanan bervitamin A dengan jumlah cukup, misalnya wortel, pepaya, dan sayuran berwarna hijau.

6. Membaca sedikit-sedikit tiap hari tapi rutin tentu lebih baik daripada membaca 1 buku semalaman. Kalau mau ujian atau tes, belajarnya jangan pakai SKS (sistem kebut semalem) ya? itu tidak baik.

Semoga tips diatas bisa dipraktekkan sehingga kesehatan mata kita dapat selalu dalam kondisi baik. Ada yang mau menambahkan? tulis di kolom komentar yah!

Semoga bermanfaat!

Read more...

Tips Agar Anak Mau Memakai Kacamata Minus

>> Thursday, 19 April 2012

Beberapa hari yang lalu, seorang teman cerita bahwa anaknya kadang mengeluh jika di kelas ia kebagian tempat duduk di belakang ia tidak dapat melihat tulisan di white board. Dengan bekal keluhan anaknya ini, akhirnya pergi ke dokter buat periksa. Vonis dokter, mata si anak minus 2,5 kanan kiri. Gubrakkk....
Untung si anak juga mau memakai kacamata, terus minta dibuatin jus wortel juga. Dia memakai kacamata sebatas di dalam kelas saja, selebihnya dilepas lagi. Mungkin ada rasa malu dengan teman, atau terasa tidak enak.


Anak-anak seringkali enggan mengenakan kacamata, apalagi kacamata minus. Kalau kacamata buat gaya-gayaan (kacamata fashion) kadang malah mau. Anak enggan mengenakan kacamata minus, apalagi jika tak ada teman yang mengenakannya.

Bagaimana cara membantu anak agar mau mengenakan kacamata minusnya?
Berikut beberapa hal yang layak kita coba jika si anak tidak mau mengenakan kacamata minus:

  • Ajak anak untuk periksa ke dokter. Dengan berbekal surat dari dokter tersebut pergilah ke toko optik. Dokter akan menuliskan lensa ukuran berapa untuk si anak, misal mata kanan minus 1, mata yang kiri minus 1,5 dsb.
  • Terangkan sejelas mungkin pada anak kenapa ia harus mengenakan kacamata. Anak balita biasanya akan paham jika Anda katakan bahwa kacamata akan membantu mereka melihat lebih jelas.
  • Biarkan anak memilih sendiri frame yang mereka suka. Sodorkan beberapa pilihan frame yang memang terjangkau. Ingat, anak tak bakalan mau memakai kacamata yang tak mereka suka.
  • Pilih kacamata yang memang pas. Kacamata yang tidak pas, meski desainnya bagus, selain tak nyaman juga kurang efektif.
  • Jika memang perlu, beri anak iming-iming hadiah sebagai imbalan jika mereka mau mengenakan kacamata.
  • Jelaskan pada anak bahwa beberapa kegiatan sangat butuh kacamata, misalnya membaca. Jika anak minta Anda membacakan buku, katakan Anda hanya mau membacakan jika ia mengenakan kacamata.
  • Cari buku bacaan tentang pentingnya mengenakan kacamata. Misalnya buku bergambar anak yang mengenakan kacamata. Misalnya, Harry Potter.
  • Seringkali anak melepas kacamata setelah beberapa saat mengenakannya. Tak perlu terlalu memaksa anak agar mengenakan kacamatanya kembali. Tunggu beberapa saat, baru minta anak mengenakannya kembali.
  • Bersihkan lensa secara teratur. Lensa yang kotor tentu akan membuat penglihatan anak tak nyaman dan ia menolak mengenakannya.
  • Sebaiknya, belilah lensa dari bahan polycarbonate yang tahan gores dan lebih awet. Cek selau kondosi kacamata, termasuk baut-bautnya untuk menghindari terjatuh saat dipakai.
  • Jika Anda tak mengenakan kacamata, tak ada salahnya sesekali mengenakan kacamata “bohong-bohongan” di depan anak supaya ia mau memakai kacamatanya.
  • Jika muncul bercak merah atau rasa gatal di hidung atau pelipis, segera hubungi dokter mata Anda. 
Biasanya setelah pemakaian berapa bulan, sama dokter disuruh balik lagi (periksa), akan dilihat perkembangannya bagaimana setelah mengenakan kacamata.

Semoga bermanfaat!

Read more...

Tips Mendadani Anak Perempuan Pakai Jilbab

>> Sunday, 18 March 2012

Pada artikel Tips mendadani si kecil (perempuan) ada teman yang bertanya, bagaimana jika pakai jilbab? Yuk kita bahas bersama-sama. Blog seputarduniaanak.blogspot.com ini media belajar bersama koq :)


Apa sih yang perlu kita perhatikan saat memilih baju dan aksesori-nya untuk anak perempuan yang berjilbab? untuk anak perempuan yang memakai kerudung?
Berikut ini beberapa tips memilih atau mendadani anak perempuan berjilbab:

  1. Pilihlah kerudung yang nyaman dipakai, misalnya kerudung dari bahan kaos atau yang menyerap keringat. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak merasa gatal dan gerah/ panas saat beraktifitas. Kan anak-anak masih banyak bergerak, banyak beraktifitas, lari sana-sini, dll.
  2. Pilihlah kerudung dengan warna yang menarik dan motif yang indah. Anak sekarang biasanya sudah bisa memilih mana yang dia sukai, misalnya gambar bunga, gambar binatang kesukaannya, dll.
  3. Pilihlah jilbab yang modelnya lucu (kalau ini tergantung selera masing-masing sih). Mau pilih kerudung yang modelnya simple atau lucu, tergantung masing-masing aja yah.
  4. Pastikan pakaian itu menutup aurat dan tidak mengurangi ruang geraknya. 
  5. Jika si anak mempunyai warna favorit, belilah beberapa buah pakaian berikut kerudungnya atau jilbabnya sehingga ia suka memakainya dan bisa berganti-ganti pakaian meskipun warnanya itu-itu saja.
  6. Untuk anak yang pas atau cocok dipakaikan baju warna apa saja, boleh saja memakai pakaian berjilbab dengan cara padu padan, tetapi tetap serasi.
  7. Saat sekarang ini, ada beberapa brand/merk dagang yang menyertakan aksesori seperti gelang, kalung, cincin untuk pakaian berjilbab. Jadi akan lebih serasi dan gaya tampilan putri Anda meskipun dia berjilbab. Aksesori yang artinya perlengkapan/hiasan jadi sifatnya tidak harus. Anda yang kreatif bisa juga membuatnya sendiri. Aksesori bisa berupa perhiasan (misalnya kalung, gelang, bros) atau bisa juga berupa sabuk, syal, sarung tangan, kacamata, dll. Yang harus diingat adalah, anak berjilbab dalam rangka acara apa? misalnya mau tampil atau pentas, bisa saja dipakaikan aksesori. Namun jika pakaian jilbab untuk sehari-hari, ya yang wajar saja.
Teman-teman ada yang mau menambahkan? silakan tulis di kolom komentar yah.

note: genap sebulan blog ini tidak diupdate, adminnya kemana yah?

Read more...

Cara Menyusui Yang Benar

>> Friday, 17 February 2012

Bagaimana cara menyusui bayi? Bagaimana cara menyusui yang benar? Posisi saat menyusui bayi itu bagaimana? Mungkin akan ada lebih banyak lagi pertanyaan seputar menyusui bayi, terutama ibu-ibu muda atau ibu-ibu yang baru pertama kali mempunyai bayi. Apalagi bila mereka tinggal sendiri, dalam artian jauh dari orang tua dan mertua (yang biasanya dijadikan tempat bertanya, hehe...).
Bila Anda saat ini sedang menyusui bayi, tak ada salahnya membaca artikel berikut ini.

Setiap bayi mempunyai hak untuk mendapatkan ASI sejak pertama kali mereka lahir, sampai minimal umur 6 bulan. Setelah itu ASI bisa tetap diberikan sampai dengan umur 2 tahun (tak terbatas) sambil diberikan makanan pendamping ASI.

Hal itulah yang kurang disadari oleh banyak ibu-ibu (di Indonesia). Selain karena kurangnya informasi juga karena beberapa faktor eksternal yang lain. Memang sebagai ibu pasti memiliki kodrat dan naluri untuk menyusui anaknya. Namun, jangan pernah melupakan kendala selama menyusui yang bisa saja dihadapi oleh para ibu. Oleh karena itu, seorang ibu menyusui mutlak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terutama dari orang-orang terdekat ibu.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat menyusui bayi?
Hal penting yang harus diperhatikan dalam memberikan ASI adalah cara menyusui yang benar. Karena bila cara menyusui tidak benar maka akan mengakibatkan puting lecet, ibu jadi tidak nyaman dan kesakitan dalam menyusui, dan bisa menyebabkan rasa enggan dan takut menyusui.

Cara menyusui yang benar berhubungan dengan pelekatan / lacth on yang benar juga. Pelekatan yang dimaksud adalah cara menempelnya mulut bayi ke daerah aerola (bagian yang berwana gelap disekitar puting) pada payudara ibu. Bila mulut bayi hanya melekat pada puting saja, bisa dipastikan puting akan lecet dan luka. Persepsi bahwa menyusui hanya melalui puting saja sehingga bagi ibu dengan puting datar (nipple flat) tidak bisa menyusui harus diluruskan. Kata lain dari menyusui adalah breast feeding, bukan nipple feeding. Jadi ibu dengan puting datar akan tetap bisa menyusui walaupun memerlukan usaha ekstra baik bagi ibu maupun bayi.

Berikut ini adalah gambar ibu sedang menyusui, dengan beberapa posisi menyusui yang benar:


klik gambar untuk memperbesar


Untuk video cara menyusui bayi yang baik dan benar, bisa Anda cari di You Tube.

Bila ternyata ibu masih menemui kesulitan dalam menyusui, bisa menghubungi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) untuk mendapatkan arahan tentang cara menyusui yang benar. AIMI sendiri telah mempunyai beberapa cabang di beberapa kota di Indonesia. Bila ternyata di kota tempat kita tinggal tidak terdapat AIMI, kita bisa mendatangi klinik laktasi di beberapa rumah sakit maupun klinik bersalin. Saat ini pemerintah Indonesia sangat menggalakkan program pemberian ASI sehingga informasi serta layanan tenaga kesehatan mengenai pemberian ASI bisa lebih mudah kita peroleh.

Peraturan-peraturan tentang pemberian ASI  bisa Anda download disini.
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mempunyai beberapa cabang di Indonesia, bisa Anda baca disini.

Alamat:

Graha MDS Lt. 1, Duta Mas Fatmawati Blok B1/34
Jl. R.S. Fatmawati No. 39
Jakarta Selatan 12150
Indonesia

Telp: +62-21-72787243 / 72790165

Semoga bermanfaat bukan hanya untuk ibu menyusui tapi juga buat ibu-ibu lainnya.

Read more...

Tips saat mendadani si kecil (anak perempuan)

>> Sunday, 5 February 2012

Siapa yang tidak suka jika melihat anak kecil, lucu, imut, dandanannya cantik, gaya, dll?
Jika Anda perhatikan gambar di atas, apa komentar Anda?
- Gambar 1
Tampak sederhana, tidak dibuat-buat, gayanya khas anak-anak, meksi hanya memakai bando ia sudah terlihat cantik.
- Gambar 2
Masih anak-anak tapi disuruh dewasa.

Mendandani si kecil, termasuk batita, selalu menyenangkan. Dengan sedikit tambahan aksesori, mereka pun tampil semakin gaya. Boleh saja memakaikan aksesori untuk batita. Hanya saja, ketika memilihkan jangan hanya mempertimbangkan estetika. Perhatikan juga kenyamanan dan keamanaan si batita.

Berikut ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan saat kita memilih aksesori untuk batita:

1. Pastikan batita suka atau tidak dipakaikan aksesori tertentu.
Bagaimana cara mengetahui bahwa si kecil suka atau tidak? Ini bisa dilihat dari keseharian, misalnya saat ia dipakaikan bando, ia akan berusaha melepaskannya, tapi kalau dikuncir/ diikat rambutnya ia tenang saja. Saat ia berusaha melepaskannya berarti ia merasa tidak nyaman. Jika demikian, jangan dipaksakan.

2. Perhatikan saat memasang aksesori.
Misalnya yang berbentuk bando atau ikat rambut, sebaiknya jangan memasangnya terlalu ketat, karena akan menghambat peredaran darah sehingga menyebabkan pening atau gatal saat berkeringat.

3. Kenakan aksesori secukupnya.
Menguncir rambut menjadi lima bagian, meski lucu, ini terlalu berlebihan bagi batita.
Jadi sebaiknya berapa buah kuncir? 1 di bagian belakang kepala, atau 2 di sebelah kiri dan kanan, lalu beri pita atau karet berwarna yang tidak berlebihan. Dalam hal inipun jika si anak tidak suka atau merasa tidak nyaman ya jangan dipaksakan. Salma jika dikuncir 1 dibelakang pasti tidak mau, tetapi jika rambutnya diikat 2 di sebelah kiri dan kanan dia mau dan merasa enjoy.

4. Pilih aksesori yang ukurannya sesuai anatomi tubuh batita.
Jepit rambut yang terlalu besar akan menghambat aktivitasnya dan membuatnya terlihat aneh, karena ukuran kepalanya yang masih kecil dan rambutnya sedikit. Ini juga berlaku bukan hanya untuk jepit rambut.

5. Selain ukuran, pertimbangkan pula beratnya.
Jepit dengan hiasan terbuat dari logam terlalu berat untuk batita dan bisa berbahaya kalau ia sampai terjatuh atau terantuk benda tersebut.

6. Perhatikan bahan baku aksesori tersebut.
Jika terbuat dari kain, pilihlah yang terbuat dari bahan katun yang nyaman.
Saat ini banyak tersedia aksesori khusus untuk usia batita. Baik desain maupun pemilihan bahannya sudah disesuaikan.

7. Aksesori jangan terlalu mencolok.
Misalnya bisa berkedip-kedip atau bling-bling, akan menarik perhatian anak lain. Bisa jadi karena penasaran, temannya main tarik dan menyebabkan si kecil kesakitan. Untuk hal ini, bisa dipakai saat ada acara tertentu misalnya pentas ke atas panggung. Tapi untuk baju sehari-hari, pilihlah yang aman buat anak.

8. Sebaiknya jangan membelikan aksesori yang terlalu mahal, meskipun orangtua mampu.
Di usia ini, anak masih banyak bergerak sehingga aksesori yang dikenakannya seringkali hilang atau tercecer.

9. Pastikan aksesori tidak terlalu kecil atau ada hiasan kecil-kecil yang bisa tertelan anak.

10. Bahan yang digunakan aman untuk anak. Beberapa merek mainan terkenal juga mengeluarkan aksesori untuk anak dengan sertifikasi keamanan bahannya.

11. Tidak ada sisi yang runcing atau tajam pada aksesori.
Saat ini tersedia banyak sekali aksesori dan dari bahan yang beragam pula. Untuk batita, pilihlah aksesori seperti gelang, kalung, cincin yang terbuat dari kain atau perca karena aman daripada terbuat dari metal.

12. Pakaikan aksesori buatan Anda sendiri.
Anda bisa juga membuat sendiri aksesori untuk si batita. Selain Anda yang dituntut untuk kreatif, si kecil pasti bangga jika memakai hasil karya Anda. Bisa saja ia berkata kepada teman-temannya, "ini buatan mama aku loh".

Teman-teman ada yang mau menambahkan? silakan sharing di kolom komentar ya!

Read more...

Batuk dan Pilek Pada Anak

>> Tuesday, 24 January 2012

Bila si kecil batuk, tengah malam uhuk...uhuk... tentu saja kita merasa kasihan. Kasihan si kecil tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terganggu batuk, dan juga suara batuknya mengganggu anggota keluarga yang lain. Apalagi jika batuknya berdahak, dahak gak bisa keluar, yang ada si anak rewel karena si kecil kurang tidur,dll.

Memang, banyak orangtua beranggapan obat bebas di pasaran boleh dipakai dengan bebas pula. Padahal tidak demikian kenyataannya. Meskipun banyak obat pereda batuk dan pilek digolongkan sebagai obat bebas, tetap saja pemakaian sembarangan dapat menimbulkan bahaya. Bahkan, FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat yang sering menjadi acuan dunia, melarang orangtua memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas kepada anak di bawah dua tahun.
Ini meliputi seluruh obat-obatan berkomposisi:
- dekongestan (pelega saluran napas)
- ekspektoran (pengencer dahak)
- antihistamin (mengurangi hidung meler dan bersin)
- antitusif (pereda batuk tanpa dahak)
Apa saja risikonya? Antara lain memicu epilepsi, membuat jantung berdebar, dan mengurangi kesadaran.

Lebih dari dua tahun lalu, U.S. Center for Disease Control and Prevention melaporkan, 1500 bayi dan batita masuk ruang gawat darurat setelah mengalami efek samping obat pilek OTC (over the counter/dijual bebas). Lalu pada 2007, FDA melaporkan 54 anak kehilangan nyawa akibat dekongestan dan 69 anak karena antihistamin dari 1969 hingga 2006. Kebanyakan korban berusia di bawah dua tahun, di mana sistem saraf otonomnya belum "matang". Fungsi pernapasan dan pencernaan anak juga berbeda dengan orang dewasa, sehingga seperti sudah dibuktikan lewat penelitian, obat batuk pilek yang beredar di pasaran tidak efektif bagi bayi dan anak batita. Bahkan efeknya tidak jauh berbeda dari plasebo (www.fda.gov, Januari 2008).

Dengan adanya salinan  peringatan FDA (Food and Drugs Administration) tersebut, maka para dokter sepakat, bahwa untuk anak-anak di bawah dua tahun sebaiknya mendapatkan fisioterapi atau terapi alternatif seperti obat herbal, bukan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.

Namun, untuk anak berusia di atas dua tahun pun, orangtua harus tetap berhati-hati memilih obat batuk pilek yang beredar di pasaran. Tidak semua komposisi obat tersebut aman buat anak terutama, golongan obat dekongestan seperti pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin.
Jika diberikan dengan dosis rendah mungkin efeknya tidak terlalu berbahaya. Namun jika dosisnya di atas yang dianjurkan, maka dapat berakibat fatal.

Memang beberapa obat itu ada yang berefek cespleng. Ini juga berlaku buat obat batuk berdahak, karena lendir di tenggorokan harus dikeluarkan, bukannya malah ditahan/ditekan.

Setelah obat diminum, hidung anak terasa kering alias tidak meler lagi. Orangtua langsung senang karena menganggap pilek anak telah sembuh. Padahal, ada bahaya yang mengancam di balik itu. Lendir bukannya hilang tetapi tertekan dan menggumpal di saluran pernapasan.

Bahayanya, lendir itu dapat menjadi media pertumbuhan kuman yang kemudian masuk ke paru-paru dan menyebabkan radang paru. Sedangkan jika naik ke kuping bisa menyebabkan congekan. Jadi, semua lendir yang merupakan reaksi pertahanan tubuh terhadap penyakit seharusnya dikeluarkan dengan cara-cara lain yang lebih tepat, bukan ditahan atau ditekan. Beberapa obat pilek juga dapat menggumpalkan lendir di tenggorokan. Kejadian ini dapat memperparah asma anak. Oleh karenanya mintalah saran pada dokter, terutama jika usia anak kurang dari 2 tahun.

LAIN BATUK, LAIN PULA OBATNYA

Pilek atau flu merupakan penyakit yang disebabkan virus. Semua penyakit infeksi virus pada 3 hari pertama akan bergejala yang disebut ILI (influenza like illness). Ditandai dengan hidung meler, tersumbat, bersin-bersin, dan demam. Nah, penyakit pilek dan flu umumnya akan sembuh sendiri setelah lima hari, tentu jika dibarengi dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang cukup. Jadi, tanpa diobati pun, penyakit flu atau pilek akan sembuh sendiri.

Jika batuk dan pilek tak kunjung reda, gejala ini harus diatasi sesuai penyebabnya yang lain, misalnya:

- Batuk yang disertai demam, biasanya mengharuskan dokter memberikan obat antibiotika. Kondisi lingkungan tanah air yang cukup buruk dari segi endemiknya kuman, juga tingginya polutan udara, membuat bibit penyakit tumbuh subur, sehingga rawan mendompleng pada batuk pilek anak. Tandanya bakteri sudah mendompleng adalah timbulnya demam tinggi selama beberapa hari.

- Sedangkan batuk dan pilek yang disebabkan alergi tidak akan mempan diobati dengan obat apa pun jika pencetus alerginya tidak dihindari. Sekarang sudah jelas bahwa, mengobati batuk dan pilek tidak bisa sembarangan. Belum lagi, ada anak yang alergi terhadap golongan obat tertentu.

Kesimpulannya, orangtua jangan mengambil risiko, apalagi jika usia anak masih di bawah dua tahun. Lakukan konsultasi dengan dokter jika batuk pilek disertai demam tinggi di atas 39,4° C meskipun baru satu hari, atau 37,8° C hingga hari kedua. Batuk pilek dengan gejala sering buang air kecil dan sakit telinga pun harus segera diperiksakan ke dokter terdekat.


PAKAI CARA ALTERNATIF

Tidak ada obat yang efektif mengatasi gangguan batuk pilek. Yang ada hanya meringankan gejalanya. Jadi, lebih baik lakukan dulu cara-cara yang aman:

1. Berikan banyak minum. Cairan yang banyak dapat melegakan saluran pernafasan anak. Selain membantu membersihkan lendir bagi anak yang sedang batuk. Orangtua dapat menyuguhkan air mineral atau jus, juga menghindangkan sup ayam sebagai menu makan.

2. Minta anak untuk beristirahat. Hentikan sementara aktivitas sekolah atau bermain selama batuk pilek. Ini untuk mencegah penularan batuk pilek kepada anak lain, disamping membuat daya tahan tubuh anak meningkat.

3. Pastikan udara di kamar atau rumah bersih.

4. Jika lendir di hidung sudah mengganggu pernapasan anak, gunakan tetes garam murni (NaCl) untuk menghancurkannya. Larutan ini dapat dibeli di apotek terdekat.

5. Lembapkan udara di kamar anak dengan cara menyediakan ember berisi air panas agar uapnya menyebar. Uap air dapat mengencerkan dan membantu mengeluarkan lendir.

TIP AMAN UNTUK ANAK 2 - 6 TAHUN

1. Jika terpaksa membeli obat yang dijual bebas, pastikan obat itu aman. Bila perlu konsultasikan dengan dokter. Bisa dengan telepon, konsultasi interaktif dokter di internet, dan lain-lain.

2. Perhatikan dan lihat komposisi dan efek samping obat. Pelajari, juga indikasi dan kontraindikasi obat tersebut. Jika ragu, jangan diberikan. Lebih baik datang ke klinik dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

3. Ikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar, termasuk dosis dan frekeuensi pemakaian. Gunakan hanya sendok bawaan obat tersebut, jangan gunakan alat takar sendiri seperti sendok makan di rumah. Ingat, dosis obat berlebih dapat membahayakan kesehatan anak.

4. Hentikan pemakaian jika menimbulkan efek seperti jantung berdebar, pusing, muntah, dan lain-lain.

5. Obat-obatan atau terapi tradisional lebih baik dan efektif untuk anak, terutama yang usianya di bawah 2 tahun.

CEGAH BATUK PILEK DI RUMAH

Ada beberapa tindakan terbaik untuk mencegah penularan batuk pilek. Antara lain:

1. Jaga kebersihan. Ajari anak supaya rajin mencuci tangannya dengan sabun. Dalam kondisi darurat, penggunaan gel atau tisu beralkohol juga sangat membantu. Jaga kebersihan mainan dan perlengkapan anak lainnya.

2. Hindari percikan ludah atau ingus dari orang yang bersin dan batuk. Jika tisu jauh dari jangkauan dan hidung sudah terasa gatal, gunakan tangan sebagai pelindung lalu cucilah tangan itu hingga bersih.

3. Hindari berbagi perlengkapan makan, tisu, gelas, handuk, dan lain-lain dengan si sakit. Alangkah lebih baik jika masing-masing anggota keluarga memiliki perlengkapan masing-masing.

4. Jauhkan orang yang sakit batuk pilek dari anak. Utamanya di beberapa hari pertama sakit, dimana risiko penularannya sangat tinggi.

Dari tabloid nakita
Semoga bermanfaat!

Baca yang ini juga yuk:
Biasakan anak cuci tangan sendiri
Mengatasi dahak pada bayi
Beberapa penyebab demam
Semua yang perlu Anda ketahui tentang demam pada anak

Tags: batuk pilek pada anak, mengatasi batuk pilek anak, jenis-jenis obat batuk, obat batuk dipasaran bebas, mencegah batuk pilek, mengatasi dahak pada bayi, mengatasi dahak pada anak yang sedang batuk pilek, cara alternatif mengatasi gangguan batuk pilek, larutan NaCl, pilek disebabkan oleh apa, ludah dan ingus menjadikan penularan batuk pilek, saat suhu berapa derajat anak yang batuk pilek harus dibawa ke dokter.

Read more...

Dampak Psikologis Lagu Dewasa Pada Anak

>> Sunday, 15 January 2012


Tidak semua lagu orang dewasa sesuai untuk anak-anak. Anda setuju?
Bahkan setiap narti memposting tentang lagu anak-anak, tak jarang komentar masuk dari teman-teman beragam.
Misalnya:
- Anak-anak sekarang lebih sering nyanyiin lagu cinta ketimbang lagu anak-anak seusianya.
- Atau komentar begini: sering kita jumpai anak-anak menyanyi, tapi lagunya lagu orang dewasa.
- Bahkan mungkin, anak-anak jaman sekarang malah tidak mengenal lagu anak-anak. Duh...

Apa akibat yang ditimbulkan jika anak-anak dibiarkan menyanyikan lagu-lagu dewasa secara terus menerus? Jika anak-anak dibiarkan terpapar lagu orang dewasa tanpa filter, dikhawatirkan akan timbul dampak psikologis yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Orangtua harus tahu efek psikologis yang akan dialami anak-anak jika dibiarkan begitu saja mendengarkan lagu orang dewasa tanpa pendampingan. Tanpa pendampingan orangtua, anak-anak akan mencari tahu arti lirik lagu yang mereka dengar. Wajar, jika mereka punya rasa ingin tahu yang besar. Tetapi apa jadinya, jika mereka telah terbiasa dengan kata cinta, cium, peluk, dan sebagainya yang sering kali kita temui dalam lirik lagu dewasa?

Tak jarang mereka akan bertanya-tanya arti lagu atau arti kata yang mereka temui. Dan tak jarang pula mereka akan bertanya ke lingkungan pergaulan terdekat, yakni teman. Karena sama-sama tak tahu maka timbul pemahaman yang salah. Tentu saja, pemahaman yang salah ini akan berdampak pada tutur kata dan moralitas anak. Apalagi, di usia tersebut, anak-anak mampu menyerap informasi secara cepat, laksana spoon/busa menyerap cairan. Jika terpapar kata-kata kasar atau tak senonoh, maka akan mudah melekat dalam benak. Mereka akan selalu ingat apa yang telah direkam dalam memorynya.

Untuk itu perlu adanya upaya, minimal dari orangtua, untuk senantiasa mengawasi sekaligus mengarahkan perkembangan anak. Karena lagu tak sekadar hiburan, lagu mempengaruhi setiap pendengar. Beri pemahaman dengan kata-kata yang mudah dia terima sesuai usianya. Ini tentu saja bukan hal mudah, dan merupakan PR bagi kita sebagai orang tua.

Semoga bermanfaat!
Beberapa lagu anak-anak sepanjang masa bisa Anda download disini. http://seputarduniaanak.blogspot.com/2010/04/download-lagu-anak-anak-sepanjang-masa.html


Read more...

Tips/Cara Menyimpan ASI

>> Thursday, 22 December 2011

Terkadang ada beberapa hal yang tidak memungkinkan seorang ibu menyusui anaknya. Contohnya, kesibukan kerja, harus pergi ke luar kota, atau karena mengidap penyakit kulit yang menular lewat sentuhan kulit. Jika ini terjadi, ibu dapat memeras ASI dan menyimpannya. Tapi, perlu diingat, pemberian ASI secara langsung akan jauh lebih baik.

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan dalam menyimpan ASI yang telah diperas dan berapa lama ASI dapat disimpan.

• Jika disimpan di udara terbuka, ASI dapat bertahan selama 6-8 jam.
• ASI yang disimpan di dalam termos dapat bertahan selama 24 jam.
• ASI dapat bertahan selama 2 x 24 jam jika disimpan di dalam lemari es.
• Jika disimpan di dalam freezer kulkas 2 pintu, ASI dapat bertahan selama 2 minggu, sementara di dalam freezer kulkas 1 pintu ASI dapat bertahan selama 3 bulan. Sebagai catatan, menyimpan ASI di dalam freezer akan mengurangi jumlah beberapa zat tertentu dalam ASI.

Seperti kita ketahui, bahwa ASI mempunyai kandungan nutrisi yang cukup lengkap.
Kandungan nutrisi pada ASI antara lain:
- elektrolit
- natrium
- protein
- AA dan DHA (yang keduanya merupakan zat hasil metabolisme asam lemak esensial yang bisa merangsang kecerdasan otak)
- lutein (zat yang bagus untuk melindungi mata sehingga daya penglihatannya pun lebih tajam).

Dengan mengetahui cara menyimpan ASI yang baik dan benar, anak akan tetap mendapatkan ASI secara teratur meskipun Anda para ibu bekerja di luar rumah. Tetapi, pemberian ASI secara langsung akan jauh lebih baik. Karena ada kedekatan batin antara ibu dan anak. Anak sangat bisa merasakan pelukan kehangatan dari seorang ibu. Misalnya ibu sedang gelisahpun, anak akan bisa merasakannya. Itulah hebatnya, betapa pentingnya menjalin hubungan baik antara ibu dan anak.

Semoga bermanfaat!

Baca juga yang ini yuk:
Tips memilih susu formula untuk anak | Cara bijak memilih susu formula
Cara memandikan bayi beserta gambarnya
Jumlah jam tidur anak usia 0-12 bulan
Cara mengatasi dahak pada bayi
Bila si kecil tersedak
Tanda stress pada bayi
Jadwal pemberian makanan bayi
Menu bayi usia 9-12 bulan

Read more...

Tips Memilih Susu Formula Untuk Anak | Cara Bijak Memilih Susu Formula

>> Tuesday, 20 December 2011

Ketika melihat rak susu untuk anak di supermarket atau swalayan, Anda menemukan banyak sekali merk dagang susu. Apa yang Anda perhatikan atau Anda pertimbangkan sebelum akhirnya memilih salah satu dari sekian banyak merk susu formula untuk anak? Harganya yang mahal? Kandungan pada susunya? Iklannya di tv yang menarik? Hadiah yang tersedia? Atau pertimbangan yang lainnya lagi?

Untuk saat sekarang ini, susu formula untuk anak sudah banyak yang ditambahkan kandungan nutrisinya. Antara lain karbohidrat, protein, lemak, multivitamin, sumber energi, dan mineral. Ditambah dengan AA dan DHA ( yang keduanya merupakan zat hasil metabolisme asam lemak esensial yang bisa merangsang kecerdasan otak).

Kriteria susu formula yang baik adalah yang kandungan nutrisinya paling mirip dengan ASI. Semakin lengkap kandungannya, semakin bagus pula susu itu.

Mengapa susu sapi yang lebih banyak digunakan sebagai bahan utama susu formula? 
Penyebabnya antara lain, jumlah susu yang diproduksi sapi sangat banyak dibandingkan hewan lain. Namun, perlu diketahui, kandungan elektrolit dalam susu sapi sangat tinggi, berbeda dengan ASI. Itu sebabnya, jika susu sapi murni diberikan kepada bayi sebelum diolah menjadi susu formula, akan menyebabkan bayi bisa langsung mengalami kejang-kejang, bahkan meninggal.
Nah, ibu-ibu perlu diperhatikan ya, bahwa susu sapi murni tidak boleh diberikan langsung kepada bayi.

Bagaimanapun juga ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi, karena ASI mengandung banyak nutrisi.
Kandungan nutrisi pada ASI antara lain:
- elektrolit
- natrium
- protein
- AA dan DHA (yang keduanya merupakan zat hasil metabolisme asam lemak esensial yang bisa merangsang kecerdasan otak)
- lutein (zat yang bagus untuk melindungi mata sehingga daya penglihatannya pun lebih tajam).

Itu semua kandungan pada ASI loh Buk. Ibu-ibu yang tidak mau menyusui bayinya, tolong dipikirkan lagi ya! Mengingat kandungan nutrisi yang begitu lengkap pada ASI, maka produsen susu berusaha menambahkan zat-zat itu ke dalam susu formula agar mirip dengan ASI. Hanya bisa mirip loh ya! Ya, setidaknya mendekati, karena hingga saat ini susu formula tidak bisa menyamai ASI.
Selain itu, ada pula vitamin dan zat-zat tertentu lainnya yang ditambahkan ke dalam susu formula. Sebab, dalam proses pengeringan dari wujud cair menjadi bubuk, vitamin yang terkandung dalam susu sapi tadi langsung hilang dan zat-zat lainnya menjadi rusak.

Minum susu memberikan sumbangan berapa persen terhadap kecerdasan anak?
1. Faktor genetik tetap menyumbang 60% pada kecerdasan anak.
2. 40% sisanya, berasal dari lingkungan, antara lain dari kandungan AA dan DHA, stimulasi (rangsangan) yang diberikan, dan sebagainya.

Walaupun genetiknya si anak bagus, tapi jika anaknya tidak pernah mendapatkan AA dan DHA atau zat-zat lain, bisa saja berpotensi kecerdasannya menurun. Atau sebaliknya, jika secara genetiknya bodoh, anak tidak akan langsung pintar setelah diberi AA dan DHA.

Anak normal yang mengonsumsi susu tanpa DHA pun, susu itu justru bisa otomatis diubah menjadi DHA setelah masuk ke dalam tubuhnya. Sebab, DHA bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Inilah proses yang disebut biosintetis. Ada anggapan bahwa sekarang ini ASI tidak mengandung DHA. Padahal, setelah diminum, ASI bisa diubah secara biosintetis menjadi DHA oleh tubuh bayi. Oleh sebab itu jangan memaksakan diri membeli susu formula yang mahal jika memang kita tidak mampu.

Jika ibu memaksakan diri membeli susu yang mahal, padahal uangnya tak cukup, apa akibatnya? Akibatnya, jumlah susu yang diberikan kepada bayi tak sesuai kebutuhan dan susu dibuat encer. Cara seperti ini justru berbahaya karena bisa membuat anak jadi kurang gizi. Sebab, zat-zat gizi yang seharusnya terkandung dalam takaran yang diminta, jadi berkurang.

Namun sebaliknya, susu yang terlalu kental pun bisa merusak pertumbuhan anak. Sebab, susu yang sudah ditakar dalam jumlah tertentu, mengandung multivitamin yang dibuat sesuai kebutuhan bayi. Bila dikentalkan, otomatis zat-zat yang terkandung di dalamnya seperti protein, lemak, dan karbohidrat pun meningkat jumlahnya. Hal ini berbahaya karena bisa membuat bayi hipervitamin tertentu, tinggi elektrolit, kegemukan, atau susah buang air besar.

Cara membuat susu yang benar
Cara membuat susu di jaman dulu dan sekarang sudah berbeda. Dulu, susu formula susah larut karena lemaknya tinggi, sehingga harus diseduh dengan air panas. Sekarang, susu formula sudah mengandung zat pelarut, yang bila dicampurkan dengan air suam-suam kuku.

Cara membuat susu yang benar adalah mencampurkan air dingin dan panas dengan perbandingan 2:1. Hasilnya, air susu tak terlalu panas atau dingin, tapi suam-suam kuku. Setelah itu, baru masukkan susu dan langsung dikocok. Bila diseduh dengan air panas, protein yang terkandung di dalam susu akan menggumpal dan vitaminnya rusak. Akhirnya, susu yang dibeli dengan harga mahal jadi percuma karena yang didapat hanya karbohidratnya saja dan sedikit lemak.

Sebaiknya, susu yang sudah dibuat jangan dibiarkan hingga tiga jam, meski dalam keadaan tertutup. Berdasarkan penelitian, udara di Indonesia termasuk lembap sehingga mengandung banyak jamur dan bakteri. Kondisi ini bisa mengubah kondisi susu. Dimasukkan ke kulkas sebetulnya boleh, tapi dikhawatirkan kandungan di dalamnya akan terpisah, mengendap, dan sebagainya. Apalagi, saat mau diberikan pada bayi harus dipanaskan lagi dan dikhawatirkan ada zat yang rusak saat susu dipanaskan.

Sehari berapa kali minum susu?
Bila normal, rata-rata susu diberikan delapan kali sehari atau setiap tiga jam sekali. Namun, saat mencapai usia 6 bulan, bayi mulai bisa mendapat makanan padat, misalnya buah, biskuit, dan bubur susu. Di usia 8 bulan, bayi sudah mulai makan nasi tim, dan pemberian susu dikurangi menjadi empat kali sehari.

Tips/cara memilih susu formula untuk anak
Sebelum memilih atau membeli susu formula untuk anak, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pilih yang kandungan nutrisinya paling lengkap.
Baca dulu kandungan nutrisi yang biasanya tertera pada luar kemasannya. Bandingkan dengan kandungan ASI (seperti tertulis di atas) lalu cari susu formula yang kandungannya paling mirip ASI.

2. Harga yang mahal bukan jaminan susunya bagus.
Pilih harganya yang paling ekonomis di antara susu sejenis yang tersedia.

3. Kenali bayi Anda, sehingga bisa memilih susu yang cocok. Bila dia hiperaktif, beri susu yang sesuai agar tak menjadi semakin aktif dan akhirnya membuat tubuhnya kurus.

4. Jangan asal meniru orang lain dalam memilih susu formula. Sebab, reaksi bayi terhadap merek tertentu tak selalu sama. Bila reaksinya tidak bagus atau menyebabkan diare, hentikan segera.

5. Jangan menggonta-ganti susu formula, terutama bila anak mudah diare. Sering diare akan mengganggu pertumbuhan bayi.

Apakah hanya anak-anak saja yang perlu minum susu? tidak.
Sampai usia dewasa, susu tetap harus dikonsumsi karena tetap dibutuhkan tubuh. Sebaiknya, orang dewasa minum susu dua kali sehari untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang tak akan tercukupi hanya dengan makan.
Kebutuhan orang dewasa akan susu sekitar 800 mg/hari, sedangkan anak-anak dan lansia 1200 mg/hari. Dalam satu gelas susu, terkandung 250-300 mg kalsium. Jika hanya mengandalkan makan, kebutuhan ini sulit tercapai, kecuali bila rajin makan ikan teri beserta tulangnya atau makan tulang rawan, seperti kikil.

Baca yang ini juga yuk:
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak
Menu bayi usia 9-12 bulan
Tips memilih buah-buahan untuk anak usia 4-12 bulan
Contoh gizi seimbang
Makanan super untuk otak

Read more...

Cara Memandikan Bayi Beserta Gambarnya

>> Thursday, 24 November 2011

Untuk keluarga muda, atau bagi pasangan yang baru pertama kali mempunyai anak, kadang bingung gimana sih cara memandikan si kecil? takut...kulitnya masih lembek, takut terluka, gimana cara mengeramasin rambut si mungil? dsb. Kalau ada perawat, pembantu atau ada orang tua, mungkin kita bisa menyuruhnya untuk memandikan, sementara kita melihat dan belajar agar nantinya bisa dan berani memandikan si baby mungil. Tapi bagi Anda yang tinggal di LN yang tidak ada siapa-siapa di rumah, Anda bisa koq belajar memandikan si baby mungil. Berikut ini cara memandikan si kecil, persiapan apa yang diperlukan sebelum memandikan si baby, langkah-langkah memandikan bayi hingga memakaikan baju untuk si mungil, dijelaskan secara rinci.

PERSIAPAN

1. Di ruang tertutup
Acara mandi bisa dilakukan di kamar tak ber-AC atau ruangan lain asal tak terbuka agar bayi tidak kedinginan.

2. Dua waslap
Satu untuk menyeka wajah dan badan; satu lagi untuk daerah kelamin.

3. Kapas
Terdiri kapas puting untuk membersihkan kotoran di sekitar mata bayi, kapas cebok, dan cotton buds.

4. Kasa steril
Jika si kecil belum puput pusar, sediakan kasa steril dan alkohol 70%.

5. Perlak
Letakkan perlak di baby tafel (meja ganti popok) atau boks/tempat tidur si kecil.




6. Perlengkapan mandi
Handuk, sabun dan shampo khusus bayi. Letakkan di atas perlak: sebagian untuk handuk yang dilebarkan, sebagian lagi di sebelah atas letakkan sabun dan sampo bersama waslap.

7. Kosmetik & minyak penghangat
Siapkan bedak khusus bayi, sisir khusus bayi, dan minyak telon; letakkan di samping handuk.


8. Pakaian ganti
Susun (di boks/tempat tidur) dari bawah: bedong, baju, lalu popok.

9. Air Hangat
Letakkan bak mandi si kecil tak jauh dari meja ganti/boks/tempat tidur. Tuang air hangat ke bak setinggi 1/4 bak jika ukuran bak cukup besar atau 1/2 bak jika ukurannya kecil. Ukur kehangatan air dengan mencelupkan siku lengan Anda.


CARA MEMANDIKAN


1. Letakkan bayi di atas perlak, lepaskan seluruh pakaiannya.

2. Jika belum puput pusar, lepaskan kasa yang membungkus tali pusat. Jika lengket, siram dengan alkohol 70 persen.

3. Jika si kecil BAB/BAK, bersihkan dengan kapas cebok.


4.a. Ambil waslap pertama untuk menyeka wajah, celupkan ke dalam air di bak, peras sedikit, lalu seka lembut secara berurut: wajah, lengan, badan, punggung, kaki.




4.b.Ganti dengan waslap kedua, celupkan ke dalam air di bak, lalu bersihkan daerah sekitar kelamin.







5. Ganti dengan waslap pertama kembali, bubuhi sabun; sabuni seluruh tubuh si kecil dari tangan hingga kaki. Usahakan telapak tangan tak terkena sabun karena bayi sering memasukkan tangan ke mulut. Alat kelamin si Buyung boleh disabuni (gunakan waslap kedua), tapi buat si Upik tak perlu.



6. Angkat si kecil, masukkan ke dalam bak. Caranya:

a. Selusupkan tangan kiri Anda di bawah leher dan kepala si kecil; ibu jari menutup telinga kanan dan jari tengah menutup telinga kiri. Jika Anda menggunakan tangan kanan, lakukan sebaliknya.



b. Dengan tangan kanan, rapatkan kedua kaki si kecil; posisi telunjuk di antara kedua kaki.






c. Kini si kecil siap diangkat untuk dimasukkan ke dalam bak mandinya.








7. Dalam bak mandi:

a. Posisi badan si kecil di air harus lebih rendah dari kepala. Lepaskan tangan kanan dari kakinya, lalu bilas tubuhnya bagian depan, tangan dan kaki hingga bersih. Tubuh bagian belakang bisa dibilas tanpa harus membalikkan badan si kecil.


b. Jikapun ingin mencoba membalikkan badannya, caranya: lepaskan ibu jari Anda di telinga kanan si kecil, lalu tutup telinganya dengan ibu jari tangan kanan Anda; sementara jari tengah/telunjuk kanan menggantikan jari tengah yang menutup telinga kanan; tapak tangan kiri tetap menyangga kepala si kecil, lalu balikkan tubuh si kecil ke arah kanan secara perlahan, baru kemudian tapak tangan kiri digunakan untuk menyiram tubuh si kecil.



c. Jika ingin mengeramasi rambut si kecil, lakukan sebelum membilas tubuhnya. Caranya: beri sedikit shampo di rambut, usap lembut hingga shampo merata, lalu bilas dengan air hingga busa shampo tak bersisa, diikuti membilas seluruh tubuhnya hingga tak bersisa busa sabun sedikit pun.










8. Kini si kecil siap diangkat dari bak mandinya. Kembalikan tangan kanan ke posisi semula di kaki si kecil. Letakkan di atas handuk. Keringkan dengan lembut dari wajah, rambut, tangan, tubuh, bagian kelamin hingga kaki.







SENTUHAN AKHIR

1. Bersihkan tali pusat dengan cotton buds, bungkus dengan kasa steril yang dibasahi alkohol 70 persen. Caranya seperti membedong, yaitu berbentuk segitiga. Jika tali pusat pendek, kasa cukup dibuat simpul. Yang penting, pangkal tali pusat harus tertutup rapat.


2. Gosok seluruh tubuh dengan minyak telon. Jangan pakai minyak kayu putih karena terlalu keras untuk kulit si kecil yang sensitif.






3. Bedaki perut dan punggungnya. Daerah kelamin tak perlu dibedaki. Jikapun mau, tipis saja.






4. Pakaikan popoknya, baju, lalu bedong. Terakhir, sisir rambutnya. Lihat, betapa bersihnya si kecil! Wangi lagi.










Pantes kalau masih di RS setelah lahiran, saat kita nunggu bayi kita dimandiin kadang lama banget yah? sampai kadang mikir kenapa anak kita, koq memandikannya lama banget? Tapi begitu perawat datang membawa bayi kita yang mungil, yang udah seger habis dimandiin, yang sudah wangi, hmmm....senengnya. Terus cipika cipiki I love you sayang....

Semoga bermanfaat yah!

Baca juga yang ini yuk:
Tanda-tanda anak yang mengalami kelelahan
Tips untuk memandikan bayi Anda

Read more...

Serba serbi dot dan empeng

>> Wednesday, 9 November 2011

Pada artikel Empeng: baik atau buruk? ada teman yang bertanya sebagai berikut:

Sebelumnya, Narti mau membedakan antara dot dan empeng. Kalau menurut Narti begini:
1. empeng => dot kosong tanpa botol susu











 

2. dot => botol susu, yang di isi susu baru diberikan ke anak. Bisa juga diisi dengan air putih atau jus.












 

Sebelum memutuskan untuk memberi susu tambahan pada bayi, ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan. Mengapa kita memberikan susu tambahan pada bayi kita? Apakah perlu kita memberikan susu tambahan?
Hal-hal yang perlu kita perhatikan sebelum memberi susu tambahan pada bayi, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Ibu berkerja atau tidak. Ibu bekerja tentu berbeda dengan ibu yang tinggal di rumah.
- ASI sudah tidak mencukupi lagi
Asupan gizi untuk ibu yang sedang menyusui perlu diperhatikan, baca artikelnya disini.
- Si ibu sakit
- Bayi tidak mau minum ASI
- Jika bayi minum ASI eksklusif, pada usia 6 bulan baru diperkenalkan dengan makanan tambahan.
Namun jika bayi sudah diberikan susu tambahan (bukan hanya ASI) maka pada usia 4 bulan, bayi sudah mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan.
- Ada bayi yang tidak mau diberi susu formula.

- Pilih susu formula yang tidak mengandung gula tambahan, dan rasanya disukai bayi. Anak satu dengan anak lainnya belum tentu suka dengan satu jenis susu yang sama.
- Pemberian susu formula kadang membuat bayi jadi tidak mau minum ASI.
Mengapa setelah bayi diberi susu formula jadi tidak mau minum ASI?
Karena
bayi akan lebih mudah minum susu formula dari botol susu dibanding harus mengisap dari ibunya. Jika menyusu dari botol, dengan penekanan bibir sedikit saja pada dot, susu akan keluar. Sedangkan jika minum ASI, ia harus berusaha lebih keras untuk dapat menghisap ASI dari puting ibunya. Hal ini membuat sebagian bayi lebih suka susu formula dan meninggalkan ASI.
- dsb
Sekarang sudah siapkah jika bayi Anda jadi tidak mau minum ASI lagi??

Tips memberikan dot

Jika Anda memilih memberikan dot, ingat sejumlah tips berikut:

1. Tunggu sampai bayi dapat menyusu dengan baik dari susu ibunya. Bersabarlah. Tunggu sampai bayi berumur beberapa minggu atau lebih, sampai dia dapat dengan rutin menyusu.

2. Biarkan bayi menentukan sendiri, kapan ia mau menggunakan dot. Jangan dipaksa. Jika ASI sudah mencukupi, sebaiknya jangan berikan susu tambahan, karena ASI adalah asupan gizi terbaik untuk bayi.

3. Pilih dot dengan bahan yang baik dan mudah dibersihkan. Saat ini banyak sekali model atau bentuk dot (botol susu) yang unik, lucu, dengan warna yang menarik. Tentu ini akan menarik minat ibu-ibu untuk membelinya...hehe ngaku deh...
Tapi kalau Narti tetap memilih yang mudah dibersihkan, jika bentuknya lucu tapi ketika dicuci tidak terjangkau oleh sikat atau ribet membersihkannya, Narti mending gak jadi beli deh. Rem keinginan untuk membeli botol susu yang lucu dan belilah botol susu yang sesuai kebutuhan.
Hati-hati juga dengan dot yang sudah "retak" karena jika patah bisa tertelan oleh si kecil. Pilih bentuk dan ukuran yang pas untuk bayi anda.

4. Jika sudah ada yang dirasa pas oleh bayi, belilah beberapa buah. Kerap terjadi bayi menolak jika dotnya diganti karena sudah empuk, enak, atau alasan apa pun. Yang akhirnya bayi jadi tidak mau minum susu lagi karena dotnya diganti.

5. Jaga kebersihan dot. Sebelum menggunakan dot yang baru, cuci bersih. Agar dot tidak jamuran, rendam dot setiap hari dalam mangkuk berisi air hangat yang sudah diberi sabun cuci atau cairan khusus untuk mencucui dot, biarkan hingga kering, baru berikan pada si kecil. Jangan pernah memasukkan dot ke dalam mulut Anda dengan tujuan membersihkannya. Bakteri dari mulut anda bisa menempel di dot dan masuk ke mulut bayi.

Untuk memberikan empeng, selain hal-hal di atas, perhatikan juga hal berikut ini:

1. Jangan pernah menggunakan tali untuk menggantung empeng lalu dikalungkan ke leher bayi. Si kecil bisa terbelit tali dan mengakibatkan kematian.

2. Jika empeng sudah terlepas dari mulut bayi ketika dia tidur, jangan masukkan kembali ke mulutnya.

3. Coba cari cara lain untuk menenangkan bayi ketika ia rewel atau menangis. Jangan buru-buru diberikan empeng. Misalnya dengan sedikit gendongan atau ayunan, ia sudah kembali tenang. Ini penting agar bayi tdak tergantung pada empeng.

4. Sadari betul, kapan harus menghentikan pemberian empeng ke anak. Kebanyakan anak berhenti menggunakan empeng ketika usia 2-4 tahun. Jika mulai ragu, khawatir dengan usianya yang masih menggunakan empeng, berkonsultasilah dengan dokter.

5. Yang terakhir, keputusan untuk memberikan dot atau empeng atau tidak diberikan sama sekali, berada di tangan Anda. Biarkan kesalahan menjadi guru yang terbaik dalam mendidik dan merawat buah hati tersayang. Tapi bukan berarti anak untuk praktek loh ya :D

Kebiasaan buruk yang kerap kita lakukan terhadap bayi, diantaranya adalah:

1. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu tetap di mulut
Bila si kecil tidur dengan botol susu tetap di mulutnya, akan merusak gigi anak. Campuran gula dari susu tetap tinggal di gigi untuk waktu yang cukup lama. Hal ini menyebabkan timbulnya bakteri pada gigi anak. Campuran gula dan bakteri ini kemudian membentuk asam yang membuat busuk gigi. Dokter gigi sering menggunakan istilah "mulut botol" untuk menggambarkan mulut anak yang selalu tidur dengan botol di mulut.

2. Membiarkan bayi menghisap jempol/jari
Menghisap jempol atau jari lainnya merupakan kebiasaan buruk karena dapat menyebabkan gigi "maju". Zaman sekarang gigi maju dapat diatasi melalui perawatan ortodontis. Biasanya pada usia 2-4 tahun kebiasaan ini akan berhenti. Meski demikian, jauh lebih baik melakukan pencegahan terhadap kebiasaan buruk tersebut sedini mungkin.
Dampak kebiasaan anak menghisap jempol/jari bisa Anda baca disini. (wajib baca!).

3. Menelan pasta gigi
Meminta anak untuk menggosok gigi setiap hari merupakan tugas yang berat, baik bagi anak maupun orangtua. Kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh anak-anak adalah menggunakan pasta gigi yang banyak dan menelannya. Akibatnya, terlalu banyak fluor yang masuk ke dalam tubuh anak dan hal ini dapat menyebabkan suatu kondisi yang dikenal dengan istilah fluorosis, dimana pada kasus-kasus yang berat akan menimbulkan bercak putih atau warna coklat pada gigi.

Kebiasaan buruk ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan mengajarkan anak cara menggosok gigi dengan baik dan benar dan sesudah itu mereka akan terbiasa melakukannya.


Selain memilih dot (botol susu) yang mudah dibersihkan seperti tertulis di atas, perhatikan juga hal-hal berikut ini dalam memilih dot juga empeng untuk bayi.

Tips memilih empeng adalah sebagai berikut:

1. Sesuaikan ukuran empeng dengan kebutuhan bayi.
2. Sesuaikan dengan daya isap bayi
3. Pilih yang design-nya menyerupai bentuk rahang bayi.
4. Dot khusus untuk bayi dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut.

Tips memilih dot atau botol susu:

1. Sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan bayi.
Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan bisa dibelikan dot ukuran 180ml. Bila ASI ibu belum keluar saat bayi lahir, sekarang ini ada dot (botol susu) ukuran super imut, hehe... hanya berukuran 60ml kalau gak salah. Kadang di RS juga tersedia susu formula kemasan sekali pakai, dengan botol plastik kecil yang tentu saja sudah dirancang khusus untuk bayi.

2. Terbuat dari bahan tahan panas, tak mudah pecah dan tak beracun.
Ada yang terbuat dari kaca, dan ada juga yang terbuat dari plastik. Untuk yang terbuat dari plastik, sebaiknya Anda perhatikan kode Tara-nya. Apa itu kode Tara? silakan baca artikelnya disini.

3. Memiliki perlengkapan regulator anti sedak untuk bayi 0-3 bulan.
Regulator berupa sekat ini berguna untuk membuka tutup keluarnya air susu, air susu tidak akan keluar jika tidak dihisap.

4. Botol susu dengan pegangan untuk bayi 6 bulan keatas.
Usia ini bayi sudah mulai bisa memegang sendiri botol susunya.

5. Pemakaian dan sterilisasi
    - Susui sikecil dengan cara yang benar.
    - Perhatikan sterilisasi botol susu (dot) dan empeng sebelum diberikan ke bayi.

6. Pilih gambar pada botol susu yang menarik.
Pilih gambarnya jangan yang terlalu ramai. Dari gambar pada botol ini anak juga bisa belajar mengenal warna, jenis hewan, aneka bentuk dll.

Pemberian empeng tentu ada plus minusnya, ada sisi positif dan negatifnya. Apa sisi positif pemberian empeng? apa sisi negatif jika bayi diberikan empeng? silakan baca artikelnya disini.

Semoga bermanfaat!

Link terkait:
Dampak kebiasaan anak menghisap jempol/jari
Bila si kecil tersedak
Empeng: baik atau buruk?
Makanan sehat untuk ibu menyusui

Read more...

Tips/cara agar anak suka makan sayur

>> Tuesday, 11 October 2011

Anak-anak sering menolak ketika disuruh makan sayur? Mungkin pada saat makan dengan sayur, mereka akan menyisihkan sayuran ke pinggir piringnya. Padahal, selain mengandung serat tinggi, sayuran berwarna hijau dapat meningkatkan kecerdasan si kecil.

Pentingnya Mielinisasi

Saat bayi dilahirkan, proses pembentukan neuron (sel-sel syaraf) telah berakhir. Setelah itu, pertumbuhan otak tak hanya mencakup pembesaran dan pematangan neuron agar lebih lengkap dan kompleks.

Cabang-cabang neuron, dendrit dan akson bertambah jumlah dan panjangnya. Selain itu, terjadi penambahan hubungan antara sel. Di fase ini terjadi pula proses mielinisasi. Apa sebenarnya manfaat dari proses mielinisasi? Mielinisasi adalah proses pembalutan neuron oleh mielin. Sebuah sel syaraf yang memiliki lapisan pelindung mielin, mampu menghantarkan pesan (rangsang) jauh lebih cepat dibandingkan sel syaraf  lain yang aksonnya tidak memiliki lapisan pelindung.

Kecepatan penghantaran pesan oleh sel-sel syaraf merupakan salah satu faktor yang menunjukkan tingkat kecerdasan. Gizi bayi yang baik dapat mempercepat pembentukan mielinisasi, apalagi bila disertai rangsangan dari lingkungan anak.

Kandungan zat besi

Sayur merupakan sumber mineral yang baik. Salah satunya adalah zat besi (Fe) yang banyak terkandung dalam sayuran berwarna hijau, seperti bayam, daun singkong, kangkung dan sebagainya. Meski tidak mudah diserap tubuh, sayuran dapat menjadi alternatif pemenuhan tubuh akan zat besi.

Berbagai hasil penelitian mengungkapkan zat besi berpengaruh terhadap pembentukan mielin, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Selain menderita anemia (kekurangan sel-sel darah merah), kekurangan zat besi juga mempengaruhi fungsi psikomotor maupun kognitif anak.
Konsumsilah sayuran untuk anak sekitar 200 mg setiap hari.

Tip agar anak suka makan sayuran

    * Sejak dini anak sudah dibiasakan makan sayuran.
    * Olah sayuran dengan aneka bahan makanan lain, seperti daging, ayam, ikan, tahu agar anak merasakan kelezatan sayuran.
    * Sajikan dengan penampilan yang menarik.
    * Berikan pujian setiap kali anak mau makan sayuran.
    * Berikan contoh melalui anda sekeluarga yang menyukai makan sayuran.

(Source: http://www.goblogin.com/index.php/kids-and-teenager/41-health/1521-makan-sayuran-hijau-bisa-meningkatkan-kecerdasan-atau-iq-anak.html )

Narti tambahin ya, tips/cara agar anak mau makan sayur:

1. Kecintaan anak-anak pada sayur sebenarnya dimulai sejak dalam kandungan. Jika ibu suka sayur maka insyaallah anaknya kelak akan suka sayur.

2. Kenalkan sayuran saat anak-anak masih kecil. Saat si kecil mau tumbuh gigi misalnya, berilah si kecil gigitan dari wortel yang dikukus.

3. Campur sayuran dengan bahan lain, agar anak lebih tertarik. Dicampur dengan daging ayam, udang, ikan, dll.

4. Bentuk/potong sayuran dengan bentuk lucu, bisa dengan bantuan cetakan kue kering yang lucu-lucu. Bisa juga sikecil  dilibatkan dalam acara memotong sayuran ini, sehingga ada keinginan dan rasa bangga karena ikut menyiapkan dan ikut memasaknya.

5. Sajikan dengan tampilan yang menarik. Ini bisa menggunakan piring bergambar yang disukai si kecil. Tapi perhatikan bahan-bahan yang dipakai ya? pastikan bahwa bahan-bahan untuk alat makan anak-anak adalah aman.

6. Bila menggunakan piring/mangkuk polos, makanannya yang dihias. Bentuk muka badut, bentuk taman bunga, dll disesuaikan dengan menu makan anak.

7. Sembunyikan sayurannya. Cobalah untuk menyembunyikan sayurannya dalam menu makanan yang akan disajikan. Misalnya masukkan beberapa potong selada ke dalam burger buatan Anda, membuat kue dengan bahan dasar wortel (carrot cake), membuat martabak mie dengan isi sayuran, seperti parutan wortel, bawang bombay dan irisan labu kecil-kecil kedalam spaghetti saus.

8. Ubahlah cara memasaknya. Apabila selama ini Anda menyajikan sayur dalam bentuk kuah/sup, sekarang coba variasikan dengan menggorengnya. Misalnya buat nugget sayuran, telur dadar sayuran, dll.

9. Tambahkan saus. Ini akan memberikan rasa yang berbeda. Jadi anak akan mengenal sayuran dalam rasa aslinya, juga rasa yang lain setelah ditambahkan saus. Misalnya saus tomat, mayonaise, dll.

10. Jika anak tetap tidak mau memakan sayur, Anda bisa menyajikan sayur tersebut dalam bentuk jus yang dicampur dengan es, misalnya wortel, tomat atau mentimun. Agar lebih menambah rasa, tambahkan sedikit gula atau madu yang juga baik untuk kesehatannya. Jangan lupa agar tampilannya menarik, hiaslah gelas dengan sedotan warna-warni, payung kecil atau kreasi lainnya. Dengan demikian anak akan lebih tertarik untuk memakan/ meminumnya.

11. Kenalkan sayuran lain selain yang disukai anak. Bila anak hanya suka dengan sayuran tertentu saja, Anda jangan putus asa untuk mengenalkan jenis sayuran yang lain. Misalnya si kecil hanya suka wortel, secara perlahan kenalkan dengan sayuran yang lainnya. Anda bisa mencampurnya dengan tomat misalnya.

12. Anda harus memberi contoh. Karena anak sangat suka meniru, mencontoh apa yang ada disekelilingnya, maka untuk makan sayuran Andalah yang jadi role mode-nya. Jika ada anggota keluarga yang tidak suka sayuran, biasanya anak juga akan begitu. Karena apa? karena ada yang dia contoh.

13. Bila perlu, buatlah jadwal menu sayuran yang berganti-ganti tiap harinya. Selain sayurnya yang berbeda, cara memasaknya juga berbeda. Sekarang sup sayuran, besok telur dadar sayuran, besoknya nugget sayuran, besoknya lagi sayur bening bayam, dst.

14. Terakhir adalah Anda jangan pernah putus asa membujuk anak agar ia mau makan sayur. Disini juga kita (para orang tua) dituntut lebih kreatif lagi. Selain cara-caranya yang kreatif, menunya juga harus kreatif. Syukur kalau bunda atau para ibu rajin bereksperimen menciptakan menu atau resep-resep baru khususnya untuk si kecil.

Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah cara memotong sayuran. Besar potongan sesuaikan dengan usia si anak agar si kecil tidak kesulitan memotong atau mengunyahnya dan jangan sampai si kecil tersedak.
Resep untuk anak-anak, menu bekal sekolah, variasi menu untuk anak-anak bisa dilihat disini http://dapurpunyaku.blogspot.com/search/label/Menu%20Anak-anak

Semoga setelah ini, anak-anak akan suka makan sayur. Ibu senang, anak-anak tumbuh sehat :)



Semoga bermanfaat!

Link terkait:
Memasak bersama anak? asyik saja...
Jadwal pemberian makanan bayi
Membawa bekal sendiri, yuk!
Etika pada saat makan

Read more...

Tips/Cara Agar Anak Mendengar Kata Anda

>> Saturday, 1 October 2011

Adakah diantara pembaca yang mempunyai anak yang susah diatur? Atau temannya si kecil mungkin. Bila diberi tahu, selalu saja menjawabnya.
Masa tumbuh-kembang anak merupakan masa krusial bagi orang tua. Salah mendidik atau menerapkan aturan, bisa-bisa anak malah selalu bertingkah tak baik.

Orangtua yang tak tegas biasanya akan tampak seperti orang yang super sabar. Namun, begitu kesabaran mereka habis, kemarahannya bisa meledak tak terhingga. Di sisi lain, ada pula orangtua yang bertipe "pemarah" dan menggunakan kemarahan mereka sebagai alat untuk mengontrol anak-anak mereka. "Kalau enggak diginiin, mereka enggak akal bisa disiplin," begitu kelit mereka.

Jadi, yang mana yang sebaiknya Anda pilih? Mungkin gabungan antara keduanya. Tegas namun lembut. Sulit ya jadi orang tua itu.
Nah, untuk menjadi orangtua yang tegas namun lembut, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui:

1. Andalah Pemimpinnya
Sebuah keluarga tanpa pemimpin sama seperti satu batalion pasukan tanpa komandan. Coba tengok, siapa yang menjadi pemimpin di keluarga Anda. Jangan-jangan justru anak Anda. Anda selalu mejadi "bulan-bulanan" anak-anak Anda. Ingat, Anda punya hak untuk menjadi bos di rumah Anda. Anak-anak juga akan belajar dari cara Anda memimpin mereka. Dan jangan pernah memberikan permintaan yang sifatnya tentatif kepada anak-anak.
Misalnya seperti ini, "Mama pikir, kini saatnya mematikan teve dan kalian mandi." Bisa-bisa, Anda justru stres dibuatnya. Bersikap tegas lebih baik.

2. Beri Perintah Yang Jelas
Setiap pagi, Nina dibuat pusing oleh ulah anak-anaknya, Dhea dan Ryan. Selalu ribut setiap kali hendak berangkat ke sekolah, padahal Nina dan suaminya pun harus berkemas untuk pergi ke kantor. Sebetulnya, Dhea dan Ryan sudah cukup besar. Persoalannya, Nina punya masalah, selalu memberi perintah yang tak jelas kepada mereka. Kalimat yang ia ucapkan setiap pagi nyaris sama, "Ayo cepat mandi! Sarapan! Pakai sepatu! Nanti kalian telat, lho." Akibatnya, Dhea dan Ryan pun sering benar-benar telat.

Jadi, ketimbang memberi perintah yang tak jelas, berikan perintah yang tegas. Misalnya, "Cepat selesaikan sarapan kalian dan berangkat ke sekolah. Kalau kalian telat, kalian enggak boleh nonton teve nanti malam." Perintah yang didukung dengan "hukuman" merupakan cara paling efektif supaya anak mau bekerjasama.

3. Terlalu Kaku Tak Bagus
Seringkali, orangtua terlalu jauh memberikan hukuman dan menolak bekerjasama dengan anak-anak mereka. Padahal, seiring pertumbuhan anak, aturan sebaiknya disesuaikan pula dengan perkembangan pola pikir anak. Anak remaja mislanya, tentu tak bisa lagi diperintah seperti Nina memerintah Dhe dan Ryan. Jadi, bersikap fleksibel sesekali juga diperlukan.

4. Hindari Mengulang-ulang
Jika suatu perintah harus diulang-ulang, berarti perintah itu tak didengarkan. Begitu pula Anda dan anak-anak Anda. Jika Anda mengulang perintah Anda hingga dua kali, berarti tak ada kontak antara Anda dan anak Anda. Ya, banyak orangtua yang mengeluh "diacuhkan" oleh anak-anak mereka. Bagaimana perintah Anda akan didengar jika Anda cuma meneriakkannya dari kamar sebelah, sementara anak asyik berlarian di kamar sebelahnya. Bisa-bisa, suara Anda hanya menjadi suara latar permainan mereka.
Kiatnya, cobalah melakukan sesuatu yang menarik perhatian anak. Misalnya, matikan teve, pandang mata mereka, dan katakan dengan tegas apa yang Anda inginkan. Untuk meyakinkan bahwa mereka mendengar apa yang Anda perintahkan, ulangi kata-kata Anda. Jadi, untuk bertindak, Anda harus mendapat perhatian dulu.

5. Libatkan Anak
Apakah Anda membuat dan menerapkan peraturan tanpa pernah mau tahu apa yang sebetulnya diinginkan anak-anak Anda? Jika ini yang Anda lakukan, berarti Anda sudah melakukan kesalahan. Berkomunikasi adalah cara terbaik, termasuk dalam hal membuat peraturan. Ajaklah anak-anak duduk, dan buatlah daftar apa-apa yang harus mereka patuhi. Jangan lupa, masukkan daftar hukuman dan penghargaan yang akan mereka terima jika mereka mematuhi atau sebaliknya, mengabaikan aturan tersebut. Melibatkan anak dalam membuat keputusan akan membuat mereka "rela" terlibat di dalamnya.

6. Menghadapi Tukang Debat
Anakpun seringkali menjadi seorang pendebat tangguh. Disuruh mandi, mereka akan menjawab sekenanya, "Nanti dulu, ah. Kan, baru saja makan." Biasanya, perdebatan akan berakhir lama, dan orangtua berada di pihak yang kalah, meninggalkan si anak. Kuncinya, jangan menyerah. Tunggui si anak, sampai ia mau melakukan apa yang Anda minta. Ingat, jangan mau diajak "berdebat" oleh anak. Cara ini akan membuat anak tahu bahwa sang ibu betul-betul serius dengan permintaannya.

7. Jangan Selalu Melarang
Orangtua yang negatif selalu melarang anak-anak mereka melakukan ini-itu.
Misalnya, "Ayo, jangan meloncat-loncat di kursi!" Atau, "Jangan membuka-buka dompet Mama!" Atau, "Kamu memang nakal, Mama jadi pusing," sambil memukul si kecil.
Orang tua yang positif selalu mengarahkan anak agar menjadi baik, dengan memberi komentar yang sifatnya mengajak anak untuk bersikap baik.
Misalnya, "Sini, duduk sama Mama. Lihat tuh, di luar jendela ada banyak bunga, lho." Jadi, jika seorang anak bertingkah salah, jangan salahkan pribadi si anak. Yang harus diubah adalah sikapnya. Jangan lupa, lagi-lagi, beri anak pujian setiap kali berlaku baik, dan sebaliknya, beri anak hukuman jika ia bertingkah tak baik.

8. Satu Suara
Anda dan suami harus satu suara di depan anak. Jangan bertengkar mengenai aturan di depan anak-anak. Jika pun Anda berbeda pendapat, diskusikan itu di kamar, misalnya. Cara terbaik untuk menerapkan disiplin adalah dengan menjadi satu tim yang kompak. Dengan menawarkan pada anak disiplin yang tegas namun adil, anak pun akan merasa dan senang menjadi bagian dari tim.
Ini bukan hal mudah. Dalam prakteknya, kadang si ibu tegas dengan aturan yang sudah disepakati dengan suami, tapi di sisi lain si suami memberi kelonggaran kepada anak, dengan alasan kasihan.

Sumber: tabloid Nova (Narti edit sedikit)
Semoga bermanfaat!

Artikel serupa:
Tips/cara mengatasi anak yang suka berbicara jorok dan kasar.
Tips cerdas menjawab pertanyaan sulit si buah hati.
Tips/cara menenangkan anak yang merengek.
Tips/cara agar anak mau berbagi dengan orang lain.
Tips/cara mengatasi anak yang sedang bertengkar.
Tips/cara mengatasi anak yang takut gelap.

Read more...

Cara menghilangkan kejenuhan anak-anak saat di airport

>> Saturday, 17 September 2011

Ketika kita mau bepergian, entah dengan bis, pesawat atau alat transportasi umum lainnya, kadang kita mendapatkan beberapa kendala. Salah satunya adalah menunggu. Kegiatan menunggu mungkin bagi sebagian orang bisa dirasakan sebagai hal yang biasa saja, enjoy menjalaninya. Tapi bagi orang lainnya lagi, bisa jadi menunggu itu hal yang sangat membosankan dan menjemukan. Apalagi bila kita bepergian dengan membawa serta anak-anak, tentu lebih banyak kendalanya.

Saat memakai alat transportasi umum, tentu mau tidak mau kita harus ikut aturan mereka, kapan mereka akan berangkat. Nah untuk menghilangkan kejenuhan saat mau bepergian, ada beberapa cara yang bisa kita coba. Narti coba mengulas yang bepergian dengan pesawat terbang aja ya? Coz ini kejadian beberapa hari yang lalu, saat kami kembali ke Doha, untuk memulai aktifitas lagi seperti biasa setelah libur (mudik ke kampung halaman) selama kurang dari sebulan di tanah air. Maaf kalau blog seputarduniaanak.blogspot.com ini jadi jarang narti update, setidaknya sebulan terakhir ini. Terima kasih kepada teman-teman yang tetap berkunjung ke blog ini.

Cara menghilangkan kejenuhan anak-anak saat di airport atau bandara:


1. Jadikan acara menunggu itu lebih enjoy buat anak-anak.
Jangan sampai acara menunggu yang terlalu lama membekas di hati mereka, jangan sampai mereka nanti tidak mau lagi di ajak bepergian karena pengalaman buruk sebelumnya hanya karena lama menunggu.

2. Beri makan dan minum yang cukup sebelum berangkat.
Ini penting karena kita tidak bisa membawa minuman (benda lain bentuk cair) di handcarry. Saat pemeriksaan terakhir, semua benda cair akan disita/diambil petugas.
Kemarin aku bawa jus 1, buat Salma, tau sih kalau tidak boleh membawa benda cair, yang akhirnya di ambil petugas. Aku nanya: boleh engga dibawa untuk anak-anak karena masih menunggu beberapa saat lagi sebelum terbang. Petugas menjawab: nanti kalau mau diminum, bisa diambil disini. Ok, baik Pak.

3. Beri pakaian yang nyaman buat anak-anak.
Bisa jadi anak-anak gak enjoy karena pakaian yang dikenakan tidak nyaman. Apalagi bila ditambah dengan menunggu dalam waktu cukup lama.

4. Bawa mainan kesukaan anak.
Tentu saja pilih mainan yang ukurannya kecil, tidak menimbulkan suara berisik sehingga mengganggu orang lain. Bisa juga membawa PSP, dll. Ini cukup membantu, saat menunggu anak-anak bisa sambil main game. Atau bisa juga membawa buku cerita kesukaan anak.

5. Photo setiap geraknya.
Ini bisa juga untuk menghilangkan kejenuhan si kecil. Kamera ponsel atau hp cukup koq. Setelah diphoto, ajak si kecil untuk melihat hasil photonya.

Buat teman-teman yang punya tips lain, bisa sharing di kolom komentar.
Berikut ini beberapa gaya atau aksi Salma yang sempat Narti abadikan.








Berapa lama lagi kami menunggu?
Setelah pilot, co-pilot n crew sudah mulai memasuki pesawat kami masih menunggu agak lama. Tentu banyak persiapan, ngecek alat dsb sebelum akhirnya pesawat take-off. Salma sudah mulai jenuh, untungnya dialihkan masih bisa. Akhirnya suruh liat sunset yang mulai tampak di langit dengan warna jingga-nya.

Untuk kakaknya Salma alhamdulillah sudah mulai ngerti, bisa duduk anteng sambil main game atau baca buku. Tidak seperti Salma yang banyak aksinya. :D


Baca yang ini juga yuk:

Read more...

Tips Cerdas Menjawab Pertanyaan Sulit Si Buah Hati

>> Monday, 15 August 2011

Apakah buah hati atau anak-anak Anda kadang mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan tak terduga? Anda pasti sering mengalaminya. Entah merupakan pertanyaan sulit dijawab ataukah pertanyaan yang belum saatnya mendapat jawaban. Yang pasti, Anda jangan sampai terpojok, usahakan Anda mampu menghadapinya dengan cerdas.

Karena bagi buah hati Anda, jawaban Anda adalah jawaban yang dianggap paling benar olehnya. Tak jarang ketika bersama teman-temannya anak berkata,"Mama aku bilang begini, yang benar itu mama aku".
Yups, anak akan lebih mudah menerima apa yang dikatakan orang tuanya dan jawaban itu dianggapnya yang paling benar.

Berikut ini tips bagaimana menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit dari anak secara cerdas:

1. Usahakan tetap tenang. Meskipun pertanyaannya sangat tidak diharapkan, jangan sampai reaksi Anda membuatnya enggan bertanya lagi di kemudian hari. Ini penting. Jangan sampai rasa ingin tahunya hilang karena ketika bertanya ke orang tuanya mendapatkan jawaban yang tidak semestinya.

2. Tak perlu segan mengatakan Anda tak tahu jawabannya (apabila memang sulit menjawabnya), tapi jangan lupa berjanji bahwa Anda akan mencari jawaban yang tepat dan akan memberitahukan pada anak sesegera mungkin.

3. Hargai usahanya untuk bertanya pada Anda dan bukan pada orang lain yang belum tentu bisa bertanggung jawab. Katakan, “Wah, menarik sekali pertanyaanmu, nak,” agar ia merasa nyaman dan tak merasa bersalah karena bertanya.

4. Jangan lupa berempati. Dalam komunikasi dengan anak, biasakan mencoba merasakan apa yang ia rasakan. Seringkali, ada perasaan tertentu yang membuatnya bertanya. Entah itu rasa takut, malu atau sedih.

5. Kadang diperlukan juga, dimana orang tua berlaku sebagai orang tua buat anak, kadang juga sebagai teman si anak. Jadi ketika anak bercengkerama atau ngobrol dengan orang tuanya, anak merasa nyaman. "Bunda orang nomor satu deh, paling bisa mengerti Dino"
"Papa orang nomor satu deh, paling bisa ndengerin Andre, mau main game bareng, mau mendengarkan cerita buku bacaan Andre, dsb"
"Mama orang nomor satu buat Sandra, paling bisa mengerti bagaimana perasaan Sandra, bisa memberi masukan buat Sandra dan mendengarkan keluh kesah Sandra"
Setelah itu, anak akan merasa nyaman, bilang terima kasih mama, terima kasih papa, thank you mom, thank you dad, dsb karena perlakuan yang anak terima dari orang tuanya begitu baik, begitu nyaman, begitu perhatian dsb.
Jangan sampai ketika anak punya pertanyaan, ia malah bertanya ke orang lain, atau teman yang belum tentu bisa menjawab dengan baik dan belum tentu jawaban itu bisa dipertanggungjawabkan. Kadang anak yang memasuki usia remaja, merasa malu bisa mesti bertanya ataupun bercerita kepada orang tuanya, yang akhirnya mereka bertanya kepada teman dan orang lain.

Teman-teman pengunjung seputarduniaanak.blogspot.com itu semua teori ya. Dalam prakteknya sehari-hari tentu tak semudah yang kita baca dari artikel di atas. Apalagi bagi yang anaknya sangat kritis bertanya. Ada beberapa komentar juga dari teman-teman yang mempunyai anak sangat kritis dalam bertanya. Kadang kita dituntut untuk belajar lebih banyak lagi karena datangnya pertanyaan dari anak.

Berikut ini adalah gambaran dan beberapa jawaban ‘cerdas’ pertanyaan-pertanyaan sulit dari buah hati Anda:

“Mengapa aku tak boleh menonton film itu, mama?” (sambil menunjuk film dewasa). Anda harus menjelaskan bahwa film dibuat dalam beberapa jenis: film untuk anak-anak dan film untuk orang dewasa. Jelaskan bahwa dalam film dewasa mungkin ada adegan/cerita/dialog yang menakutkan yang bisa mengganggu pikiran. Jika anak Anda sudah cukup besar, jelaskan adegan dewasa yang mungkin ada di film untuk orang dewasa.

“Kenapa Nenek Meninggal?” Jangan bilang bahwa orang meninggal berarti sedang tidur lama. Salah-salah anak justru takut tidur. Jelaskan, bahwa yang hidup pasti akan mati. Jika ia sedih, biarkan ia lampiaskan kesedihannya. Anda bisa menenangkan dengan mengatakan, “Meskipun nenek tidak bersama kita lagi, kenangannya tetap ada di foto-foto yang kamu simpan kan? Yuk kita doain agar nenek bahagia di surga”. Jelaskan pula bahwa bersedih karena kehilangan orang yang kita sayangi adalah suatu hal yang biasa, normal dan wajar.

“Apa itu kondom, Papa?” Jangan panik. Jika anak Anda sudah bersekolah, gunakan gambar yang menunjukkan bentuk organ tubuh pria dan wanita. Katakan bahwa kondom digunakan oleh pria untuk menghindari kehamilan atau penularan penyakit yang tidak diinginkan.

“Apakah aku boleh berbohong?” Jika anak bertanya demikian, berarti ia sudah siap menerima penjelasan bahwa di dunia ini tidak selamanya hitam dan putih, ada abu-abu. Namun tegaskan bahwa kebohongan yang diperbolehkan adalah kebohongan untuk menjaga perasaan orang lain. Beri contoh, misalnya dengan mengatakan, “Apakah kamu ingat ketika Andre membawa makanan untuk kita? Saat dia Tanya apakah kamu suka masakannya, tentu demi sopan santun dan menjaga perasaan Andre, kamu harus menjawab ‘ya’ meskipun kamu sama sekali tidak suka sayur.”
Yang perlu Anda tekankan adalah bahwa berbohong sama sekali tidak baik jika alasannya untuk menghindar dari hukuman atau menyembunyikan kesalahan.

Semoga bermanfaat!

Baca juga yang ini yuk!
Tanda-tanda anak berbohong.
Mengajarkan kejujuran pada anak.
Reaksi anak-anak pada kematian.

Read more...

  © Seputar Dunia Anak Since February 14, 2009

Privacy Policy | Back to TOP  

Please Visit Again!